Arkhais Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

47
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Negeri Jakarta

2580-961x, 2086-5996

2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 185-194
Author(s):  
Despian Nurhidayat ◽  
Venus Khasanah ◽  
Siti Gomo Attas
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasrat tokoh Waska dalam tetralogi Orkes Madun karya Arifin C. Noer. Penelitian ini bersifat kepustakaan dan tidak terkait oleh tempat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Juli 2017. Objek penelitian ini adalah tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun. Fokus penelitian ini adalah hasrat tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun dengan subfokus penokohan dan perwatakan tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun, pergerakan hasrat tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun, dan hasrat memiliki (anaklitik) dan hasrat menjadi (narsistik) tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun. Teori yang digunakan adalah teori psikoanalisis hasrat oleh Jacques Lacan dan teori struktural naskah drama oleh Herman J. Waluyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Metode ini menggunakan tabel analisis sebagai alat bantu peneliti dan menggambarkan hasil penelitian analisis isi data. Tahap analisis dilakukan dengan menganalisis penokohan dan perwatakan tokoh Waska dan menganalisis hasrat memiliki (anaklitik) aktif atau pasif dan hasrat menjadi (narsistik) aktif atau pasif. Hasil penelitian menunjukkan tokoh Waska memiliki hasrat memiliki (anaklitik) aktif dalam tetralogi naskah Orkes Madun. Hasrat tokoh Waska dipengaruhi oleh perannya disetiap naskah. Hasrat tokoh Waska yang merupakan hasrat memiliki (anaklitik) akan mengambil alih ketika ia menjadi tokoh sentral (DN).   Kata kunci: Psikoanalisis, Hasrat, Penokohan dan perwatakan, Tetralogi Naskah Orkes Madun, Arifin C. Noer.



2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 136-156
Author(s):  
Imam Baihaqi

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik tradisi mitoni yang terdapat di Jawa Tengah sebagai salah satu jenis sastra lisan. Karakteristik dalam tradisi mitoni yang ada di Jawa Tengah tersebut dapat diuraikan dan dianalisis dengan teori sastra lisan Ruth Finnegan yang berkaitan dengan komponen dalam sebuah pertunjukan sastra lisan. Kajian ini diharapkan dapat membuat karakterisasi budaya dan mengangkat kembali tradisi mitoni yang selama ini mungkin semakin terasingkan oleh masyarakatnya sendiri sebagai salah satu dampak dari globalisasi dan modernisasi. Hal yang dikaji dalam penelitian ini adalah komponen-komponen dalam tradisi mitoni berupa: penutur, properti, partisipan, dan bacaan atau doa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif sintesis.   Kata kunci: karakteristik mitoni, tradisi mitoni di Jawa Tengah, komponen sastra lisan



2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 157-165
Author(s):  
Hutmiyati Hutmiyati ◽  
Miftahulkhairah Anwar ◽  
Aulia Rahmawati

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur teks prosedural pada majalah Genie. Struktur teks prosedural berbeda-beda sesuai dengan jenis teksnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Penelitian ini berfokus struktur teks prosedural pada majalah Genie. Objek penelitian ini adalah majalah Genie edisi mingguan periode Januari-April 2017, yang dianalisis sebanyak 50 teks terpilih. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tabel kerja teks prosedur mencakup jenis teks beserta struktur teksnya. Hasil dari analisis yang telah dilakukan menunjukkan dari 50 teks prosedur yang terdapat pada majalah Genie edisi mingguan, hanya terdapat tiga jenis teks prosedural yaitu, jenis teks prosedur, jenis teks panduan, dan jenis teks resep. Struktur teks yang terdapat dalam jenis teks prosedur mengandung struktur tujuan, bahan-bahan, dan langkah-langkah. Tidak terdapat struktur pengamatan dan simpulan. Struktur teks yang terdapat dalam jenis teks panduan mengandung struktur tujuan dan langkah-langkah. Lalu struktur teks yang terdapat dalam jenis teks resep mengandung struktur tujuan, bahan-bahan, dan langkah-langkah. Hal ini menunjukkan bahwa teks prosedur berdasarkan jenis teksnya terdapat struktur langkah-langkah, alat/bahan, dan tujuan. Kata kunci: Teks Prosedural, Struktur Teks Prosedural, Majalah Genie



2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 111-125
Author(s):  
Rita Febriany ◽  
U'um Qomariyah

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kriteria abnormalitas, faktor penyebab abnormalitas, dan cara mengatasi abnormalitas dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra yaitu pendekatan yang mempelajari kejiwaan manusia yang tercermin dalam perilaku yang nyata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah perilaku abnormalitas tokoh utama dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Objek penelitian ini adalah novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa abnormalitas yang dialami tokoh utama terdiri atas perilaku yang tidak biasa, perilaku yang tidak dapat diterima sosial, persepsi yang salah terhadap kenyataan, stres personal yang signifikan, perilaku maladaptif, dan perilaku berbahaya.Faktor penyebab menurut tahap berfungsinya terdiri atas penyebab primer, penyebab yang menyiapkan, penyebab pencetus, penyebab yang menguatkan, dan sirkulasi faktor-faktor penyebab. Faktor penyebab menurut sumber asalnya terdiri atas faktor psikososial, dan faktor sosiokultural. Cara mengatasi abnormalitas tokoh utama terdiri atas psikoterapi, biomedis, dan hospitalisasi.   Kata kunci: psikologi sastra, abnormalitas, pasung jiwa



2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 81-100
Author(s):  
Ritma Fakhrunnisa ◽  
Lina Meilinawati Rahayu ◽  
Muhamad Adji
Keyword(s):  

Kondisi masyarakat Indonesia pada pascarevolusi (1945-1950) berada di titik tersuram dalam sejarah Indonesia. Kondisi tersebut tergambarkan dalam cerpen-cerpen Utuy Tatang Sontani yang dikumpulkan oleh Ajip Rosidi dalam kumpulan cerpen Menuju Kamar Durhaka. Topik utama yang dibahas dalam tulisan ini berkaitan dengan perubahan sosial-budaya dalam kumpulan cerpen tersebut. Berdasarkan topik tersebut, digunakanlah teori perubahan sosial-budaya dan masalah sosial dari Soerjono Soekanto dan New Historicism Stephen Greenblatt. Dari hasil analisis data, teks-teks sastra dan nonsastra, ditemukan adanya perubahan sosial-budaya dalam masyarakat Indonesia pascaproklamasi. Perubahan yang paling dasar adalah perubahan perspektif masyarakat dalam memandang kedudukan tentara dan perempuan. Perubahan perspektif itu pun menimbulkan masalah sosial, seperti perceraian, pelacuran, dan kekerasan dalam rumah tangga. Kata kunci: revolusi kemerdekaan Indonesia, new historicism, Menuju Kamar Durhaka



2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 101-110
Author(s):  
Sumarlam Sumarlam ◽  
Djatmika Djatmika ◽  
Dwi Purnanto ◽  
Burhanuddin Burhanuddin
Keyword(s):  

Tulisan ini bermaksud menjelaskan beberapa aspek permasalahan yang terdapat dalam studi Collins (1981) yang berjudul “Preliminary Notes on Proto-West Central Maluku: Buru, Sula, Taliabo, and Ambelau”. Studi tersebut masih bersifat pendahuluan serta masih memanfaatkan data-data dokumentatif hasil ekspedisi yang sifatnya terbatas (beberapa kosa kata dasar). Oleh karena masih bersifat pendahuluan dan secara metodologis hanya memanfaatkan data-data dokumentasi yang sifatnya terbatas, menyisakan beberapa permasalahan. Oleh sebab itu, studi ini lebih bersifat review dan dokumentatif. Hasil telaah menunjukkan bahwa bukti-bukti linguistik tentang keberadaan Kelompok Maluku Tengah Barat yang diajukan Collins (1981) masih dapat dipersoalkan. Di samping itu, bukti linguistik berupa inovasi bersama mengenai relasi kekerabatan bahasa-bahasa Maluku Tengah Barat, baik bukti penyatupisahan Ambelau dengan Buru-Sula-Taliabo serta penyatupisahan Buru dengan Sula-Taliabo masih dipersoalkan.   Kata Kunci: linguistik historis, studi Collins (1981), relasi kekerabatan, inovasi bersama



2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 126-135
Author(s):  
Ria Anggari Putri
Keyword(s):  

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai tingkat perbandingan reduplikasi (kata ulang) dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Penelitian ini merupakan penelitan analisis kontrastif. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah kata ulang (reduplikasi) dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Jawa. Penelitian ini dilakukan dengan mencari sumber teori mengenai reduplikasi dan jenis-jenis reduplikasi serta data yang dibutuhkan dalam menganalisis reduplikasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif Hasil penelitian ini yaitu ditemukannya bahasa Jawa dan bahasa Indonesia yang masing-masing memiliki bentuk reduplikasi yang saling terkait satu sama lain. Selain itu ditemukannya juga proses reduplikasi berubah bunyi, sebagian, utuh, berimbuhan, trilingga dan kata ulang semu yang menimbulkan berbagai makna, antara lain bisa bermakna pluralitas baik secara kuantitatif maupun kualitatif, menyatakan tindakan yang dilakukan dengan santai, seenaknya, tanpa tujuan tertentu, dan bermakna intensitas perasaan.   Kata kunci : Bahasa, Reduplikasi, Kontrastif



2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 166-184
Author(s):  
Asep Supriyana ◽  
Krisanjaya Krisanjaya ◽  
Asisda Wahyu
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan memperoleh pemerian lengkap mengenai struktur dan makna verba yang mencakup: 1) parameter verba, 2) konstruksi verba, (3) kategorisasi verba, dan 4) makna verba dalam ranah hukum. Penelitian deskriptif kualitatif ini memiliki variabel: 1) aspek materiil Undang-Undang yang dilakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi, dan 2) UU Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Struktur dan makna verba yang dikaji dalam penelitian ini bertumpu pada medan leksikal atau distingtive feature kata-kata atau ungkapan yang menjadi materi perkara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat verba tindakan yaitu diperiksa, melimpahkan, diangkat, dan diberhentikan. Struktur dan peran verba dari aspek formal linguistic meliputi transitif maupun intransitif, berdiatesis aktif dan pasif, aspektualitas inseptif, perfektif, dan progresif. Verba yang muncul berciri komponen semantik tindakan yang bersifat dinamis [+dinamis], [+sengaja], dan [-/+kinesis]. Saran yang patut disampaikan adalah bahwa kajian interdisipliner selayaknya memberi manfaat lebih banyak dalam penemuan hukum suatu perkara pengujian materiil undang-undang.   Kata Kunci: struktur dan makna verba, medan leksikal, juducial review



2017 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 60-69
Author(s):  
Tias Oktaviani ◽  
Miftahul Khairah Anwar ◽  
Krisanjaya Krisanjaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transitivitas dalam teks anekdot Komunikasi Jenaka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Fokus dalam penelitan ini adalah transitivitas yang merupakan realisasi dari fungsi ideasional yang terdapat dalam teks anekdot Komunikasi Jenaka. Objek penelitian ini adalah kumpulan teks anekdot Komunikasi Jenaka karya Deddy Mulyana, yang dianalisis sebanyak limabelas teks terpilih. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tabel kerja transituvitas yang mencakup unsur-unsur dalam transitivitas berserta subkategorinya. Hasil dari penelitian ini adalah, proses material mendominasi cerita yang hakikatnya sesuai dengan sifat realis yang dimiliki teks anekdot. Kemudian, sirkumtan lokasi yang menyatakan tempat dan waktu menjadi pelengkap paling banyak digunakan pengarang. Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan 61 pola kalimat dalam transitivitas teks anekdot tersebut. Kata kunci: transitivitas, fungsi ideasional



2017 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 8-18
Author(s):  
Aji Septiaji

Sastra bersumber dari dalam masyarakat dan akan berdampak pengaruhnya pada masyarakat. Bahkan, adanya hubungan timbal balik antara sastrawan, sastra, dan masyarakat. Hubungan tersebut berupa konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Puisi esai hadir sebagai genre sastra baru dalam khazanah kesusastraan Indonesia. Tahun 2012 menjadi kontroversi bagi puisi esai, yaitu kemunculan Denny JA sebagai konsultan politik yang menggagas antologi puisi esai Atas Nama Cinta yang sarat diskriminasi sosial. Puisi esai dianggap sebagai jelmaan pemikiran dan pengalaman terhadap kondisi sosial di masyarakat saat ini. Namun, tetap mampu dicerna oleh masyarakat. Adapun puisi esai harus memenuhi tiga syarat, yaitu (1) puisi esai mengeksplor sisi batin individu yang berada dalam sebuah konflik sosial; (2) puisi esai menggunakan bahasa yang mudah dipahami; dan (3) puisi esai adalah fiksi, boleh saja memotret tokoh ril yang hidup dalam sejarah. Namun, realitas tersebut diperkaya dengan aneka tokoh fiktif dan dramatisasi. Serta yang dipentingkan oleh puisi esai ialah renungan atas kandungan moral melalui sebuah kisah. Artikel ini mencoba meninjau dari aspek sosiologi sastra, yaitu hubungan antara pengarang, karya, dan masyarakat. Antologi ini berisi lima puisi esai, kisah yang ditampilkan beragam mulai dari dilema seorang pelajar SMA karena terenggut keperawanannya hingga berdampak kepada masa depannya; kisah seorang gadis desa yang merasa tersakiti hatinya atas kondisi ekonomi dan kisah cinta yang memprihatinkan; kisah seorang perempuan yang diberasarkan melalui kekerasan dalam keluarga; kisah keluarga tanpa sosok ayah, istri dan anaknya harus menelan kerasnya kehidupan; dan situasi sosial yang dialami pengarang yang berhubungan dengan manusia, alam, dan Tuhan. Kata Kunci: konflik sosial, puisi esai, sosiologi sastra



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document