30 article(s) in CHEESA Chemical Engineering Research Articles

Karakteristik Biokomposit Edible Film Dari Campuran Kitosan Dan Pektin Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa Acuminata

<p class="e-journalabstractbody">kemasan plastik banyak digunakan pada industri makanan dan minuman di indonesia karena praktis dan mudah. namun<ins cite="mailto:asus" datetime="2020-06-10t07:49">,</ins> disisi lain ini merupakan bencana bagi lingkungan karena plastik merupakan bahan yang sulit terurai (<em>nondegradable</em>). <em>edible film</em> merupakan salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk menggantikan kemasan plastik. tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan kitosan dari limbah cangkang rajungan dan pektin dari limbah kulit pisang kepok sebagai bahan baku pembuatan <em>edible film</em>. kitosan diperoleh dari proses <em>degreasing</em>, deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi cangkang rajungan. pektin diperoleh dari proses hidrolisis kulit pisang kepok. <em>edible film</em> yang berbasis kitosan dan pektin dibuat melalui proses <em>blending</em> dengan ratio (k:p) 100:0; 60:40; 50:50: 40:60 dan 0:100. analisis karakteristik yang dilakukan meliputi warna, transparan, ketebalan, kelarutan dalam air, laju transmisi uap air (wvtr), kadar air, <em>swelling degree</em>, biodegradabilitas, dan aktivitas antimikroba. hasil penelitian menunjukkan <em>edible film</em> kitosan dan pektin yang paling optimal adalah ratio 50:50.</p> Show More ... ... Show Less

  • Edible Film
  • Musa Acuminata
  • Swelling Degree
  • Class E
Komparasi Logam Berat Pada Kawasan Mangrove Alami Dan Industri Di Perairan Belawan, Pulau Sicanang

<p class="e-journalabstractbody">perairan belawan pulau sicanang merupakan kawasan yang rentan terhadap pencemaran logam berat, karena kawasan perairan ini berdekatan dengan kawasan industri, pelabuhan, dan permukiman. l<span lang="en-us">ogam berat sangat berbahaya bagi kehidupan hewan aquatik maupun bagi kesehatan manusia</span>. penelitian ini merupakan penelitian diskriptif eksploratif yang <span lang="en-us">bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat berupa: timbal (pb), cadmium (cd), dan m</span>e<span lang="en-us">rkuri (hg) pada perairan ekositem mangrove belawan pulau sicanang. </span>keberadaan ekosistem hutan mangrove di kawasan ini berfungsi sebagai penyangga kehidupan. <span lang="en-us">kandungan logam berat di perairan bisa diserap oleh tanaman mangrove sebagai fitoremediasi.</span><span lang="en-us">penentuan stasiun pengamatan berdasarkan <em>purvosive sampling</em>, </span>dengan <span lang="en-us">stasiun 1 </span>yang merupakan <span lang="en-us">kawasan hutan mangrove alami dan stasiun 2 </span>yang merupakan kawasan <span lang="en-us">perusahaan dan pabrik). </span>metode uji sampel air dengan<em> atomic absorption spectroscopy</em> (aas).  hasil analisis logam berat dari air sampel berupa: pb (0,15 ppm) pada stasiun 1 dan 0,33 ppm pada stasiun 2, cd (0,04 ppm) pada stasiun 1 dan 0,11 ppm pada stasiun 2, sedangkan hg (&lt;0.1011 ppm) nilainya sama pada stasiun 1 dan 2. berdasarkan hasil analisis logam berat berupa: pb, cd dan hg pada kedua perairan, dapat disimpulkan bahwa kawasan hutan magrove alami memiliki kandungan logam lebih rendah daripada kawasan industri. </p> Show More ... ... Show Less

  • Atomic Absorption Spectroscopy
  • Class E
Pengaruh Variasi Dopan Asam Terhadap Kinerja Baterai Sekunder Polianilina|Zn

<p>studi tentang baterai sekunder polianilina(pani)|zn telah banyak dikembangkan, tetapi sejauh ini masih belum ada penjelasan mengenai pengaruh asam terhadap kinerja baterai tersebut. pani disitensis menggunakan metoda elektrodeposisi dengan tegangan 0,7 v selama 30 menit. pani hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan voltammetri dan spektroskopi inframerah. baterai pani|zn didesain dalam bentuk sandwich, kemudian pengukuran kinerja digunakan impedansi serta pengisian-pengosongan. baterai dengan elektroda pani-cl dan pani-br mempunyai kinerja yang lebih baik dengan <em>specific capacity</em> saat ke-60 yaitu 55,4 dan 37,4 mah g<sup>-1</sup>. pengukuran impedansi pada baterai dengan elektroda pani-cl, pani-br, dan pani hclo<sub>4</sub>, menunjukan <em>resistance solution</em> (r<sub>s</sub>) secara berurutan yaitu 1,38; 2,56; dan 3,03 w dan <em>resistance charge transfer</em> (r<sub>ct</sub>) 2,24; 2,97; dan 7,71 w. oleh sebab itu, baterai pani|zn dengan dopan hcl menunjukkan kinerja terbaik dibanding dengan asam yang lain.</p> Show More ... ... Show Less

  • Charge Transfer
  • Specific Capacity
Analisis Mutu Keripik Tempe Berdasarkan Cara Perekatan Dan Ketebalan Pengemas Selama Penyimpanan

<p class="e-journalabstractbodyenglish">keripik tempe adalah salah satu makanan khas di indonesia. tujuan penelitian ini yaitu: mengetahui pengaruh cara perekatan dan ketebalan pengemas terhadap mutu keripik tempe, dan mengetahui umur simpan keripik tempe berdasarkan cara perekatan pengemas dan ketebalan pengemas. faktor yang diteliti yaitu, cara perekatan: stapler, lilin, dan <em>sealer</em>, jenis pengemas: plastik polipropilen 0,07 mm dan plastik polipropilen 0,04 mm, dan lama penyimpanan: 10 hari, 20 hari, dan 30 hari. hasil penelitian menunjukkan bahwa keripik tempe dengan kemasan plastik polipropilen 0,07 mm dan perekat <em>sealer</em> memiliki mutu paling baik. selama penyimpanan terjadi peningkatan kadar air, kadar asam lemak bebas, dan kadar peroksida serta terjadi penurunan semua variabel sensorik, tetapi keripik tempe kemasan plastik polipropilen 0,07 mm dengan perekat <em>sealer </em>mampu mempertahankan mutu keripik tempe sampai hari ke-30, sedangkan perlakuan lainnya hanya mampu sampai hari ke-20.</p> Show More ... ... Show Less

  • Class E
Studi Awal Pembuatan Membran Chitosan-Silica Based Dari Berbagai Limbah

<p class="e-journalabstractbody">jember memiliki potensi perikanan terutama udang sebagai sumber kitin yang merupakan dasar pembuatan kitosan. kitosan berasal dari limbah kulit udang yang dicampur dengan limbah lain yaitu padatan silika dari pembangkit listrik panas bumi dan <em>fly ash</em> dari pembangkit listrik tenaga uap untuk menghasilkan membran yang dapat digunakan dalam filtrasi logam berat dalam air. m<span lang="en-us">embran tanpa silika dibuat sebagai <em>negative control</em> dan dengan silika murni sebagai <em>positive control</em>. </span>membran kitosan dibuat dengan cara mencampurkan 1,0 gram kitosan dalam 100 ml larutan asam asetat 2% v/v dan 0,8 gram senyawa silika <span lang="en-us">serta</span> 0,5 gram <em>polyethylene glycol</em>. <span lang="en-us">membran yang telah dibuat diuji untuk menyaring larutan yang mengandung logam berat cu dan pb. konsentratsi optimum dari cu dan pb dalam badan cairan dapat dikurangi sebesar 87% dan 80% menggunakan membran kitosan-silika.</span></p> Show More ... ... Show Less

  • Polyethylene Glycol
  • Fly Ash
  • Positive Control
  • Negative Control
  • Class E
Optimasi Blending Pertalite Dengan Komponen Reformate Di PT. XYZ Balikpapan

<p>penelitian ini bertujuan untuk perbaikan produk pertalite menggunakan komponen reformat agar memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan oleh dirjen migas. metode <em>blending </em>merupakan teknik pengumpulan data yang berupa perhitungan optimasi <em>blending</em> pertalite dengan penambahan komponen reformate menggunakan rumus <em>trial &amp; error</em>/coba-coba. beberapa rumusan perhitungan <em>blending</em> yang di pakai untuk membuat pertalite dari komponen-komponennya adalah: <em>blending</em>, distilasi, <em>octane number</em> dan rpv. berdasarkan perhitungan hasil distilasi 10% sebesar 68,88 <sup>o</sup>c, 50% sebesar 106,94 <sup>o</sup>c, fbp 201,91 <sup>o</sup>c,<em> reid vapour pressure</em> (rvp) sebesar 48,78 kpa, <em>density at</em> 15<sup> o</sup>c sebesar 762,60 kg/liter, dan on diperoleh angka sebesar 90. berdasarkan hasil analisa perhitungan optimasi <em>blending</em> pertalite on 89,5 dengan reformat menggunakan rumus <em>trial &amp; error</em>/coba-coba, pencampuran titik <em>blending</em> telah memenuhi spesifikasi distilasi, rvp dan density. pertalite on 90 diperoleh dari percampuran pertalite on 89,5 sebanyak 5320 m<sup>3</sup> dengan reformat sebanyak 415,625 m<sup>3</sup>.</p> Show More ... ... Show Less

  • Vapour Pressure
  • Octane Number
  • C 50
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles
  • 2020;
  • Chemical Engineering
  • Research Articles
  • Engineering Research
Pengaruh Blending Biofuel Dari Minyak Jelantah Terhadap Kerosin

<p>sumber energi terbarukan semakin mendapat perhatian, hal ini disebakan karena berkurangnya cadangan minyak dan meningkatnya kesadaran manusia akan lingkungan. biofuel secara umum adalah bahan bakar berasal dari tumbuhan dan hewan. <em>blending</em> adalah suatu proses pencampuran untuk mendapatkan produk yang memenuhi spesifikasi. pada penelitian ini metode yang digunakan adalah <em>blending</em> <em>biofuel</em> dengan kerosin yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik perbandingan rasio <em>blending biofuel</em> dengan kerosin. analisa yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bilangan asam, massa jenis, bilangan penyabunan, <em>flash point</em>, distilasi, dan bilangan iodin. variabel penelitian rasio <em>blending</em> 5:95, 10:90, 15:85, 20:80, 25:75, 30:70. nilai terbaik pada penelitian ini terdapat pada blending dengan rasio b30,  bilangan asam diperoleh rasio <em>blending </em>b30 0,08  mg/gram, massa jenis pada rasio <em>blending </em>b30 800 kg/m<sup>3</sup>, bilangan penyabunan pada rasio <em>blending </em>b30 2,24 mg/gram, <em> flash point </em>terbaik pada rasio <em>blending </em>b30 51°c, distilasi 90% pada rasio <em>blending </em>b30 298 °c dan bilangan iodin pada rasio <em>blending</em> b30 0,75 gram i<sub>2</sub>/gram minyak.</p> Show More ... ... Show Less

  • Flash Point
Pengaruh Ph Dan Metabolisme Bakteri Escherichia Coli Dalam Reaktor Microbial Fuel Cell Terhadap Reduksi Kromium Heksavalen

<p class="pagenumber1">kalimantan merupakan pulau yang terkenal akan sektor  pertambangan salah satunya di daerah delta mahakam, yang dalam proses eksploitasinya berpotensi menghasilkan limbah logam berat, seperti logam berat cr<sup>6+</sup>. pencemaran logam cr<sup>6+</sup> cukup sulit untuk terurai dilingkungan dan bersifat karsinogenik, karena dengan konsentrasi kecil saja dapat menimbulkan tingkat keracunan yang sangat tinggi pada makhluk hidup, sehingga pengolahan terhadap limbah tersebut sangat penting. <em>microbial fuel cell</em> merupakan suatu metode yang dapat membantu proses pengolahan limbah dengan cara mereduksi cr<sup>6+</sup> menjadi cr<sup>3+</sup> dengan katalisis mikrobiologis. penelitian ini menggunakan metode reaktor <em>double-chamber</em> yaitu terdapat ruang anoda yang berisi bakteri anaerob dan <em>basic anolyte</em>, sedangkan pada ruang katoda terdapat kalium dikromat dengan konsentrasi 18 mg/l dan variasi ph 3, 4 dan 5 yang dilakukan selama 10 hari. kondisi ph optimum pada proses reduksi terjadi pada ph 4 dengan besar persen penurunan sekitar 98%. dan produksi listrik tertinggi pada hari ke-2 pada variasi ph 3 dengan nilai power density sebesar sebesar 11, 06 mw/m<sup>2</sup>.</p> Show More ... ... Show Less

  • Microbial Fuel Cell
  • Escherichia Coli
  • Power Density
  • Double Chamber
Perbandingan Efektivitas Larvasida Ekstrak Kulit Dan Daging Buah Sawo (Manilkara Zapota) Terhadap Kematian Nyamuk Aedes Aegypti

<p>demam berdarah merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang penyebarannya dilakukan oleh nyamuk <em>ae. aegypti</em>, dimana fase larva berpotensi sebagai penyebab penyakit demam berdarah. upaya pemberantasan larva dapat dilakukan dengan menggunakan larvasida. jenis larvasida dapat berupa hasil sintesis bahan kimia atau berasal dari bahan alam. salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai larvasida adalah buah sawo. kulit dan daging buah sawo muda diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif yaitu tanin, flavonoid, dan alkaloid. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas larvasida pada ekstrak kulit dengan ekstrak daging buah sawo muda terhadap kematian larva <em>aedes aegypti</em>. tahapan penelitian ini yaitu: (1) preparasi sampel, (2) ekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol, (3) distilasi ekstrak kulit dan daging buah sawo muda, dan (4) uji larvasida. hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daging buah sawo muda lebih efektif membunuh larva <em>aedes aegypti </em>jika dibandingkan dengan ekstrak kulit buah sawo muda.</p> Show More ... ... Show Less

  • Aedes Aegypti
  • Manilkara Zapota
Perengkahan Metil Ester Dari Minyak Jelantah Menggunakan Katalis Pt/ Al2o3

<p><span lang="en-gb">konsumsi minyak goreng di indonesia meningkat setiap tahunnya. penggunaan minyak goreng secara berulang menyebabkan penurunan kualitas mutu. <span>limbah minyak goreng yang dibuang ke perairan dapat menyebabkan rusaknya ekosistem perairan karena akan menutupi permukaan air sehingga sinar matahari tidak bisa masuk secara maksimal yang menyebabkan meningkatnya nilai <em>chemical oxygen demand</em> (cod) serta <em>biological oxygen demand</em> (bod). </span>katalis logam memiliki tingkat sisi aktif yang tinggi dibandingkan dengan katalis lainnya. penelitian ini </span><span lang="en-us">me</span><span lang="en-gb">lakukan perengkahan metil ester minyak jelantah menggunakan katalis pt/al<sub>2</sub>o<sub>3</sub>. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transesterifikasi pada suhu 55 ºc dan perengkahan dengan variasi konsentrasi katalis 0,6%, 0,7%, 0,8% dan 0,9% berat minyak dalam 500 ml minyak jelantah  pada suhu 55ºc.</span><span lang="en-us"> tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari biofuel yang dihasilkan dari perengk</span><span lang="en-gb">a</span><span lang="en-us">han melalui analisa angka asam, angka penyabunan  angka iodin dan <em>flash point</em>.</span><span lang="en-gb"> hasil penelitian diperoleh nilai terbaik pada konsentrasi katalis 0,9% dengan  kandungan asam lemak bebas 0,0014 mgkoh/g ffa, nilai <em>flash point</em> 165,5 ºc dan angka iodin 2,79 (massa/massa) serta angka penyabunan sebesar 5,3 mg koh/g</span><span lang="en-us">.</span></p> Show More ... ... Show Less

  • Flash Point
  • Chemical Oxygen Demand
  • Biological Oxygen Demand
Produksi Dan Optimasi Biosurfaktan Dari Bakteri Halofilik Chromohalobacter Japonicus BK-AB18

<p>perkembangan teknologi bioproses telah mendorong pendekatan ke arah produk surfaktan biologi (biosurfaktan) yang ramah lingkungan. penelitian ini difokuskan pada optimasi produksi biosurfaktan dengan menggunakan variasi sumber karbon dan nitrogen. tahap awal penelitian ini dilakukan dengan menguji potensi bakteri <em>chromohalobacter japonicus </em>bk-ab18 penghasil biosurfaktan dengan  menggunakan metode uji hemolisis dimana hasil menunjukkan aktivitas hemolisis yang tinggi dengan  ukuran zona bening 3 cm pada media agar darah. selanjutnya dilakukan produksi pada medium optimal dengan menambahkan 2% variasi sumber karbon terdiri dari minyak zaitun, minyak jagung, minyak kelapa sawit, minyak kacang kedelai dan minyak bunga matahari serta 0,3 % variasi nitrogen terdiri dari urea, nano<sub>3, </sub>nh<sub>4</sub>cl, nh<sub>2</sub>(so)<sub>4 </sub>and kno<sub>3</sub>. hasil penelitian menunjukkan produksi biosurfaktan dari <em>chromohalobacter japonicus </em>bk-ab18 meningkat secara signifikan dengan menggunakan minyak zaitun sebagai sumber karbon dan urea sebagai sumber nitrogen dengan hasil penyebaran minyak 4,8 cm serta aktivitas biosurfaktan dengan nilai tegangan permukaan sebesar<em> </em>34 dyne/cm<em>, </em>dan hasil uji emulsifikasi sebesar 76%.</p><div><div><p> </p></div></div> Show More ... ... Show Less

Pengaruh Ekstraksi Sio2 Dari Lumpur Lapindo Terhadap Daya Adsorpsinya Pada Larutan Metil Orange

<p>metil orange merupakan salah satu zat warna yang banyak digunakan di industri tekstil. metil orange ini tergolong ke dalam zat warna yang berbahaya bagi lingkungan. salah satu metode yang baik digunakan untuk mengurangi bahaya dari metil orange yaitu metode adsorpsi. sio<sub>2</sub> diketahui memiliki sifat adsorben yang baik karena memiliki struktur dan sifat permukaan yang stabil terhadap bahan kimia. lumpur lapindo merupakan salah satu sumber sio<sub>2</sub> yang keberadanya melimpah. kandungan sio<sub>2 </sub>pada lumpur lapindo yakni sebesar 55%. tingginya kandungan sio<sub>2</sub> dalam lumpur lapindo, membuat lumpur lapindo memiliki daya adsorpsi yang baik. pada penelitian ini lumpur lapindo digunakan sebagai adsorben untuk metil orange. proses adsorpsi dilakukan dengan metode <em>batch</em>. lumpur lapindo dipreparasi terlebih dahulu untuk mengetahui pengaruhnya terhadap daya adsorpsi pada metil orange. preparasi dilakukan dengan ekstraksi sio<sub>2</sub> dari lumpur lapindo menggunakan metode kopresipitasi yang dapat meningkatkan kemurnian sio<sub>2</sub> dari 50% menjadi 78,6%. sio<sub>2</sub> hasil ekstraksi memiliki %<em>removal</em> dan kapasitas adsorpsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan lumpur lapindo masing-masing sebesar 81,39% dan 0,081mg/g.</p> Show More ... ... Show Less

Potensi Metabolit Sekunder Buah Jambu Biji (Psidium Guajava) Sebagai Inhibitor Korosi Ramah Lingkungan Pada Besi

<p>sebagai alternatif inhibitor sintetis, g<em>reen</em> inhibitor sangat berguna pada material yang tidak memungkinkan digunakan metoda proteksi secara pelapisan dan proteksi katodik. jambu biji memiliki komponen metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai penghambat korosi. buah jambu biji diekstraksi menggunakan metoda maserasi. selanjutnya, ekstrak jambu biji dilakukan karakterisasi secara fitokimia. kinerja inhibitor dilakukan dengan mengunakan 2 jenis air (sumur dan laut) serta variasi konsentrasi ekstrak yaitu 3%, 10% dan 25%. laju korosi pada paku menjadi semakin kecil dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. pada air laut, penambahan 25% ekstrak menunjukkan kenaikan massa sebesar 0,018% dari berat paku mula-mula. efisiensi inhibitor paling besar terjadi pada penambahan 25% ekstrak yaitu sebesar 98,39% pada media air sumur dan 99,75% pada air laut. oleh sebab itu, jambu biji sangat berpotensi untuk digunakan sebagai aplikasi <em>green inhibitor</em> masa depan.</p> Show More ... ... Show Less

  • Psidium Guajava
  • Green Inhibitor
Korelasi Faktor Fisika Kimia Perairan Terhadap Densitas Belangkas Di Pantai Timur Sumatera Utara

<p>belangkas merupakan  hewan yang dilindungi oleh pemerintah indonesia. keberadaanya di alam sudah semakin jarang ditemukan.  banyak faktor yang diduga menjadi penyebab menurunnya densitas belangkas di habitatnya. salah satu penyebabnya karena menurunnya kualitas air yang diakibatkan pencemaran perairan. kondisi fisika kimia perairan merupakan faktor pembatas bagi belangkas. kualitas air tentunya mencakup faktor fisika kimia, dimana harus sesuai dengan baku mutu dipersyaratkan.  tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi faktor fiisika kimia perairan dan korelasinya terhadap densitas belangkas di pantai timur sumatera utara. penelitian ini merupakan penelitian eksploratif, dimana penentuan titik stasiun pengamatan menggunakan <em>purposive sampling</em>. hasil penelitian menunjukan korelasi faktor fisika kimia perairan terhadap densitas belangkas di pantai timur sumatera utara mempunyai hubungan yang positif (+). nilai korelasi tertinggi diperoleh pada suhu (0,936), kecerahan (0,702), salinitas (0,603), hg (0,578), cd (0,545), pb (0,508), ph (0.405), kecepatan arus (0,148), dan do (0,045).</p> Show More ... ... Show Less

  • Purposive Sampling
Influence Of Chicken Eggshell Powder Ratio With Coarse Rice Husk On Methyl Orange Removal From Aqueous Solution

<p class="e-journalabstractbodyenglish">chicken eggshell and rice husk waste have been succesfully used as a potential adsorbent of methyl orange (mo). in this study, after the washing and drying process, chicken eggshells  were mashed while the rice husk was left intact. chicken eggshell powder and coarse rice husk were combined and varied its composition ratio by 3: 1, 2: 1, 1: 1, 1: 2, and 1: 3. the adsorption process of 50 ml mo 20 ppm in aqueous solution with 11 grams of adsorbent was measured using the uv-vis spectrophotometer genesys 20 at 465 nm. based on the results of the study, the adsorbent with a variation of 1: 1 in ratio was able to adsorb mo from the solution up to 27.70% within 60 minutes.</p> Show More ... ... Show Less

  • Rice Husk
  • Chicken Eggshell
  • Aqueous Solution
  • Methyl Orange
  • Adsorption Process
Pengaruh Waktu Distilasi Etanol-Air Terhadap Konsentrasi Overhead Product Dan Bottom Product

<p>bioetanol merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat diproduksi dari berbagai bahan seperti sorgum, tebu atau bahkan substrat dari limbah industri makanan. pembuatan bioetanol melibatkan proses distilasi. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lamanya waktu distilasi etanol-air terhadap konsentrasi <em>overhead product </em>dan <em>bottom product</em> yang keluar dari kolom distilasi. metode dalam penelitian ini terdiri dari tahap persiapan, distilasi dan tahap analisa. konsentrasi etanol ditentukan melalui pengukuran indeks bias menggunakan refraktometer. dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin besar indeks bias larutan etanol maka semakin besar konsentrasi larutan. semakin lama waktu distilasi maka konsentrasi <em>overhead product</em> semakin besar. hal ini berbanding terbalik dengan konsentrasi larutan di <em>bottom product</em> yang semakin kecil dengan bertambahnya waktu distilasi.</p> Show More ... ... Show Less

  • Bottom Product
Pengaruh Konsentrasi Enzim Α – Amilase Pada Hidrolisis Pati Labu Jepang (Kabocha

<p class="stylee-journalkeywordsnotitalic">labu jepang <em>(kabocha) </em>merupakan tanaman yang berpotensi untuk dijadikan gula glukosa karena memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yakni senilai 13%. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi enzim <em>α-amilase</em> pada hidrolisis enzimatis labu jepang <em>(kabocha)</em>. penelitian ini dilakukan melalui 4 tahap yakni pelarutan, likuifikasi, sakarifikasi, dan pemucatan. pada tahap likuifikasi pati diubah menjadi dekstrin oleh enzim   <em>α–amilase</em> dengan kombinasi perlakuan faktorial 3 x 3 yang terdiri dari 3 kali pengulangan pada satu perlakuan variasi konsentrasi enzim 0,01%, 0,02% dan 0,03% berat kering bahan. analisa kuantitatif gula reduksi diperoleh dengan metode spektrofotometer uv-vis menggunakan pereaksi iodium pada panjang gelombang (λ) 348 nm. hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hidrolisis pati menghasilkan kadar gula reduksi terbaik dengan penggunaan enzim 0,03% berat kering bahan dengan waktu hidrolisis selama 120 menit.</p> Show More ... ... Show Less

Efektivitas Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urban ) Terhadap Pertumbuhan Jamur Aspergillus Flavus

<p class="e-journalabstractbody"><em><span lang="en-gb">aspergillus flavus</span></em><span lang="en-gb"> merupakan jamur yang bersifat aerobik karena memiliki kemampuan untuk tetap hidup jika kondisi medianya dipenuhi oksigen. jamur mikroskopis ini dapat menghasilkan satu zat tertentu bernama aflatoxin. ini adalah mikotoksin yang memiliki tingkat dampak toksik yang tinggi. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun dari <em>centella asiatica</em> (l.) urban terhadap pertumbuhan <em>aspergillus flavus</em>. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (ral). </span><span>h</span><span lang="en-gb">asil penelitian </span><span>diperoleh bahwa </span><span>e</span><span lang="en-gb">kstrak daun pegagan (<em>centella asiatica</em> (l.) urban) berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur <em>aspergillus flavus</em></span><em></em><span>dengan </span><span>k</span><span lang="en-gb">onsentrasi hambat minimum (khm) pada konsentrasi 0,8%. </span></p> Show More ... ... Show Less

  • Aspergillus Flavus
  • Centella Asiatica
  • Class E
Penentuan Kadar Alkaloid Total Pada Ekstrak Bunga Pepaya (Carica Papaya L) Dengan Metode Microwave Assisted Extraction

<p>bunga pepaya (<em>carica papaya</em><em> l</em>) mengandung senyawa bioaktif alkaloid seperti <em>carpaine</em>, <em>pseudocarpaine</em> dan <em>dehydrocarpaine</em>. alkaloid tersebut dipercaya bermanfaat untuk sebagai obat <em>antidengue, anti­cancer, antimicrobial, antiparasitic, anti-inflammatory, antioxidant, antidiabetic activities</em>. pada penelitian ini, bunga pepaya diekstrak menggunakan metode ekstraksi padat-cair menggunakan metode <em>microwave assisted extraction</em> (mae) dan ekstraksi cair-cair. sebelum proses ekstraksi, bunga pepaya dikeringkan dan dikecilkan hingga memiliki ukuran partikel sebesar 0,125 mm. bunga pepaya yang telah kering diekstraksi menggunakan metanol 80% (<sup>v/</sup><sub>v</sub> untuk menentukan pengaruh waktu ekstraksi (1-5 menit), daya <em>microwave</em> (40, 120, 200, 280 watt), dan rasio sampel terhadap pelarut ( 1:10 ; 1:15 ; 1:20 <sup>b</sup>/<sub>v</sub><sup>) </sup>terhadap kadar alkaloid total. hasil ekstrak menunjukkan hasil positif adanya alkaloid setelah diuji dengan pereaksi mayer dengan terbentuknya endapan berwarna putih kekuningan. adapun kadar <em> </em>alkaloid total  terbesar adalah 0,02981 mg/g sampel dengan kondisi operasi ekstraksi waktu ekstraksi 3 menit, rasio sampel terhadap pelarut 1:10 (m/v) serta daya <em>microwave </em>40 watt.</p> Show More ... ... Show Less

  • Carica Papaya
  • Microwave Assisted Extraction
  • Anti Inflammatory
Pemanfaatan Ekstrak Daun Tembakau Sebagai Inhibitor Korosi Pada Logam Baja Karbon Dan Aluminium

<p class="e-journalabstractbody">ekstrak daun tembakau dapat dimanfaatkan sebagai inhibitor korosi pada logam baja karbon dan aluminum di dalam larutan hcl. penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi ekstrak daun tembakau terhadap laju korosi serta efisiensi inhibisi korosi logam baja karbon dan aluminium di dalam media larutan hcl 0,1 m. laju korosi logam baja karbon dan aluminium dianalisis menggunakan metode polarisasi linear. hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak daun tembakau dapat menurunkan laju korosi pada logam baja karbon dan aluminium. laju korosi minimum baja karbon dan aluminium terjadi  pada konsentrasi inhibitor sebesar 700 mg/l yaitu masing-masing sebesar 0,940 mm/y dan 0,807 mm/y. peningkatan konsentrasi inhibitor menyebabkan peningkatan efisiensi inhibisi korosi baja karbon dan aluminium. hasil sem menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi inhibitor menyebabkan proteksi korosi semakin tinggi sehingga tingkat degradasi permukaan logam akibat korosi semakin rendah.</p> Show More ... ... Show Less

  • Class E
Electrolyte Performance Of Noni Fruit Extracts (Morinda Citrifolia L.) For C–Zn Batteries

<p class="e-journalabstractbodyenglish">c–zn battery is a commercial battery that widely used due to its easy to carry,  inexpensive, and easy to obtain. however, the serious thing is the problem of battery waste which not only causes pollution but also endangers natural resources due to contained heavy metals (mn) and corrosive electrolytes. noni (morinda citrifolia l.) is a fruit with the main component of vitamin c (ascorbic acid) as an antioxidant. this acid component is the basis for further utilization as an environmentally friendly electrolyte application. noni was fermented with 2 time variations, 48 and 72 hours. fabrication of c–zn batteries was done with thin configurations like sandwiches. furthermore, voltage was measured with digital multimeter. the results obtained, open circuit voltage (ocv) of 0.72 v for unfermented electrolytes. then, the use of fermented electrolytes causes an increase in voltage and current due to decreased ph.</p> Show More ... ... Show Less

  • Morinda Citrifolia
  • Heavy Metals
  • Ascorbic Acid
  • Vitamin C
  • Natural Resources
Biobriket Limbah Kulit Durian Dengan Pencelupan Pada Minyak Jelantah

<p class="e-journalabstractbody">kulit durian memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan. isu tersebut menjadi <em>trending topic </em>bidang energi sebagai solusi kelangkaan minyak bumi dan gas. kandungan selulosa kulit durian mencapai 64,51% menjadi sumber energi biobriket. kulit durian menjadi salah satu opsi karena komposisi kulitnya mencapai 60-75%. kulit durian ini mampu memperbesar densitas dan nilai ekonomis produk yang dihasilkan. lalu, selain menggunakan kulit durian, peneliti juga melakukan penambahan minyak jelantah yang berperan sebagai pelapis biobriket agar produk sulit mengikat air, kadar air menjadi lebih rendah. penggunaan lem kanji bertujuan untuk menjaga kerapatan briket sehingga produk tidak mudah hancur. penelitian ini menggunakan proses karbonisasi kulit durian dengan suhu600<sup>o</sup>c selama 60 menit. karbon yang terbentuk digerus, lalu saring dengan pengayak ukuran 100 mesh. nilai kalor paling tinggi sebesar 5673,367 kal/gram dengan perlakuan mencelupkan ke dalam minyak jelantah. nilai  kadar abu, kadar air, kadar uap dan <em>fix carbon</em> masing-masing adalah 12,90%, 9,37%, 17,79%, dan 59,94%.</p> Show More ... ... Show Less

  • Class E
Pemodelan Sistem Pengolahan Air Limbah Aktivasi Bentonit

<p>ca-bentonit adalah jenis bentonit dengan sifat penyerapan yang baik. sifat tersebut dapat ditingkatkan dengan mengaktifkannya melalui penambahan asam, tetapi asam apapun yang dipilih memiliki potensi untuk mencemari lingkungan. penelitian ini mengkaji pengelolaan air limbah bentonit dengan 98% h<sub>2</sub>so<sub>4</sub> sebagai aktivator. karena produksi yang besar, berkelanjutan dan  metode <em>trial and error</em> dalam mencari solusi akan membutuhkan waktu yang lama, diusulkan pemodelan sistem dinamik. pemodelan menggunakan <em>software</em> powersim studio 7 mengacu pada data konsentrasi h<sup>+</sup> dan jumlah bahan penetral. model simulasi menghasilkan ilustrasi bahwa pengolahan air limbah yang efektif dan efisien adalah mengganti metode pengenceran air limbah menjadi 126 m<sup>3</sup> / 3 ton bentonit dan penambahan campuran naoh-kapur yang diatur secara bertahap. netralisasi optimum didapatkan pada penambahan 961,9 kg naoh untuk meningkatkan ph air limbah hingga ph 3 kemudian diikuti dengan penambahan 40,31 kg kapur hingga ph 6,5  sehingga perubahan ph dan waktu pengerjaan tetap terkontrol. biaya total pengolahan optimum membutuhkan biaya total rp 44.100.716/3 ton bentonit yang diproses.</p> Show More ... ... Show Less

  • Trial And Error
Studi Awal Kemampuan Adsorpsi Komposit Kulit Telur Ayam Dengan Sekam Padi Sebagai Adsorben Metil Orange

<p class="e-journalabstractbody">industri tekstil berkontribusi  atas terjadinya pencemaran lingkungan, yaitu pencemaran perairan oleh limbah zat warna tekstil. pada penelitian ini, kulit telur ayam dan sekam padi dipreparasi sebagai adsorben dalam rangka mengatasi masalah limbah zat warna tekstil. metode penelitian terdiri dari proses preparasi adsorben, adsorpsi, dan pengukuran menggunakan spektrofotometer uv-vis. proses adsorbsi melibatkan 5 sampel adsorben komposit dengan variasi rasio 3:1, 2:1, 1;1, 1:2, dan 1:3. berdasarkan hasil penelitian, adsorben kulit telur ayam yang dikombinasikan dengan sekam padi dan variasi rasio 1:3 mampu mengadsorbsi metil orange dari larutan sampai sebesar 55,90%. sehingga, cangkang telur ayam dan sekam padi sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai adsorben. faktor yang mendukung potensinya sebagai adsorben adalah karakter gugus fungsi dan keberadaannya di alam yang mudah ditemukan, melimpah, serta ekonomis.</p> Show More ... ... Show Less

  • Class E
Pengukuran Indeks Keamanan Proses Produksi MMA (Methyl Methacrylate) Dengan ISV (Index Safety Value

industri kimia memiliki berbagai tahapan proses. setiap proses memiliki tingkat kegagalan risiko dan kegagalan dilihat dari bahan kimia, kondisi proses dan peralatan. metode penilaian kegagalan untuk penelitian sebelumnya mengintegrasikan tiga aspek yang dibagi menjadi dua utama parameter. penelitian ini berkaitan dengan penilaian keamanan dengan tiga integrasi yang disebut nilai keamanan indeks (isv). cara penilaian dengan isv dimulai dengan menentukan parameter, penilaian tiap parameter dan selanjutnya diintegrasikan. integrasi untuk menentukan tingkat risiko dalam proses standardisasi. standarisasi dilakukan untuk menentukan karakteristik tiap langkah proses. penilaian standarisasi ini memiliki rentang nilai indeks yang telah ditetapkan dan karakteristik tingkat risiko. penelitian ini mengambil produksi methyl methacrylate (mma) dengan acetone cyanohydrin (ach) sebagai kasus yang akan dipelajari. parameter utamanya bahan kimia dan kondisi operasi. produksi mma memiliki empat langkah proses produksi. dimulai dengan produksi hcn, ach, hmpa / hmpse dan yang terakhir mma. dari empat langkah tersebut hcn memiliki tingkat risiko yang tinggi, dengan nilai indeks 0,299 dan karakteristik’moderate’. sedangkan risiko yang rendah adalah mma dengan nilai indeks 0,201 dan karakteristik ‘light Show More ... ... Show Less

  • Methyl Methacrylate
  • Acetone Cyanohydrin
Pengaruh Kecerahan Warna Lipstik Terhadap Banyaknya Kandungan Logam Berat Timbal, Kromium, Dan Kadmium Yang Dianalisis Menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS

<p class="stylee-journalkeywordsnotitalic">lipstik biasa dimanfaatkan untuk memberikan <span>warna</span> pada <span>bibir</span>, namun kosmetik ini ternyata  menyimpan potensi buruk bagi kesehatan manusia. beberapa lipstik diduga mengandung logam berat yang berbahaya bagi tubuh manusia seperti timbal (pb), kromium (cr), dan kadmium (cd). semakin gelap warna lipstik, maka kandungan timbalnya disinyalir semakin tinggi. efek yang ditimbulkan tidak serta merta tampak pada pemakai lipstik karena kandungan logam beratnya, namun jika bahan-bahan tersebut terakumulasi dalam tubuh maka pada suatu saat akan menimbulkan efek yang besar karena bersifat toksik dan karsinogen. pada umumnya kandungan logam berat yang nilainya kecil dalam suatu bahan sukar ditentukan keberadaannya dengan pereaksi-pereaksi kimia, tetapi dapat diketahui jumlah dan keberadaannya dengan spektrofotometri serapan atom. logam berat yang akan dianalisis adalah logam timbal (pb), kromium (cr), dan kadmium (cd). data diperoleh dengan cara mencatat hasil uji menggunakan alat spektrofotometer serapan atom kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t.<strong></strong></p> Show More ... ... Show Less

  • Atomic Absorption Spectroscopy
Pengaruh Konsentrasi Asam Sulfat (H2SO4) Dan Lama Fermentasi Terhadap Kadar Bioetanol Serasah Lamun

<p>energi alternatif dari bahan nabati merupakan salah satu upaya untuk mengurangi konsumsi masyarakat terhadap bbm. bioetanol merupakan produk fermentasi yang dapat dibuat dari substrat yang mengandung karbohidrat. indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam, salah satunya lamun. serasah lamun dapat dimanfaatkan sebagai substrat bioetanol. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sulfat (h<sub>2</sub>so<sub>4</sub>) dan lama fermentasi terhadap kadar bioetanol <em>serasah lamun</em>. metode penelitian ekperimen dengan variabel terikat kadar bioetanol dan variabel bebas konsentrasi h<sub>2</sub>so<sub>4</sub> 0,2 m, 0,3 m, 0,4 m dan 0,5 m serta lama fermentasi selama 2, 3, 4 dan 5 hari. data diperoleh dari pengukuran kadar etanol dengan menggunakan piknometer. analisis data dengan uji varian (anova) dua jalur menggunakan 2 faktor dengan penggulangan 3 kali. hasil penelitian menunjukkan konsentrasi h<sub>2</sub>so<sub>4</sub> 0,5 m dan lama fermentasi 5 hari menghasilkan kadar etanol paling tinggi yaitu rata-rata 55%.</p> Show More ... ... Show Less

Sintesis Dan Karakterisasi Busa Poliuretan Dari Minyak Goreng Bekas Dan Toluen Diisosianat Dengan Penambahan PEG-400

<p>penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mensintesis busa poliuretan dari minyak goreng bekas dan toluen diisosianat (tdi) dengan penambahan peg-400 serta karakterisasi busa poliuretan yang terbentuk. minyak goreng bekas dikonversi terlebih dahulu menjadi poliol sebelum direaksikan dengan tdi. polimerisasi dilakukan pada temperatur kamar dengan variasi komposisi poliol minyak goreng bekas–tdi - peg 400 yaitu (2:1,5:0); (2:1,5:1); (2:1,5:2);  dan (2:1,5:3). karakterisasi poliuretan hasil meliputi penentuan gugus fungsi menggunakan ftir, jumlah ikatan silang menggunakan derajat penggembungan, dan sifat termal poliuretan menggunakan dta. poliuretan berhasil disintesis dari polyol minyak goreng bekas-peg-400-tdi ditunjukkan adanya serapan  karakteristik poliuretan dari spektra ftir. penambahan peg-400 dapat menyempurnakan polimerisasi dan meningkatkan derajat penggembungan (ikatan silang semakin sedikit). pengujian sifat termal poliuretan optimum dengan komposisi  polyol minyak goreng bekas–tdi - peg 400  (2 : 1,5 : 1) menunjukkan bahwa temperatur transisi gelas sebesar 256 <sup>o</sup>c dan temperatur degradasinya sebesar 275 <sup>o</sup>c.</p> Show More ... ... Show Less

  • Peg 400
Tempe Sebagai Pengganti Hormon Estrogen Pada Reseptor Estrogen Α Dengan Metode Autodock Vina

<p>reseptor estrogen (re)  α akan berinteraksi dengan estrogen dalam tubuh manusia. bila kadar estrogen berkurang akan menyebabkan menopause. isoflavon merupakan fitoestrogen yang dapat terikat pada kedua jenis estrogen reseptor.tempe merupakan makanan yang mengandung isoflavon yaitu faktor ii (6,7,4-trihidroksi isoflavon). isoflavon bermanfaat antara lain untuk mencegah penyakit tulang, menurunkan kolesterol jahat, dan mencegah kanker. re α merupakan target penting dalam dunia pengobatan untuk mencari hormon pengganti pada wanita menopause dan obat kemoterapi melawan kanker. tujuan dari penelitian ini adalah menentukan urutan ligan yang berinteraksi lebih kuat terhadap re α serta menentukan gugus fungsi yang berperan aktif dan jenis interaksi yang terjadi antara ligan dan reseptor. penelitian diawali dengan optimasi struktur re α (pdb kode <em>2ouz</em><em>)</em>, kemudian disimulasikan <em>d</em><em>o</em><em>cking</em> dengan ligan menggunakan <em>autodock vina, </em>dan ditentukan energi afinitasnya<em>.</em> ligan yang digunakan pada penelitian ini adalah faktor ii, daidzein, genistein, glisitein dan biochanin a dengan estrogen sebagai pembanding. hasil  penelitian ini menunjukkan energi afinitas re α berturut-turut adalah -6,3 kkal/mol; -6,2 kkal/mol;  -6,1 kkal/mol; -5,9 kkal/mol; dan -5,7 kkal/mol.</p> Show More ... ... Show Less

  • Autodock Vina
  • Biochanin A