Aletheia Christian Educators Journal
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

15
(FIVE YEARS 15)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Petra Christian University

2776-3714

2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 157-163
Author(s):  
Windy Franola Sine

Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia perlu membangun kemandirian murid dalam belajar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar terciptanya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang utuh. Salah satu faktor kemandirian belajar adalah asesmen berbasis project. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan asesmen berbasis project terhadap kemandirian belajar murid. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional berdasarkan teori Sugiyono, yang dilakukan di Sekolah dasar Teologi Kristen Pelangi Kristus Surabaya. Sampel penelitian sebanyak 45 murid dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket kuesioner. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asesmen berbasis project terhadap kemandirian belajar murid.



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 171-178
Author(s):  
Nita Agnesia Prana Putri

Keterampilan guru adalah kemampuan yang dapat dilakukan oleh guru untuk menolong para murid belajar di dalam kelas. Sebagai guru Kristen, keterampilan yang dimiliki dapat digunakan untuk menolong para murid belajar di dalam kelas sesuai dengan pendidikan Kristen. Keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan dalam hal bertanya, keterampilan melakukan variasi, keterampilan dalam memberikan penguatan dan keterampilan dalam hal menjelaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan guru Kristen di SD Kristen “X” untuk menolong murid belajar di kelas berdasar teori yang dikemukakan oleh Debora dan Han pada tahun 2020. Penelitian ini mengambil data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru di SD Kristen “X” Surabaya telah menjalankan pendidikan Kristen dengan benar melalui keterampilan mengajar yang dilakukan.



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 144-150
Author(s):  
Emmanuela Oktafiyeni Baik

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengimplementasian penghargaan dan konsekuensi berdasarkan pendidikan Kristen sebagai metode mendisiplinkan murid. Sekolah Dasar Kristen “H” Malang sebagai salah satu sekolah yang menggunakan metode ini dalam mendidik murid-muridnya. Kesesuaian perspektif guru dengan perspektif Alkitab turut menentukan pengimplementasian penghargaan dan konsekuensi ini. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif sesuai dengan teori Moleong dan Ferdiansyah. Hasil penelitian menunjukkan dalam mengimplementasikan penghargaan dan konsekuensi perlu adanya kerjasama guru sebagai wakil sekolah dengan orang tua. Pengimplementasian penghargaan dan konsekuensi perlu di lakukan di sekolah dan rumah



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 136-143
Author(s):  
Azalia Elmaivana Jovita

Kepemimpinan Kristen adalah kepemimpinan yang berlandaskan pada nilai-nilai Kristiani dan yang menjadikan Kristus sebagai teladan. Di sekolah Kristen yang menjadi pemimpin adalah kepala sekolah. Kepala sekolah SDTK Kasih Karunia Kupang sudah menjalankan peran pemimpin Kristen dalam menolong guru memiliki disiplin rohani sebagai pendidik, pemberi motivasi, dan pemimpin. Kepala sekolah memandang disiplin rohani sebagai hal yang penting, maka dari itu kepala sekolah harus membuat program yang menunjang disiplin rohani dan didukung oleh tindakan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah berdasarkan kepemimpinan Kristen untuk menolong guru memiliki disiplin rohani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, peneliti melakukan observasi sebanyak 2 tahap. Tahap pertama dilakukan pada tanggal 11 Januari - 24 Januari, dan tahap kedua dilakukan dari bulan November - Desember. Pengumpulan data juga dilakukan secara wawancara, yang menjadi narasumber adalah kepala sekolah dan 3 orang guru SDTK Kasih Karunia Kupang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah telah menjalankan tiga peran sebagai pendidik, pemberi motivasi dan pemimpin. Dari ketiga peran tersebut dapat menolong guru untuk memiliki disiplin rohani.



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 164-170
Author(s):  
Wia Wulandari

Sebanyak 153 kasus kekerasan fisik dan bullying terjadi pada tahun 2019, 39% di antaranya terjadi pada tingkat SD, di mana 30% pelakunya adalah murid sendiri. Salah satu faktor yang menyebabkan murid berperilaku negatif di sekolah adalah keharmonisan keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keharmonisan keluarga terhadap perilaku negatif murid. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh 45 murid Sekolah Dasar Teologi Kristen Pelangi Kristus Surabaya yang didampingi orang tua dalam proses pengisiannya. Data dianalisis berdasarkan teori Sugiyono dengan pengujian persyaratan seperti uji normalitas dan uji linearitas data; uji regresi untuk melihat besar kontribusi variabel keharmonisan keluarga terhadap perilaku negatif murid; serta uji korelasi untuk melihat apakah ada hubungan antara keharmonisan keluarga terhadap perilaku negatif murid.



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 125-135
Author(s):  
Linda Linda

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengajarkan nilai Kristen di kelas Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Kristen ‘X’ Surabaya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan melalui kegiatan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen dalam bentuk anekdot. Sumber data dari penelitian ini adalah seorang guru Bahasa Inggris kelas 2 SD yang mengajar di empat kelas dengan total sebanyak 97 murid. Topik ini dipilih karena melihat betapa pentingnya membawa murid mengenal Tuhan melalui Bahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah karunia unik dari Tuhan untuk melayani Tuhan, diri sendiri, dan sesama. Alasan ini yang membuat peneliti melakukan penelitian pada empat keterampilan dasar dalam Bahasa Inggris yaitu listening, reading, writing, dan speaking. Kesimpulan yang didapatkan adalah ada usaha dari pihak sekolah dan guru untuk dapat menghadirkan Tuhan di dalam kelas Bahasa Inggris. Pihak sekolah menetapkan adanya bagian ‘Integrasi Alkitab’ di dalam rancangan proses pembelajaran harian. Guru tidak hanya mengisi bagian tersebut dengan penuh pertimbangan tetapi juga menghidupi ayat Firman Tuhan yang diajarkan di kelas dan menjadi teladan yang nyata bagi setiap murid yang diajar



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 151-156
Author(s):  
Natalia Dewi

Dalam proses sebuah pendidikan pasti ada kalanya murid tidak mampu belajar dengan baik. Motivasi belajar membuat murid lebih mudah untuk belajar. Untuk membuat murid semangat belajar atau aktif dalam proses pembelajaran maka diperlukan guru yang memotivasi murid untuk belajar. Dalam penelitian kali ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar murid menggunakan Reward Super Student. Penelitian ini menggunakan teori behavioristic yang dicetuskan oleh B.F Skinner untuk mengetahui motivasi belajar murid. Guru memberikan Reward Super Student saat murid berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Reward ini bisa didapatkan saat murid aktif bertanya, menjawab dan presentasi. Cara guru untuk menumbuhkan motivasi belajar murid didapatkan melalui 3 cara. Pertama, pembelajaran melalui proyek kelas. Kedua, kepemimpinan dan yang terakhir tugas tanggung jawab untuk meningkatkan motivasi belajar murid. Guru menggunakan ketiga cara tersebut untuk memotivasi belajar murid digabungkan dengan pemberian reward super student Dari hasil penelitian penggunaan Reward Super Student berhasil untuk memotivasi murid mau belajar.



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 94-104
Author(s):  
Johsua Indra Kurniawan Pole ◽  
Iman Subekti

Dari data PISA tahun 2019 tentang penilaian literasi dan Matematika menunjukkan bahwa Indonesia hanya menduduki posisi ke 74 dari 79 negara. Indonesia berusaha memperbaiki peringkat tersebut, yaitu dengan meningkatkan dan mengembangkan kemampuan Matematika sejak usia dini. Selain itu guru perlu memakai sebuah pendekatan yang menolong anak bertumbuh dan memaknai Matematika secara benar. Alkitab adalah kebenaran yang mampu menolong anak untuk bertumbuh dalam hal akademis bidang Matematika. Melalui pendekatan Alkitabiah, anak-anak diharapkan mampu menjawab kebutuhan murid dalam menguasai Matematika. Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Alkitab untuk Kelas 1 SD merupakan modul yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Matematika dengan pendekatan Alkitabiah. Modul ini disusun melalui tahap perencanaan, penulisan, isi dan desain serta pencetakan. Hasil validasi menunjukan bahwa modul ini layak digunakan. Analisis uji coba yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil dari uji coba menunjukkan bahwa melalui modul ini murid dapat meningkatkan kemandirian, kemampuan Matematika dan pemahaman Aklitab.



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 69-83
Author(s):  
Aletheia Editor ◽  
Tania Gunawan Sutaji ◽  
Yuli Christiana Yoedo

Perundungan merupakan suatu kondisi dimana terjadinya penyalahgunaan kekuatan maupun kekusasaan yang dilakukan seseorang maupun kelompok. Perilaku perundungan akan sangat berbahaya apabila tidak segera diatasi. Dampaknya dapat mempengaruhi gambar diri seseorang menjadi buruk. Ketika seseorang mengalami perundungan, harus segera dibantu untuk pemulihan gambar dirinya. Adapun informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah guru Kristen yang pernah menolong murid SD korban perundungan. Peranan guru Kristen sangat diperlukan untuk menolong murid SD korban perundungan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan fasilitas guru Kristen untuk menolong murid SD korban perundungan melalui cerita video animasi.



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 84-93
Author(s):  
Dian Kusuma Widyastuti ◽  
Iman Subekti

penghargaan dan consequences atau konsekuensi kepada murid-muridnya. Guru hanya terfokus pada pemberian nilai atau skor ketika murid telah menyelesaikan penilaiannya. Pemberian reward dan consequences memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran para murid sehingga alangkah baiknya jika pemberian reward dan consequences dilakukan oleh guru dalam setiap interaksi selama berada di sekolah khususnya pada saat pembelajaran di kelas. Penelitian ini berfokus pada pemberian reward dan consequences dalam kerangka Pendidikan Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar, pemberian consequences terhadap motivasi belajar, serta pengaruh pemberian reward dan consequences secara bersamaan terhadap motivasi belajar dan seberapa besar pengaruhnya. Hasil analisis data berdasarkan uji pengaruh menunjukkan adanya pengaruh pada pemberian reward terhadap motivasi belajar murid yaitu sebesar 21,2%. Pengaruh pemberian consequences terhadap motivasi belajar murid sebesar 23,9%. Sedangkan ketika pemberian reward dan consequences diberikan secara bersama-sama kepada murid maka pengaruhnya terhadap motivasi belajar murid sebesar 30,3% dengan persamaan regresinya Y = 21,737 + 0,272 X1 + 0,345 X2 yang berarti bahwa jika reward dan consequences naik satu-satuan maka masing-masing naik sebesar 0,272 dan 0,345. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian reward dan consequences  secara bersama-sama berpengaruh terhadap motivasi belajar murid dan pengaruhnya lebih besar.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document