JoEE: Journal of Earlychildhood Education
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

20
(FIVE YEARS 10)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Banten

2775-7870, 2807-4343

2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 56-64
Author(s):  
Maya Sih Hika Pamungkas ◽  
Marini Magdalena ◽  
Siti Zaenab

Pengenalan huruf pada anak usia dini harus menggunakan metode yang baik dan menggunakan cara-cara yang menarik agar anak dapat betul-betul memahami huruf dengan baik dan benar, oleh sebab itu pengembangan yang paling tepat untuk merangsang perkembangan pengenalan huruf harus menstimulus anak dengan benar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu digunakannya media yang dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf terhadap anak usia dini. Salah satu alternatif untuk memecahkan masalah tersebut adalah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berupa media Flashcard agar anak mampu dengan mudah mengenal huruf dengan benar. Penelitian yang peneliti lakukan ini berupa penelitian studi literature atau studi kepustakaan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun oleh peneliti, dapat dilihat bahwa penggunaan media Flashcard untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak dalam mengenal huruf meningkat secara signifikan, yaitu Potensi Media FlashCard terhadap Kemampuan Mengenal Huruf Anak Usia Dini telah memberikan dampak yang sangat signifikan, sangat efektif diterapkan pada anak usia dini, karena memberikan ruang bagi anak usia dini untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran di kelas.



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 79-84
Author(s):  
Nia Kurniasih ◽  
Destri Astrianingsih ◽  
Iis Sholehah

Plastisin merupakan suatu jenis permainan yang membutuhkan keahlian motorik halus dan membutuhkan suatu kreativitas yang tinggi, motorik halus adalah  gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu yang di lakukan oleh otot-otot kecil (halus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak dengan menggunakan media plastisin di kelompok  B TK Al Firmansyah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas  dengan jenis penelitian deskripsi kualitatif. Adapun alat pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi.Dengan subjek penelitian yaitu berjumlah 9 anak yang terdiri dari 5 anak perempuan dan 4 anak laki-laki.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa media plastisin dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini. Dari kegiatan dua siklus tersebut peneliti mendapatkan hasil yang sangat signifikan, yaitu meningkatnya perkembangan motorik halus anak pada siklus I sebanyak 44,4% dari presentasi anak dengan kriteria BSH 3 anak, BSB 1 anak,   dan siklus II sebesar 77,7% dari presentasi anak dengan kriteria BSH 3 anak dan BSB 4 anak.  Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat penulis simpulkan bahwa media plastisin dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak pada siswa kelompok B di Tk Al Firmansyah cikande dengan hasil yang sangat memuaskan.



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 65-71
Author(s):  
Alvan Hazhari ◽  
Larasati Nur Indah Prawesti ◽  
Nurmilah

Permainan ular tangga adalah permaianan yang dimainkan 2 orang atau lebih, motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini di kelompok B TK Al-Firmansyah Cinkande melalui permainan ular tangga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( PTK ), dengan subjek penelitian yaitu anak kelompok B yang berjumlah 10 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 4 anak prempuan, sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan instrumen penilaian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa metode bermain permainan ular tangga dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini. Perkembangan awal sebelum tindakan menunjukan jumlah 60% dari presentasi anak dengan kriteria BB ( Belum Berkembang) setelah dilakukan tindakan pada siklus I mengalami peningkatan dengan menunjukan jumlah 40 % dari presentase anak dengan kriterian BSH ( Berkembang Sesuai Harapan ) setelah dilakukan tinfakan pada siklus II mengalami peningkatan dengan jumlah 70% dari presentase anak dengan kriteria BSB ( Berkembangan Sangat Baik ). Kesimpulan menjukan bahwa presentase perkembangan motorik kasar anak di kelompok B yang mencapai tuntas dengan KKM sekolah sesuai indikator keberhasilan sebesar 75%



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 72-78
Author(s):  
Larasati Nur Indah Prawesti ◽  
Heni Herlina ◽  
Yeyen Tahani
Keyword(s):  

Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di bidang gambar, batasan jari disini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan. Dalam penelitian ini finger painting sangat berpengaruh untuk meningkatkan seni lukis Anak Usia Dini. Tujuan penelitian ini ialah Untuk mengetahui bagaimana pengaruh  finger painting terhadap peningkatan seni lukis anak usia dini, Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Sesuai dengan obyek kajian skripsi ini, maka jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Dimana sistem pengambilan data dalam penelitian ini bersumber dari Jurnal-jurnal yang dianalisis berdasarkan permasalahan yang ada. Studi literatur merupakan kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, serta mengolah bahan penelitian. Sehingga dapat di simpulkan bahwa Finger Painting sangat berpengaruh dalam seni lukis anak usia dini.



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 85-96
Author(s):  
Tubagus Rahman ◽  
Nia Kurniasih ◽  
Iis Aisyah

Media Pembelajaran  Tabung Angka yaitu sebuah alat yang berbentuk tabung yang di hias dan diberi symbol angka digunakan untuk  kegiatan belajar mengenal angka dan menigkatkan perkembanagan kognitif anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui kegiatan permaian tabung angka.Jenis penelitian ini menggunakan studi literature,Teknik pengumpulan data menggunakan data primer (skripsi terdahulu , jurnal dan artikel) dan Data skunder  (buku penelitan). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya ,maka dapat diambil kesimpulan bahwa berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan melalui jurnal,artikel dan skripsi terdahulu. Dari data hasil analisis diatas, dapat disimpulkan bahwa pada siklus I rata-ratanya sebesar 54.4%, pada siklus ke II rata-rata sebesar 72.6% dan untuk di siklus III Nilai rata-rata  89 %. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Mery Rositasari dan Dewi Komalasari dengan metode eksperimen hasil skor yang diperoleh mengalami perbuahan ,sehingga dapat dinyatakan bahwa kemampuan anak mengenal lambing bilangan dengan bukti pretest dengan jumlah 111 dengan rata-rata 6.16 kemudian mengalami peningkatan dengan total skor posttest berjumlah 136 dengan rata-rata 7.56. Hasil dari Penelitian  Resi Hamalia Fitri menggunkan metode R & D ( Research & Development )untuk pengenbangan media tabung angka  hasil analisis yang diperoleh dari ahli media yaitu 4,67 dengan kategori sangat layak . Dan hasil analisis media tabung angka oleh ahli materi 4,25 sangat baik. Maka dapat disimpulkan terjadi peningkatan secara signifikan Penerapan media Pembelajaran tabung angka berpotensi dalam meningkatkan kemampuan kognitif  pada anak usia dini. Oleh karenanya guru perlu meningkatkan kreativitas mengajarnya agar menarik minat belajar anak salah satunya melalui penerapan media pembelajaran  tabung angka sebagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan pencapaian target kemampuan  kognitif  (pengetahuan) anak usia dini.



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 24-38
Author(s):  
Larasati Nur Indah Prawesti ◽  
Mustika Dewi

Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berupa media stick pouch (kantong stik) agar anak mampu dengan mudah mengenal angka 1-10 dengan benar. Penelitian yang peneliti lakukan ini berupa penelitian studi literature atau studi kepustakaan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun oleh peneliti, dapat dilihat bahwa penggunaan media kantong stik untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengenal bilangan 1-10 meningkatkan secara signifikan, yaitu dari 37.69% sebelum menggunakan media stik angka dengan kantong stik tersebut naik menjadi 60.45% setelah menggunakan media stik angka dengan kantong stik, dan naik lagi menjadi 86.23% pada siklus terakhir, sehingga terjadi peningkatan sebesar rata-rata 61.46%.  



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 39-48
Author(s):  
Tubagus Rahman ◽  
Alvan Hazhari ◽  
Siti Nurlaelah

Metode bermain peran merupakan cara menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan dan mempertontonkan  atau  mendramatisirkan cara, tingkah laku dalam hubungan sosial. Sedangkan keterampilan sosial adalah kemampuan mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan. Berdasarkan uraian rumusan masalah diatas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Perkembangan Sosial Anak Usia Dini dalam Penerapan Metode Bermain Peran. Metodologi penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitiannya yaitu penelitian studi literatur. Berdasarkan hasil analisis penelitian pengunaan metode bermain peran terhadap perkembangan sosial anak usia dini. Hasil penelitian sumber data primer dapat dilihat bahwa setiap penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil persentase yang menunjukan pengunaan metode bermain peran terhadap perkembangan sosial anak usia dini, terlihat dalam kode data A1 pada  siklus  I sebesar  58.90% dan pada siklus II menjadi 82.33% dengan peningkatan mencapai 23,43%, kode data A3 dari 11,6% menjadi 79,6% dengan peningkatan mencapai 68%. dan kode data A5 dari 61,35% menjadi 83,65% dengan peningkatan mencapai 22,3%. Sedangkan dari kode data A2 dari 6,4 menjadi 13,867. Hal ini juga dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dimana thitung > ttabel yaitu 5,797 > 1,701 dan kode data A4 thitung =56,236 dengan Sig = 0,000. Karena nilai sig < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah pemberian perlakuan dalam metode bermain peran. Sedangkan hasil dari data sekundernya yaitu Metode bermain peran yang dilaksanakan terdiri dari 4 tahap yaitu : tahap persiapan, tahap pembukaan, tahap inti, dan pelaksanaan bermain peran, dan tahap penutup. Selanjutnya peneliti juga menganalisis adanya faktor yang mendukung bermain peran terhadap perkembangan sosial anak yaitu minat dan antusiasme anak serta sarana dan prasarana yang mendukung. Sedangkan faktor yang menghambat penerapan metode bermain peran yaitu terbatasnya alokasi waktu pembelajaran; dan tidak ada ruang khusus sentra untuk bermain peran. Dari data diatas, dapat ditarik kesimpulan penerapan metode bermain peran dapat berpengaruh positif yang segnifikan terhadap perkembangan sosial anak usia dini.



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 49-55
Author(s):  
Heni Herlina ◽  
Larasati Nur Indah Prawesti ◽  
Nunik Nurkomala

          Mencampur warna adalah hasil pencampuran 2-3 warna dasar menjadi warna-warna baru. Sedangkan Perkembangan  kognitif  anak usia dini adalah suatu proses berpikir berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu serta kemampuan untuk memecahkan masalah atau untuk mencipta karya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan mencampur warna menggunakan cat akrilik terhadap perkembangan kemampuan kognitif anak usia dini. Metodologi penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitiannya yaitu penelitian studi literatur. Hasil penelitian yang dilakukan oleh I Gusti Ayu Inten Anggreni, dkk terjadi peningkatan kemampuan kognitif dalam mencampur warna pada anak sebesar 91,07%. Hidayat, Eka Cahya Maulidiyah terdapat skor kemampuan kognitif rata-rata kelas menjadi 97.04%, Elia Supriani, dkk yaitu 84.21%, Uswatun Khasanah meningkat menjadi sebesar 88%, dan Dek Ngurah Laba Laksana, dkk terdapat Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan aspek kognitif pada pembelajaran anak usia dini terdiri dari tiga aspek, yaitu aspek pembelajaran dan pemecahan masalah, aspek berpikir logis, dan aspek berpikir simbolik. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif terhadap penerapan kegiatan mencampur warna menggunakan cat akrilik untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini.



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 1-14
Author(s):  
Alvan Hazhari ◽  
Marini Magdalena ◽  
Warsih

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana analisis penggunaan metode eksperimen terhadapa kemampuan mengenal warna pada anak usia dini? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis penggunaan metode eksperimen terdahap kemampuan mengenal warna pada anak usia dini. Penelitian yang peneliti lakukan ini berupa studi literatur yang terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder. Hasil penelitian dari data yang sudah dianalisis oleh peneliti dari setiap penelitian adanya perbedaan peningkatan presentase kemampuan mengenal pada anak usia dini. Kesimpulan bahwa analisis penggunaan metode ekperimen terhadap kemampuan mengenal warna pada anak usia dini mengalami peningkatan.



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 15-23
Author(s):  
Nia Kurniasih ◽  
Ahmad Yanuar Syauki ◽  
Ana Lisnia

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus dengan menggunakan media kertas origami melalui kegiatan menggunting berpola kelompok B di TK El-Izdihar Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B di TK El-Izdihar Rajeg yang berjumlah 10 anak. Penelitian ini dilaksanakan pada semester I Tahun Ajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Peningkataan kemampuan motorik halus yang dikatakan berhasil apabila persentase kemampuan motorik halus anak mencapai 80% dengan kriteria baik atau sangat meningkat. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II pencapaian kriteria baik dengan nilai presentase keterampilan motorik halus sebesar 90%.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document