War Dance: Dance Therapy with US Military across the Generations

2011 ◽  
Author(s):  
Allison F. Winters
Keyword(s):  
2004 ◽  
Vol 15 (4) ◽  
pp. 197-203
Author(s):  
Penny Lewis†

Abstract. From my training with Marian Chace came much of the roots of my employment of dance therapy in my work. The use of empathic movement reflection assisted me in the development of the technique of somatic countertransference ( Lewis, 1984 , 1988 , 1992 ) and in the choreography of the symbiotic phase in object relations ( Lewis, 1983 , 1987a , 1988 , 1990 , 1992 ). Marian provided the foundation for assistance in separation and individuation through the use of techniques which stimulated skin (body) and external (kinespheric) boundary formation. Reciprocal embodied response and the use of thematic imaginal improvisations provided the foundation for the embodied personification of intrapsychic phenomena such as the internalized patterns, inner survival mechanisms, addictions, and the inner child. Chace’s model assisted in the development of structures for the remembering, re-experiencing, and healing of child abuse as well as the rechoreography of object relations. Finally, Marian Chace’s use of synchronistic group postural rhythmic body action provided access to the transformative power of ritual in higher stages of individuation and spiritual consciousness.


PsycCRITIQUES ◽  
2015 ◽  
Vol 60 (34) ◽  
Author(s):  
Enid G. Wolf-Schein
Keyword(s):  

2020 ◽  
Author(s):  
Rachmawati
Keyword(s):  

Secara etimologis, dance therapy terdiri dari dua kata, yaitu “dance “ dan “therapy”. Kata “dance” merujuk pada kegiatan ynag dipergunakan dalam proses therapy, sedangkan kata “therapy” berkaitan dengan serangkaian upaya yang direncanakan untuk membantu seorang individu dalam mengentaskan permasalahan. Terapi menggunakan Gerakan dan tarian untuk mendukung fungsi intelektual, emosional, dan motoric tubuh (Amercan Dance Therapy Assosiation, 2010). DMT merupakan penerapan tari yang kreatif untuk kegiatan terapeutik. Terapi ini dapat dilakukan oleh semua umur dengan rentang kemampuan mental dan fisik, serta dapat dilakukan secara kelompok atau individu (American Dance Therapy Assosiation, 2010). DMT adalah penggunaan gerakan dan tarian ekspresif sebagai wahana dimana seseorang dapat terlibat dalam proses integrasi dan pertumbuhan pribadi hal ini didasarkan pada prinsip bahwa ada hubungan antara gerak dan emosi, dengan bereksplorasi variasi kosakata melalui Gerakan yang aman, seimbang secara sepontan dan mudah beradaptasi. Melalui Gerakan dan menari dunia batin masing-masing orang menjadi nyata, individu berbagi banyak simbiolisme pribadi mereka, melalui menari Bersama hubungan menjadi terlihat (Payne, 1992).


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document