INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

7
(FIVE YEARS 7)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

2807-4238, 2807-4246

2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 42-48
Author(s):  
Putri Hana Pebriana ◽  
Mufarizuddin Mufarizuddin

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil keterampilan membaca puisi siswa kelas IV di SDN 030 Bagan Jaya. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran SAVI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model pembelajaran SAVI untuk meningkatkan keterampilan membaca puisi siswa di SDN 030 Bagan Jaya. Metode Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2020. Subjek penelitian ini siswa kelas IV yang berjumlah 20 orang, dengan jumlah siswa laki-laki 7 orang, dan siswa perempuan berjumlah 13 orang. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, dan tes keterampilan membaca puisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan membaca puisi di kelas V SDN 030 Bagan Jaya pada siklus I tergolong baik dengan rata-rata 77,4, artinya dari 20 orang siswa hanya 16 orang yang tuntas dengan ketuntasan klasikal 75%. Pada siklus II tergolong baik dengan rata-rata 82 dari 20 orang siswa terdapat 19 orang siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal 95%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan keterampilan membaca puisi kelas IV SDN 030 Bagan Jaya.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 36-41
Author(s):  
Heny Kristiana Rahmawati

Penanganan anak berkebutuhan khusus, memerlukan keberpihakan kultural dan struktural dari berbagai pihak baik orangtua, masyarakat dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif studi kasus. Pelaksanaan Konseling Multikultural yang diterapkan selain pendampingan sehari-hari adalah hydrotherapy, massage dan acupreseur, outing class, peringatan hari-hari penting, senam sehat setiap pagi, permainan, panggung gembira dan lain-lain.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 32-35
Author(s):  
Azima Lutfia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi lingkaran di kelas XI MAN 2 Kota Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian adalah 29 siswa. Berdasarkan hasil analisis data, hasil wawancara, dan pembahasan, maka dapat disimpulkan: siswa melakukan kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan kecerobohan. Yang menjadi faktor penyebab siswa melakukan kesalahan adalah belum bisa memahami maksud soal secara keseluruhan, siswa kurang bisa memahami apa yang diketahui dalam soal, siswa kurang tepat dalam menghitung, dan perhitungan yang sudah benar tetapi belum bisa menarik kesimpulan untuk jawaban akhir.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 28-31
Author(s):  
Ihfahsya Ichi

Keluarga merupakan suatu lembaga pendidikan yang pertama dan utama, yang sangat menentukan akan masa depan suatu kehidupan keluarga. Merupakan suatu wadah dan tempat untuk tumbuh dan berkembangnya anak-anak (keluarga) secara keseluruhan. Dengan demikian keluarga berarti mempunyai peranan yang sangat besar dalam membentuk jiwa dan kepribadian seorang anak, karena baik buruknya pribadi dan jiwa anak sangat tergantung dari keluarga atau kedua orang tuanya. Kepribadian merupakan suatu sifat yang menjadikannya sebagai ciri tersendiri dari orang lain yang tercerminkan dari tingkah laku, cara berbicara, cara berfikir.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 16-27
Author(s):  
Nurfikha Ulfa ◽  
Arofah Minasari ◽  
Yayuk Hidayah

As a value system, Pancasila provides a fundamental basis in the life of the community, nation, and state. The essence of the fourth principle of Pancasila is about democracy which is based on wisdom that is rooted in the moral principle of humanity and divinity. Therefore, according to the Pancasila view, democracy must be based on religious moral originating from God, justice and civilization. Nowadays, by seeing the application of democracy in Indonesia still has many problems, likes freedom as a symbol of democracy is not balanced with its quality, resulting in behavior that is contrary to democracy. Although freedom is guaranteed in the Constitution, oppression, discrimination, marginalization still occurs. Democracy does not only require laws, regulations, and institutions capable of enforcing it, but also democratic attitudes, namely the willingness to build a compromise with the awareness that a person cannot realize all that is desired (a combination of individual awareness and group awareness). True democracy requires good citizens. Therefore, democratic education that integrated through Citizenship Education is absolutely necessary with the aim of preparing citizens who are able to act with democratic ethics.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 9-15
Author(s):  
Tessy Heriany ◽  
Sumianto Sumianto ◽  
Yanti Yandri Kusuma

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan keterampilan partisipasi siswa melalui metode think pair share pada pembelajaran PKn kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru kecamatan tapung kabupaten Kampar. Metode penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, evaluasi, dan waktu penelitian dilaksanakan penelitian ini dikarnakan sekolah ini mengalami rendahnya tingkat partisipasi siswa dalam belajar. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru yang berjumlah 27 orang, dengan jumlah laki-laki 15 orang dan jumlah siswa perempuan 12 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik obsevasi dan lembar dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan partisipasi siswa dengan tema Indahnya kebersamaan kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru,pada pra tindakan tergolong kriteria kurang dengan ketuntasan klasikal 37 % dari 27 orang siswa hanya 10 orang siswa yang tuntas. Pada siklus I dengan kriteria cukup dengan ketuntasan klasikal 48,14% dari 27 orang siswa hanya 14 orang siswa yang tuntas. Pada siklus II tergolong kriteria baik dengan ketuntasan klasikal 70,37% dari 27 orang siswa terdapat hanya 19 orang yang tuntas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Think Pair Share dapat peningkatan keterampilan partisipasi siswa kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 1-8
Author(s):  
Rusli Rusli ◽  
Bambang Subiyakto ◽  
Muhammad Adhitya Hidayat Putra

Persoalan pada pembelajaran saat ini adalah tuntutan kurikulum yang kompleks sehingga menuntut kreativitas guru untuk memanfaatkan sumber belajar kontektual sedangkan sumber belajar IPS yang ada dan dimanfaatkan guru selama ini hanya fokus dikembangkan pada aspek kognitif. Gejala ini berdampak pada pandangan peserta didik dan masyarakat terhadap pembelajaran IPS, bahwa pembelajaran IPS hanya menghafal fakta dan konsep seharusnya pembelajaran IPS bisa dibuat menyenangkan dengan memasukkan sumber belajar yang ada di sekitar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Aktivitas Sosial Masyarakat Kampung Pelangi Banjarbaru yang kemudian dijadikan Sebagai Sumber belajar IPS. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Uji keabsahan data melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, member check, dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian ini menjelaskan beberapa bentuk aktivitas sosial yang ada di kampung pelangi Banjarbaru. Bentuk aktivitas tersebut yaitu, kebersihan lingkungan, pelatihan keterampilan wanita, bakti sosial dan arisan yasinan. Bentuk aktivitas sosial ini kemudian dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS yang kontekstual, dengan sumber belajar yang kontekstual diharapkan peserta didik dapat dengan mudah memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru, sehingga pandangan tentang pembelajaran IPS yang hanya menghafal berubah dengan adanya sumber belajar yang kontekstual.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document