Tsaqafatuna
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

25
(FIVE YEARS 17)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By STIT Buntet Pesantren

2654-5330, 2654-5322

Tsaqafatuna ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 60-76
Author(s):  
Dewi Aisyah

Penulis tertarik ingin mengetahui bagaimana implementasi dari perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan Manajemen Pendidikan karakter berbasis muatan lokal aswaja dan ke-NU-an (Studi Deskriptif Pembelajaran Mulok Ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon). Penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana perencanaan pendidikan karakter berbasis muatan lokal ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon? Bagaimana pengorganisasian pendidikan karakter berbasis muatan lokal ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon? Bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter berbasis muatan lokal ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon? Bagaimana pengawasan pendidikan karakter berbasis muatan lokal ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk Mengetahui Implementasi Manajemen Pendidikan  Karakter Berbasis Muatan Lokal Aswaja dan Ke-NU-an (Studi Deskriptif Pembelajaran Mulok Ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon) Untuk Mengetahui Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Evaluasi Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Muatan Lokal Aswaja dan Ke-NU-an (Studi Deskriptif Pembelajaran Mulok Ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon) Implementasi Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Muatan Lokal Aswaja dan Ke-NU-an (Studi Deskriptif Pembelajaran Mulok Ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon): bahwa perencanaan Pendidikan  Karakter Berbasis Muatan Lokal Aswaja dan Ke-NU-an dilakukan: Dilakukan di awal tahun (sebelum tahun ajaran baru); Melibatkan guru, kepala sekolah dan yayasan; Membahas silabus, RPP, prota dan promesnya; Perencanaan Pendidikan  Karakter Berbasis Muatan Lokal Aswaja dan Ke-NU-an melihat juga isu kekinian. Bahwa Pengorganisasian Pendidikan Karakter di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren dirancang dalam suatu program sekolah. Program dirancang secara terencana dan terukur untuk dapat mencapai tujuan pendidikan yang sudah ditentukan. Program Pendidikan Karakter adalah bentuk upaya menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran, pembiasaan, peneladanan, pemotivasian serta penegakan aturan. Bahwa Pelaksanaan pendidikan karakter berbasis muatan lokal Aswaja dan ke-NU-an dilaksanakan di kelas. Integrasi pembentukan karakter diintregasikan dalam pembelajaran ke-NU-an, pelaksanaan pembelajaran aswaja yang berlangsung di kelas dapat dideskripsikan sebagai berikut: Guru mengajar di kelas berdasarkan RPP yang telah dibuat sebelumnya. Dalam pelaksanaan rencana pembelajaran muatan lokal Aswaja dan ke-NU-an terlihat dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, silabus, prota, prosem, kriteria kelulusan minimal, dan rincian minggu efektif, selanjutnya metode, strategi dan media pembelajaran berjalan dengan baik dan maksimal..  Bahwa MANU Putra Buntet Pesantren Cirebon melaksanakan kegiatan pengawasan yakni kegiatan pengawasan secara tidak langsung yang setiap harinya dilakukan oleh Kepala madrasah atau disesuaikan dengan program kerja yang dibuat oleh Kepala madrasah. Sedangkan pengawasan secara langsung dijadwalkan 3 bulan sekali.



Tsaqafatuna ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 43-59
Author(s):  
Ahmad Bahrul Hayat
Keyword(s):  

MTs NU Putra 2 Buntet Pesantren merupakan salah satu madrasah yang berada di kawasan pondok Buntet pesantren sebagai lembaga penyelenggara pendidikan formal dibawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren. Penelitian ini didasari oleh fakta yang terjadi di MTs NU Putra 2 Buntet Pesantren Cirebon yang menunjukkan rendahnya aktivitas belajar Siswa dan minimnya penggunaan model pembelajaran pada saat proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan pendekatan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), bagaimana bentuk keaktivan siswa dan faktor apa saja yang mempegaruhi terhadap penerapan Pendekatan Model Pembelajaran Langsung. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu Analisis induktif dengan penarikan kesimpulan yang berangkat dari fakta-fakta yang khusus, peristiwa yang konkret, kemudian ditarik kesimpulan secara umum, yaitu dengan menganalisis dan menyajikan data dalam bentuk diskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan pendekatan model pembelajaran langsung pada saat proses belajar mengajar sangat berpengaruh dalam meningkatkan keaktivan siswa, bentuk keaktivan siswa diantaranya mencatat apa yang didengar dan disampaikan oleh guru, membaca materi pelajaran yang belum disampaikan guru, bertanya tentang materi yang belum dipahami dan membuka pikiran, gagasan dan pendapat dalam berdiskusi pada saat proses pembelajaran, faktor yang mempengaruhi penerapan model pembelajaran langsung diantaranya penguasaan pengetahuan guru dan penyesuaian penerapan model pebelajaran pada materi pelajaran serta kedisiplinan siswa.



Tsaqafatuna ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 95-111
Author(s):  
Erwin Feriyanto

Abstrak   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlu adanya penilaian kinerja kepala madrasah menjamin kualitas kinerja terutama dalam hal usaha pengembangan madrasah tentunya bukan sesuatu yang instan perlu adanya manajemen dapat terlaksana dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran dan menganalisis tentang Manajemen Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) pada komponen usaha pengembangan madrasah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hikmah Jatinangor Sumedang. Tujuan khusus dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis tentang: 1).Perencanaan 2). Pengorganisasian 3).Pelaksanaan 4).Pengawasan 5). Faktor pendukung dan penghambat Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) pada komponen usaha pengembangan madrasah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hikmah Jatinangor Sumedang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teori dalam penelitian ini adalah teori Manajemen George Terry. Adapun Hasil Penelitiaanya 1).Perencanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) pada komponen usaha pengembangan madrasah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hikmah Jatinangor Sumedang sudah dilaksanakan dengan baik. 2). Pengorganisasian Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) pada komponen usaha pengembangan madrasah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hikmah Jatinangor Sumedang telah dilaksanakan.3). Pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) pada komponen usaha pengembangan madrasah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hikmah Jatinangor Sumedang telah dilaksanakan. 4). Pengawasan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) pada komponen usaha pengembangan madrasah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hikmah Jatinangor Sumedang belum maksimal dilakukan oleh pengawas. 5). Faktor pendukung PKKM adalah koordinasi yang baik antar guru-guru sehingga budaya kerja yang solid jika ada hal-hal yang perlu dikerjakan, kami bergotong royong untuk menyelesaikannya dan faktor penghambatnya adalah terbatasnya informasi tentang PKKM.   Kata Kunci: Penilaian Kinerja, Kepala Madrasah         



Tsaqafatuna ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 17-29
Author(s):  
Syibromilisi Syibromilisi
Keyword(s):  

    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Persefektif dakwah Islamiyah output dari pelaksanaan pendidikan khususnya di Indonesia masih belum mencapai sasaran sebagai manusia yang seutuhnya. Pendidikan diproyeksikan untuk selalu mengemban nilai spritual, moral, intelektual, nilai profesional yang Islami. Atau dalam tataran praktis adalah menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, berilmu, cakap. kreatif, mandiri. Dalam persefektif sejarah, Rasulullah SAW berdakwah dengan memperhatikan fungsi pendidikan Islam, beliau bertindak sebagai guru, sebagai karunia dari Allah SWT. Oleh karena itu pendidikan Islam harus menghasilkan manusia yang beriman. berpengetahuan dan berketarmpilan dengan senantiasa memodifikasi diri agar sesuai dan sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hanya pendidikan yang megemban tugas ganda secara proporsional yang mampu mewujudkan kejayaan peradaban secara hakiki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi pendidikan Islam dalam perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam bentuk penelitian kepustakaan (library research). Hal ini didasarkan pada ungkapan “Penelitian kepustakaan bertujuan untuk mengumpulkan data dengan bantuan bermacam-macam material yang di dapat di ruang kepustakaan, seperti buku, majalah dan sebagainya. Berdasarkan hasil kajian bahwa : 1) Metode pendidikan Rasulullah SAW dalam perspektif dakwah, yaitu metode amtsal, kisah dalam bahasa Al-Qur'an bermakna sejarah (tarikh) yaitu peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di zaman dahulu, metode ibrah, metode Targhib-Tarhib, metode keteladanan Fungsi pendidikan Islam dalam perjuangan dakwah Rasulullah SAW, yaitu agama Islam dapat mendorong terbentuknya iman yang kuat terhadap Allah SWT, dan mendorong tumbuhnya semangat untuk mengolah alam sekitar sebagai anugrah Allah SWT, kepada manusia, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat dan negara, serta mendorong untuk mensyukuri nikmat Allah SWT dan pembinaan akhlak. Secara substansial pembinaan akhlak memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan untuk melakukan akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian fungsi Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlak adalah pendidikan yang membentuk akhlak, yaitu merupakan suatu pembinaan sebagai perwujudan pembentukan mental atau jiwa.



Tsaqafatuna ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 30-42
Author(s):  
Neng Wardatushobariah

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan yaitu; 1). Peran kepala sekolah dalam implementasi nilai pendidikan multikultural di sekolah, 2). Peran guru dalam mengimplementasikan nilai pendidikan multikultural di sekolah, 3). Pentingnya pendidikan multikultural bagi peserta didik di MIS JAMALUDDIN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru dan siswa. Analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ferivikasi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi hingga triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi nilai pendidikan multikultural dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler disekolah dapat dilakukan dengan penguatan materi tentang keberagaman yaitu tentang beragam suku, budaya, agama dan adat istiadat.



Tsaqafatuna ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 77-94
Author(s):  
Fitriyani Kosasih ◽  
Engkos Kosasih
Keyword(s):  

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh telah terjadinya penurunan peminat korban NAPZA di setiap Inabah Suryalaya, sementara faktanya korban NAPZA setiap tahunnya semakin meningkat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif,  yaitu penelitian empirik yang datanya dikumpulkan dan disajikan bukan dalam bentuk angka-angka, tetapi dalam bentuk naratif. Dalam penelitian kualitatif, peneliti ialah sebagai instrument kunci. Data dikumpulkan dengan melalui Triangulasi yang meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dalam meningkatkan peran pelayanan terhadap korban NAPZA di Pondok Pesantren Suryalaya adalah kombinasi antara gaya kepemimpinan partisipatif dan gaya pendelegasian, dengan tipe kepemimpinan otoriter, kharismatik dan pendelegasian (laissez faire). Strategi kepemimpinan dalam meningkatkan peran pelayanan terhadap korban NAPZA ialah dengan mensosialisasikan visi, misi, tujuan dan sasaran Pondok Pesantren Inabah Suryalaya, merumuskan berbagai kebijakan pesantren, melaksanakan pembinaan berdasarkan pada kurikulum TQN Inabah secara konsisten dan kontinyu, serta melaksanakan program-program pendukung TQN. Metode yang dikembangkan di Inabah ialah metode TQN dengan menjalankan tiga amalan pokok TQN yaitu shalat, dzikir dan Talqin. Dalam hal kendala dan dukungan, Yayasan Serba Bakti memiliki dukungan yang sangat kuat baik itu dari pemerintah, masyarakat maupun dari keluarga Anak Bina. Selain daripada itu Yayasan Serba Bakti juga memiliki kebijakan-kebijakan serta program-program penunjang lainnya yang bersinergi satu sama lain.



Tsaqafatuna ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 123-130
Author(s):  
Delis Sri Maryati

Implikasi dari pembelajaran jarak jauh yang dilakukan berhubungan dengan ketercapaian kompetensi peserta didik, meliputi Kompetensi Sikap, yakni Spiritual dan Sosial, Pengetahuan, dan Ketrampilan. Pelatihan dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, yaitu Pelatihan penggunaan LMS dan Aplikasi PJJ, Pelatihan metode pembelajaran jarak jauh, dan pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis TIK. Komunikasi efektif dengan orang tua diperlukan guna mencapai ketercapaian kompetensi.



Tsaqafatuna ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 1-16
Author(s):  
Muhammad Sobirin

Free school is the hope of all parents. In fact free school is not really free. Teachers are still paid, uniforms and books are still purchased, activities still require funds, and even building rentals are not free. At the beginning of its establishment, SMP Juara Bandung made its education services free for all its students, because it received financial support from its main donor, namely the National Amil Zakat Institution (Laznas) Rumah Zakat. Because the implementation of 19 sekolah juara throughout Indonesia is a permanent burden for Rumah Zakat and this is operationally challenging, the transformation of sekolah juara is needed to realize sustainable education for SMP Juara Bandung. The transformation takes a social enterprise approach which generally consists of three qualifications, namely embedded, integrated, and external. SMP Juara Bandung applies the first qualification in the implementation of its social enterprise, namely the social enterprise qualification embedded in the form of cross-subsidies between paid general students and free scholarship students from the poor. This study aims to dig deeper into the key to the successful implementation of social enterprises at SMP Juara Bandung, the obstacles faced, the challenges after implementation, and the steps to duplicate the success of the implementation. This research is a descriptive type using a case study approach, so that a lot of information and data are obtained to answer the research objectives above. The results of the study stated that the implementation of social enterprises at SMP Juara Bandung was successful and could be duplicated in similar schools that would carry out the transformation to maintain sustainable education in their schools.



Tsaqafatuna ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 112-122
Author(s):  
Fahad Achmad Sadat

Pendidikan yang  diatur  oleh  suatu  lembaga  membutuhkan  seorang  pemimpin yang  memiliki  standar  kepemimpinan  yang  ideal.  Seorang  pemimpin  dituntut  untuk mampu   menjadi seorang agen pembawa perubahan pada suatu   lembaga   yang dinaunginya.  Perubahan  yang  dimaksud  diatur  dalam  sebuah  manajemen  perubahan, sehingga  dapat  membawa  organisasi  yang  dipimpinnya  dapat  mencapai  tujuan  yang ditargetkan.  Pondok  pesantren  sebagai  salah  satu  lembaga  pendidikan  Islam  memiliki sosok  seorang  kyai  atau  pengasuh  yang  bertanggung  jawab  atas  pondok  pesantren  yang dipimpinnya   secara   berkesinambungan. Pada masa pandemic covid 19, tentunya pemimpin pondok pesantren berperan dalam manajemen perubahan tersebut. Penelitian ini berdasarkan kajian literatur yang dituangkan dalam bentuk deskripsi.



Tsaqafatuna ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 75-80
Author(s):  
Weny Noorhaeny

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research. Dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran dan observasi secara langsung di kelas VII A dapat diketahui bahwa metode yang digunakan oleh guru bidang studi mata pelajaran IPA belum secara penuh mengedepankan pembelajaran aktif dan cenderung terjadi komunikasi satu arah dimana peserta didik cenderung pasif dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari kesiapan dan aktivitas pada saat pembelajaran berlangsung, juga tampak dari hasil belajar yang belum optimal artinya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 70. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan satu kelas untuk menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) yaitu kelas VII A yang jumlahnya ada 19 peserta didik.Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti membuktikan bahwa ada peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dengan implementasi model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada semua pihak (peserta didik, guru, orang tua) untuk dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document