Journal of Geoscience Engineering & Energy
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

28
(FIVE YEARS 13)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Trisakti

2722-6530, 2715-5358

2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Rifky Nuraza Putra ◽  
Moehammad Ali Jambak

<p class="Abstract">Daerah penelitian lapangan “X” terletak di Formasi Kais, Cekungan Salawati, Papua Barat, Indonesia. Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginterpretasikan fasies karbonat, beserta penyebarannya, baik secara vertikal maupun horizontal. Penelitian dimulai dengan penafsiran <em>litostratigrafi</em> menggunakan data <em>log</em> dan sayatan tipis, untuk membuat <em>type log</em>. Dilanjut dengan analisis sikuen stratigrafi dan <em>reef system</em> untuk menentukan penyebaran, dengan bantuan data seismik untuk dikorelasikan dengan sumur-sumur lainnya. Dari hasil analisis, terdapat 5 fasies pada daerah penelitian, yaitu: <em>Skeletal Debris Packstone-Wackestone, Coral Algal Grainstone – Boundstone, Skeletal Wackestone, Skeletal Packstone dan Coral Algal Packstone</em>. Terdapat pula 4 <em>reef system</em>, yaitu; <em>Back reef, reef crest, fore reef dan off reef</em>. Untuk mencapai tujuan akhir dari penelitian ini, maka dibuat peta penyebaran fasies.</p>



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Dhimas Dwi Rahmanto

Wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara merupakan daerah yang memiliki tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang umumnya berasal dari kegiatan industri, pemukiman, perkantoran, dan kegiatan masyarakat. Air adalah salah satu zat penting yang ada di bumi yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan dan semua jenis makhluk hidup. Airtanah merupakan salah satu komponen yang penting dalam siklus hidrologi di bagian bawah permukaan tanah (Sen., 2015). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karateristik hidrokimia airtanah di Daerah Cilincing dan Sekitarnya. Data yang digunakan pada analisis ini adalah hasil analisis laboratorium unsur utama dari sampel air tanah yang telah diambil pada lokasi penelitian. Analisis karaterstik airtanah ditentukan dengan metode analisis diangram piper segiempat. Karateristik hidrokimia airtanah yang terbentuk adalah tipe airtanah semi bikarbonat dan tipe airtanah sulfat<em>. </em>



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Adinda Anggrianti ◽  
Afiat Anugrahadi ◽  
Himmes Fitra Yuda
Keyword(s):  

Infiltrasi memberikan informasi mengenai seberapa besar kemampuan tanah dalam meloloskan air sehingga menjadi salah satu faktor penentu dalam penentuan daerah resapan air dan mitigasi bencana banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan laju infiltrasi di daerah Kecamatan Ternate Barat dan Ternate Utara, daerah penelitian masih dalam tahap pembangunan dan terdapat beberapa lahan kosong, sehingga perlu dilakukan penelitian sebelum daerah penelitian meningkat menjadi kawasan maju, dan diharapkan dapat menjadi data penunjang bagi pembangunan daerah kedepannya. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data laju infiltrasi menggunakan alat <em>double ring infiltrometer</em> secara langsung di lapangan sehingga menghasilkan peta laju infiltrasi dan pengambilan data jenis tanah kemudian dilakukan uji laboratorim menggunakan klasifikasi USCS dengan hasil berupa peta jenis tanah. Hasil penelitian diperoleh laju infiltrasi sebesar 0,14 m/hari – 3,74 m/hari dan jenis tanah berupa pasir gradasi buruk



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Rosalina Martha

<p>Lokasi daerah penelitian berada di kota Padang, tepatnya di daerah kelurahan Lubuk Lintah dan sekitarnya kecamatan Kuranji dan daerah kelurahan Gurun lawas dan sekitarnya kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis daerah penelitian terletak pada dua koordinat 0°56'52.8" LS - 100°23'0"LS dan 0°53'31.2" BT - 100°25'0"BT. Berdasarkan penampang log bor A-B dan C-D, terdapat 2 (dua) jenis akifer pada daerah penelitian yaitu akifer tertekan, dan akifer bebas. Daerah penelitian memiliki 1 arah aliran airtanah, yaitu memiliki arah aliran ke barat daerah penelitian menuju samudera hindia. Arah aliran airtanah searah dengan arah sungai dan muka air sungai berada lebih rendah daripada muka airtanah, hal ini menunjukan bahwa hubungan airtanah dengan air permukaan adalah airtanah mengisi air permukaan <em>(effluent)</em>.<em></em></p>



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Muhammad Rubby Fahlevi ◽  
Dewi Syavitri ◽  
Firman Herdiansyah

Daerah penelitian berada pada daerah Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujan mengetahui fasies dan sistem pengendapan pada daerah penelitian. Terutama pada kondisi geologi Formasi Halang yang dikenal juga sebagai daerah lingkungan pengendapan laut dalam atau turbidit. Pengambilan data dilakukan dengan metode stratigrafi terukur, ditunjang dengan analisis petrografi dan mikropaleontologi Formasi halang pada daerah penelitian didominasi oleh perselingan batupasir dan batulempung atau batulanau. Hasil kajian endapan turbidit dari formasi halang dapat disimpulkan terendapakan pada sistem <em>lobes</em> yang membentuk kipas laut dalam, mulai <em>upper fan</em> dan <em>suprafan lobes on mid fan</em>. Lapangan penelitian ini memiliki 4 asosiasi fasies, yaitu: (1) Fasies batupasir berukuran sedang sampai halus (AF1); (2) Fasies perselingan breksi dengan batupasir tuffaan (AF2); (3) Fasies perselingan batupasir berukuran kasar sampai sedang dengan batulempung (AF3); (4) Fasies batupasir berukuran sedang sampai halus tuffaan(AF4).



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Galang Fahmi Maulana ◽  
Muhammad Burhannudinnur ◽  
Wildan Tri Koesmawardani
Keyword(s):  

<p class="Abstract">Daerah penelitian berlokasi di Sungai Indragiti, Daerah Muaro Silokek, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Tujuan ini digunakan untuk mengetahui orientasi rekahan alami dari data <em>Digital Outcrop Model (DOM)</em>. Pengambilan data <em>Digital Outcrop Model (DOM)</em> menggunakan metode fotogrametri menggunakan drone, untuk menganalisis rekahan alami dengan skala makro. Interpretasi rekahan pada <em>Digital Outcrop Model (DOM)</em> digunakan untuk mengetahui domain struktur pada daerah penelitian. Hasil interpretasi rekahan alami, terdapat tiga domain struktur yang memiliki orientasi utara baratlaut-selatan tenggara, selatan timurlaut-barat baratdaya, dan timurlaut-baratdaya. Domain struktur yang terbentuk merupakan rekahan yang terbentuk akibat sesar mendatar menganan yang berorientasi tenggara-baratlaut berdasarkan sistem riedel.</p>



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Anak Agung Sagung Mayun Yudhyasmara Prabandari ◽  
Muhammad Burhannudinnur ◽  
Junita Trivianty Musu ◽  
Ricky Andrian Tampubolon
Keyword(s):  

<em>Cekungan Sumatra Utara merupakan salah satu cekungan produktif di Indonesia yang diketahui memiliki kondisi overpressure berdasarkan beberapa peneliti terdahulu, seperti Aziz dan Bolt (1984) dan Hutasoit, dkk. (2013). Penelitian dilakukan untuk mengetahui zona overpressure pada sumur pengeboran SM-1 di Lapangan “AAS” dengan berdasarkan perhitungan besarnya nilai tekanan pori, mengetahui kedalaman top overpressure, dan mengetahui mekanisme penyebab overpressure berdasarkan log sonic, log densitas, dan log neutron. Nilai tekanan pori didapatkan berdasarkan perhitungan dengan metode Eaton menggunakan data log sonic. Diketahui top overpressure Sumur SM-1 pada kedalaman 1653 ft, dimana zona overpressure berada pada kedalaman 1653 – 2510 ft, 3195 – 3473 ft, dan 4205 – 4486 ft (Formasi Baong). Mekanisme penyebab overpressure pada Sumur SM-1 adalah mekanisme loading berupa disequilibrium compaction.</em>



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Gana Vige Ortega ◽  
Suherman Dwi Nuryana ◽  
Arini Dian Lestari

<em>Daerah penelitian terletak di Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Penelitian kondisi kimiawi tanah dilakukan untuk melengkapi pengetahuan tentang daerah Leuwinangung dari aspek geologinya dimana sebelumnya daerah Leuwinaggung menjadi objek penelitian hidrokimia dan infiltrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi tentang kondisi tanah dari komposisi kimianya. Metodologi yang digunakan dengan melakukan survey lapangan pada 11 titik lokasi pengamatan dan analisa hasil uji laboratorium terhadap 4 sampel tanah dari 4 titik lokasi penelitian. Karakteristik kimiawi tanah pelapukan pada daerah Leuwinanggung menunjukkan tanah tinggi akan unsur oksida besi. Kehadiran okisda besi karena adanya proses pelapukan secara kimia pada endapan vulkanik dan menyebabkan unsur kimia berkonsentrasi dengan oksigen sehingga terjadi oksidasi pada unsur primer. Pelapukan yang sudah memasuki tahap lanjut menyebabkan jumlah unsur hara primer pada tanah berkurang. Tanah pada daerah penelitian merupakan tanah yang berasal dari lapukan batuan induk dari satuan Kipas Aluvium dengan litologi penyusun berupa batuan tuff.</em>



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Gheovany Tresna ◽  
Moehammad Ali Jambak
Keyword(s):  

<p class="Abstract">Pesatnya perkembangan akan pembangunan infrastruktur di Indonesia mengakibatkan meningkatnya pula kebutuhan akan bahan baku untuk pembangunan salah satunya semen. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, mencari lahan ekspklorasi baru perlu ditingkatkan agar kebutuhan konsumen terpenuhi. Sehingga pembangunan akan berjalan dengan baik. Formasi Salodik merupakan salah satu formasi batuan sedimen dengan litologi batugamping dan sekidikit batupasir pada bagian bawahnya, yang terlertak di daerah Luwuk dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litofasies dan kualitas batugamping daerah penelitian sebagai bahan baku semen berdasarkan data sayatan petrografi dan analisa kimia dengan menggunakan  XRF (X-Ray Flourosence) pada sample batuan yang didapat dari daerah penelitian.  Berdasarkan pengamatan melalui sayatan petrografi, maka litofasies pada batugamping Formasi Salodik adalah Large Foram Wackstone, Skeletal Wackstone, Mollusca Wackestone. Dari hasil analisis kimia yang dilakukan, batugamping pada daerah penelitian memiliki kandungan CaO yang tinggi dan MgO yang rendah. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan batugamping pada daerah penelitian merupakan bahan baku semen yang memiliki kualitas yang baik.</p>



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Rahmandika Tri Putra ◽  
Afiat Anugrahadi

<p><em>Penentuan kawasan resapan air bertujuan agar penataan tata ruang khususnya didaerah perkotaan lebih sistematis, dikarenakan daerah resapan air termasuk kedalam kawasan lindung dan harus dijaga agar tidak tercemar atau rusak. Tujuan diadakannya penentuan kawasan resapan air di daerah wargajaya, bogor, jawa barat karena daerah tersebut masih dalam tahap pembangunan dan banyak lahan – lahan yang kosong. Sehingga, sebelum kawasan tersebut meningkat menjadi kawasan yang maju, perlu diadakannya penelitian mengenai penentuan kawasan khususnya kawasan resapan air. Dalam penentuan kawasan resapan air, peneliti menggunakan parameter kawasan resapan air oleh Wibowo yang terdiri dari 4 parameter: kelerengan, curah hujan, tingkat infiltrasi, jenis tanah dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG) sebagai alat untuk melakukan analisa dan pemrosesan data. Hasil yang didapat berupa peta kawasan resapan air dengan 3 jenis kawasan resapan air didaerah penelitian, yaitu kawasan resapan air buruk, kawasan resapan air sedang, dan kawasan resapan air bagus. Dari peta tersebut, dapat disimpukan bahwa kawasan yang bagus dijadikan kawasan lindung berada dibagian timur laut dan barat daya peta.</em><em></em></p>



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document