Karakteristik adalah kemampuan untuk memadukan nilai-nilai yang menjadi filosofi atau pandangan dunia yang utuh, memperhatikan komitmen yang teguh dan responden yang konsisten terhadap nilai-nilai tersebut dengan menganarasikan pengalaman tertentu menjadi satu sistem nilai (Notoatmodjo, 2000 dalam Ismael, 2009). Menurut penelitian yang dilakukan oleh Maksydayan (2012), karakteristik individu merupakan ciri-ciri yang dimemiliki oleh seseorang yang berhubungan dengan semua aspek kehidupan dengan lingkungannya. Karakteristik tersebut terbentuk oleh faktor-faktor biologis dan sosiopsikologis. Faktor biologis meliputi genetik, sistem syaraf dan hormonal, sedangkan faktor sosiopsikologis terdiri dari komponen-komponen kognitif (intelektual), konatif (kebiasaan dan kemauan bertindak), afektif (emosional).Karakteristik individu diklasifikasikan menjadi dua yaitu karakteristik demografi dan karakteristik psikologif. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpilkan karakteristik adalah ciri-ciri yang ada di dalam masing-masing dari individu yang nantinya akan mempengaruhi individu dalam melakukan sesuatu. Karakteristik dari perawat terdiri dari kemampuan dan ketrampilan fisik dan mental dari individu sebagai perawat. Karakteristik ini dipengaruhi juga oleh latar belakang keluarga, tingkat sosial, pengalaman, umur, enis kelamin, dan etnis. Perawat sebagai pekerja memiliki karakteristik individu yang berpengaruh terhadap hasil manajemen. Karakteristik ini dapat memberikan hasil manajemen baik dan tidak baik. Demikian pula dengan tingkat pengetahuan perawat sebagai pekerja, dapat mempengaruhi ketrampilan dalam melaksanakan apa yang sudah direncanakan oleh manajemen. (Gibson dalam Yaslis Ilyas,1999:37).Etika merupakan pedoman untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan merupakan kesepakatan dari nilai-nilai positif untuk menghasilkan kebaikan guna perkembangan individu dan masyarakat, dan aturan apa saja yang kita butuhkan untuk mencegah manusia berbuat jahat (Suhaemi, 2003). Etika keperawatan adalah nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang diyakini oleh profesi keperawatan dalam melaksanakan tugasnya yang berhubungan dengan pasien, masyarakat, teman sejawat maupun dengan organisasi profesi, dan juga dalam pengaturan praktik keperawatan itu sendiri. Prinsip-prinsip etika ini oleh profesi keperawatan secara formal dituangkan dalam suatu kode etik yang merupakan komitmen profesi keperawatan akan tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat (Berger & Williams, 1999). Salah satu cara memenuhi prinsip-prinsip etik yaitu perawat membutuhkan kompetensi professional dan kerangka kerja yang disediakan oleh kode etik sebagai standar pelayanan dan penilaian yang benar selama bekerja (Heikkinen, Sala, Radaelli, & Leino-kilpi, 2006; Verpeet et al., 2005). Secara global perawat di seluruh dunia memiliki kode etik keperawatan yang dibuat oleh organisasi profesi setiap negara, misalnya di Amerika dikenal dengan American Nurse Association (ANA) yang merupakan organisasi keperawatan di Amerika di mana mewakili kepentingan 3,1 juta perawat untuk memajukan profesi keperawatan dengan mendorong standar praktek keperawatan yang tinggi (ANA, 2011).Perawat yang memiliki pengetahuan tentang prinsip etik harus menerapkannya dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien agar dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan antar perawat, klien dan petugas kesehatan lain. Hubungan saling percaya dapat meningkatkan keyakinan pasien akan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas yang didapatkan dari perawat (Malau, 2008 dalam Indrastuti, 2010, p.4).