JURNAL HUKUM MEDIA BHAKTI
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

60
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti

2580-7277, 2580-3298

2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
Author(s):  
Rini Setiawati

UUD 1945 menjunjung tinggi persamaan kedudukan di depan hukum, termasuk dalam hal pemenuhan hak atas Bantuan Hukum bagi masyarakat miskin. Secara normatif pengaturan Bantuan Hukum dimuat dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, salah satu implementasinya adalah penyelenggaraan Bantuan Hukum di Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini akan mengkaji mengapa akses keadilan melalui Pemberi Bantuan Hukum di Provinsi Kalimantan Barat belum terpenuhi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolegal (sociolegal research) dengan jenis data kualitatif yang bersumber dari data primer melalui wawancara mendalam dengan Kepala Sub Bidang Penyuluhan dan Bantuan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Barat serta anggota dan paralegal Pemberi Bantuan Hukum Terverifikasi dan Terakreditasi; dan data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Pemberi Bantuan Hukum di Provinsi Kalimantan Barat masih sangat minim dimana keseluruhan hanya berjumlah 5 (lima) Pemberi Bantuan Hukum dan hanya tersebar di 4 (empat) daerah kabupaten/kota sementara keseluruhan daerah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat berjumlah 14 (empat belas) daerah kabupaten/kota. Dengan minimnya keberadaan Pemberi Bantuan Hukum ini sementara kebutuhan masyarakat miskin untuk mendapatkan pendampingan dalam menghadapi perkara hukum akan mustahil dapat terwujud dengan maksimal. Pada akhirnya, masyarakat miskin di Provinsi Kalimantan Barat dalam mengakses keadilan menjadi terbatas.



2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Yenny AS ◽  
Hendrik Saragih ◽  
Siswadi Siswadi

Penelitian ini akan mengkaji bagaimana suatu Peraturan Daerah  dapat mengakomodir  upaya peningkatan kesadaran hukum masyarakat dalam pengelolaan sampah, dimana  fokus kajiannya dilakukan di Kota Singkawang melalui terbentuknya Peraturan Daerah  Kota Singkawang Nomor 2 Tahun  2014 tentang Pengelolaan Sampah.  Melalui  pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris, diperoleh  fakta bahwa masyarakat  belum berperan secara optimal dalam pengelolaan sampah. Agar pengelolaan sampah  dapat berjalan secara optimal sesuai amanah Perda Kota Singkawang Nomor 2 Tahun  2014,   maka diperlukan upaya membangun kesadaran hukum masyarakat baik yang  dilakukan secara individu maupun secara berkelompok dengan peningkatan kegiatan  penyuluhan yang dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, baik secara lisan, secara  tertulis maupun melalui alat peraga, serta juga perlu dikembangkan kegiatan bimbingan  teknis kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah. Lebih lanjut dibutuhkan juga  peningkatan fasilitas daya dukung dan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir  sampah serta penyiapan sarana dan prasarana industri pengolahan daur ulang sampah  oleh Pemerintah Daerah.



2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Arip Ambulan Panjaitan ◽  
Charlyna S. Purba
Keyword(s):  

Negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi perempuan sebagai warga negara  untuk dapat menikmati hak asasi dan kebebasan dasarnya. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui masalah yang dihadapi perempuan di  Indonesia terkait ketidakadilan  gender  dan payung hukum yang akan mewujudkan keadilan gender di Indonesia.  Penelitian ini merupakan tipe yuridis normatif (dogmatic legal research) yakni mencari  kebenaran dalam ilmu hukum dengan melihat peraturan-peraturan yang tertulis menjadi  objek utama kajiannya.  Penelitian ini menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi  perempuan terkait ketidakadilan gender diantaranya hak integritas fisik, hak atas  pemilihan jodoh, hak dalam melakukan hubungan seksual, hak menentukan kelahiran  dan hak atas pelayanan aborsi yang aman serta masalah perempuan dalam pemerintahan  (perwakilan parlemen).Terkait penegakan peraturan perundang-undangan di bidang  gender di Indonesia, maka seluruh peraturan perundang-undangan yang mengatur  terkait persamaan hak perempuan dan laki-laki diharapkan mampu menjadi pendorong  perubahan ketidakadilan gender ke arah perwujudan keadilan gender.



2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Henny Damaryanti ◽  
Setyo Utomo ◽  
Annurdi Annurdi
Keyword(s):  

Terjadinya persaingan antara pelaku usaha dalam dunia usaha merupakan sesuatu hal yang sewajarnya terjadi, namun demikian dalam praktek persingan tersebut dapat saja ditemukan adanya pelaku usaha yang melakukan persaingan usaha  yang tidak sehat salah satunya ialah terjadinya “perjanjian penetapan harga” yang merupakan salah satu bentuk perjanjian yang dilarang oleh hukum persaingan usaha di Indonesia. Sehingga peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sangat penting dalam pengawasan persaingan usaha dalam rangka menjamin persaingan yang sehat. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, dimana data yang digunakan pada penelitian ini antara lain peraturan perundang- undangan, dokumen-dokumen dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa KPPU dalam pemeriksaan kasus sebagaimana dalam Putusan KPPU RI Nomor 14/KPPU-I/2014, megenai dugaan terjadinya perjanjian penetapan harga telah tepat menggunakan pendekatan per se illegal dalam memeriksa perkara tersebut, sehingga KPPU dalam pemeriksaannya hanya perlu membuktikan adanya pelanggaran terhadap Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, tanpa harus membuktikan adanya dampak dari perjanjian penetapan harga yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan/atau persaingan usaha  tidak sehat.



2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Youky Surinda

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perlindungan hukum bagi kreditur dalam  perjanjian kredit dengan jaminan fidusia untuk menghindari hal-hal yang tidak sehat  dalam praktek Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif. Bahan penelitian  bersumber dari data sekunder yang diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder dan  tersier. Cara pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dengan alat studi  dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil  penelitian memperlihatkan bahwa pada prakteknya kreditur sering tidak terlindungi  secara hukum dan menjadi pihak yang dirugikan karena tidak memiliki kepastian  hukum apabila terjadi permasalahan. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dalam  melakukan perjanjian kredit dengan jaminan fidusia, kreditur memiliki hak eksekutorial  sebagaimana tercantum di dalam sertifikat jaminan fidusia apabila debitur wanprestasi.



2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
Author(s):  
Muhammad Dzikirullah H Noho

Keberadaan pengaturan BOT saat ini masih sangat parsial, berdiri sendiri, dan tidak ada kepastian hukum serta tidak memberikan batasan boleh atau tidak boleh melakukan perjanjian dengan skema BOT. Dampak dari tidak adanya kepastian hukum akhirnya muncul berbagai sengketa perjanjian BOT, salah satunya kasus wanprestasi BOT Pasar Turi yang masuk di peradilan. Berdasarkan uraian tersebut maka permasalahan yang coba dikaji yaitu menelusuri pengaturan BOT di masa lalu, saat ini, dan yang akan datang. Melalui penelusuran tersebut diharapkan dapat membangun pengaturan BOT yang ideal di masa yang akan datang. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan undang-undang, konsep, dan perbandingan.  Hasil penelitian menunjukan pengaturan BOT di masa lalu dimulai sejak adanya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria dan kemudian diperkenalkan lebih lanjut melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 248/KMK.04/1995 dengan istilah bangun guna serah. Peraturan di masa lalu hanya memperkenalkan istilah bangun tanpa memberikan penjelasan mekanisme. Pengaturan pada saat ini juga demikian, meskipun adanya tambahan penjelasan perjanjian BOT dan pelimpahan pengelolaan dengan skema BOT oleh Daerah.  Bertolak dari penjelasan tersebut maka pengaturan BOT di masa yang akan datang harus sesuai dengan nilai hukum Pancasila. Nilai hukum ini akan dituang ke dalam peraturan yang memuat diantaranya ketentuan umum project BOT, keputusan kualifikasi penawaran dan penghargaan, evaluasi penawaran, negosiasi perjanjian, penghargaan dan penandatanganan perjanjian dan diakhir proyek terdapat monitoring. Bertolak dari hal di atas maka dapat disimpulkan bahwa periodisasi pengaturan BOT dari masa lalu hingga saat ini selalu mengalami perubahan namun belum ada satupun pengaturan yang spesifik mengenai BOT. Oleh karenanya di masa yang akan di perlukan pengaturan yang spesifik mengenai pengaturan BOT dan semua aspek-aspek yang terdapat dalam BOT.



2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
Author(s):  
Dewi Rumaisa ◽  
Evie Christy ◽  
Hermanto Hermanto

Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan. Tidak akan ada kehidupan jika tidak ada air. Air yang bersih sangat didambakan oleh manusia, baik untuk keperluan sehari-hari, keperluan industri, pertanian dan lain sebagainya. Saat ini air menjadi masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Hampir semua sungai di Indonesia tercemarnya akibat aktivitas industri, kuantitas dan kualitas limbah yang dibuang ke sungai seringkali tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi, hambatan serta strategi Dinas Lingkungan Hidup khususnya Kota Surakarta. Rumusan masalah yang diangkat (1) Bagaimana fungsi Dinas Lingkungan Hidup dalam pengendalian pencemaran sungai di Surakarta? (2) Apa hambatan dalam pelaksanaan fungsi Dinas Lingungan Hidup dalam pengendalian pencemaran sungai di Surakarta dan bagaimana strategi pengendaliannya?. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penulisan ini adalah jenis penelitian hukum empiris. Fungsi Dinas Lingkungan Hidup sebagai media penyuluhan, pengawasan dan penertiban. Hambatan atas fungsi tersebut juga bermacam-macam maka Dinas Lingkungan Hidup harus mendasari strategi dengan upaya perencanaan, pembinaan dan pengawasan.



2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
Author(s):  
Aditya Kurniawijaya ◽  
Emmy Latifah

Peraturan yang berlaku di dalam pesawat penerbangan dimaksudkan agar masyarakat mematuhi hal-hal apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan ketika berada dalam pesawat penerbangan. Peraturan yang sudah ada ini tak terlepas dari pelanggaran terhadap aturan yang berlaku di dalam pesawat. Kasus penumpang yang tidak mematuhi aturan atau dikenal dengan unruly passenger merupakan sebuah contoh pelanggaran terhadap aturan yang berlaku di dalam pesawat. Konvensi Tokyo 1963 menjadi jawaban dalam mengatasi kasus unruly passenger tersebut. Namun, kandungan dari Konvensi Tokyo 1963 pada kenyataannya belum mampu menangani seluruh masalah terkait unruly passenger. Melihat hal tersebut, ICAO mengamandemen Konvensi Tokyo 1963 untuk memperkuat dasar hukum bagi maskapai dalam menangani kasus unruly passenger, hingga akhirnya menghasilkan Protocol to Amend the Convention on Offences and Certain Other Acts Committed on Board Aircraft atau dikenal sebagai Protokol Montreal 2014. Keberadaan Konvensi Tokyo 1963 dan Protokol Montreal 2014 ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan terkait unruly passenger dalam dunia penerbangan.



2020 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Enny Agutina

Prinsip negara hukum pada dasarnya mengisyaratkan adanya aturan main dalam  penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan sebagai aparatur penyelenggara Negara,  dengan inilah kemudian Hukum Administrasi Negara muncul sebagai pengawas  jalannya penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan.  Berdasarkan asumsi tersebut  tampak bahwa Hukum Administrasi Negara mengandung dua aspek yaitu pertama,  aturan aturan hukum yang mengatur dengan cara bagaimana alat alat perlengkapan  Negara itu melakukan tugasnya kedua, aturan aturan hukum yang mengatur hubungan  antara alat perlengkapan  administrasi negara dengan para warga  negaranya.Permasalahan yang diambil dalam penelitia ini adalah bagaimanakah  kedudukan Wakil Menteri di Indonesia dan bagaimanakah kewenangan Wakil Menteri  di Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normati sehingga  sumber yang diambil dari kepustakaan,makalah-makalah serta perundang-undangan.  Hasil penelitian ini adalah dalam sistem pemerintahan Presidensial di Indonesia,  Menteri melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai yang diamanatkan oleh Undang- Undang Dasar 1945 yaitu sebagai pembantu presiden. Menteri memimpin lembaga  Departemen dan Nomorn-departemen sesuai dengan kabinet yang disusun oleh Presiden  selanjutnya kewenangan wakil menteri di Indonesia yaitu Menurut Prajudi  Atmosudirdjo, membedakan  antara wewenang (completence, bevoegdheid) dan  kewenangan (author, gezag). Walaupun dalam prakteknya perbedaan antara keduanya  tidak selamanya perlu.Kewenangan apa yang disebut kekuasaan formal, kekuasaan yang  berasal dari kekuasaan legislatif (yang diberikan oleh undang-undang) atau berasal dari  kekuasaan eksekutif administrative.



2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
Author(s):  
Nelvetia Purba ◽  
Hardi Mulyono ◽  
Risnawaty Risnawaty ◽  
Umar Darwis

Kejahatan Korupsi di Indonesia merupakan permasalahan yang besar yang merupakan kejahatan extra ordinary crime (kejahatan yang luar biasa) hingga saat ini belum dapat diselesaikan dengan tuntas. Salah satu konsep untuk mengurangi kejahatan korupsi ini melalui pencegahan kepada generasi muda. Konsep pencegahan ini membutuhkan waktu lama terutama yang berkaitan dengan Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal sebagai Tunjuk Ajar masyarakat Melayu yang dapat dijadikan  Sumber Hukum dalam taat hukum untuk pencegahan korupsi bagi mahasiswa di Sumatera Utara Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian (R&D) untuk menghasilkan rancangan produk desain Pendidikan Anti Korupsi berbasis Tunjuk Ajar taat hukum, produk ini di validasi secara internal (pendapat ahli dan praktisi). Analisis datanya dilakukan dengan cara kualitatif yaitu dengan tidak menggunakan angka-angka dan rumus-rumus statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Orang Melayu Taat Hukum terlihat dalam tunjuk ajar yang terdapat dikalangan orang Melayu yang berbentuk petuah-petuah, amanah-amanah syair dan pantun. Tunjuk Ajar taat hukum yang terdapat dalam Kearifan Lokal tercermin dalam aktivitas sehari-hari dapat tercermin diantaranya; Harus Malu Mengambil Yang Bukan Haknya, Harus Malu Mengambil Yang Bukan Miliknya.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document