JURNAL PEKAN Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

50
(FIVE YEARS 10)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Stkip Persada Khatulistiwa

2540-8038

2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 50-66
Author(s):  
Laros Tuhuteru

Maluku pasca konflik sosial Masyarakat kini tinggal terkotak-kotak, pada wilaya wilaya tertentu berdasarkan kelompok dan golongan. Namun dalam kehidupan sehari-hari, interaksi antar kelompok sudah berjalan “normal”. Tapi, untuk tinggal berbaur dengan kelompok yang berbeda, masih dirasakan kurang “nyaman”. Kelompok tertentu, yang umumnya bekerja sebagai pedagang, menunggu situasi kondusif. Semua data dan informasi mengenai konflik sosial dikemas melalui sebuah perangkat metode penelitian kualitatif yang menurut peneliti sangat efekif dalam rangka merealisir tujuan penelitian ini. Melalui teknik obsevasi langsung, Disamping itu penulis juga menggunakan metode wawancara mendalam, terutama terhadap beberapa orang informasi kunci yang ditentukan secara sengaja sesuai kebutuhan penelitian ini. Melalui perangkat metode-metode itulah, hasil penelitian ini dapat disajikan melalui penelitian ini.  Atas dasar itulah penulis bermaksud membuat analisis secara lengkap dan konprehansif, diantaranya situasi pasca konflik sosial dapat berpengaruh pada pembelajaran PKn di sekolah dan peran masyarakat orang tua atau kelauarga dan berbagai pihak yang berkompeten dalam meberikan pembinaan kepada siswa pasca konflik sosial Maluku. PKn dalam membentuk sikap siswa secara inovatif dalam tujuan dengan formatnya, sehingga  para guru merasa keleluasan untuk menentukan pilihan metode  pembelajaran PKn benar-benar membina dan membentuk watak sikap karakter siswa yang demokrastis dan bersikap menghargai orang lain dan sadar akan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Kata Kunci: Konflik Sosial, Pendidikan Kewarganegaraan.



2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 1-8
Author(s):  
Mardawani Mardawani ◽  
Agnesia Hartini ◽  
Natalia Natalia

Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan kinerja BPDdalam meningkatkan partisipasi masyarakat dibidang pembangunan infrastruktur Desa Empaka Kebiau Raya, untuk mendeskripsikan cara meningkatkan partisipasi masyarakat dibidang pembangunan infrastruktur Desa Empaka Kebiau Raya, untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat kinerja BPD dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dibidang infrastruktur Desa Empaka Kebiau Raya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) kinerja BPD dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang pembanguan desa empaka kebiau raya masih kurang. 2) cara yang dilakukan BPD dalam meningkatkan partisipasi sudah dilakukan dengan semaksimal mungkin yaitu dengan mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan pembangunan desa yang diadakan oleh pemerintah desa (BPD), 3) faktor pendukung dan penghambat faktor pendukungnya adanya dana desa, dan faktor penghambatnya adalah dari masyarakat itu sendiri. Saran peneliti BPD diharapkan dapat memberikan sosialisasi atau mengajak masyarakat untuk musyawarah terkait dengan program pembangunan desa Kata Kunci: Kinerja BPD, partisipasi masyarakat, pembangun.



2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 67-78
Author(s):  
Fajar Yusuf Abadi ◽  
Rohmad Wido ◽  
Rose Fitria Lutfiana

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) persepsi masyarakat dalam menanggapi iklan politik di televisi; (2) dampak iklan politik terhadap hak pilih masyarakat. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dilakukan di Desa Setail. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi beberapa tahap disertai dengan keabsahan data menggunakan prosedur Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Persepsi masyarakat dalam menanggapi iklan politik di televisi bahwasanya hal tersebut terbilang bagus dan efektif. Terkait dengan persepsi masyarakat bahwasanya iklan politik mampu menambah wawasan, bisa mengenal dan memilah memilih calon peserta, mengetahui visi misi, mengetahui progam yang ditawarkan, serta televisi dengan audio visualnya dapat membentuk citra daya tarik tersendiri (2) Dampak iklan politik di televisi terhadap hak pilih masyarakat bahwasanya iklan politik memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya diantaranya menambah wawasan politik, dapat memilah dan memilih calon peserta, meningkatkan partisipasi, dan penggiringan opini. Kekurangannya diantaranya, isi pesan terkadang kurang jelas, kendala penafsiran, kebenaran isi, dan dapat mempengaruhi kondisi keyakinan. Kesimpulannya ialah bahwa kegiatan iklan politik di televisi efektif karena salah satunya mampu mencakup khalayak luas, terkait dengan hak pilih masyarakat dikatakan meningkatkan partisipasi, namun iklan politik disertai citra serta penggiringan opini dapat mempengaruhi dan menjadi pertimbangan tersendiri bagi masyarakatKata Kunci: Persepsi, Masyarakat, Televisi



2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 24-34
Author(s):  
Juri Juri ◽  
Mardawani Mardawani ◽  
Samudeh Samudeh

Penelitian ini bertolak dari keprihatinan guru terhadap proses belajar siswa di sekolah, terutama ditengah pandemi wabah Virus Corona yang melanda seluruh bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Hal demikian telah membuat proses belajar mengajar di sekolah cukup terhambat dan menyebabkan siswa terus diliburkan. Kondisi demikian menjadi kendala yang cukup serius bagi para guru dan siswa untuk terus melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif di sekolah seperti dahulu. Untuk itu, diperlukan upaya kreatif dari para guru supaya pembelajaran tetap dapat dilangsungkan walaupun hanya dari rumah dengan memanfaatkan teknologi berupa aplikasi Zoom Meeting. Upaya kreatif yang dimunculkan guru supaya proses pembelajaran dapat terus berlangsung dan diyakini tidak membuat siswa bosan adalah model pembelajaran diskusi. Adapun permasalahan umum yang berusaha dicari pemecahannya, antara lain: (1) Pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan metode diskusi; (2) Hasil belajar siswa terutama pada mata pelajaran PKn; (3) kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam proses pembelajaran diskusi. Proses pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan instrumen yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses belajar mengajar di SMP Negeri 3 Dedai menggunakan metode diskusi cukup berhasil; (2) Hasil belajar siswa cukup baik, walaupun sebenarnya kalau mau jujur, nilai mereka menurun, namun karena guru mempunyai pertimbangan yang cukup banyak, maka nilai siswa paling tidak diusahakan stagnan (3) Kendala yang dihadapi adalah pengeluaran orang tua siswa yang cukup besar berkaitan dengan kuota untuk internet, seringkali gangguan signal terutama pada saat cuaca buruk dan bagi siswa yang tinggal jauh dari pusat kecamatan diperlukan tempat khusus yang ada signal untuk mengakses internet. Kata kunci: Mata Pelajaran PKn, Metode Diskusi, Hasil Belajar



2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 93-103
Author(s):  
Devyanne Oktari ◽  
Dinie Anggraeni Dewi

Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan penurunan nilai Pancasila Di era milenium ini, dan tentang pola hidup dan penanaman karakter pemuda Indonesia, khususnya bagi kaum milenial yang rentan berusia antara 17 hingga 20 tahun. Bersamaan dengan itu, pada era globalisasi, budaya barat masuk dan berkembang di Indonesia dan sudah dianggap sebagai hal yang lumrah, sudah sangat mempengaruhi aspek kehidupan bangsa Indonesia khususnya generasi milenial yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa. Mereka perlahan mulai meninggalkan dan menganggap budaya lokal sebagai hal yang buruk, kalaupun budaya lokal itu sendiri berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sudah dianggap sebagai hal yang ketinggalan zaman, Penerapan nilai-nilai Pancasila telah lama berubah, dan berangsur-angsur semakin mengkhawatirkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sikap individualisme lebih menonjol dibandingkan saat berhadapan dengan orang lain ataupun bersosialisasi. Tujuan penulisan jurnal ilmiah ini adalah untuk mengaplikasikan kembali nilai yang ada dalam Pancasila kepada generasi milenial saat ini. Kata kunci: globalisasi, nilai pancasila, karakter, generasi milenial.



2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 104-115
Author(s):  
Muhamad Fikri Zulfikar ◽  
Dinie Anggraeni Dewi

Pendidikan kewarganegaraan telah dimasukkan ke dalam kurikulum, dan pembelajaran dilaksanakan di pendidikan dasar pada semua jenjang.Fungsi dan peran pendidikan kewarganegaraan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri adalah untuk menjadikan warganya warga negara yang baik, karena warga negara yang baik tidak dapat secara langsung mendukung pembangunan berkelanjutan di negara terkait. Metode penelitian ini mengadopsi studi literatur atau metode penelitian sastra, yang memuat teori-teori teoritis yang berkaitan dengan masalah penelitian, yang mengumpulkan data dengan mempelajari buku, dokumen, catatan dan laporan yang berkaitan dengan pemecahan masalah, dan diharapkan pendidikan di Indonesia akan memampukan peserta didik. dipersiapkan untuk menjadi warga negara. Mereka tegas dan konsisten dalam mempertahankan negara kesatuan NKRI, dan pembangunan ciri-ciri bangsa dijadikan sebagai penggerak utama pembangunan negara. Artinya, setiap upaya pembangunan harus selalu diarahkan pada aspek yang berdampak positif bagi pembangunan karakter.Kata kunci : Pendidikan, Pendidikan kewarganegaraan, karakter.



2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 9-23
Author(s):  
Fusnika Fusnika ◽  
Septha Suseka ◽  
Aprillianti Bunga Lestari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui upaya, peranan menghadapi hambatan, dan wujud pembinaan Pemerintah Desa Jerora Satu dalam berpartisipasi dengan masyrakat yang berdemokratis di era reformasi 4.0. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan kesimpulan menunjukan bahwa : 1)  bentuk upaya yang dilakukan adalah menampung aspirasi masyarakata Desa Jerora Satu dan dengan cara mengadakan musyawarah sehingga mewujudkan prioritas masyarakat desa, 2) faktor pola pikir masyarakat Desa Jerora Satu tidak sepenuhnya apatis dan faktor dukungan pemerintah di desa sudah baik ini terlihat dari control yang dilakukan sebuah sosialisasi dari lembaga swadaya masyarakat. 3) wujud pembinaannya adalah sosialisasi untuk mendapatkan perhatian masyarakat Desa Jerora Satu berpartisipasi dalam demokrasi untuk mempertemukan setiap pandangann antara masyarakat dan Pemerintah Desa Jerora Satu Saran untuk 1) Pemerintah desa dan aparat Desa jerora satu supaya dapat menjalin hubungan yang baik dan akan meningkatkan pendekatan kepada masyrakat Desa Jerora satu 2) masyarakat Desa Jerora Satu agar dapat meningkatkan partisipasi turut aktif, serta menjadi masyarakat yang peka terhadap demokrasi. 3) peneliti dapat meneliti luas lagi terkait upaya pemerintah desa dalam mewujudkan masyarakat yang demokratis.Kata Kunci: Pemerintah Desa, Masyarakat Demokratis, Era Reformasi



2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 35-49
Author(s):  
Suparno Suparno ◽  
Veronika Yosi Andriani ◽  
Septha Suseka

Tujuan dalam penelitian adalah Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan mengapa budaya Handop dapat mempererat tali silahturami masyarakat Desa Panekasan Kecamatan serawai. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif bentuk etnografi. Hasil dalam penelitian ini yaitu proses pelaksanaan budaya Handop yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya sehingga dapat mempererat tali silahturahmi masyarakat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah budaya Handop merupakan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang suku dayak Uud Danum dan dapat menyatukan masyarakat saat pelaksanaan Handop yang ada di Desa Panekasan Kecamatan Serawai.  Kata Kunci:  Handop, Komunitas Sosial



2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 116-125
Author(s):  
Yuga Fibra Nurhakim ◽  
Dinie Anggraeni Dewi

Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran tentang pentingnya peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam pembentukan karakter pada anak generasi milenial. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi pustaka. Untuk memperoleh datanya itu dari buku-buku yang sudah ada, jurnal, tesis, literatur, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ternyata peran pendidikan kewarganegaraan dalam pembentukan karakter pada anak generasi milenial itu sangatlah berperan bagi kehidupan karena pendidikan kewarganegaraan ini tak hanya sebagai mata pelajaran saja tetapi dijadikan sebagai patokan untuk menjalani kehidupan sehari-hari, karena didalamnya itu terdapat nilai dan norma, aturan hukum, dan nilai-nilai pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan ini haruslah terus ada di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi karena jika tidak hal itu akan berdampak pada pembentukan karakter pada anak terutama untuk generasi milenial yang akan menjadi penerus bangsa di masa depan. Generasi milenial ini juga akan menjadi teladan untuk anak dan cucunya. Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter, Generasi Milenial



2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 79-92
Author(s):  
Rizka Putri Ayuning L. F. ◽  
Dinie Anggraeni Dewi
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan memberi gambaran tentang implementasi menjadi smart and good citizen di era disrupsi pada generasi muda Indonesia sebagai salah satu bentuk pengimplementasian pendidikan kewarganegaraan. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dilakukan pada penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Informan dalam kegiatan ini yaitu para generasi muda, baik yang menjadi mahasiswa ataupun yang telah bekerja.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda saat ini telah menjadi smart and good citizen, walaupun beberapa dari mereka masih belum menjadi smart and good citizen. Implementasi generasi muda sebagai smart and good citizen dilakukan dengan menjadi warga negara yang paham akan hak dan kewajibannya. Pada era disrupsi, implementasi menjadi smart and good citizen banyak dilakukan di berbagai media sosial. Smart and good citizen mengantarkan para generasi muda menjadi warga negara pintar dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. Menjadi smart and good citizen dicapai dengan mempelajari pendidikan kewarganegaraan dengan baik dan sungguh-sungguh. Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Smart and Good Citizen, Era Disrupsi, Generasi Muda



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document