Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

27
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By STIT Al-Amin Kreo Tangerang

2685-1148, 2088-7981

2019 ◽  
Vol 2 (02) ◽  
pp. 196-210
Author(s):  
Muhammad Adlan Nawawi ◽  
Abd Muid N

Konsep “rasionalitas” yang menjadi dasar pegangan untuk memahami sebuah objek permasalahan selalu bermuara pada kesimpulan yang beraneka macam ataupun bertentangan. Perbincangan tentang al-Qur’an dan Filsafat sebagai sumber rujukan dalam memahami permasalahan sosial-kemasyarakatan, pun selalu menghadirkan pemahaman yang berlawanan. Al-Qur’an bersumber pada konsepsi ilahiah, sementara filsafat berpegang pada otoritas manusia. Kesimpulan awal ini sudah menunjukkan perbedaan yang cukup ekstrem. Hasilnya pun sudah dipastikan memiliki “logika” nya masing-masing. Kritik Wacana memberi perspektif tentang sejauh mana kita memandang persoalan dengan latar belakang yang beraneka macam, tidak satu paradigma. Rasionalitas pun tidak lagi memiliki sumber yang tunggal, meski pada prinsipnya, rasionalitas adalah instrumen memahami al-Qur’an dan filsafat. Atas dasar itu, tidaklah relevan mempertentangkan antara al-Qur’an dan filsafat, sejauh rasionalitas yang dipakai untuk memahami keduanya merupakan instrumen bagi manusia dalam memahami objek persoalan di sekitarnya.



2019 ◽  
Vol 2 (02) ◽  
pp. 171-186
Author(s):  
Humaidi Humaidi ◽  
Dewi Puji Lestari
Keyword(s):  

Bhinneka Tunggal Ika telah ditetapkan sebagai salah satu pilar bangsa selain Pancasila, NKRI, dan UUD 1945 yang umumnya dikenal sebagai empat pilar kebangsaan. Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sebagai moto atau slogan, tetapi menjadi sumber nilai bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah roh dan jiwa Republik Indonesia yang disarikan dari pengalaman hidup masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, sebagai sumber nilai, tidak hanya dalam hal hubungan horizontal yang terkait dengan kehidupan sosial antara manusia dan alam semesta, tetapi juga hubungan vertikal antara makhluk, makhluq dan Khaliq, Tuhan. Dengan mengetahui dan mengaktualisasikan nilai-nilai Persatuan dalam Keragaman, Indonesia akan lebih damai dan harmonis; kehidupan komunitas akan lebih toleran dan menghargai semua perbedaan; dan sebaliknya. Artikel ini akan menjelaskan secara analitis dan filosofis nilai-nilai yang terkandung dalam Unity in Diversity sebagai landasan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.



2019 ◽  
Vol 2 (02) ◽  
pp. 149-159
Author(s):  
Abdul Aziz Hasibuan

Penelitian dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis faktor peningkatan kinerja guru di sekolah dalam upaya pencapaian proses pembelajaran yang efektif dan efisien, sehingga menghasilkan mutu pendidikan yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang berada di Ciputat Tangerang Selatan, penelitian menggunakan analisis kuantitatif, data penelitian di analisis menggunakan analisis korelasi dan regresi, dari hasil penelitian didapati bahwa faktor motivasi kinerja, etos kinerja, lingkungan kinerja, tugas dan tanggung jawab, serta optimalisasi kinerja memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru, faktor etos kinerja dan motivasi kinerja merupakan faktor yang secara dominan mempengaruhi kinerja guru di sekolah, sehingga peningkatan kinerja guru dapat dilaksanakan dengan adanya perbaikan dan peningkatan terhadap faktor tersebut, serta mengutamakan adanya strategi yang baik dan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kualitas factor-faktor kinerja guru, terutama pada factor etos kinerja dan motivasi kinerja guru di sekolah



2019 ◽  
Vol 2 (02) ◽  
pp. 117-129
Author(s):  
Abd Aziz

Bahasa Arab fusha adalah bahasa Arab yang tetap terjaga fasahahnya dan secara prinsip sama dengan bahasa Arab yang digunakan pada masa Jahiliyah dan awal Islam. Sedangkan bahasa Arab ‘ammiyyah adalah bahasa Arab yang telah mengalami banyak perubahan dari bentuk yang fusha, baik aspek kosa-kata maupun strukturnya. Pada akhir abad ke-19 muncul seruan untuk memilih penggunaan ‘ammiyyah sebagai bahasa lisan dan tulisan. Alasannya karena ia digunakan oleh masyarakat Arab secara umum dan bentuk serta strukturnya yang sederhana. Di pihak lain banyak kalangan pembela fusha dengan menyodorkan sejumlah kelemahan ‘ammiyyah sebagai alasan penolakannya. Pada kenyataannya, kedua jenis bahasa Arab ini masih eksis di masyarakat Arab dengan fungsinya masing-masing



2019 ◽  
Vol 2 (02) ◽  
pp. 187-195
Author(s):  
Fajar Syarif

Penelitian ini membuktikan bahwa semakin integritas suatu pembelajaran, maka semakin nasionalis substansi dalam sebuah pendidikan. Derasnya arus globalisasi dikhawatirkan anak berdampak pada terkikisnya rasa kecintaan terhadap budaya lokal. Agar eksistensi budaya lokal tetap kukuh, maka kepada generasi penerus bangsa perlu ditanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Nasionalisme adalah suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai bagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan, dan ideologi. Salah satu cara yang dapat ditempuh guru di sekolah adalah dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran Agama Islam di sekolah. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam pembelajaran agama Islam diharapkan nasionalisme siswa akan tetap kukuh terjaga di tengah-tengah derasnya arus globalisasi.. Nasionalisme adalah suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai bagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan, dan ideologi.



2019 ◽  
Vol 2 (02) ◽  
pp. 160-170
Author(s):  
Suhada Suhada

Kesimpulan tulisan ini adalah bahwa tujuan pondok pesantren dalam upaya penanggulangan radikalisme agama adalah dengan cara membentuk dan mengembangkan sikap akhlak mulia melalui kedewasaan berpikir kritis dan bertanggungjawab, serta implementasi sikap menghargai dan menghormati perbedaan kemampuan, istiadat, dan budaya orang lain. Melalui kurikulum pondok pesantren yang mendalami perbandingan mazhab juga dapat turut serta dalam penanggulangan radikalisme agama agar eksklusifisme santri; baik sikap dan pemikiran, tidak hanya mengetengahkan pemikiran luaran semata, tetapi juga mampu membuka wawasan lain dalam memahami esensi agama. Metode pengajaran di pondok pesantren dalam rangkan mencegah sikap radikalisme agama dengan cara mengimplementasikan sistem pembelajaran kooperatif sebagai sistem rancangan terpadu yang mengedepankan kerja sama dan interaksi para santri, dan juga sekaligus mengembangkan sikap sosial yang komprehenshif dalam memahami keberagaman orang lain. Rekomendasi yang penulis ajukan adalah diperlukan pengembangan berkelanjutan terkait metode pembelajaran kooperatif agar keterampilan sosial para santri dalam memahami perbedaan dan keanekaragaman di masyarakat dapat mencapai titik yang maksimal. Selain itu, pimpinan pesantren juga turut memfokuskan dirinya dalam setiap proses tujuan, kurikulum, dan pengajaran di pondok pesantrennya, adakalanya dengan mengikutsertakan para guru atau santri dalam kegiatan seminar dan workshop tentang radikalisme.



2019 ◽  
Vol 2 (02) ◽  
pp. 130-148
Author(s):  
Ahmad Rifai

Kesimpulan tulisan ini adalah bahwa penyimpangan penafsiran yang terdapat dalam berbagai kitab tafsir didasari oleh beragam motif, kecenderungan, dan latar belakang kehidupan para penafsir. Contoh yang diuraikan di dalam tulisan ini sebagai gambaran atas keterikatan antara penafsir dan teks yang dipertemukan oleh situasi dan lingkungannya sendiri. Diperlukan pemikiran jernih dalam memandang penafsiran yang dilakukan para penafsir terhadap teks-teks al-Quran.



2019 ◽  
Vol 2 (02) ◽  
pp. 105-116
Author(s):  
Saihu Saihu ◽  
Taufik Taufik

Dalam beberapa dekade terakhir para guru dalam melakukan tugasnya sering kali menjadi subjek kontrol sosial dan media massa. Hal ini disebabkan maraknya tindak kekerasan yang terjadi di sekolah, baik yang dilakukan oleh siswa, orang tua, pengelola sekolah hingga guru itu sendiri. Tindakan kekerasan ini kadang-kadang terjadi karena kegiatan pendisiplinan siswa yang dilakukan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang pentingnya peraturan yang jelas tentang perlindungan guru dalam melaksanakan tugas. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka. Dan hasil dari penelitian ini adalah bahwa peraturan saat ini tidak cukup kuat dalam memberikan perlindungan hukum bagi guru dalam melakukan tugas, sehingga perlu pembuktian hukum yang lebih jelas dan lebih menekankan guru dalam melakukan tugas



2019 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 88-104
Author(s):  
Maya Meilia ◽  
Murdiana Murdiana

Pendidikan memegang peranan terpenting dalam meningkatkan eksistensi yang  mengasilakan Sumber Daya Manusia berkualitas, kompetitif dalam menyongsong pembanguan pendidikan yang lebih baik di era abad ke-21. Oleh karena itu berbagai upaya peningkatan mutu atau kualitas dilakukan secara berkelanjutan. Guru memegang peranan terpenting untuk mejalankan proses pembelajaran di kalas, oleh karena itu diperlukannya guru yang profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yang dapat melak kompetensi dimana guru menguasi dan mengimplementasikan empat standar kompetensi: komptensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial, serta guru melek sertifikasi yang dituntut untuk selalu dinamis mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi. Sebagai pendidik, sudah seharusnya guru harus belajar seumur hidup, membangun dan mengembangkan dirinya, sehingga mampu mempertahankan kompetensi dan profesionalitas yang dimilikinya seperti aktif dalam kajian ilmiah seperti PTK, aktif dalam pelatihan serta melakukan studi lanjut yang dapat menujang profesionalitas guru dalam jabatan dan profesinya, Pembuktian nyata yang harus dilakukan guru profesional untuk menghadapi tantangan globalisasi antara lain menguasai berbagai metode dan media pembelajaran mutakhir, seperti metode group investigation sangat cocok diterapkan untuk materi-materi yang sulit, dan abstrak sekalipun, yaitu dengan cara mengangkat topik aktual yang tejadi dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik, mengajak peserta didik berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi permasalahan ekonomi serta mempersipakan peserta didik yang mampu bersaing dalam kemajuan pendidikan abad ke-21.



2019 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 49-62
Author(s):  
Ali Nurdin

Pendidikan adalah salah satu faktor penentu kemajuan bangsa pada masa depan. Untuk menciptakan pendidikan yang dapat menunjang kemajuannya, seluruh komponen bangsa tersebut harus terintegrasi dan mendukung program dan kebijakan pendidikan. Kartu Jakarta Pintar sebagai sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan di Provinsi DKI Jakarta, hadir sebagai suatu dukungan guna berinvestasi dalam pendidikan. Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk menganalisa kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa pemberian bantuan dana Pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar, baik itu pengertian, besaran biaya yang didapatkan dan manfaat lain yang bisa dinikmati penerima dana tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dalam bentuk studi pustaka; data yang dikumpulkan akan dianalisis yang didukung oleh hasil pengamatan komprehensif mengenai eksistensi KJP, esensi dan substansinya dalam peningkatan mutu pendidikan di DKI Jakarta hingga saat ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan pemerintah dalam pembiayaan pendidikan merupakan langkah tepat dalam sebuah investasi menuju bangsa maju, dengan catatan dikelola dengan baik dan sesuai sasaran.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document