Jurnal Laut Khatulistiwa
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

56
(FIVE YEARS 17)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Tanjungpura University

2614-8005, 2614-6142

2021 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 119
Author(s):  
Muhammad Abdul Rasyid Rusli ◽  
Nora Idiawati ◽  
Yusuf Arief Nurrahman
Keyword(s):  

Secara ekologis komunitas terumbu karang memiliki fungsi sebagai tempat perkembangan biota laut, tempat mencari makan bagi biota laut, penahan abrasi, serta menstabilkan garis pantai dari kikisan ombak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi komunitas terumbu karang dan kondisi parameter lingkungan di Teluk Palembang, Pulau Lemukutan Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode underwater photo transect dengan panjang line transect 50 meter pada 2 kedalaman 3-4 m dan 6-7 m, pengamatan dilakukan pada 3 stasiun yang berbeda yang dimana mewakili kawasan Teluk Palembang, Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat. Hasil penelitian didapat persentase tutupan karang hidup berada pada nilai 44,25% dapat dikategorikan sedang. Jenis yang mendominasi yaitu Acropora sp. (ACSP.) 31,73%. Parameter kualitas perairan di Teluk Palembang termasuk kurang baik karena nilai dari salinitas, kecerahan dan arus belum memenuhi nilai optimal untuk pertumbuhan terumbu karang



2021 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 109
Author(s):  
Muhamad Uwais Caksana ◽  
Anthoni B. Aritonang ◽  
Risko Risko ◽  
Muliadi Muliadi ◽  
Mega Sari Juane Sofiana
Keyword(s):  

Perairan Pantai Samudra Indah dipengaruhi oleh aktivitas manusia seperti aktivitas rumah tangga, perikanan, pelayaran dan aktivitas industri PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Limbah yang dihasilkan dari aktivitas industri PLTU mengandung bahan yang membahayakan bagi lingkungan. Keberadaan PLTU di kawasan Pantai Samudra Indah berpotensi melepaskan logam berat ke perairan. Logam berat dapat bersumber dari batubara yang digunakan sebagai bahan bakar PLTU. Analisis kandungan logam berat pada sampel ikan menggunakan metode Spektrometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat Pb pada sampel ikan adalah <0,0204 μg/g, logam berat Cd berada pada kisaran 0,0337 – 0,0572 μg/g dan logam berat Hg pada kisaran <0,0138 – 0,2347 μg/g. Nilai Maximum Tolerable Intake atau batas konsumsi maksimum agar tidak keracunan logam berat Pb, Cd dan Hg untuk orang dengan berat badan 50-80 kg adalah 0,34 – 0,54 kg per minggu untuk ikan kelarau (Selaroides leptolepis), 5-79 – 9,27 kg per minggu untuk ikan kambing (Choerodon rubescens), ikan ketang (Scatophagus argus) dan ikan kerapu (Epinephelus amblycephalus).



2021 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 92
Author(s):  
Topang Gunawan ◽  
Arie Antasari Kushadiwijayanto ◽  
Yusuf Arief Nurrahman ◽  
Muliadi Muliadi ◽  
Risko Risko

Penelitian mengenai pengaruh pasang surut terhadap perubahan pola pergerakan arus  di Muara Sungai Mempawah telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik arus yang dibangkitkan oleh fenomena pasang surut atau lebih dikenal sebagai arus pasut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pasang surut di lokasi penelitian mengalami distorsi akibat pengaruh berkurangnya kedalaman sehingga menimbulkan munculnya fenomena asimteri pasut. Berdasarkan hasil visualisasi data pengamatan diketahui bahwa arus lebih dominan bergerak keluar menuju laut, pergerakan arus yang masuk menuju sungai hanya ditemukan pada pasang purnama saat fase bulan baru dan bulan purnama. Karakteristik pola arus yang didapatkan menunjukan arus akan bergerak memasuki sungai ketika air mulai pasang dengan kecepatan arus yang relatif kecil, sebaliknya ketika air mulai surut kecepatan arus mengalami peningkatan yang signifikan ditandai dengan perubahan arah pergerakan arus yang keluar menuju laut



2021 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 101
Author(s):  
Muhamad Sulthaanan Saputra ◽  
Junardi Junardi ◽  
Firman Saputra

Karang jamur (Fungiidae) ditemukan di perairan Indonesia sebanyak 29 spesies salah satunya berada di wilayah perairan pulau Kabung, Kalimantan Barat. Hingga saat ini belum tersedia data apapun terkait spesies dan sebaran Karang Jamur yang berada di wilayah perairan Pulau Kabung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang distribusi dan faktor lingkungan yang mempengaruhi karang jamur. Penelitian dilakukan pada bulan Juli–September 2019 dengan menggunakan metode (transek sabuk). Kepadatan karang jamur yang ditemukan di perairan Pulau Kabung berkisar antara 0,01–0,05 ind/m², kepadatan relatif berkisar 7,62–32,88%, frekuensi kehadiran 66,67–100%. Pola sebaran karang jamur di perairan Pulau Kabung termasuk dalam kategori mengelompok (Cycloseris vaughani, Fungia fungites, Fungia horrida dan Fungia spinifer) dan acak (Fungia scabra). Faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusi karang jamur di perairan Pulau Kabung seperti kecerahan, oksigen terlarut, kalsium, dan alkalinitas.



2021 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 130
Author(s):  
Jni Walbet Siahaan ◽  
Warsidah Warsidah ◽  
Syarif Irwan Nurdiansyah
Keyword(s):  

Pantai merupakan zona yang umum yang salah satunya dijadikan tempat wisata oleh masyarakat/wisatawan setempat serta menjadi habitat berbagai organisme. Adanya aktivitas masyarakat di sekitar Pantai Gosong beresiko mempengaruhi ekosistem biota yang hidup di kawasan tersebut, salah satunya makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos di Pantai Gosong, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini telah dilakukan pada Bulan November - April 2021. Stasiun sampling dilakukan secara purposive sampling berdasarkan rona lingkungan yang terdiri dari tiga zona yaitu zona mangrove, zona wisata, zona tanpa pemukiman. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan Ekman Grab dan pengambilan sampel dilakukan secara random. Hasil penelitian mendapatkan 2 filum yaitu Mollusca dan Echinodermata, yang terdiri atas 3 kelas yaitu (Bivalvia, Gastropoda, Holothuroidea) dan 11 spesies dengan jumlah 132 individu. Nilai kepadatan individu pada ketiga stasiun berkisar antara 1,650 - 2,600 ind/m². Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 0,716-1,534. Indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,445-0,738. Indeks dominasi (C) berkisar antara 0,430-0,679. Pengukuran parameter fisika-kimia perairan dan substrat di perairan Pantai Gosong secara umum memiliki kisaran relatif homogen di seluruh stasiun pengamatan dan masih mendukung kehidupan makrozoobentos.



2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 75
Author(s):  
Muhardi Muhardi ◽  
Dwi Imam Prayitno ◽  
Warsidah Warsidah

Telah dilakukan penelitian pengaruh penambahan asap cair termpurung kelapa terhadap pertumbuhan Spirulina sp. Penelitian ini divariasikan dalam 3 perlakuan media yaitu perlakuan A (media f/2 Guillard), perlakuan B (media campuran f/2 Guillard + asap cair) dan perlakuan C (media asap cair). Ketiga perlakuan berada pada kondisi lingkungan dengan suhu 29-30 ⁰C, salinitas 20 ‰, pH 8 dan intensitas cahaya 3000 lux. Pengukuran pertumbuhan Spirulina sp dilakukan menggunakan alat Spektrofotometer Shimadzu UV 1280. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B yaitu media campuran f/2 Guillard dan asap cair menghasilkan pertumbuhan paling optimal dengan koefisien laju pertumbuhan tertinggi sebesar 0,238/hari, diikuti perlakuan C sebesar 0,176/hari dan perlakuan A sebesar 0,139/hari. Penelitian ini membuktikan bahwa asap cair tidak hanya digunakan sebagai biosida namun dapat digunakan sebagai media pertumbuhan.



2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 85
Author(s):  
Taufik Nurcahyanto ◽  
Muliadi Muliadi ◽  
Yusuf Arief Nurrahman
Keyword(s):  

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas terumbu karang dan mengetahui kondisi parameter lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang di Teluk Melanau Timur, Pulau Lemukutan. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan teknik pengambilan data menggunakan metode line intercept transect (LIT) dari 3 stasiun dan dua kedalaman berbeda (2-3 m dan 5-6 m). Hasil penelitian diperoleh tutupan terumbu karang pada kedalaman 2-3 m berkisar antara 17,76% sampai 38,06% dan pada kedalaman 5-6 m berkisar antara 11,14% sampai 48,28%. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 0,80 sampai 1,74, indeks keseragaman berkisar antara 0,57 sampai 0,82, indeks dominansi berkisar antara 0,21 sampai 0,57.



2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 64
Author(s):  
Alya Selviana ◽  
Warsidah Warsidah ◽  
Dwi Imam Prayitno

Cincalok merupakan salah satu produk hasil pengelolaan udang khas Kalimantan Barat yang dibuat dengan proses fermentasi. Makanan fermentasi ini memiliki kandungan senyawa antioksidan salah satunya astaxanthin. Astaxanthin banyak dimanfaatkan dalam pembuatan produk kosmetik dan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kadar astaxanthin yang terdapat pada lipid cincalok. Penelitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan metode sokletasi dengan pelarut n-heksan rata-rata rendemen yang didapat adalah 6,75 %. Kemudian dilakukan penentuan aktivitas antioksidan cincalok menggunakan metode DPPH dan pengukuran kadar astaxanthin menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 477 nm. Hasil penelitian dari aktivitas antioksidan lipid cincalok memiliki aktivitas antioksidan lemah dengan nilai IC50  207,18 ppm. Astaxanthin fraksi lipid cincalok dalam 10 mg mengandung kadar astaxanthin rata-rata sebesar 0,0179 mg.



2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 80
Author(s):  
Karina Elwanda Saputri ◽  
Nora Sari Idiawati ◽  
Mega Sari Juane Sofiana

Unsur hara nitrogen (N) merupakan unsur hara makro yang diperlukan oleh tanaman. Mikroorganisme yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan penggunaan N yang tersedia dalam tanah disebut dengan bakteri penambat nitrogen. Bakteri penambat nitrogen ini dapat dijadikn sebagai sumber pupuk yang sebagai pupuk hayati. Pupuk hayati bermanfaat untuk memulihkan dan meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh isolat bakteri penambat nitrogen sebagai pengekskresi amonia dari rizosfer mangrove di Kuala Singkawang. Pengambilan sampel tanah menggunakan metode komposit sampling. Isolasi dilakukan secara Langsung dan pengayaaan menggunakan metode tuang pada media Burk’s. Isolat bakteri penambat nitrogen yang diisolasi dari rizosfer mangrove berjumlah 16 isolat yang memiliki kemampuan sebagai penambat nitrogen. Hasil uji penegasan penambat nitrogen menunjukkan 2 dari 16 isolat sangat aktif dalam penambatan nitrogen. Hasil dari uji pengekskresi amonia menunjukkan dari 16 isolat ada 5 isolat yang mampu menghasilkan amonia. Genus yang didapatkan pada penelitian yaitu mengarah pada genus Nitrosococcus dan Bacillus. 



2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 69
Author(s):  
Gabriella Maura ◽  
Anthoni B Aritonang ◽  
Shifa Helena
Keyword(s):  

Gastropoda adalah salah satu biota yang sering digunakan sebagai indikator lingkungan suatu perairan. Lokasi Bakau Besar Laut memiliki 3 rona lingkungan yaitu pemukiman, ekowisata, dan tambak udang. Sebagai dasar dari penelitian ini membutuhkan informasi terkait kualitas lingkungan dengan gastropoda sebagai indikator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan distribusi gastropoda di Desa Bakau Besar Laut Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Masing-masing stasiun dibuat 1 garis transek sepanjang 23 m. Setiap transekterdiri dari 3 plot berukuran 1 x 1 m dengan jarak antar plot 10 m. parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, dan jenis substrat. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan komposisi dari jenis-jenis gastropoda yaitu Cerithidea cingulata, C. obtusa, C. weyersi, Littoria scabra, L. undolata, Nerita violacea, Strombus mutabilis dengan pola distribusi mengelompok.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document