SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

21
(FIVE YEARS 21)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung

2715-7598
Updated Saturday, 17 July 2021

2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 176-193
Author(s):  
Anita Yumbu Tomusu

Etika Ekologi harus memiliki fondasi yang kokoh dari perspektif teologi Kristen. Agar setiap orang percaya memahami dasar kebenaran secara teologis perilaku mereka terhadap alam di sekitarnya. Alam sekitar manusia berada dalam kondisi kritis dari waktu ke waktu. Kondisi ini semakin diperparah karena kurangnya pemahaman manusia tentang alasan dan bagaimana harus bersikap dan bertindak menjaga dan melestarikan lingkungannya. Fondasi teologis Kristen dirumuskan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan membentuk sikap serta perilaku baru orang Kristen dalam hubungannya dengan Allah sebagai Pencipta dan alam sekitar dimana ia tinggal. Dengan demikian, akan terjalin hubungan yang harmonis di antara manusia dan ciptaan lainnya demi keberlangsungan hidup bersama di bumi.


2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 239-258
Author(s):  
Elieser R Marampa
Keyword(s):  

Potensi karakter yang baik dimiliki manusia sebelum dilahirkan, tetapi potensi tersebut harus terus-menerus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan sejak usia dini. Mengembangkan dan mengiplementasikan karakter bukan merupakan sebuah proses instan pendidikan karakter membutuhkan waktu, tenaga, dan banyak hal lain yang saling mendukung untuk membentuk dan mengembangkan tatanan karakter yang baik agar tercipta generasi yang memiliki pola pikir dan pandangan yang luas dan bijaksana sehingga melahirkan generasi yang berkarakter unggul. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana peranan orangtua dan guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter kerohanian peserta didik. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekataan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian library research. Adapun hasil kajian penelitian ini menunjukkan bahwa: dengan adanya sinergisme yang baik dari orangtua dan guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah akan mempermudah dalam membentuk kepribadian dan karakter kerohanian peserta didik yang mandiri serta dewasa dalam menjalani kehidupannya sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial.


2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 220-238
Author(s):  
Samuel Purdaryanto

Pendidikan merupakan bagian dari proses pembentukan manusia. Tulisan ini berjudul landasan historis pendidikan Kristen. Sebagai bagian dari proses pembentukan, pendidikan Kristen memiliki latar belakang sejarah mulai dari dimulainya hingga perkembangannya, sehingga dapat menjadi landasan bagi pendidikan Kristen masa kini. Pendidikan Kristen merupakan upaya untuk mendorong orang-orang untuk mendapatkan hubungan yang sungguh-sungguh kepada Allah. Pendidikan Kristen bukanlah semata-mata bagian dari kurikulum pendidikan sekolah. Pendidikan Kristen merupakan proses untuk mengenal kasih Allah melalui Yesus Kristus yang sudah terjadi sejak zaman Perjanjian Lama hingga abad ke-20. Tulisan ini membahasa permulaan pendidikan Kristen dalam Perjanjian Lama yang dimulai dari keluarga dan terkait erat dengan pendidikan Yahudi. Ulangan 6:4-9 merupakan metode atau cara yang digunakan orang Yahudi untuk mendidik anak-anak mereka. Sertelah pembuangan orang Yahudi juga telah memiliki model dan konsep pendidikan yang berbeda. Perjalan pendidikan Kristen juga berkaitan erat dengan warisan pendidikan yang ditinggal oleh Yunani maupun Romawi. Bahkan beberapa metode atau konsep pendidikan Yunani diadopsi oleh bapak-bapak gereja untuk mempelajari dan menggali Firman Allah. Dalam Perjanjian Baru, pendidikan berpusat kepada Yesus Kristus, karena memang Yesus pusat pengajaran itu sendiri. Dalam pelayanan-Nya di dunia, Yesus pun menggunakan metode dalam mengajar, diantara metode bercerita, perumpamaan, diskusi, Tanya jawab dan sebagainya untuk menyampaikan pengajaranNya kepada pendengar. Pendidikan Kristen juga terus maju paska kenaikan Kristus ke surga dimana para rasul sebagai penerus pengajaran yang memuridkan orang lain untuk melanjutkan pengajaranNya, sehingga pendidikasn Kristen terus berkelanjutan hingga pada abad ke-20.


2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 205-219
Author(s):  
Made Nopen Supriadi ◽  
Minggus Dilla ◽  
Lewi Nataniel Bora

Spiritualitas merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Kristen. Spiritualitas Kristen dibangun berdasarkan kehidupan dan teladan dari Yesus Kristus. Problematika yang terjadi dalam kehidupan umat Kristen saat ini adalah spiritualitas yang cenderung bersifat subyektif dan tidak memiliki korelasi dengan sesama manusia, bahkan ada spiritualitas yang hanya meninggikan hal-hal spiritual dan mengabaikan disiplin ilmu yang penting dalam kehidupan ini dan spiritualitas yang justru menyebabkan terjadinya tindakan asketis yang menyakitkan diri sendiri. Melalui metode analisis deskriptif penulis akan melakukan kajian terhadap problematika kehidupan spiritualitas. Penulis meneliti bahwa kehidupan pelayanan Yesus dalam misinya memiliki tiga aspek penting yaitu penginjilan, pengajaran dan penyembuhan. Dengan demikian penulis akan memberikan jawaban terhadap problematika di atas berdasarkan kehidupan misi pelayanan Yesus Kristus. Penelitian ini memiliki kebaharuan secara khusus memberikan konsep kehidupan spiritualitas yang berkorelasi dengan realitas sosial, ilmu pengetahuan dan medis.


2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 259-275
Author(s):  
Yesri Esau Talan ◽  
Syarah Yakoba Idamaris Faot

Keselamatan merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada manusia semata-mata karena kasih-Nya. Manusia pada dasarnya adalah orang yang layak untuk dihukum karena dosa tetapi karena anugerah Allah manusia diselamatkan. Manusia dalam konteks ini berada di bawah murka Allah. Manusia tidak bisa melepaskan diri dari hukuman dosa maka jalan satu-satunya adalah Allah berinisiatif datang dan menyelamatkan manusia. Keselamatan yang dikerjakan Allah di dalam Yesus merupakan peristiwa yang telah terjadi sehingga setiap orang yang telah diselamatkan, kehidupan yang dinikmati sekarang adalah kehidupan Kristen dalam Kristus. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang tidak menggunakan model-model matematik, statistik atau komputer. Kajian literatur dan surat Efesus serta observasi lapangan menjadi acuan utama dalam menganalisa.


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 126-142
Author(s):  
Made Nopen Supriadi ◽  
Iman Kristina Halawa
Keyword(s):  

Tulisan ini berjudul kajian teologis makna inkarnasi Kristus dan implementasinya bagi spiritualitas Kristen pada konteks pandemik corona viruses disesase 2019. Latar belakang penulisan adalah pengamatan penulis terhadap beberapa fenomena dalam kehidupan praktis umat Kristen pada masa pandemik covid-19 yang mengalami degradasi, baik dalam hal kerelaan, pengorbanan, kerendahatian, kasih dan iman. Persoalan tersebut penulis yakini akibat masalah spiritualitas umat Kristen masa kini. Penulis mengamati fakta inkarnasi Kristus memberikan prinsip-prinsip spiritualitas yang dapat menjawab persoalan tersebut. Oleh karena itu melalui metode analisa deskriptif penulis akan melakukan kajian teologis makna inkarnasi Kristus dan hasil kajian tersebut akan menjadi dasar implementasi bagi spiritualitas Kristen masa kini. Harapan penulis melalui tulisan ini dapat menolong menambah wawasan dalam kehidupan spiritualitas Kristen masa kini.


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 188-204
Author(s):  
Yesri Esau Talan

Irresistible grace dan predestinasi merupakan konsep Calvinisme yang saling berkaitan dalam memahami iman Kristen. Menganalisa konsep irresistible grace tanpa mengacu pada predestinasi Allah maka konsep ini akan dipahami sebagai sebuah pengajaran yang timpang kebenarannya. Allah dipahami sebagai pribadi yang memaksakan kedaulatan- Nya bagi manusia. Akan tetapi apabila memahami konsep irresistible grace dan predestinasi secara utuh, konsep ini akan menjadi sebuah doktrin yang indah dan memberikan wawasan baru bahwa Allah berdaulat dan anugerah-Nya besar bagi manusia pendosa. Kasih-Nya tidak dibatasi oleh keberadaan manusia yang berdosa. Akan tetapi manusia yang berdosa menjadi sasaran untuk menyatakan kasih-Nya. Implikasinya bagi gereja masa kini dalam memahami konsep Calvinisme sangat signifikan. Tidak adanya sikap ekslusivisme antar setiap denominasi, sikap oikumene menjadi fondasi dasar gereja dalam mewujudkan tugasnya di bumi. Metode yang dipakai dalam menganalisa topik ini adalah metode kualitatif. Kajian pustaka dari sumber-sumber yang berkaitan dengan judul dan Alkitab menjadi bahan utama dalam menganalisis serta observasi kasus-kasus di lapangan menjadi bahan tambahan dalam mengkaji topik tersebut. Hasil yang ditemukan adalah apabila ada pemahaman yang benar akan iman Kristen (orthodoksi) dan sistem hermeneutika yang benar (ortholatria) akan berdampak signifikan pada perilaku (orthopraxis). Tidak adanya sikap ekslusivisme antar denominasi tetapi menciptakan oikumene sebagi wujud dalam menjalankan misi gereja di bumi.


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 156-169
Author(s):  
Samuel Purdaryanto

Kristologi merupakan doktrin penting dan central bagi iman Kristen. Oleh karena itu, melihat sejarah doktrin Kristologi diperlukan untuk melihat asal dan perkembangannya. Penelitian ini merupakan deskripsi sejarah asal-mula dan perkembangan doktrin Kristologi. Peneletian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode ini dipilih agar lebih mudah dalam mengumpulkan data-data literatur yang berkaitan dengan topic penelitian. Pembahasan mengenai kehidupan dan pribadi Kristus sudah dimulai sejak abad permulaan. Penyesatan doktrin Kristologi sudah terjadi pada abad permulaan. Pandangan yang berbeda tentang doktrin kristologi membawa kepada pertikaian yang pada akhirnya harus diselesaikan melalui konsili. Diskusi mengenai Kristologi ini masih terus berkembang hingga mencapai puncaknya pada abad ke-19.


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 143-155
Author(s):  
Anita Yumbu Tomusu

Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan karena adanya dorongan keprihatinan terhadap banyaknya bencana alam yang terus terjadi di Indonesia, yang mengakibatkan kerusakan dan kerugian yang begitu besar. Banyak orang yang kehilangan tempat tinggal, harta benda bahkan nyawa mereka. Bencana alam yang terjadi pada umumnya disebabkan oleh kerusakan lingkungan hidup karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Gereja memiliki andil yang cukup signifikan untuk memulai memberikan kesadaran pada setiap orang percaya agar menjaga lingkungannya. Pemahaman yang benar tentang mandat kebudayaan akan mengubah cara pandang orang percaya terhadap lingkungannya sehingga melahirkan sikap dan tindakan baru dalam mengelola alam bagi kepentingannya. Tujuan artikel ini adalah menguraikan kajian biblikal mandat kebudayaan berdasarkan teks-teks Alkitab yang terdapat dalam Kejadian1-3. Dengan pendekatan hermeneutik. Hasil Analisa teks menyatakan bahwa Allah telah menempatkan manusia sebagai representatif Allah untuk melaksanakan tugas penatalayanan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia dan keberlangsungan seluruh ciptaanNya.


2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 170-187
Author(s):  
Rianto Junedi A Metboki

Kualifikasi adalah keahlian, kompetensi yang dimiliki oleh orangtua yang diperoleh atau didapat dari pengalaman berdasarkan usia atau pengalaman belajar. Pembentukan karakter anak bertujuan supaya anak memiliki karakter yang sesuai dengan karakter Kristus dan menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Kualifikasi yang dimiliki orangtua sangat mempengaruhi perannya dalam pembentukan karakter anak. Metode penelitian yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah kajian pustaka. Hasil kajian membuktikan bahwa kualifikasi orangtua sangat penting dan sangat berpengaruh dalam urusan membentukan karakter anak.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document