Al-Bayan Jurnal Studi Ilmu Al- Qur an dan Tafsir
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

63
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By Sunan Gunung Djati State Islamic University Of Bandung

2540-8461, 2528-1054



Author(s):  
Abdurrahman Said






2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 111-117
Author(s):  
Siti Chodijah ◽  
Dindin Moh. Saepudin

Penelitian ini bertujuan menelusuri dokumen tafsir yang terdapat di Jawa Barat. Metode penelitian dilakukan melalui survey dan disajikan secara analisis deskrptif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa perekembangan tafsir di JawaBarat diawali pada abad ke 16 s/d 19 Masehi, pada masa pra kemerdekaan, dan pasca kemerdekaaan pada abad ke 19 hingga sekarang. Adapun naskah-naskah yang ditelusuri yaitu  Hadis Kudsi, Sohibul Kitab Abdul Mursid, Kitab Tafsir Fatihah, Al-Qur’an,Tafsir Al-Qur’an dan  dan Tafsir Jalâlain,Naskah Selayang Yusuf  dan tafsir Jalalain koleksi  museum Sribaduga, dan  Naskah Tafsir Al-Qur’an  Cagar Budaya Candi Cangkuang (TACBCC).



2019 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 82-92
Author(s):  
Muhammad Alwi HS ◽  
Iin Parninsih

Bint al-Syathi adalah seorang penafsir perempuan pertama yang memiliki kitab tafsir, namanya sangat berpengauh dalam perkembangan sejarah pemikiran Islam. Pemikiran Bint al-Syathi banyak dipengaruhi oleh suami sekaligus gurunya, Amin Al-Khuliy. Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan pemikiran salah satu tokoh perempuan, Bint Syathitentang konsistensi metode penafsirannya ketika menafsirkan manusia dalam karyanya “Kitab Maqāl Fi Al-Insān: Dirāsah Qur’āniyyah”Penelitian ini menggunakan metode deskripsi-analitis dengan menggunakan teori Pra-pemahaman, yakni segala sesuatu yang mempengaruhi pembaca teks yang menentukan dalam memberikan penafsiran, seperti latar belakang sosial, pendidikan dan sebagainya, sehingga setiap penafsiran senantaisa terikat dengan ruang lingkup penafsir.Hasil penelitian ini menunjukan,Bint al-Syathi hendak mengekspor eksistensi manusia dilihat dari sudut pandang Alquran. Manusia mengalami perjalanan panjang dari polemik penciptaannya, kemudian manusia sebagai al-Bashar, tumbuh menjadi manusia dengan penalarannya, sehingga sampai pada kesanggupan atau tidaknya manusia menjadi khalifah di bumi sebagai penerimaamanat dari Allah.Dalam menjelaskan kosa kata yang merujuk pada manusia, Bint al-Syathi nampak tidak konsisten dalam mengaplikaskan metodenya. Khususnya yang berkaitan dengan kosakata manusia. Ia hanya menjelaskan sesuai metode yang ditawarkan pada kata al-Insān, tetapitidak pada kata nās, ins ataupun al-Bashar. 



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document