Elastisitas - Jurnal Ekonomi Pembangunan
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

42
(FIVE YEARS 15)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Mataram

2655-6944

2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 104-113
Author(s):  
Jalaludin

Jumlah penduduk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berdasarkan Sensus Penduduk 2020 adalah 5,32 juta jiwa dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) 1,63 persen, lebih tinggi dari LPP nasional sebesar 1,25 persen. Kuantitas dan kualitas  penduduk merupakan  dua faktor utama dalam menganalisis masalah kependudukan, dimana keduanya bisa dikaji melalui tren, sebaran, pertumbuhan dan komposisinya, Sementara proses demografi seperti Fertilitas, Mortalitas dan migrasi atau mobilitas serta persebaran adalah faktor faktor yang mempengaruhi dinamika kependudukan itu sendiri. Persebaran dan mobilitas penduduk ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dan keduanya merupakan determinan penting dalam kerangka pengendalian penduduk. Membicarakan masalah migrasi atau mobilitas penduduk, tidak begitu berarti bila tidak dikaitkan dengan  masalah persebaran penduduk, demikian pula sebaliknya menyelesaikan persoalan persebaran penduduk tidak mungkin dilakukan tampa mobilisasi atau perpindahan penduduk. Dengan adanya  mobilitas atau migrasi penduduk, pembangunan di daerah NTB semakin berkembang karena para migran umumnya adalah angkatan kerja dan biasanya memiliki semangat kerja dan semangat untuk maju yang besar dibandingkan dengan masyarakt local/ tempatan. Disamping itu kehadiran para migrant,  dapat menciptakan lapangan kerja baru yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Selain berdampak terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan, adanya mobilitas atau migrasi penduduk juga menyebabkan terjadinya perubahan terhadap  persebaran penduduk NTB.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 160-174
Author(s):  
Muhammad Irwan

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kebutuhan dan pengelolaan harta dalam Maqashid syariah. Harta merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia, karena akan menentukan kualitas kehidupannya baik masa sekarang maupun masa mendatang. Harta yang dimiliki oleh manusia harus memberi kemanfaatan (maslahah) baik bagi dirinya maupun bagi orang lain dan menghindari terjadinya kerusakan (mufsadat) yang dapat merugikan manusia itu sendiri. Maslahah merupakan tujuan syariah (maqashid syariah) dan menjadi inti utama dari syariah itu sendiri  dan bersifat umum dan universal. Pengelolaan harta bagi manusia dimaksudkan untuk menggunakan harta dan membelanjakan sesuai dengan perencanaan. Pengelolaan harta dilakukan dengan mendistribusikan dan tidak menimbunnya karena berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi. Distribusi harta dan tidak menimbun dapat menghindarkan manusia dari sikap pelit, kikir, sombong dan individualis. Pengelolaan harta terdapat terdapat 5 langkah yang dilakukan yaitu  Wealth creation/Accumulation atau penciptaan harta; (2) Wealth Consumption atau konsumsi harta; (3) Wealth purification atau penyucian harta; (4) Wealth Distribution atau distribusi harta; dan (5) Wealth protection atau perlindungan harta. 



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 148-155
Author(s):  
Helmy Fuadi

SP2020 mencatat penduduk Indonesia pada September 2020 sebanyak 270,20 juta jiwa. Sejak Indonesia menyelenggarakan Sensus Penduduk yang pertama pada tahun 1961, jumlah penduduk terus mengalami peningkatan. Hasil SP2020 dibandingkan dengan SP2010 memperlihatkan penambahan jumlah penduduk sebanyak 32,56 juta jiwa atau rata-rata sebanyak 3,26 juta setiap tahun Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2010–2020), laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,25 persen per tahun. Terdapat perlambatan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,24 persen poin jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk pada periode 2000–2010 yang sebesar 1,49 persen



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 125-136
Author(s):  
Suprianto ◽  
Sarifudin ◽  
Diah rusminingsih

Penelitian ini mengambil judul “ Kewajiban Perpajakan Wajib Pajak Badan Badasarkan Tarif Umum PPh Badan Tahun 2020 ( Studi Kasus Pada PT. Kamilia Utama Sentosa Mataram”). Tujuannya untuk menganalisis koreksi fiskal dan PPh terutang dalam pemenuhan kewajiban perpajakan WP Badan berdasarakan Tarif Umum PPh Badan Tahun 2020. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Kamilia Utama Sentosa di Mataram dengan penerapan metode kasus yaitu kasus yang ada pada PT.Kamilia Utama Sentosa terkait dengan Kewajiban perpajakan W P Badan mengacu pada peraturan pemerintah tentang tarif umum PPh Badan Tahun 2020.Pemennuhan Kewajiban Wajib Pajak Badan PT. Kamilia Utama Sentosa untuk tahun pajak 2020, yaitu Pemenuhan Kewajiban Wajib Pajak Badan terkait perhitungan, penyetoran, dan pelaporan SPT Tahunan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu dengan penerapan tarif PPh Badan sebesar 22 %. Hasil koreksi fiskal menunjukkan ada beda waktu dalam perhitungan terkait pengakuan biaya-biaya menurut undang-undang pajak. Koreksi positif menurut fiskal terjadi selisih sebesar Rp 13.674.428,- sedangkan Penghasilan Kena Pajak di laporan Laba/Rugi sebesar Rp 496.659.611, sehingga PPh terutang PKP yang mendapat Fasilitas (50 % x 22 % ) x PPh Yang mendapat Fasilitas , yaitu PPh terutang sebesar Rp 34.062.397,- Setelah dikurangi total kredit pajak yang telah disetorkan maka PPh kurang/lebih bayar sebesar ( PPh terutang – Kredit Pajak ) yaitu Rp 34.062.397 – 61.917.344 = Rp 27.854.947,- (PPh yang lebih dibayar ).Kelebihan bayar PPh badan PT. Kamilia Utama Sentosa dapat diminta kembali atau di restitusi dan atau diperhitungkan pada tahun pajak 2021 atau di kembalikan kelebihan pajak tersebut kepada PT. Kamilia Utama Sentosa dengan mengajukan permohonan kepada Direktorat Jenderal Pajak.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 156-159
Author(s):  
Muhammad Firmansyah ◽  
Masrun Masrun ◽  
I Dewa Ketut Yudha S

Penelitian kualitatif saat ini telah mendapat tempat dalam kajian-kajian ilmiah di lingkup fakultas ekonomi dan bisnis. Telah banyak tugas akhir mahasiswa berupa skripsi, tesis dan disertasi yang menggunakan metode penelitian kualitatif. Namun dalam pelaksanaannya perbedaan antara kuantitatif dan kualitatif masih samar-samar di kalangan mahasiswa dan juga dosen yang terbiasa dengan metode kuantitatif. Sehingga masih dibutuhkan penjelasan perbedaan kedua metode tersebut. Artikel ini menjelaskan esensi perbedaan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Artikel ini menggunakan analisis kepustakaan.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 99-103
Author(s):  
Lukman Hakim ◽  
Endang Astuti ◽  
Tuti Handayani

Kajian riset guna merumuskan strategi yang diperlukan untuk pengembangan wisata,  lazimnya menggunakan analisis SWOT. Beberapa diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Satriawati, dkk (2019); Susanto dan Amin Kiswantoro (2019); Suprina dan A. Amanda Nathania (2018); maupun oleh Salam, dkk (2018). Namun, dalam metode analisanya tidak menunjukkan adanya suatu hasil berupa indeks dari SWOT – suatu besaran/angka yang menentukan koordinat kuadran strategi, sebagai dasar utama dalam merumuskan strategi dan tingkat konfidensinya. Disamping itu, diadopsi Model Diamond dari Porter (Valiollahpour, et.al, 2014) untuk melengkapi analisa SWOT.   Riset bertujuan untuk menentukan arah dan strategi pengembangan wisata, serta mengidentifikasi obyek wisata unggulan di desa penelitian berdasarkan bauran pendekatan tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa arah pengembangan wisata Desa Sekotong Barat adalah wisata bahari, dengan obyek wisata unggulan pada obyek wisata renang. Strategi pengembangan pariwisata desa bersifat agresif.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 137-147
Author(s):  
Emi Salmah ◽  
Luluk Fadliyanti ◽  
Siti Sriningsih

Berwirausaha dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial yang ada, seperti saat ini semua orang dapat dengan mudah mengakses bahkan memiliki akun media sosial yang dapat digunakan untuk berbagi informasi baik berupa foto ataupun vidio. Instagram merupakan salah satu media sosial yang paling diminati para generasi milenial dan banyak menggunakan 4 platform media sosial, yakni Instagram, Snapchat, Youtube dan Fecebook. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar  pengaruh pemanfaatan media sosial instagram terhadap minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mataram. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner. Teknik analisis yang digunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel dependen komunitas online (X1), secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel independen minat berwirausaha (Y), sedangkan variabel interaksi (X2), dan variabel aksesabilitas (X3) secara parsial masing – masing berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha (Y). Dan secara simultan semua variabel dependen komunitas online (X1), interaksi (X2), dan aksesabilitas (X3) secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha (Y). Sedangkan berdasarkan hasil deteksi asumsi klasik menunjukkan kondisi model tidak dalam masalah multikoloniaritas, tidak mengandung heteroskedastisitas dan menunjukkan kondisi normal.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 114-124
Author(s):  
Wahidin ◽  
Mustain ◽  
Yusuf Hasbullah
Keyword(s):  

Ruang lingkup penelitian ini menganalisis pengaruh pendapatan per kapita,  dan sektor-sektor ekonomi terhadap kapasitas pajak daerah. Tujuannya: untuk menganalisis pengaruh pendapatan per kapita, sektor industri, sektor perdagangan, sektor akomodasi dan penyedia makanan minuman, dan sektor informasi dan komunikasi terhadap kapasitas Pajak Daerah. Variabel penelitian yaitu: pendapatan per kapita, PDRB sektor industri, PDRB sektor perdagangan, PDRB sektor akomodasi dan penyedia makanan minuman, PDRB sektor informasi dan komunikasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Analisi data dilakukan dengan menggunakan analisis Regresi berganda data panel. Metode data panel yang dipakai adalah metode Random Effect. Hasil penelitian: pendapatan per kapita dan sektor industri berpengaruh secara tidak signifikansi terhadap pajak daerah. Sektor perdagangan, sektor akomodasi dan penyedia makanan minuman dan sektor informasi dan komunikasi berpengaruh secara signifikansi terhadap pajak daerah. Sektor perdagangan walaupun pengaruhnya secara signifikansi, namun berpengaruh negatif.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 17-25
Author(s):  
Wahidin ◽  
M. Firmansyah ◽  
Endang Astuti

Ruang lingkup penelitian ini menganalisis Pola dan Struktur Pertumbuhan Sektor Ekonomi Kota Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuannya: 1) untuk mengetahui sektor ekonomi Mataram yang prima dan potensial. 2) untuk mengetahui kabupaten mana yang mempunyai keterkaitan/interaksi yang kuat dengan Kota Mataram. Variabel penelitian: pertumbuhan ekonomi, PDRB Kota Mataram dan Propinsi NTB, jumlah penduduk, dan jarak antar kabupaten. Pengumpulan data dengan metode dokumentasi. Analisis data menggunakan: 1) Tipologi Klassen, 2) Model Gravitasi. Hasil penelitian: sektor ekonomi Kota Mataram yang prima dan potensial adalah: sektor konstruksi,  sektor perdagangan besar dan eceran, sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa keuangan dan asuransi, dan sektor jasa Pendidikan. Kabupaten yang mempunyai keterkaitan yang kuat dengan Kota Mataram adalah kabupaten Lombok Barat dan kabupaten Lombok Tengah.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 61-76
Author(s):  
Taufiq Chaidir ◽  
Ihsan Ro'is ◽  
Akhmad Jufri

Beberapa strategi ditempuh perbankan untuk meningkatkan kualitas dan ragam layanan keuangan, dimana sejumlah bank mengembangkan digital banking secara internal (in house) yang berfokus pada multichannel delivery terutama m-banking, sehingga fungsi layanan bank menjadi lebih efisien. Salah satu konstruksi model yang kiranya dapat membuktikan penerimaan dan penggunaan teknologi m-banking adalah model unified theory of acceptance and use of technology (UTAUT). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa harapan kinerja, harapan berusaha, pengaruh sosial, kondisi fasilitas, jenis kelamin, dan usia berpengaruh langsung dan signifikan terhadap niat berperilaku menggunakan m-banking, serta untuk membuktikan bahwa niat berperilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku menggunakan m-banking. Lokasi penelitian di 2 Kota dan 8 Kabupaten di Provinsi Nusa Tengara Barat. Metode pengumpulan data menggunakan sampel survey, dengan jumlah sampel sebanyak 100 nasabah pengguna m-banking. Teknik sampling menggunakan metode judgement sampling, adapun alat pengumpulan data menggunakan kuesioner memanfaatkan aplikasi google form. Pengujian hipotesis menggunakan alat analisis SEM-PLS. Hasil penelitian membuktikan bahwa bahwa dari 4 variabel yakni harapan kinerja, harapan usaha,  dukungan sosial, dan kondisi fasilitas,  hanya harapan usaha yang tidak berpengaruh signifikan, sedangkan  harapan kinerja, dukungan sosial, dan kondisi fasilitas berpengaruh signifikan terhadap niat berperilaku menggunakan m-banking. Efek moderasi jenis kelamin dan usia tidak berpengaruh terhadap niat berperilaku dan perilaku menggunakan m-banking. Adapun niat berperilaku berpengaruh signifikan terhadap perilaku menggunakan m-banking pada bank konvensional dan bank syariah di Provinsi NTB. Perilaku menggunakan m-banking dapat diukur melalui niat dan dianggap sebagai variabel penting dalam penerimaan teknologi, hal tersebut secara eksplisit diungkapkan bahwa niat perilaku sebenarnya mengarah pada penggunaan teknologi.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document