Pute Waya : Sociology of Religion Journal
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

8
(FIVE YEARS 4)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Institut Agama Kristen Negeri Manado

2747-1179

2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 24-39
Author(s):  
Adelvia Tamu Ina Pay Djera

Masyarakat sebagai elemen dasar dari peradaban manusia, sejatinya terbentuk dalam berbagai upaya dan interaksi sosial. Interaksi yang terjalin disebabkan oleh berbagai aspek, hubungan biologis, lokasi tempat tinggal, suku, pemahaman ideologi yang sama termasuk usaha untuk mencapai tujuan bersama melalui kesepakatan-kesepakatan sosial tertentu yang mengikat. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji fenomena ini dengan teori Karl Marx sebagai acuan dari munculnya konflik dalam kehidupan Bangsa Israel, lebih lanjut didukung oleh beberapa teori sosial lainnya. Adapun tulisan ini menggunakan metode hermeneutik untuk memahami situasi sosio-historis dari keberadaan Israel dan menganalisanya sesuai dengan teori-teori sosial.  Dinamika sosial kehidupan bangsa Israel menunjukkan bahwa sebagai komunitas,yaitu komunitas yang bersatu pada masa kepemimpinan Daud (Israel Bersatu) dan terpecah pada masa pemerintahan Salomo menjadi Israel Selatan dan Israel Utara. KEPUSTAKAAN Bernhard W. Anderson. The Books of the Bible. New York: CSS, 1991. Elly M. Setiadi & Usman Kolip. Pengantar Sosiologi: Teori, Aplikasi dan Pemecahannya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011. George Ritzer & Douglas J.Goodman. Teori Sosiologi: Dari Teori Sosiologi Klask sampai perkembangan terakhir teori sosial postmodern. Bantul: Kreasi Wacana, 2016. Heine Andersen & Lars Bo Kaspersen. Classical and Modern Social Theory. Malden: Blackwell Publishers, 2000. John A. Titaley. Persepuluhan dalam Alkitab Ibrani Israel Alkitab. Salatiga: Satya Wacana Press, 2016. Norman K. Gottwald. The Hebrew Bible: A Socio-Literary Introduction. Philadelphia: Fortress Press, 1985. Norman K. Gottwald. The Tribes of YHWH:  A Sosiology of The Religion of Liberated Israel. New York: Orbis Book, 1979. Norman K. Gottwald. The Politics of Ancient Israel. Louisville Kentucky:Westminster John Knox Press, 2001. Robert B. Coote & David Robert Ord. Sejarah Pertama Alkitab: Dari Eden hingga Kerajaan Daud berdasarkan Sumber Y. BPK Gunung Mulia; Satya Wacana Press, 2015. Robert B. Coote. Demi Membela Revolusi: Sejarah Elohist. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011. Soerjono Soekanto. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1982. Samuel Koenig. Mand and Society, the basic teaching of sociology. New York: Barners & Noble Inc, 1957



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 40-55
Author(s):  
Alon Mandimpu Nainggolan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan model diakonia gereja yang relevan dengan situasi ketika mengalami bencana nonalam, khususnya pandemi Covid-19 dan sebagai wujud mitigasi bencana nonalam di masa kini dan mendatang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa gereja dari tingkat nasional, wilayah dan lokal telah berperan aktif dalam upaya mitigasi risiko bencana nonalam, pandemi Covid-19. Fondasi Alkitab bagi model diakonia karitatif dan transformatif secara integratif adalah karakteristik pelayanan Tuhan Yesus yang dicatat dalam Lukas 4:18-19, Matius 14:13-21 dan  Matius 25:31-36. Integrasi model diakonia gereja karitatif dan transformatif adalah solusi bagi warga gereja dan masyarakat yang mengalami penderitaan akibat bencana nonalam pandemi Covid-19.



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 82-99
Author(s):  
Anggun Permata Indah Limbu
Keyword(s):  

Tulisan ini hendak untuk mengelaborasikan tiga  pandangan kitab-kitab keagamaan yakni Al-Quran, Alkitab serta Abdhidamma dalam menanggapi fenomena dalam masyarakat yang urgent belakangan ini. Fenomena tersebut ialah keberlangsungan hidup manusia dan alam yang senantiasa berdampingan. Di samping itu kitab-kitab keagamaan digunakan sebagai acuan bagi umat beragama dalam merealisasikan hidupnya. Dalam penulisannya, kitab-kitab keagamaan sedikit banyak memuat dikotomi terhadap perkembangan dan keutuhan lingkungan hidup dari cara pandang  antroposentrisme sekaligus ekosentrisme. Hal tersebut menjadi stimulan dan rangsangan bagi setiap umat untuk bertindak terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Tindakan tersebut dapat direalisasikan dalam wujud menguasi alam secara antrophos atau bertindak secara ekosentris. Berdasarkan sikap manusia terhadap alam, maka deep ecology hadir sebagai suatu paradigma yang muncul juga dalam pandangan Ekoteologi maupun Ekosufisme dalam rangka mewujudkan harmonisasi seluruh ciptaan melalui stimulan dilandaskan pada kitab keagamaan. Di samping itu juga, deep ecology nampak dalam dari perspektif Buddha melalui Abhidamma. Data-data yang didapatkan dalam penulisan ini berdasarkan studi literatur dari berbagai penulis yang membahas tentang hubungan manusia dan alamnya. Oleh sebab itu, melalui kitab keagamaan, wacana-wacana tentang lingkungan hidup semakin hari dikabarkan bagi setiap pendengarnya. Dari kitab keagamaan,  muncul gerakan cinta lingkungan yang terus diwartakan dalam setiap peribadahan agar tercapainya harmonisasi tersebut. Akan tetapi, wacana tersebut nyatanya belum dihayati secara benar dalam setiap lapisan masyarakat. Kitab keagamaan sebagai Power of Religion dengan pemahaman yang keliru dapat membangun paradigma-paradigma baru menuju kepada kehancuran lingkungan hidup. Disharmonisasi seluruh ciptaan dapat terjadi jikalau kata “menguasai” dan cara pandang manusia sebagai makhluk super power di salah tafsirkan dalam kehidupan seharinya. Oleh sebab itu, melalui tulisan ini menawarkan beberapa sudut pandang yang dapat dibangun dalam mencapai harmonisasi seluruh ciptaan.



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 56-65
Author(s):  
Ria M. Usmany ◽  
Yuni Labobar

Kearifan lokal yaitu usaha manusia dengan menggunakan akal budi (kognisi) untuk bertindak dan bersikap terhadap sesuatu, objek, atau peristiwa yang terjadi dalam ruang tertentu, dan dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan akal pikirannya dalam bertindak atau bersikap sebagai hasil penilaian terhadap sesuatu, obyek, atau peristiwa yang terjadi sehingga seringkali diartikan sebagai kearifan atau kebijaksanaan.  Saniri Negeri adalah salah satu dari kearifan  lokal yang dimiliki oleh orang Maluku. Salah satu fungsinya adalah menjembatani konflik yang terjadi dalam masyarakat Maluku.  



2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 100-113
Author(s):  
Arthur Aritonang

Artikel ini merefeksikan kembali peristiwa ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju kembali dalam kontestasi pada Pilkada DKI Jakarta beberapa tahun yang lalu. Persoalan Pilkada DKI Jakarta ini menjadi semakin sukar bermula ketika Pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 diedit dan diunggah oleh Buni Yani ke media sosial. Pidato Ahok kemudian mengundang reaksi dari kalangan masyarakat Islam di Indonesia menuntut akan keadilan hukum di Indonesia. Ahok dianggap sebagai penista agama meskipun di kalangan Islam ada yang berpendapat berbeda bahwa ucapan Ahok tidak ada unsur menistakan agama Islam. Isu penistaan agama ini kemudian dipolitisasi oleh pihak lawan Ahok-Djarot baik melalui media sosial, ceramah yang dilakukan di masjid-masjid maupun dengan melakukan mobilisasi massa yang dengan tujuan yang sama yaitu membangun narasi politik untuk tidak memilih Ahok yang adalah orang ‘kafir’ (Kristen) dan juga keturunan etnis Tionghoa yang dianggap non-pribumi. Keberadaan Ahok ini merepresentasikan dari identitas pluralisme di Indonesia. Maka serangan politik identitas ini bertujuan untuk mengalahkan lawan politiknya tetapi secara langsung merupakan gerakan anti pluralisme. Melalui artikel ini penulis hendak menganalisis, memberikan tanggapan teologis dengan mengunakan pendekatan literatur kepustakaan  maupun hasil wawancara. Temuan dari penelitian ini ialah, agar di masa mendatang jalannya pesta demokrasi dapat lebih beradab dan menempatkan agama pada porsi yang tepat yaitu membina karakter dan membangun spritualitas anak bangsa bukan malah sebaliknya masuk ke dalam ruang politik praktis yang nantinya dapat merusak martabat dari agama itu sendiri sekaligus menumpulkan kepekaan hati nurani anak bangsa dalam memilih calon pemimpin politik yang ingin mengabadikan dirinya bagi kepentingan orang banyak. 



2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 66-81
Author(s):  
Jear Nenohai

Kasus perdagangan manusia di Nusa Tenggara Timur tidak hanya menghadirkan pergumulan sukar bagi Gereja Masehi Injili di Timor namun juga rasa bersalah yang hebat pada diri korban dan orang-orang dekat korban. Rasa bersalah tersebut mengakibatkan para korban menciptakan sebuah penderitaan yang baru yakni sikap menghakimi diri sendiri. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan menkonstruksi makna teologi pengampunan dengan dilandaskan rasa keadilan dan kasih sekaligus bagi korban dan juga pengampunan bagi warga GMIT sebagai sebuah persekutuan iman. Lebih lanjut, konstruksi tersebut penulis hasilkan melalui dialog antara ide tradisi mengingat dalam Perjanjian Lama dan juga melalui teologi pengampunan. Melalui studi pustaka ini, penulis berkeyakinan bahwa pengampunan dari para korban tidak hanya akan membawa pembebasan bagi para korban dari rasa bersalah namun juga memiliki dampak transformasi bagi kehidupan bagi para korban dan komunitas iman Gereja Masehi Injili di Timor.



2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 129-144
Author(s):  
Trinovianto Hallatu ◽  
I.D. Palittin

Fenomena anak jalanan adalah salah satu permasalahan sosial yang dapat ditemukan di mana saja, termasuk di Merauke, Papua. Anak jalanan di Merauke, dikenal dengan istilah anak aibon, karena kebiasaan mereka dalam menghirup lem aibon. Permasalahan anak aibon ini dapat dianalisis menggunakan teori sosiologi, khususnya teori Fungsionalisme oleh Parsonn dan juga teori tindakan sosial oleh Weber. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data melalui observasi dan juga wawancara. Penelitian dilakukan di Pokja SD Ermasu Merauke dengan mewawancarai 10 anak aibon. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dideskripsikan. Keberadaan anak aibon di Merauke menunjukkan permasalahan sosial yaitu tidak berjalannya fungsi lembaga keluarga, masyarakat, dan juga pemerintah (disfungsional sistem). Akibatnya adalah terjadinya perubahan sosial dalam sistem masyarakat itu sendiri. Tindakan anak aibon merupakan tindakan sosial murni (zwerk rational), karena mereka menghirup lem aibon secara sadar untuk mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dari permasalahan hidup. Penyelesaian masalah ini harus melibatkan keluarga, pemerintah Merauke dan juga masyarakat Merauke.



2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 114-128
Author(s):  
Wolter Weol ◽  
Alon Mandimpu Nainggolan ◽  
Nency Aprilia Heydemans
Keyword(s):  

Artikel ini mendeskripsikan mengenai solidaritas sosial dan agama pada masa pandemi Covid-19 di Manado, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa solidaritas sosial agama, masyarakat Kristen dan Islam di manado telah terlaksana dengan baik sehingga menjadi solusi bagi mereka yang sedang terdampak Covid-19. Agama telah berperan sebagai agen perubahan, agen pemersatu dan agen pembangkit solidaritas sosial di tengah masyarakat. Solidaritas sosial di Manado terbentuk atas agama yang kuat, diwariskan secara berkelanjutan sepanjang sejarah hadirnya gereja dan mesjid di Manado sampai sekarang. Penelitian ini memanfaatkan pemikiran Emile Durkheim tentang solidaritas sosial, khususnya tipe mekanik dan organik dan gambaran agama di Manado yang memiliki solidaritas sosial yang sehat. Hasil penelitian dalam artikel ini adalah bahwa solidaritas sosial yang dikemukakan oleh Emile Durkheim bermanfaat untuk memahami solidaritas sosial pada masa pandemi covid-19,  agama berkaitan dengan sikap, motivasi dan tindakan masyarakat dalam mendemonstrasikan solidaritas sosial bagi sesamanya, solidaritas sosial adalah solusi bagi masyarakat dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya ketika menghadapi bencana nonalam pandemi Covid-19.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document