Pengarah: Jurnal Teologi Kristen
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

36
(FIVE YEARS 11)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

2655-2019, 2654-931x

2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 73-84
Author(s):  
Bakhoh Jatmiko ◽  
Ezra Tari ◽  
Hengki Wijaya

Covid-19 berdampak pada pendidikan tinggi teologi di Indonesia. Akibat pandemi, pendapatan keuangan kampus mengalami penyusutan. Mahasiswa tidak dapat membayar uang kuliah karena pendapatan orang tua berkurang. Pandemi Covid- 19 menjadi pengalaman yang tidak terprediksi untuk PTKK di Indonesia. Metode yang digunakan penulis adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Di dalam tataran praktikal, dalam waktu singkat, PTKK di era ataupun sesudah pandemi wajib beralih bentuk dalam prasarana, finansial serta administrasi, tata cara pengajaran, konten kurikulum (dari teoritis ke misiologis atau efisien), dan kedudukan atau ikatan daya pengajar. PTKK ditantang untuk meninggalkan kerutinan yang tidak relevan, merengkuh cara-cara terkini yang relevan, ataupun mencampurkan keduanya menjadi kombinasi perlengkapan pembelajaran yang lebih efisien.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 137-153
Author(s):  
Alon Mandimpu Nainggolan

Keselamatan adalah hal yang paling pokok dalam Alkitab dan kehidupan orang Kristen. Keselamatan mutlak menjadi kebutuhan, karena manusia telah jatuh ke dalam dosa baik secara perorangan maupun kolektif. Satu-satunya jalan agar manusia terbebas dari kebinasaan adalah melalui penerimaan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi yang diikuti dengan hidup yang berorientasi pada kehendak-Nya. Yang diselamatkan oleh Tuhan Yesus, pastilah melakukan kehendak-Nya. Ketaatan kepada kehendak-Nya merupakan kasih karunia Tuhan bagi umat-Nya atau buah dari keselamatan yang telah dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan refleksi teologi kepastian keselamatan dan signifikansinya bagi orang Kristen masa kini dalam memaknai keselamatan dan kepastian keselamatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan berbasis kajian biblis, khususnya Matius 7:21-23 dan teologi sistematis seputar kepastian keselamatan. Melalui penelitian ini ditemukan teologi kepastian keselamatan dan pemahaman mengenai kepastian keselamatan berdampak positif bagi efektivitas dan produktivitas hidup orang Kristen di masa kini dan mendatang.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 85-98
Author(s):  
Jonathan Hizkia Hosea Salendur ◽  
Firman Panjaitan

Perjanjian Lama merupakan sebuah kitab yang berbicara secara khusus mengenai hubungan Tuhan dengan manusia yang telah diikat dengan perjanjian. Ikatan perjanjian antara Tuhan dengan manusia harus dijaga dengan kesetiaan yang diwujudnyatakan melalui tindakan hidup yang didasarkan atas keadilan dan kebenaran Tuhan. Jika manusia tidak hidup dalam kesetiaan tersebut, maka perjanjian dengan Tuhan akan terpatahkan dan hal ini menimbulkan tindakan dan reaksi Tuhan terhadap pematahan perjanjian tersebut. Tindakan Tuhan bisa berupa peringatan dan bahkan hukuman kepada manusia yang telah mematahkan perjanjian. Salah satu bentuk dari ketidaksetiaan terhadap perjanjian adalah kesombongan dan menganggap diri mampu melakukan segala sesuatu dengan didasarkan atas kekuatan diri sendiri. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan kritis teks, maka perikop Obaja 1:1-5 dikupas untuk mendapatkan makna pesan perikop dan kemudian diimplementasikan ke kehidupan masa kini. Hasil penelitian menemukan bahwa kesombongan akan mendatangkan hukuman dari Tuhan, namun hukuman ini sebenarnya merupakan bentuk lain dari kasih Tuhan guna menegur dan mengembalikan manusia ke jalan Tuhan.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 123-136
Author(s):  
Elizabeth Situmorang

Strategi penginjilan merupakan sebuah rencana yang wajib dilakukan sebelum bermisi, mengingat berbagai kasus penganiayaan yang menimpa beberapa penginjil maupun masyarakat Indonesia. Khususnya di daerah suku terabaikan seperti Papua, kini semakin marak terjadinya kasus penganiayaan. Hal ini menimbulkan berbagai luka fisik maupun psikis bagi sebagian kelompok dan yayasan penginjilan. Beberapa penginjil melakukan sebuah terobosan baru untuk meningkatkan mutu terhadap penginjilan yang ada di daerah terabaikan. Beberapa strategi telah disusun sebagai upaya untuk mencerminkan kepribadian Kristus. Melalui metode yang berorientasi pada studi pustaka, tulisan ini menunjukkan bahwa dengan adanya strategi penginjilan yang berorientasi pada faktor internal maupun eksternal, diharapkan mampu untuk menghadapi penganiayaan yang terjadi dalam bermisi. Oleh karena itu, strategi penginjilan harus direncanakan, dipahami serta digunakan sebagai upaya berjaga-jaga untuk menghadapi kasus penganiayaan yang terjadi.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 111-122
Author(s):  
Markus Suwandi ◽  
Yanto Paulus Hermanto ◽  
Tjahyadi Chuang

Misi Ilahi Yesus sebagai utusan Allah telah dinubuatkan sejak kejatuhan manusia pertama. Kemanusiaan dan ke-Allah-an Yesus selalu menjadi perdebatan atau pembahasan yang menarik dan terus berkelanjutan hingga saat ini. Ketidakmengertian terhadap teks-teks Alkitab, terutama Yohanes 17:3, memunculkan pemikiran skeptis terhadap ke-Allah-an Yesus. Karya tulis ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai basisnya untuk memaparkan keunikan pengutusan Yesus, dengan menganalisis Injil Yohanes dan beberapa teks Alkitab lainnya. Analisis ini bertujuan untuk memahami frasa Yesus sebagai utusan dalam Yohanes 17:3 dengan perspektif yang benar. Melalui penelusuran tulisan ini makna relasi antara Yesus dan Allah akan menjadi jelas dalam konteks pengutusan Yesus untuk penebusan dosa. Dari pembahasan ini akan terlihat bahwa kemanusiaan dan keilahian Yesus tidak dapat dipisahkan. Ini dapat menjadi jawaban apologetis terhadap skeptisisme yang menolak ke-Allah-an Yesus.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 99-110
Author(s):  
Murni Hermawaty Sitanggang ◽  
Inche Foeh

Orang tua memiliki tanggung jawab bukan sekadar memenuhi kebutuhan anak-anak mereka melainkan juga mendidik mereka di dalam iman. Akan tetapi, masih banyak orang tua yang kurang memahami apa dan bagaimana pendidikan iman tersebut seharusnya dilakukan. Itu sebabnya di dalam tulisan ini penulis mengeksplorasi pendidikan iman anak di dalam keluarga dengan orang tua sebagai pendidik menurut Ulangan 6:1-9. Penulisan dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif di GPdI Alfa Omega Bangsalsari. Penulis memilih delapan orang tua dari antara jemaat di sana sebagai partisipan dalam penulisan ini. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa semua partisipan menyadari tanggung jawab mereka dalam mendidik anak. Namun pengetahuan tersebut masih bersifat mendasar dan perlu adanya pembekalan lebih lanjut.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 56-72
Author(s):  
Arthur Aritonang

Penelitian ini didorong oleh persoalan yang memperlihatkan semakin menipisnya toleransi dalam relasi umat beragama di Indonesia. Padahal bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama serta mengakui sila pertama Pancasila berserta dengan maknanya, sehingga idealnya keharmonisan hubungan antar pemeluk agama bisa terlihat di ruang publik. Namun kenyataannya gerakan intoleran radikal yang selalu bergerak dengan mengatasnamakan agama, membuat bangsa Indonesia mengalami ancaman disintegrasi. Apakah dalam hal ini agama-agama di Indonesia menolak makna dari sila pertama Pancasila? Lantas, bagaimana pandangan iman Kristen terhadap makna sila pertama Pancasila? Melalui metode kepustakaan penelitian ini menemukan bahwa (1) agama tidaklah salah melainkan cara memahami dan menginterpretasi teks suci yang ditafsirkan sesuai dengan kepentingan kelompok agamanya; (2) iman Kristen meyakini bahwa sila pertama Pancasila mengandung nilai-nilai firman Allah.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 26-42
Author(s):  
Sostenis Nggebu

Tinjauan artikel ini membahas pemuridan sebagai implementasi dari Amanat Agung untuk mendewasakan warga gereja menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Untuk maksud itu penulis membahas konsep pemuridan yang dikerjakan oleh Epafras bagi jemaat Kolose. Dalam teks Kolose 1:3-11, Epafras memuridkan orang-orang Kristen Kolose agar memiliki karakter Kristus sekaligus memperlengkapi mereka ambil bagian sebagai pekerja Kristus (Kol. 1:28, 29). Dengan menggunakan metode deskriptif analitik, penulis berusaha menjelaskan pemuridan yang digunakan oleh Epafras. Dari studi ini tampak bahwa Epafras memuridkan orang-orang Kristen Kolose supaya mereka memiliki kedewasaan rohani dalam Kristus; memperlengkapi mereka untuk melanjutkan tugas pemuridan tersebut; juga mereka memiliki pemahaman yang benar tentang kehidupan dalam Kristus untuk menangkal ajaran-ajaran palsu yang merebak di tengah jemaat. Dengan demikian, maka umat Kristen Kolose dapat berdiri teguh dalam iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 43-55
Author(s):  
Sari Saptorini ◽  
Karnawati Karnawati

Pengutusan misionaris diperlukan untuk menjangkau suku terabaikan di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan misionaris yang siap menghadapi segala situasi dan kondisi. Penelitian ini bertujuan menggali pentingnya seleksi calon misionaris. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Penelitian ini menemukan bahwa seleksi calon misionaris penting untuk dilakukan bagi pekerjaan misi di Indonesia. Tahapan dalam proses seleksi, yaitu: pendafaran atau perekrutan, wawancara, penilaian atau tes, keputusan hasil seleksi. Proses seleksi memeriksa calon secara menyeluruh yang meliputi hal latar belakang, motivasi, kompetensi, karakter dan kepribadian. Proses ini dapat menolong gereja dan lembaga misi untuk mengutus misionaris yang sesuai dengan kebutuhan yang ada di ladang misi.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 16-25
Author(s):  
Yosef Heristyo Endro Baruno ◽  
Rinto Hasiholan Hutapea ◽  
Yudhi Kawangung

Berdialog adalah sebuah upaya menyampaikan informasi dan pendapat untuk mempertimbangkan agar bisa saling memahami. Berkaitan polemik Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan khususnya pasal 69 dan 70 yang telah disusun oleh DPR bersama pemerintah selaku pembuat Undang-Undang di Indonesia, telah direspons oleh masyarakat luas, terutama lembaga keagamaan Katolik dan Kristen Protestan yang sebagian besar menolak Rancangan Undang-Undang tersebut. Polemik itu berkaitan dengan niat DPR dan pemerintah yang hendak memberi payung hukum bagi penyelenggaraan kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan analisis pada proses penyimpulan deduktif atau induktif, serta analisis terhadap dinamika hubungan fenomena yang diteliti dengan menggunakan logika ilmiah. Hasil dari penelitian ini adalah Rancangan Undang-Undang tersebut mendapat tanggapan secara luas dari masyarakat dan lembaga keagamaan, khususnya pasal yang ditujukan bagi pelaksanaan kegiatan keagamaan umat Katolik dan Kristen Protestan. Polemik tersebut membuat berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga keagamaan mengoreksi isi Rancangan Undang-Undang tersebut dan sementara dihentikan proses pengesahannya.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document