Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

28
(FIVE YEARS 14)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

2723-6390

Author(s):  
Hilda Hidayati ◽  
Yuyun Yulianingsih ◽  
Teti Ratnasih

Tujuan penelitaian ini adalah untuk mengetahui 1) Kemandirian anak di kelompok B Kober Alhuda Alal Kasbi sebelum diterapkan metode storytelling melalui musik instrumental. 2) Proses pembelajaran dan penerapan  metode storytelling melalui musik instrumental di kelompok B Kober Alhuda Alal Kasbi pada seluruh siklus. 3) Kemandirian anak di kelompok B Kober Alhuda Alal Kasbi sesudah diterapkan metode storytelling melalui musik isntrumental pada seluruh siklus. Penelitaian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan unjuk kerja. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Subjek /responden dalam penelitian ini adalah siswa/i Kober Al-Huda Alal Kasbi Cipacing yang berjumlah 13 orang pada tahun ajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa kemandirian anak sebelum dilakukan tindakan memperoleh nilai rata-rata 51,35% dengan kriteria kurang. Proses penerapan metode storytelling  melalui musik instrumental dilihat dari aktivitas guru dan anak , pada siklus I observasi aktivitas guru mencapai 80,55% dengan kriteria baik dan pada siklus II meningkat menjadi 94,44% dengan kriteria sangat baik. Demikian pula dengan observasi aktivitas anak siklus I mencapai 68,8 dengan kriteria baik. Pada  siklus II meningkat menjadi 79,69 dengan kriteria baik. Adapun kemandirian anak pada siklus I memperoleh rata-rata 57,88 dengan kriteria kurang. Pada siklus II kemandirian anak meningkat menjadi 86,53 dengan kriteria sangat baik.



Author(s):  
Tuti Hayati ◽  
Heri Hidayat ◽  
Nur Ilahiah Nuri

Berdasarkan studi pendahuluan melalui kegiatan observasi diperoleh informasi dari guru RA Bustanul Aulad bahwa di kelompok A RA Bustanul Aulad terdapat  4 dari  7 anak yang  mengalami  hambatan kemampuan berbicara. Hal ini terlihat dari respon anak terhadap pertanyaan sederhana yang disampaikan oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung, tidak semua anak mampu menjawab pertanyaan bahkan ada anak yang cenderung diam dan tidak merespon pertanyaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Kemampuan berbicara anak usia dini sebelum diterapkan metode bercakap-cakap di kelompok A RA Bustanul Aulad Permata Biru Cileunyi Bandung; 2) Penerapan metode bercakap-cakap di kelompok A RA Bustanul Aulad Permata Biru Cileunyi Bandung pada setiap siklus; dan 3) Kemampuan berbicara anak usia dini setelah diterapkan metode bercakap-cakap di kelompok A RA Bustanul Aulad Permata Biru Cileunyi Bandung pada setiap siklus. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan gabungan dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi dan unjuk kerja.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercakap-cakap mampu meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini. Hal ini terbukti berdasarkan analisis data, bahwa kemampuan berbicara anak sebelum diterapkan metode bercakap-cakap memperoleh nilai rata-rata 40.91 dengan kategori gagal. Selanjutnya, kemampuan berbicara anak setelah diterapkan metode bercakap-cakap pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 51.14 dengan kategori kurang. Sedangkan pada siklus II memperoleh nilai rata-rata sebesar 70.62 dengan kategori baik. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima, artinya metode bercakap-cakap terbukti dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak di kelompok A RA Bustanul Aulad Permata Biru Cileunyi Bandung.



Author(s):  
Khotimatus Sadiyah ◽  
Diana Diana ◽  
Deni Setiawan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan perkembangan kemampuan menghafal surah pendek pada anak usia dini melalui metode  tabarak di outdoor. Metode tabarak merupakan metode yang memudahkan anak usia dini dalam menghafal surah pendek Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis data pengumpulan observasi dan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data pada peneliitian ini yaitu dengan data mol Miles dan Huberman. Subjek dalam penelitian ini yaitu seorang anak TK B (5-6 tahun), dua guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode tabarak di outdoor efektif dalam meningkatkan kemampuan menghafal surah pendek pada anak usia dini.



Author(s):  
Anjar Fitrianingtyas ◽  
Nurul Shofiatin Zuhro ◽  
Jumiatmoko ◽  
Novita Eka Nurjanah ◽  
Vera Sholeha

Pandemi covid-19 yang melanda mengharuskan seluruh jenjang Pendidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring, tidak terkecuali pada Pendidikan anak usia dini. Fakta yang terjadi di lapangan pembelajaran daring yang terlaksana di beberapa PAUD Kota Semarang berlangsung kurang maksimal. Pendidik anak usia dini sekarang ini dituntut untuk memiliki keterampilan dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pembelajaran daring mengharuskan para pendidik mampu membuat media pembelajaran berbasis digital, salah satunya yaitu pembuatan video pembelajaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat video pembelajaran berbasis smartphone menggunakan aplikasi Capcut. Sasaran utama pelatihan adalah pendidik PAUD di Kota Semarang dengan peserta berjumlah 70 orang terdiri dari perwakilan pendidik PAUD. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dilakukan dengan cara demonstrasi pembuatan video pembelajaran, metode praktik langsung serta pendampingan dalam pembuatan video menggunakan aplikasi Capcut. Selain itu juga diberikan penugasan kepada peserta dan perlombaan pembuatan video pembelajaran. Instrument yang digunakan dalam dalam pengumpulan data adalah dengan kuesioner. Kegiatan ini dilakukan selama 1 minggu. Hasil dari kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan video pembelajaran menggunakan smartphone bagi pendidik PAUD terbukti efektif dengan penguasaan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor 92,8 serta penguasaan keterampilan peserta dengan rata-rata skor 93,4.



Author(s):  
Reni Ardiana

Tujuan penelitian ini adalah : (1) Memperoleh informasi yang mendalam mengenai cara guru merancang pembelajaran kecerdasan bahasa anak di dalam kelas. (2) Mengetahui pendekatan, metode dan strategi pembelajaran yang dilakukan guru kepada anak dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis kecerdasan bahasa anak., (3) Mengetahui perkembangan kecerdasan bahasa anak setelah pembelajaran berbasis kecerdasan bahasa anak di TK. Tunas Tridharma Plus Samarinda. Pengamatan meliputi :(1) Metode pengamatan berperanserta (observasi partisipatif), sebagai tehnik utama untuk mengumpulkan data mengenai pembelajaran kecerdasan bahasa anak. (2) Metode wawancara mendalam yang dilakukan terhadap pengelola, guru dan orang tua murid dalam pengumpulan data yang berhubungan dengan pelaksanaan metode yang diterapkan sebagai proses pembelajaran kecerdasan bahasa anak di TK. Tunas Tridharma Plus. (3) Metode dokumentasi sebagai penunjang untuk memperoleh data di lapangan. Tekhnik analisis data yaitu data yang diperoleh dari berbagai sumber baik dari pengamatan, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil dari Penelitian adalah sebagai berikut : (1) Guru telah merancang media pembelajaran untuk meningkatkan kecerdasan bahasa anak di dalam kelas. (2) Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan model area dengan menggunakan media belajar seperti kartu huruf, kartu kata, puzzle, serta metode dan strategi bercerita, bercakap-cakap, serta metode membaca yang digunakan dalam pembelajaran kecerdasan bahasa anak. (3) Pembelajaran bahasa anak setelah menggunakan media pembelajaran berbasis kecerdasan bahasa anak di Taman Kanak-kanak  Tunas Tridharma Plus Samarinda mengalami perkembangan yang baik yaitu : dapat membaca, bisa menulis sederhana, bercerita, mampu menjawab pertanyaan, menyusun kartu huruf, mampu menyebutkan huruf-huruf abjad dan bisa menulis namanya sendiri. Dan orang tua dapat memahami lebih baik tentang perkembangan bahasa anak dengan cara mengajak anak berkomunikasi / berbicara secara aktif.



Author(s):  
Nurdin Nurdin

Pendidikan anak usia dini merupakan lembaga pendidikan pertama yang dilalui oleh anak. Pendidikan pada masa ini merupakan periode penting bagi perkembangan anak dimasa depan. Pendidikan anak usaia dini bisa dilakukan melalui lembaga formal, non formal ataupun informal. Pendidikan bisa dilakukan dengan baik apabila semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan bisa menjalankan tugas dan tanggungjawab secara profesional. Salah satu instrument penting dalam pendidikan anak usia dini adalah guru, yang berkewajiban untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai serta mengevaluasi perserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar serta pendidikan menengah. Status kepegawaian yang dimiliki oleh guru terdiri dari guru pegawai negeri dan guru non pegawai negeri atau dikenal sebagai tenaga honorer. Terdapat perbedaan hak yang diterima oleh tenaga pendidik PNS dengan tenaga pendidik honorer. Walaupun hak yang diterima berbeda akan tetapi tanggung jawab yang dijalankan tetap sama. Hal ini memberikan perbedaan yang besar antara guru PNS dan tenaga honorer. Oleh karena itu tenaga honorer melakukan berbagai upaya untuk merubah status kepegawaian menjadi guru PNS. Akan tetapi terdapat hambatan yang dilalui oleh tenaga honorer untuk mewujudkan tujuan tersebut, diantaranya adalah tidak tersedianya jalur khusus untuk mendapatkan status PNS dengan memanfaatkan status honorer sebelumnya. Belum tersedianya regulasi atau aturan yang mengatur mengenai pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS, kemampuan keuangan pemerintah pusat dan daerah yang masih rendah, belum bisa mengakomodasi pengangkatan guru honorer menjadi CPNS



Author(s):  
Aas Siti Sholichah ◽  
Desy Ayuningrum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kegiatan “Kajian Parenting” dalam meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pengasuhan anak usia dini. Adapun metode penelitiannya menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dan untuk analisis datanya menggunakan tehnik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kegiatan kajian parenting efektif dalam proses pengasuhan anak, serta menyadarkan orang tua akan pentingnya pengasuhan anak. Hal ini berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan orang tua siswa yang menjelskan terdapat pola asuh yang berubah kearah lebih baik dalam pengasuhan anak. Orang tua memahami fase perkembangan anak, mengetahui dan memahami aspek perkembangan anak, terdiri dari aspek kogniti, social emosional, bahasa, seni, motoric dan spiritual, hal ini menghasilkan sinergitas dalam proses pembelajaran di sekolah dan di rumah.



Author(s):  
Erdiyanti Erdiyanti ◽  
Suhartini Syukri

Penelitian ini merupakan penelitian Participatory Action Research (PAR) yang dilakukan dalam bentuk pendampingan guru PAUD non-PG PAUD di desa se-kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Kendari, Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali data kemampuan guru PAUD non-PG PAUD dalam mendesain dan membuat media pembelajaran sederhana bahasa Inggris serta untuk mengetahui sejauh mana melalui pelatihan pendampingan tersebut dapat meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru PAUD non-PG PAUD di desa se-kecamatan Konda. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa studi pustaka mengenai informasi teoretik dan penelitian yang relevan; In-depth Interview (wawancara mendalam); observasi dan dokumentasi. Kerangka PAR yang digunakan adalah diagnosa, tindakan, evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kemampuan guru PAUD non-PG PAUD dalam mendesain media pembelajaran masih rendah sebab masih kurang pelatihan dan referensi, dalam hal pembuatan, semangat dan ketekunan sudah mulai nampak hanya sebagian besar masih mengikuti contoh dari hasil penelitian, serta hasil evaluasi akhir, pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru PAUD non-PG PAUD di desa se-Kecamatan Konda terlihat dari observasi dan refleksi akhir peneliti pada TK dan PAUD desa dampingan di Kecamatan Konda.   



Author(s):  
Nurdin Nurdin
Keyword(s):  

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konsep pembelajaran inovatif dan kreatif melalui pembelajaran berbasis edutainment dalam pembelajaran di PAUD. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau library research. Hasil penelitian ini menyimpulkan  bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi aspek yang penting dalam pembentukan karakter serta kualitas yang dimiliki anak. Hal ini menjadi pekerjaan besar bagi tenaga pendidik PAUD untuk mengoptimalkan tujuan pembelajaran yang sudah dirancang. Salah satu metode yang bisa diterapkan tenaga pendidik dalam proses pembelajaran yang inovatif dan kreatif adalah melalui pembelajaran yang berbasis edutainment. Pembelajaran ini memungkinkan anak untuk belajar sambil bermain. Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat materi pelajaran dinilai lebih menarik oleh anak-anak pada usia dini. Pembelajaran berbasis edutainment akan membantu perkembangan berbagai aspek yang dimiliki anak. Selian itu konsep bermain sambil belajar akan mengarahkan anak pada perkembangan kemampuan yang lebih beragam.



Author(s):  
Hadi Machmud

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua dalam membingkai kepribadian anak usia 4-6 tahun dimasa pandemi covid 19. Metode yang digunakan kualitatif studi kasus melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi pada 11 orang (4 Ayah dan 7 Ibu) di Kelurahan Baruga kota Kendari. Data dianalisis dengan menggunakan tematik, menekankan pada penyusunan koding dengan mengacu pada pertanyaan penelitian yang telah ditetapkan sehingga tema-tema yang tersusun sesuai dengan pertanyaan penelitian sekaligus menjadi acuan dalam memaparkan fenomena yang terjadi. Hasil penelitian secara umum pola asuh yang diterapkan orang tua adalah autoritatif, authoritarian, permissive, neglectful/ uninvolved. Dengan penerapan pola asuh tersebut anak tumbuh kembang secara kreatif, baik patuh, mempunyai tanggung jawab, percaya diri, dapat menerima pahit manisnya kehidupan ketika dewasa,  berpikiran positif, kreatif dan aktif, beradab, prilaku sopan, empati dan mencintai sesama makhluk.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document