Tarjih : Agribusiness Development Journal
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

5
(FIVE YEARS 5)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By STISIP Muhammadiyah Sinjai

2798-0782

2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 8-12
Author(s):  
Mirnatul Qinayah ◽  
Fadilah Nurdin ◽  
Ahfandi Ahmad ◽  
Sitti Nurani Sirajuddin ◽  
Aslina Asnawai

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pendapatan peternak yang bermitra dengan Universitas Hasanuddin di Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru dalam pengembangan sapi potong untuk meningkatkan pemanfaatan sumberdaya yang ada. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa di daerah tersebut merupakan lokasi sentra perbibitan sapi potong yang dikelola oleh Universitas Hasanuddin bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Barru. Penentuan peternak sebagai responden secara  purposive dengan jumlah responden sebanyak 33 orang peternak mitra. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Data penelitian dikumpulkan dengan melakukan survey dengan menggunakan teknik pengumpulan yaitu wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu statistik deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pendapatan peternak yang bermitra dengan perguruan tinggi yaitu Rp 1.151.085,-/ekor/periode.



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 26-31
Author(s):  
Suryanto ◽  
Sulaiman ◽  
Ahfandi Ahmad

Danau Tempe merupakan danau tektonik yang menjadi ekosistem ideal bagi perkembangbiakan ikan air tawar bahkan memiliki spesies endemik beberapa ikan air tawar. Kekayaan alam hayati ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kompleksitas sistem sosial masyarakat di Danau Tempe berdasarkan paradigma fakta sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Rapid Rural Appraisal (RRA) dan Metode Fenomenologi. Sistem sosial masyarakat di Danau Tempe berdasarkan Teori Luhmann merupakan sistem autopoetic, dimana karakter yang ada menghasilkan elemen dasar yaitu adat istiadat yang yang menjadi tuntunan dan pedoman secara turun temurun dalam menata hubungan-hubungan kemasyarakatan demi terciptanya dan terpeliharanya hubungan fungsional diantara masyarakat. Karakter yang lain adalah sistem mata pencaharian ganda masyarakat yaitu petani pada kondisi normal (K2) dan musim kemarau (K3) dan nelayan pada musim hujan (K1). Sistem pemanfaatan ini dipertahankan sampai sekarang. Perubahan yang terjadi hanya pada struktur internal yaitu pada awalnya di atur oleh raja sebagai pemangku kepentingan kemudian diganti oleh pemerintah Kabupaten Wajo. Aturan yang dibuat dalam bentuk zonasi tangkapan yaitu zona konservasi (Paco Balanda) zona terbatas (Palawang) zona bebas (Langga), zonasi garapan berupa hak guna lahan bagi masyarakat (tanah koti).



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 13-17
Author(s):  
Ria Indriani ◽  
Supriyo Imran ◽  
Nur Azizah

Pemanfaatan Danau Tempe secara tradisional terbagi atas beberapa kawasan/zona yang berlaku setiap pergantian musim. Danau Tempe menjadi sumber mata pencaharian bagi nelayan setempat. Nelayan di Danau Tempe terbagi berdasarkan zona penangkapan ikan. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas nelayan pemenang lelang di Danau Tempe dalam perspektif rasionalitas.  Dilaksanakan  pada April - Mei 2019 di Danau Tempe Kelurahan Laelo dan Sallomenraleng Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan. Pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara mendalam (Indepth Interview) dan dokumentasi. Adapun metode yang digunakan kajian ini adalah RRA (Rapid Rural Appraisal) untuk melihat fenomena yang terjadi di lokasi penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan metode verstehen. Hasil penelitian menunjukkan tindakan rasional komunitas nelayan untuk mengikuti lelang eks ornament terbagi atas 4, yaitu : (1) nelayan dalam mengikuti lelang berdasarkan pengalaman terdahulu dari keluarga dan nenek moyangnya yang disebut tindakan irrasional (Tindakan  tradisional), (2) nelayan pemenang lelang dalam menjalankan usahanya menggunakan alat tangkap untuk memproduksi ikan sebesar-besarnya yang disebut tindakan rasional instrumental, (3) nelayan dalam mengikuti lelang karena adanya  harapan akan memperoleh keuntungan yang besar yang disebut tindakan rasional tujuan, (4) nelayan dalam mengikuti lelang didorong oleh motivasi dengan mengikuti lelang maka mereka akan lebih dihargai oleh masyarakat dan status sosialnya akan meningkat yang disebut tindakan rasional nilai



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 1-7
Author(s):  
Sulaiman ◽  
Supardi Hasanuddin ◽  
Fatmawati

Penelitian ini bertujuan, antara lain untuk mengetahui preferensi Masyarakat terhadap Pangan olahan Ubi Kayu Menjadi Jepa di Kota Mamuju dan Mengetahui sikap masyakarat terhadap Pangan olahan Ubi Kayu Menjadi Jepa di Kota Mamuju.Sedangkan manfaat penelitian adalah : 1) Bagi pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi sumber pemikiran atau pertimbangan dalam menyusun suatu kebijakan di Kabupaten Mamuju, 2) Bagi produsen serta pemasar ubi kayu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang preferensi Masyarakat terhadap Pangan olahan Ubi Kayu Menjadi Jepa di Kota Mamujuyang nantinya dapat dijadikan sebagai sarana untuk mempermudah pemasaran Jepa sesuai dengan selera konsumen, 3) Bagi pihak lain, semoga hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu sumber informasi, wawasan dan pengetahuan serta sebagai referensi untuk penelitian yang sejenis, dan 4) Bagi peneliti, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, dan wawasan peneliti serta sebagai salah satu syarat kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Tomakaka Mamuju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Preferensi Masyarakat terhadap Pangan olahan Ubi Kayu Menjadi Jepa di Kota Mamuju lebih memilih jepa yang mempunyai ukuran sedang, bentuk bulat teratur, dan rasa yang gurih, dan 2) Sikap masyarakat terhadap atribut pangan olahan ubi kayu menjadi jepa yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian pangan olahan ubi kayu menjadi jepa di Kota Mamuju adalah atribut rasa. Urutan atribut dari yang paling dipertimbangkan sampai dengan yang kurang dipertimbangkan adalah rasa, bentuk, dan ukuran pangan olahan ubi kayu menjadi jepa.



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 18-25
Author(s):  
Ilmawati ◽  
Musdalifah Mahmud ◽  
Syamsinar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana pelaksanaan program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) (2) motivasi peternak terhadap program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dan (3) Faktor Internal dan eksternal apa saja yang berhubungan dengan motivasi peternak pada program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tellilimpoe, Kabupaten Sinjai. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan wawancara menggunakan kuisioner terhadap 41 responden/peternak yang dipilih secara acak sederhana.  Data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, median, rataan skor dan total rataan skor. Data mengenai hubungan antara peubah dianalisis dengan menggunakan uji korelasi rank Spearman.Hasil Penelitian menunjukkan, pelaksanaan Program Asuransi usaha Ternak Sapi (AUTS) di Kecamatan Tellulimpoe berjalan dengan baik yang ditandai jumlah peserta (sapi) terbanyak di Kabupaten Sinjai yang berjumlah 992 pada Tahun 2017.  terjadi peningkatan sebesar 164 peserta setiap tahunnya. Motivasi Peternak terhadap Program AUTS didasari atas keinginan untuk memenuhi kebutuhan dasar dengan nilai rataan skor responden sebesar 2,33 (tergolong sedang), kebutuhan berhubungan sosial dengan nilai rataan   skor responden sebesar 2,68 (tergolong tinggi), dan pengembangan usaha dengan nilai rataan skor responden sebesar 2,95 (tergolong tinggi). Faktor internal peternak yang mempunyai hubungan cukup dengan motivasi peternak dalam mengikuti program AUTS adalah  hubungan aspek sosial dengan umur responden (r = 0,545), hubungan aspek kebutuhan dasar dengan jumlah tanggungan keluarga (r = 0,675) dan hubungan aspek pengembangan usaha dengan tingkat Pendidikan (r = 0,705).  Sedangkan Faktor eksternal yang mempunyai hubungan kuat dengan motivasi peternak mengikuti program AUTS adalah aspek kebutuhan dasar (0,601) dan pengembangan usaha (0,580)  adalah factor pasar.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document