Abdi Masya
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

24
(FIVE YEARS 18)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta

2774-2849, 2774-2881

Abdi Masya ◽  
2021 ◽  
Vol 1 (3) ◽  
pp. 149-156
Author(s):  
Joko Yunianto Prihatin ◽  
Slamet Pambudi ◽  
Heri Kustanto ◽  
Lujeng Widodo
Keyword(s):  

Gerobak sampah merupakan sarana kebersihan yang berfungsi mengangkut sampah lingkungan masyarakat kelurahan serengan pada khususnya. Alat tersebut bermanfaat kepada kesehatan lingkungan bisa terhindar dari polusi udara. Dewasa ini penggunaan gerobak sampah lebih tinggi dari pada perawatannya. Ada 2 gerobak sampah yang dalam kondisi rusak, keropos dan tidak layak pakai. Pada kegiatan ini bertujuan untuk melakukan perbaikan kondisi gerobak sampah yang dititik beratkan kepada pengecatan serbuk. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini meliputi survei di kelurahan serengan, pembongkaran, pengelasan dan pengecatan sistem serbuk. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah 2 gerobak sampah yang sudah diperbaiki dan layak pakai, dan menyerahkan kembali ke petugas sampah untuk dioperasikan secara nyaman dan aman serta sehat. Disamping itu juga mampu membangkitkan motivasi kepada warga untuk gemar buang sampah pada tempatnya.



Abdi Masya ◽  
2021 ◽  
Vol 1 (3) ◽  
pp. 157-163
Author(s):  
Teguh Wiyono ◽  
Dita Anggi Purbasari ◽  
Siswanto Siswanto

Perberdayaan kerajinan edukatif dari kayu yang digunakan untuk pertumbuhan kecerdasan anak-anak TK maupun PAUD adalah usaha berjenis Home Industry ini telah lama ditekuni oleh masyarakat di Desa Sajen Kecamatan Trucuk  Kabupaten Klaten. Walau tidak seluruh masyarakatnya menekuni pekerjaan sebagai pengrajin tetapi pekerjaan kreatif ini sudah menjadi salah satu  simbol desa tersebut dan ikut membesarkan nama Klaten sebagai salah satu kabupaten penghasil kerajinan di Jawa Tengah. Produk dari Kerajinan edukatif dari kayu sendiri banyak macamnya dan bervariasai. Kerajinan  edukatif dari kayu  termasuk usaha yang sudah berkembang sejak lama dan kini semakin ramai dan menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah mesin yang digunakan untuk produksi mesin gergaji dan mesin gerinda pembentuk kerajinan edukatif sangat sederhana, sehingga jumlah produksinya terbatas padahal pemesanan kerajinan tersebut tiap bulannya meningkat pesanan datang dari luar daerah sampai luar jawa terutama pada saat tahun ajaran baru Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Penguatan Risbang Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan programnya yang berupa PKM dengan ini membantu para pengrajin edukatif dengan melakukan pendampingan dana guna mengatasi permasalahan selama ini dengan pembuatan teknologi tepat guna mesin gergaji Router pembuat profil dan mesin gerinda serbaguna yang cara kerjanya secara elektrik. Politeknik Pratama Mulia Surakarta mencoba menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama dalam Pengabdian kepada masyarakat yang bekerja sama dengan Kemendikbud dalam pelaksanaan pembuatan mesin dan kegiatan lainnya guna membatu  para pengrajin edukatif untuk mengatasi permasalahannya selama ini. Terlaksananya program ini secara khusus meningkatkan ketrampilan yang mendukung produktifitas serta dapat meningkatkan pendapatan para pengrajin edukatif dan kelompoknya di Tegalrejo Desa Sajen Kecamatan Trucuk, diharapkan dengan program PKM ini dalam skala Nasional akan meningkatkan pendapatan perkapita daerah. 



Abdi Masya ◽  
2021 ◽  
Vol 1 (3) ◽  
pp. 143-148
Author(s):  
Burhanudin Burhanudin ◽  
Ignatius Henry Adi Nagoro ◽  
Heru Susanto ◽  
Oppie Oppie
Keyword(s):  

Penguasaan kompetensi pengoperasian dan pemograman CNC Milling bagi Guru-guru Teknik Pemesinan di SMK N4 Sukoharjo adalah syarat untuk bisa menjelaskan penguasaan CNC kepada peserta didik. Keterbatasan akses penguasaan kompetensi dan pemograman CNC Milling Guru-guru Pemesinan di SMK N4 Sukoharjo dikarenakan kurangnya sumber informasi yang kompeten menyebabkan Guru-guru Pemesinan di SMK N4 Sukoharjo banyak yang memiliki kompetensi tentang CNC yang masih sangat terbatas. Maka dari itu untuk meningkatkan kompetensi pengoperasian dan pemograman CNC Milling bagi Guru-guru Teknik Pemesinan di SMK N4 Sukoharjo diperlukan hadirnya sumber informasi yang benar-benar menguasai pengoperasian dan pemograman CNC untuk bisa digunakan sebagai sumber belajar. Dalam hal ini bentuk kegiatan yang bisa direalisasikan adalah Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengoperasian dan Pemograman CNC untuk Guru Pemesian di SMK N4 Sukoharjo yang dikemas dalam bentuk Pelatihan.. Kegiatan Pelatihan ini telah terlaksana selama dua hari di Laboratorium CNC SMK N4 Sukoharjo yang diikuti oleh Guru dan Toolmant SMK N4 Sukoharjo. Hasil dari pelatihan ini diperoleh 20% peserta pelatihan menjadi sangat menguasai dan sebanyak 50% dari peserta memiliki kompetensi menguasai pengoperasian dan pemograman CNC Milling.



Abdi Masya ◽  
2021 ◽  
Vol 1 (3) ◽  
pp. 132-136
Author(s):  
S. Marwanto ◽  
Suharjanto Suharjanto ◽  
Pius S. W. ◽  
Aris Teguh Raharjo

Pembelajaran robotik mendukung siswa untuk mendapatkan materi yang saling terintegrasi antara subyek pelajaran Science (sains), Technology (teknologi), Engineering (teknik), dan Mathematics (matematika). Robotika adalah perpaduan berbagai disiplin ilmu, khususnya mekanik, elektronik dan komputer. Jenis robot yang dipilih untuk pelatihan adalah robot Line Follower karena pembuatan robot ini tidak terlalu rumit sehingga diharapkan siswa dapat menguasai dengan cepat teknik pembuatannya. Sasaran dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah siswa-siswi SMK Batik 2 Surakarta dan telah terlaksana dengan baik dan lancar pada hari Kamis, 11 Februari 2021, bertempat di Laboratorium Komputer dan Laboratorium Digital, Prodi Teknik Elektronika, Kampus Sekolah Tinggi Teknologi “Warga” Surakarta. Peserta pelatihan berjumlah 10 orang siswa-siswi SMK Batik 2 Surakarta dengan didampingi dua orang guru pendamping. Hasil dari pelatihan ini, semua peserta dapat merakit dan memprogram sendiri robot line follower.



Abdi Masya ◽  
2021 ◽  
Vol 1 (3) ◽  
pp. 125-131
Author(s):  
Eko Surojo ◽  
Teguh Triyono ◽  
Nurul Muhayat ◽  
Moch Chamim ◽  
Bambang Margono ◽  
...  

Pondok Pesantren adalah salah satu jenis tempat pendidikan formal maupun non formal yang selain memberi materi pelajaran agama juga mengajarkan adab hidup sehari-hari sehingga siswa/santri harus menginap di asrama selama proses pendidikan. Untuk itu, selain sarana prasarana pendidikan, pondok pesantren juga harus menyediakan sarana prasarana kehidupan sehari-hari seperti kamar dan tempat tidur, dapur, sarana olah raga dan lain sebagainya. Karena keterbatasan lahan dan bangunan, satu ruang asrama biasanya dihuni oleh 30-40 santri dengan menggunakan tempat tidur bertingkat. Karena ruang kamar asrama yang kurang memadai, santri biasanya belajar, membaca, mengerjakan Tugas Sekolah di atas tempat tidur. Untuk memberi kenyamanan dalam belajar santri, maka meja belajar yang dirancang terintegrasi dengan tempat tidur untuk menghemat ruang sangat penting untuk dilakukan. Rancangan tempat tidur tingkat terintegrasi dengan meja belajar berbahan dasar baja siku yang bisa dibongkar pasang dengan mudah karena system sambungannya dengan mur-baut. Alas tidur bagian bawah bisa dipisah setengah, lalu dilipat ke arah tiang tempat tidur dan meja belajar bisa didapatkan dengan membuka lipatan berikutnya. Desain ini digunakan untuk program pengabdian yang melibatkan kerjasama bengkel las Sumber Rejeki desa Sawahan, Jaten dan Pondok Pesantren Wirausaha Masjid Fatimah Ar Royyan desa Jongkang, Buran, Karanganyar.



Abdi Masya ◽  
2021 ◽  
Vol 1 (3) ◽  
pp. 137-142
Author(s):  
Suhartoyo Suhartoyo ◽  
Bambang Hari Priyambodo ◽  
Karminto Karminto

Saat ini hampir semua negara di dunia terjangkit virus corona baru SARS-CoV-2 atau penyakit Covid-19, tak terkecuali Indonesia. Sehingga perlu adanya tindakan nyata yang harus dilakukan untuk menanggulangi penyebaran virus corona. Telah dilakukan kegiatan disinfeksi menggunakan metode fogging dengan bantuan alat fogging electric 600W sebagai salah satu upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus covid-19, tujuan diadakannya program ini adalah untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran virus covid-19 khususnya di daerah Bulakrejo, Sukoharjo dan desa Kadipiro, Surakarta. Terdapat empat tahapan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu tahap I: survey dan perizinan kepada pihak RW, tahap II: persiapan alat dan cairan disinfeksi, tahap III: pelaksanaan kegiatan disinfeksi dan tahap IV: evaluasi dan serah terima alat. Dari hasil kegiatan pengabdian tersebut didapat kesimpulan bahwa masyarakat memberikan respon yang positif terhadap kegiatan tersebut selain itu ada harapan dari masyarakat untuk mengadakan kegiatan serupa secara rutin dan berkelanjutan. Selain itu upaya kewaspadaan, pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Lingkungan Bulakrejo dan Kadipiro merupakan bentuk wujud nyata yang dapat kami lakukan untuk mengabdi dan berperan serta dalam membantu memutus mata rantai penyebaran COVID-19.



Abdi Masya ◽  
2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 77-82
Author(s):  
Anna Mariyani ◽  
M Iqbal Arrosyad ◽  
Slamet Utomo ◽  
Sumarmi

Pengabdian ini bertujuan untuk melatih guru SD dalam pembelajaran matematika kepada siswa dengan menggunakan cara cepat belajar Matematika. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yakni pelatihan selama 8 jam dengan materi matematika kelas dasar dengan teknik cepat. Dari hasil pengabdian didapati bahwa dalam mengerjakan soal pretest dan posttest terdapat perbedaan yang signifikan dalam waktu. Pretest rata-rata membutuhkan 1 jam proses pengerjaan 50 soal berhitung sedangkan posttest rata-rata hanya membutuhkan waktu 30 menit pengerjaan. Menjadi fokus bahasan.dapat bersifat generalisasi temuan sesuai permasalahan pengabdian, dapat pula berupa rekomendatif untuk langkah selanjutnya.  



Abdi Masya ◽  
2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 83-91
Author(s):  
Sukmaji Indro Cahyono ◽  
Triyono

Usaha bengkel las di Wilayah Jaten Karanganyar sebagian besar mengerjakan kontruksi kecil hingga sedang dan belum mampu mendapatkan proyek besar. Permasalahan utama yang dihadapi adalah desain yang diinginkan konsumen hanya dibuat sket gambar manual seadanya tanpa mengukuti kaidah gambar teknik standar ISO dan tanpa melalui proses perancangan, sehingga estimasi biaya dan kebutuhan bahan hanya perkiraan saja dengan kata lain tidak standar. Selain itu dalam proses pembuatan produk, terjadi banyak kesalahan pengukuran sehingga pemotongan dan penggunaan bahan tidak effesien. Tujuan menjadi fokus utama PKM ini adalah pengenalan proses perancangan, pelatihan dan pendampingan penggunaan perangkat lunak CAD dalam mendesain dan merancang produk yang dikerjakan dengan proses pengelasan. Mitra utama program pengabdian ini adalah juru las dan warga sekitar terutama warga lulusan sekolah vokasi/SMK untuk berkolaborasi dengan mengangkat studi kasus merancang dan mendesain pembuatan Gazebo masjid Fatimah Ar-Royyan Jaten karanganyar. Metode yang dipilih pada proses pengabdian demi tercapainya tujuan pengabdian adalah kolaborasi interaktif, yang dibantu dengan media animasi manufaktur dan detail gambar Teknik standar ISO.  Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tumbuhnya minat warga yang ingin mempelajari dan menguasai pengoperasian perangkat lunak desain CAD. Evaluasi secara keseluruhan terjadi peningkatan interaksi antara mitra pembuat (juru las dengan Mitra konsumen) dengan adanya peresentasi visual gambar 3D maupun gambar teknik, dan terjadi efesiensi penggunaan bahan dan proses yang lebih baik sehingga keuntungan proses jasa manufaktur proses las meningkat.



Abdi Masya ◽  
2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 72-76
Author(s):  
Margono ◽  
Nugroho Tri Atmoko ◽  
Bambang Hari Priyambodo ◽  
Suhartoyo ◽  
Sang Alang Awan

Kebutuhan akan rumput gajah untuk pakan ternak di desa Curidan, Sukoharjo terus meningkat, hal tersebut berbanding lurus dengan populasi sapi yang juga meningkat. Rumput harus disediakan peternak sebagai pakan utama ternak setiap harinya, akan tetapi tingkat efektivitas konsumsi pakan ternak masih kurang. Kebanyakan peternak masih menggunakan proses pencacah rumput secara konvensional. Sehingga apabila rumput dalam jumlah yang cukup banyak maka dibutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat dengan menciptakan mesin tepat guna untuk membantu peran manusia dalam proses pencacah rumput dengan menggunakan mesin Pencacah. Mesin ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi pakan ternak. Hasil program menunjukkan bahwa rata-rata kapasitas produksi mengalami peningkatan sebesar 250% dari 200 kg/jam menjadi 500 kg/jam. Penggunaan mesin baru tetap bisa menjaga kualitas pada rumput  sebagai sumber protein. Singkatnya, program pengabdian masyarakat telah memberikan perubahan positif dalam hal peningkatan efektivitas proses pencacahan pakan ternak bagi peternak sapi di desa Curidan, Parangjoro, Grogol, Sukoharjo



Abdi Masya ◽  
2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 103-107
Author(s):  
Heri Kustanto ◽  
Tri Rahayu Kuat Lestari

Pengrajin mebel banyak sekali dijumpai didaerah, dikampung, dipinggir jalan dan pasar mebel diwilayah Surakarta dan sekitarnya ,dengan melihat dan memperhatikan para pengrajin mebel tersebut pada saat mengerjakan pekerjaan dengan menggunakan gergaji tangan kecil untuk membuat suatu pola yang berbentuk lengkungan, berbentuk sudut dan tegak lurus dan membutuhkan tenaga cukup banyak, tangan harus bergerak terus naik turunkan gergaji tangan sengkangmya berbentuk huruf C. Salah satu cara yang lebih efektif dan efisien dibuatlah suatu alat atau mesin untuk membantu memecahkan permasalahan yang ada yaitu dengan cara membuat Inovasi mesin gergaji selendang yang mampu mengerjakan bentuk lengkung, bentuk sudut dan juga berbentuk tegak lurus, bilah  gergaji  berbentuk selendang sehingga gerakannya berputar terus, tidak perlu memakai tangan untuk menggerakkan gergaji, bilah gergaji selendang dilas dipasang pada bantalan yg dihubungkan dengan poros dan poros diputar oleh motor listrik sehingga akan menjadi gerakan berputar,perputan bilah gergaji selendang ini sebagai pengganti gerakan tangan saat naik turun, tangan tinggal menggerakan bahan yang akan dikerjakan atau yang akan dipotong sesuai dengan pola. Dengan adanya inovasi mesin gergaji selendang tersebut akan dapat membantu proses produksi para pengarajin mebel didaerah Ngemplak Mojosongo khususnya dan Surakarta pada umumnya, hasil produksi lancar, dapat menambah penghasilan dan menambah kesejahteraan kehidupan para pengrajin mebel, dikarenakan produksi bertambah sampai 50%.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document