GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

19
(FIVE YEARS 19)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

2776-3331

2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 142-161
Author(s):  
Andi Yunarni Yusri ◽  
Akbar Taufik ◽  
Ahmad Yusuf

Referensi merupakan aspek yang sangat penting dalam dunia akademis. Seorang akademisi tentunya tidak dapat dipisahkan dari buku, jurnal, ataupun artikel dan makalah. Tidak terlalu mengherankan bila seorang akademisi memiliki referensi dengan jumlah hampir satu ruangan kerja bahkan lebih. Seiring dengan perkembangan teknologi, hampir semua referensi ilmiah tersebut telah dialih bentuk menjadi format digital dalam bentuk dokumen/file komputer. Hal ini tentunya sangat membantu sekali sehingga penyimpanan referensi tidak lagi memerlukan ruangan fisik yang besar atau banyak, namun cukup disimpan dalam harddisk seukuran telapak tangan. Tujuan PKM ini adalah: 1) Meningkatkan keterampilan guru dalam membuat referensi publikasi melalui software; 2) Untuk mendukung pelaksanaannya, Metode yang ditawarkan adalah pemberian materi pelatihan tentang manajemen referensi publikasi.



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 100-107
Author(s):  
Dewi Kurniawati ◽  
Nur 'Aini Azhari Nugrahani ◽  
Bethari Mukti Kusumaningtyas ◽  
M. Abdus Syakur ◽  
Rezania Asyfiradayati
Keyword(s):  

Pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar SMA Negeri 2 Brebes mengenai penggunaan media sosial yang sesuai agar tidak mempengaruhi kesehatan mental pelajar. Tujuan pengabdian masyarakat diharapkan dapat menurunkan angka kecanduan penggunaan media sosial terhadap pelajar. Pengabdian Masyarakat diawali dengan sosialisasi melalui media online yaitu via whatshapp grup dan pemberian pre test, dilanjutkan penyampaian materi melalui platform google meeting dengan power point setelah itu dilakukan evaluasi untuk mengetahui peningkatan pengetahuan siswa-siswi sesudah diberi materi dengan memberikan post test. Pengabdian ini dilakukan pada siswa yang tergabung dalam kepengurusan organisasi sekolah yaitu OSIS dan PMR agar dapat menjadi wadah, penggerak, dan motivator yang bersifat preventif serta memperkenalkan masalah seputar kesehatan di kalangan pelajar, yang dapat memberikan perubahan dalam penggunaan media sosial yang lebih baik bagi siswa siswi SMA Negeri 2 Brebes. Materi yang diberikan dalam pengabdian ini adalah materi edukasi dalam bermedia sosial yang baik untuk diterapkan selama pandemi agar tidak mempengaruhi kesehatan mental. Berdasarkan hasil post test (92.50) pengetahuan siswa siswi SMA Negeri 2 Brebes meningkat dibandingkan dari hasil pre test (85.00) sebelum sesi diskusi dimulai. Acara ini memberikan manfaat bagi siswa siswi SMA Negeri 2 Brebes. Siswa dapat mengetahui cara efektif dalam menggunakan media sosial agar tidak mempengaruhi kesehatan mental karena disaat pandemi mereka tidak bisa lepas dari media sosial, terutama dengan penggunaan media sosial yang berlebih yang berdampak pada turunnya minat belajar, tidak fokus saat pelajaran sehingga menyebabkan prestasi menurun.



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 119-130
Author(s):  
Syarief Dienan Yahya ◽  
Astuty Hasti

Mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan UMKM Otak-Otak Ikan Tenggiri Pelabuhan Paotere Kecamatan Ujung Tanah Makassar. Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa dalam menjalankan usahanya mitra menghadapi beberapa hambatan permasalahan pada beberapa aspek yaitu ( 1) Aspek Manajemen, (2) Aspek Produksi, (3) Aspek Sumber Daya Manusia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara umum menggunakan pendekatan partisipatoris melalui pelibatan mitra secara aktif dalam perancangan metode pelaksanaan kegiatan. Hal ini dilakukan agar kegiatan yang dilaksanakan dapat tepat sasaran. Pendekatan brainstorming, observasi, dan diskusi mendalam juga dilakukan guna memperoleh informasi yang lebih valid dalam memformulasikan solusi dari permasalahan yang dialami mitra. Fokus dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi pengelolaan manajemen UMKM yang terdiri dari penyusunan job description karyawan untuk berbagai kegiatan lini produksi, redesain dan rebranding produk, online selling, sistem pembukuan, pengadaan alat produksi berkapasitas besar, serta workshop, pelatihan dan pendampingan dalam melakukan penjualan dan transaksi menggunakan mobile banking. Di akhir kegiatan diharapkan target luaran yang dihasilkan meliputi: peningkatan pengetahuan, peningkatan keterampilan, peningkatan kualitas produk, peningkatan jumlah produk, peningkatan jenis produk, peningkatan kapasitas produksi, pemasaran antar pulau, peningkatan aset, peningkatan omset, peningkatan kemampuan manajemen, dan peningkatan keuntungan mitra. Target luaran tersebut diukur melalui beberapa indikator keberhasilan dan pencapaian luaran secara kuantitatif, sehingga keberhasilan program ini dapat dengan mudah untuk diukur.



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 93-99
Author(s):  
Zul Adhayani Arda ◽  
Maesarah ◽  
Nur Hamdani Nur ◽  
Nur Aisa Taki

Desa Dulupi memiliki jumlah penduduk 4165 jiwa. Berdasarkan hasil pendataan masih ditemukan beberapa masyarakat yang tidak melakukan pola hidup sehat seperti, merokok (28,7%), membuang sampah tidak pada tempatnya (46,3%), dan belum memiliki jamban (25,7%). Sehingga dianggap perlu untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pola hidup sehat melalui penyuluhan kesehatan. Kelompok sasaran untuk kegiatan pengabdian ini adalah anak usia remaja yaitu siswa SMP Negeri 1 Dulupi yang terletak di Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo. Usia remaja dijadikan kelompok sasaran karena usia remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke masa dewasa yaitu usia 10-19 tahun dengan rasa keingintahuan yang sangat besar. Target siswa dalam kegiatan ini adalah 30 siswa. Jumlah siswa yang dijadikan responden terbatas karena masih dalam kondisi pandemic COVID 19.   Metode pengabdian yang dilakukan adalah “Pretest – Penyuluhan – Postest”. Materi yang diberikan adalah tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan bahaya merokok. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan siswa sebelum dan ssetelah diberikan penyuluhan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan. Dengan peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para siswa untuk selalu menerapkan pola hidup sehat baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 108-118
Author(s):  
Sunarti Hanapi ◽  
Moh. Rivandi Dengo ◽  
Desri landa Singal ◽  
Irmawati Suma

Mencuci tangan pakai sabun adalah salah satu upaya pencegahan melalui tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun. Tangan manusia seringkali menjadi agen yang membawa kuman daan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang atau dari alam ke orang lain melalui kontak langsung atau tidak langsung. Berdasarkan hasil survey Desa Tanah Putih merupakan sebuah wilayah yang berada di Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, dengan batas Desa Polohungo di sebelah timur, Desa Pangi di sebelah barat dan Desa Tangga jaya sebelah utara. Tanah Putih mempunyai wilayah dengan pemukiman dengan luas o Ha, perkebunan dengan luas 2 Ha, dan hutan seluas o Ha, kepadatan penduduk di wilayah Desa Tanah Putih yang tergolong cukup bisa menyebabkan potensi penyakit menular sangat besar. Berdasarkan hasil pendataan pada pengalaman belajar lapangan I kepemilikan Tempat Cuci Tangan yang paling banyak Terdistribusi yaitu pada Dusun 2 sebanyak 45 (27,3%) dengan kategori Tidak Tersedia sabun dan yang paling sedikit terdapat di Dusun 3 sebanyak 2 (1,2%) dengan kategori Tidak memiliki tempat cuci tangan. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat tentang pentingnya CTPS untuk hidup bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan pola hidup sehat masyarakat Desa Tanah Putih, Kecamatan Dulupi,Kabupaten Boalemo. Hasil yang diperoleh dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan informasi pada masyarakat Desa Tanah Putih tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun untuk pencegahan dari berbagai penyakit.  Serta kami memberikan informasi tentang pembuatan tempat cuci tangan yang bisa diolah dari barang bekas, contohnya galon air minum, gelong minyak, ember dan masih banyak lagi barang bekas yang bisa digunakan untuk pembuatan Tempat cuci tangan.



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 131-135
Author(s):  
Dedy Richi Rizaldy Rizaldy ◽  
Rida Fahas ◽  
Puput Jianggimahastu

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan penyuluhan, pembinaan dan pelatihan kepada masyrakat pengerajin batik di Desa Banyu Biru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.hal ini dilakukan karena para pengrajin batik tersebut menggunakan pewarna sintetis dalam mewarnai produk mereka dan membuang limbah pewarna secara sembarangan. Hal ini tentunya akan berpengaruh kepada lingkungan mereka. Oleh karena itu perlu adanya penyuluhan, pembinaan dan pelatihan dalam rangka mengurangi pembuangan limbah secara sembarangan tersebut.



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 136-141
Author(s):  
Wahyuni Hafid ◽  
Marselia Sandalayuk ◽  
Nirmala Ismail

Saat ini khususnya pada akhir tahun 2019 dunia digemparkan oleh kasus yang mirip dengan penyakit Pneumonia yang terjadi di Wuhan, China. Bahkan saat ini menjadi isu kesehatan yang sangat menghebohkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penanggulang ekstrem seperti isolasi suatu daerah (lockdown) dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran penyakit tersebut. Dalam hal ini mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun merupakan salah satu upaya mencegah penularan virus Covid-19. Kandungan sabun terbukti secara klinis mampu membunuh bakteri, virus, dan kuman penyebab penyakit. Mencuci tangan merupakan anjuran WHO sebagai langkah dasar yang paling mudah dan aman untuk melindungi diri dari infeksi virus Covid-19. Berdasarkan pendataan di Desa Polohungo dari 196 KK (100%) yang dijadikan responden, terdapat 191 KK (97,5%) tidak memiliki tempat cuci tangan, 4 KK (2,0%) memiliki tempat cuci tangan namun tidak memiliki sabun, dan 1 KK (0,5%) memiliki tempat cuci tangan dan memiliki sabun. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan contoh pembuatan dan pemanfaatan tempat cuci tangan yang baik dan benar sebagai upaya pencegahan Covid-19. Metode yang digunakan berupa intervensi fisik yaitu pembuatan tempat cuci tangan percontohan dengan harapan dapat meningkatkan ketersediaan dan pemanfaatan tempat cuci tangan di setiap rumah yang ada di Desa Polohungo. Pada kegiatan pengabdian ini kami berhasil menyelesaikan tiga tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun cuci tangan dan diletakkan di dusun 1, 2, dan 3. Rencana target luaran (output) kegiatan ini yaitu adanya peningkatan jumlah tempat cuci tangan dan timbulnya kesadaran diri masyarakat terkait pentingnya cuci tangan bagi kesehatan khususnya dalam pencegahan Covid-19.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 56-65
Author(s):  
Ida Nurhidayati ◽  
Zulaikha Putri Rokhimah ◽  
Maharani Rona Makom ◽  
Musyafa Al farizi ◽  
Novitasari Eviyanti

Salah satu profesi yang dituntut untuk bersaing di era global adalah profesi akuntan. Akuntan memiliki peran yang sentral dalam entitas bisnis. Ikatan Akuntan Publik Indonesia menyelenggarakan ujian profesi akuntan publik yang disebut juga “CPA of Indonesia Exam” sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Republik Indonesia. CPA of Indonesia Exam dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu: Ujian Tingkat Dasar (A-CPA), Ujian Tingkat Profesional (CPA) dan Ujian penilaian kompetensi rekan perikatan audit. Kegiatan telah dilaksanakan dengan lancar pada tanggal 27 Februari 2021 mulai pukul 13.00 – 17.30 WIB. Kegiatan dilakukan secara daring mengingat masih berlakunya keadaan tanggap darurat Covid-19 yang berlaku di daerah Istimewa Yogyakarta. Dari 70 peserta yang dijadwalkan mengikuti kegiatan, terdapat dua peserta yang tidak dapat mengikuti kegiatan secara penuh. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi pre-test, motivasi, empat pokok bahasan, latihan soal dan post-test. Berdasarkan hasil dari pre test dan post test yang diberikan sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan dan pengamatan selama kegiatan pelatihan A-CPA berlangsung memberikan beberapa hasil. Pertama, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa UST Yogyakarta tentang materi ujian tingkat dasar (A-CPA). Kedua, meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri mahasiswa dalam ujian kompetensi rekan perikatan audit.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 66-73
Author(s):  
Wahyuni Hafid ◽  
Zul Adhayani Arda ◽  
Sunarti Hanapi
Keyword(s):  

Data dari beberapa kantor KUA di Kabupaten Gorontalo menyatakan Kecamatan Limboto merupakan wilayah yang memiliki angka pernikahan usia dini (16-18 tahun) tertinggi selama tiga tahun berturut-turut (2018-2020) sebanyak 168 pernikahan. Kelurahan Bolihuangga merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kecamatan Limboto yang memiliki jumlah remaja usia 16-18 tahun terbanyak yaitu 278 orang sehingga mendukung dalam penerapan kegiatan pengabdian ini sebab yang menjadi kelompok sasaran penyuluhan adalah remaja yang berusia 16-18 tahun. Berdasarkan hal tersebut kegiatan penyuluhan kesehatan khususnya terkait pendewasaan usia pernikahan dan dampak negatif pernikahan usia dini merupakan salah satu aspek yang sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran diri remaja terkait fenomena pernikahan usia dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan kesadaran diri remaja sebagai upaya pencegahan pernikahan usia dini yang diterapkan pada 32 remaja dengan metode penyuluhan. Pengabdian ini menghasilkan penyuluhan dengan tema “Aku Cinta Masa Depanku”, penayangan film pendek terkait dampak pernikahan usia dini disertai diskusi, pembagian poster/leaflet sebagai penunjang peningkatan pengetahuan, sikap dan kesadaran diri tentang pernikahan usia dini, dan pembentukan komunitas Fresh Milk (Forum Remaja Sehat Milenial Kreatif) sehingga bisa menjadi percontohan dan pemberi edukasi teman sebaya. Rencana target luaran (output) kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesadaran diri remaja terkait dampak pernikahan dini sebagai upaya pencegahan pernikahan usia dini.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 74-79
Author(s):  
I Made Juliarta ◽  
I Gede Nika Wirawan

Kegiatan Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Banjar Babakan Canggu Badung ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dasar bagi warga Banjar Babakan Canggu dengan memberikan pelatihan. Program pelatihan Bahasa Inggris Dasar ini dilaksanakan berkat kerjasama antara Prodi Bahasa Inggris, Universitas Bali Dwipa dan masyarakat sekitar di Banjar Babakan Canggu Badung Bali. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dalam bentuk pelatihan Bahasa Inggris dasar ini diselenggarakan selama 4 bulan di wilayah Banjar Babakan Canggu, Kuta Utara, Badung. Adapun Metode persuasif yang diaplikasikan dalam proses pembelajaran dengan jenis kegiatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan berdasarkan observasi yaitu dengan mengamati fenomena yang terjadi di lapangan. Adapun pelatihan yang diberikan kepada peserta antara lain pelatihan Bahasa Inggris dasar. Semua peserta yang merupakan warga Banjar Babakan Canggu nampak sangat antusias di dalam mengikuti pelatihan Bahasa Inggris dasar ini. Setelah diberikan pelatihan Bahasa Inggris dasar, kemampuan Bahasa Inggris para peserta meningkat dilihat dari kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris. Proses pelatihan bahasa Inggris ini diberikan kepada warga Banjar Babakan, Canggu didasari atas tulus ikhlas.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document