Saintek ITM
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

25
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Institut Teknologi Medan

2655-6219, 0854-4468

Saintek ITM ◽  
2019 ◽  
Vol 32 (2) ◽  
Author(s):  
Khairul Saleh

Teknologi saat ini berkembang sangat pesat dan semakin maju seiring perubahan waktu, baik robot yang menggunakan teknologi media kabel maupun bluetooth robot, yang dalam penggunaannya terbatas oleh jarak. Selain perkembangan robot, perkembangan ponsel pintar pun berkembang sangat pesat saat ini, diantaranya ponsel pintar android, yang menggunakan sistem operasi yang berasis linux. Dalam perancangan sistem ini memerlukan perangkat IP Server (Internet Protokol Server) yang berfungsi sebagai antarmuka robot dengan pengendali menggunakan ponsel pintar android. Melalui pensel pintar akan mengendalikan robot dan memantau robot dari jarak tertentu. Untuk mengatasi masalah yang timbul agar nantinya robot dapat dipantau dari jarak jauh setelah robot aktif dari pemantauan dengan pengendali. Maka diperlukan sebuah jaringan penghubung Via jaringan wifi untuk dapat mengkomunikasikan antara IP Server dengan pengendali yaitu Ponsel Pintar android sebagai perangkat antarmuka. Berdasarkan rancangan dan pengujian yang dilakukan dapat di simpulkan bahwa robot pemantau tersebut dapat diantarmukakan melalui alamat IP Server dengan ponsel android melalui Ultra VNC sebagai perangkat lunaknya.



Saintek ITM ◽  
2019 ◽  
Vol 32 (2) ◽  
Author(s):  
Debby Endriani Agung Ramahdana

Tanah yang terdapat di daerah Dusun Paloh 80, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara merupakan tanah lempung yang memiliki sifat kembang susut tinggi dan daya dukung tanah yang rendah sehingga tingkat kestabilannya rendah. Oleh karena itu, harus dilakukan suatu metode stabilisasi tanah lempung agar mendapatkan tanah yang stabil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepadatan tanah dilapangan berdasarkan kepadatan dilaboratorium melalui uji sand cone berdasarkan SNI 03-2828-1992. Stabilisai tanah lempung menggunakan abu cangkang sawit dan semen. Abu cangkang sawit yang digunakan untuk penelitian ini diperoleh dari PT. Multi Agro Sumatera, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara dan semen yang digunakan adalah semen portland. Pengujian yang dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan untuk memperbaiki sifat fisik tanah dan mekanik tanah lempung. Pengujian sand cone dilakukan secara langsung dengan mengukur volume tanah yang digali. Alat yang digunakan terdiri dari botol kaca diisi dengan pasir ottawa kering lalu dipasang dengan kerucut logam. Penggunaan abu cangkang sawit dan semen pada tanah lempung dapat merubah sifat fisik tanah yaitu terjadi penurunan indeks plastisitas tanah lempung dan pada sifat mekanik tanah yaitu diperoleh kadar air optimum dan berat isi kering maksimum yang menjadi acuan untuk pengujian kepadatan tanah di lapangan. Dari hasil pengujian kepadatan tanah di lapangan diperoleh persentase rata-rata kepadatan sebesar 82,42%. Nilai yang diperoleh tersebut belum mencapai kepadatan yang maksimal, sehingga tanah perlu dipadatkan kembali.



Saintek ITM ◽  
2019 ◽  
Vol 32 (2) ◽  
Author(s):  
Barita Franky Sutrisno

Pemakaian bahan bakar fossil semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya populasi manusia serta ekonomi. Biomassa yang selama ini pemakaiannya hanya untuk memasak domestik atau tujuan lain yang sesuai dengan pemakaiannya. Melalui teknologi kompor biomassa, masyarakat dapat mengganti LPG  dengan bahan bakar  biomassa. Penelitian ini untuk mendapatkan pengaruh laju aliran udara pembakaran terhadap kinerja kompor biomassa. Kompor mempunyai ruang bakar berdiameter 10 cm dan tinggi 28 cm.  Bahan bakar yang digunakan adalah kayu mahoni sebanyak 1 kg dalam bentuk limbah hasil industri. Dari hasil penelitian menunjukkan laju aliran udara mempengaruhi kinerja kompor biomassa semakin besar laju aliran udara temperatur nyala api semakin besar. Pada laju aliran udara 0,95 m/s temperatu nyala api  8470 C, pada laju aliran udara 1,07 m/s temperatur nyala api 8960 C, dan pada laju aliran udara 1,10 m/s temperatur nyala api 7480 C. Emisi gas CO untuk laju aliran udara     terendah terjadi pada laju aliran udara  1,07 m/s  sebesar  12 ppm, serta  efisiensi kompor tertinggi sebesar 16,11 %.



Saintek ITM ◽  
2019 ◽  
Vol 32 (2) ◽  
Author(s):  
Dedi Hariyono

Pada transformator daya salah satu pengaman yang terpasang adalah rele differensial, rele differensial merupakan rele pengaman pada sebuah transformator yang mampu bekerja seketika tanpa berkoordinasi dengan rele disekitarnya, sehingga waktu kerja rele differensial dapat dibuat secepat mungkin. Sistem proteksi yang didukung oleh setting yang bagus pada rele differensial untuk menghindari kegagalan proteksi dan meningkatkan kualitas operasional sistem transmisi. Metode penelitian ini menggunakan data sekunder yang di dapatkan dari PLTU Unit 4 belawan yang kemudian dilakukan perhitungan matematis untuk menentukan rasio current transformator, error mismatch,dan parameter – parameter pada rele differensial saat kondisi normal, serta menghitung parameter – parameter rele differensial saat kondisi gangguan. Rasio CT yang dipasang pada transformator di sisi tegangan primer 150kV adalah 400 : 5 A dan pada sisi tegangan sekunder 11 kV adalah 5000 : 5 A. hasil tersebut di ambil dengan pertimbangan hasil perhitungan arus ratting yaitu sebesar 342,8 A pada sisi tegangan primer 150 kV dan 4676,67 A pada sisi tegangan sekunder 11 kV. Arus setting yang didapat dari hasil perhitungan yaitu 0,3 A dan diharapkan dengan setting tersebut sistem proteksi transformator dapat bekerja dengan optimal.



Saintek ITM ◽  
2019 ◽  
Vol 32 (2) ◽  
Author(s):  
Benri Jason Hutagaol

Generator adalah suatu yang dapat mengubah tenaga mekanik menjadi energy listrik. Tenaga mekanik bisa berasal dari panas, air, uap, dan lain lain. Energi listrik yang dihasilkan oleh generator bisa berupa listrik AC (listrik bolak balik) maupun DC (listrik searah). Hal tersebut tergantung dari kontruksi generator yang dipakai oleh pembangkit tenaga listrik. Generator berhubungan erat dengan hukum fareday, berikut hasil dari hukum fareday. Bahwa sepotong kawat penghantar listrik berada dalam medan magnet berubah ubah, maka dalam kawat tersebut akan terbentuk gaya gerak listrik. Disebut mesin sinkron karena bekerja pada kecepatan dan frekuensi konstan dibawah kondisi stadi state. Mesin sinkron bisa dioperasikan baik sebagai generator maupun motor, Mesin sinkron bila difungsikan sebagai motor berputar dalam kecepatan konstan. Apabila dikehendaki kecepatan yang bersifat variable, maka motor sinkron dliengkapi dengan pengubah frekuensi seperti imverter atau cylo-converter.



Saintek ITM ◽  
2019 ◽  
Vol 32 (2) ◽  
Author(s):  
Edi Yasa, Tibri, T. Onwardana, Azhari F, Surya Azan, Lismawaty, Mahyunis , Wilson E

Pihak perusahaan telah menetapkan terget produksi lubang ledak di PT.RAI sebesar 50-55 lubang sekali peledakan atau 150-165 lubang per minggu. Proses pemboran dan peledakan material menggunakan alat mekanis yaitu 1 unit mesin bor PCR 200 yang dibantu dengan 1 buah kompressor Atlas Copco XHP900 BWCAT. Permasalahan yang terjadi adalah belum tercapainya produksi lubang ledak yang dimana diakibatkan karena kinerja mesin bor secara umum kurang optimal, maka dari itu dilakukan upaya peningkatan performa mesin bor dengan cara TPM (Total Preventif Maintenance). Nilai kesediaan mekanik 80%, nilai kesediaan fisik 84,7% , persen pengunaan persediaan 71%, pengunaan efektif 47%. Upaya peningkatan produksi lubang ledak dapat dilakukan dengan cara peningkatan performa mesin bor dari yang semula 66,49 % menjadi 73, 13 %, setelah dilakukan peningkatan performa mesin maka laju penetrasi alat bor juga akan meningkat sebesar 0,29 meter/menit menjadi 0,422 meter/menit. Performa mesin bor Furukawa PCR 200 sebelum dilakukan TPM  mengalami peningkatan dari 66,49 %, menjadi 73, 13 %, Kedalaman rata-rata pemboran 15,13 m dan waktu rata- rata pemboran 51,78 menit, Alat bor Furukawa PCR 200 (FK) memiliki efesiensi alat bor sebesar 19.72% atau 0,29 meter/menit dan setelah di TPM mengalami peningkatan performa menjadi 26,39 % atau 0,422 meter/ menit.



Saintek ITM ◽  
2019 ◽  
Vol 32 (2) ◽  
Author(s):  
Azmi Alvian Gabriel, Eka Lutfi Septiani, Defi Nur Indahsari, Ervina Diah Ariyanti

Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan serat nano (nanofiber) menggunakan metode electrospinning dengan material polimer polivinil pyrrolidone (PVP) dengan ekstrak daun binahong (Bassela rubra linn). Dalam penelitian ini dimulai dengan menentukan parameter yang berpengaruh dalam membuat nanofiber. Salah satu faktor yang mempengaruhi sifat dari nanofiber ini yaitu konsentrasi polimer yang digunakan dan jarak antara ujung spinneret dengan kolektor. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi polimer 4%wt dan 8%wt dan jarak 10 cm dan juga 15 cm. PVP yang digunakan akan dilarutkan menggunakan etanol kemudian akan di electrospinning untuk menghasilkan nanofiber. Dalam penelitian ini dihasilkan semakin besar konsentrasi polimer yang digunakan maka diameter rata-rata serat nano yang dihasilkan juga semakin besar dan beads yang dihasilkan semakin berkurang seiring bertambahnya konsentrasi polimer yang digunakan. Jarak tidak terlalu berpengaruh secara signifikan, pada PVP 4% dengan jarak 10 dan 15 cm masing-masing menghasilkan diameter serat rata-rata sebesar 111,1±63,8 nm dan 74,5±39,7 nm. Sedangkan pada PVP 8% dengan jarak 10 dan 15 cm masing-masing menghasilkan diameter serat rata-rata sebesar 460,6±195,6 dan 313,1±150,2 nm. Adanya jarak yang lebih panjang dapat membuat diameter rata-rata serat yang dihasilkan menurun. Penambahan ekstrak sebesar 2% pada precursor nanofiber menghasilkan serat nanofiber yang berpotensi sebagai agen anti bakteri.



Saintek ITM ◽  
2019 ◽  
Vol 32 (1) ◽  
Author(s):  
Yansastra Tobing ◽  
M. Irwanto

Kebutuhan energi listrik terus meningkat sehingga dibutuhkan penyediaan energi listrik dari sumber energi yang terbarukan. Kota Medan adalah kota metropolitan yang menuntut penyediaan energi yang cukup, disamping itu kota yang metropolitan juga dituntut rapi dan bersih dari sampah untuk menciptakan kesejahtraan masyarakat. Sampah rata-rata kota Medan adalah sebesar ±1.008,87 ton perhari dan  ±28.188,94 ton perbulan, belum diolah dengan baik. Sampah terdiri dari organik dan anorganik, sampah ini didominasi oleh sampah organik karena penghasil sampah terbesar adalah pasar tradisional. Sampah organik dapat diolah menjadi biogas melalui sistem anaerob fermentasi yaitu pembusukan oleh bakteri methanobatcerium menghasilkan gas metana untuk disetarakan dengan energi listrik. Sampah yang sebesar itu dapat menghasilkan potensi biogas rata-rata 33.305,10 m³/hari dan menghasilkan gas methana sebesar 20.815,68 m³/hari sehingga potensi listrik rata-rata per hari sebesar 232.598,54 kWh. Potensi energi listrik dari sampah organik kota Medan cukup besar sehingga dapat menjadi alternatif energi yang bersifat terbarukan.



Saintek ITM ◽  
2019 ◽  
Vol 32 (1) ◽  
Author(s):  
Basyir Bin Abdulatif
Keyword(s):  

Pada masa kini, orang mencari pilihan tenaga alternatif yang lebih baik yang dapat menghasilkan tenaga hijau. Tenaga solar adalah salah satu pilihan terbaik yang kami ada. Ia menghasilkan tenaga bersih dan tidak menghilangkan sebarang pencemaran terhadap alam sekitar. Modul fotovoltaik boleh mengubah tenaga secara langsung dari matahari menjadi tenaga elektrik. Projek ini membentangkan penyelidikan mengenai daya output optimum modul photovoltaic dengan menggunakan algoritma genetik. Data suhu dan radiasi matahari berdasarkan Pusat Cemerlang untuk Tenaga Diperbaharui (CERE) yang terletak di Kangar digunakan untuk menganalisis kekuatan output optimum modul photovoltaic. Berdasarkan data harian sinar matahari, lengkung I-V boleh menghasilkan. Daya maksima akan dihasilkan daripada kurva I-V dengan menggunakan perisian MATLAB. Oleh itu, ia membolehkan kita memperoleh keputusan untuk mencari daya output optimum daripada modul photovoltaic.



Saintek ITM ◽  
2019 ◽  
Vol 32 (1) ◽  
Author(s):  
Edi Yasa Ardiansyah ◽  
Syafriadi Syafriadi ◽  
T. Tibri ◽  
M. Eka Onwardana ◽  
Sungen Sungen

Batuan serpentinit adalah salah satu sumber mineral magnesit ini, diketahui memiliki kandungan unsur magnesium (Mg) besar, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk yang cukup menguntungkan, karena akan diperoleh unsur magnesium (Mg) dalam jumlah besar (Jarot, 2008). Daerah penelitian mempunyai sebaran bahan galian serpentinit sekitar 157.100 m2 dan jumlah tonase sumberdaya serpentinit tereka 136.151.807,3 ton. Berdasarkan hasil analisis kimia serpentinit mengandung unsur magnesium yakni 20 – 50%. Dari hasil analisa laboratorium pada batuan serpentinit ini layak untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk mineral yang mutu dan memenuhi Standar Industri Indonesia .



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document