Indonesian Psychological Research
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

42
(FIVE YEARS 14)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Fakultas Sains Dan Teknologi UINSA

2655-1640, 2655-9013

2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 109-120
Author(s):  
Sirri Nahzatun Qowimah ◽  
Kays Jiddan Almahira ◽  
Delvina Alifah Rahma ◽  
Akmal Budi Satrio ◽  
Hanum Miftahun Nuzul ◽  
...  

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara self confidence dan self awareness terhadap variabel komunikasi efektif, aspek tersebut menjadi hal yang sangat dibutuhkan bagi SDM di era industri saat ini. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 Mahasiswa Psikologi UINSA yang masih aktif dalam tahun ajaran 2020-2021. Analisa data yang digunakan menggunakan Regresi Linier Berganda. Hubungan self confidence dan self awareness dan komunikasi efektif adalah sangat signifikan, terlihat dari nilai F sebesar 17,268 dengan nilai p  adalah 0,000 (< 0,05). Variabel self confidence dan self awareness masing-masing memiliki nilai koefisien korelasi 0,393 dan 0,453 terhadap variabel Komunikasi. Hasil uji hipotesis didapatkan kesimpulan bahwa self confidence dan self awareness berhubungan positif terhadap variabel komunikasi efektif dan berdasarkan nilai korelasi dapat dikatakan bahwa self awareness lebih berpengaruh terhadap komunikasi efektif. R Square sebesar 0,263 menunjukkan self confidence dan self awareness secara simultan memberikan kontribusi dalam mempengaruhi komunikasi efektif sebesar 26,3%, sedangkan sisanya 73,7% dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 91-100
Author(s):  
Sutangsa Sutangsa

Tujuan dari studi ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam pembelajaran jarak jauh dan untuk mendeskripsikan pengalaman belajar mengajar siswa, guru dan orang tua dalam pembelajaran ajarak jauh. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitan kualitatif dskriptif dengan strategi fenomenologi. Sumber data dalam penelitian ini adalah 22 siswa dan 3 orang guru dari sekolah yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan evaluasi terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pembelajaran siswa tidak memenuhi ketuntasan klasikal, dan terdapat beberapa hambatan yang dirasakan oleh siswa, guru dan orang tua dalam pembelajaran jarak jauh diantaranya yang berkaitan dengan motivasi siwa, kesiapan guru dan partisipasi pendampingan orang tua. Implikasi dari penelitian ini sebagai masukan bagis siswa, guru dan orang ua dan sekolah untuk meningkatkan kesiapan dalam penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh untuk menunjang hasil belajar siswa.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 101-108
Author(s):  
Agus Poerwanto ◽  
Hetty Murdiyani
Keyword(s):  

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri, regulasi diri dan tingkat religiusitas dengan penyesuaian diri pada santri Pondok Pesantren Al Berr Pasuruan. Penelitian ini dilakukan pada santri baru Pondok Pesantren Al-Berr dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner model skala Likert yang terdiri dari skala konsep diri, skala regulasi diri, skala tingkat religiusitas dan skala penyesuaian diri. Metode analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis dengan satu variabel terikat yaitu penyesuaian diri dan tiga variabel bebas yaitu konsep diri, regulasi diri, dan tingkat religiusitas diperoleh nilai F=15.358, dengan nilai Rx1x2x3 sebesar 0,614 dan nilai p = 0,000 (p<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan konsep diri, regulasi diri, tingkat religiusitas dengan penyesuaian diri pada santri pondok pesantren Al Berr Pasuruan.  



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 75-81
Author(s):  
Yulieta Sari

Mahasiswa perantau kerap dihadapkan dengan berbagai perubahan yang menuntut dirinya untuk mampu menyesuaikan diri di lingkungan yang baru. Namun, masih banyak ditemukan mahasiswa perantau yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. Faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri salah satunya adalah kematangan emosi dan religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan religiusitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa rantau. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa rantau dengan rentang usia 18 sampai 25 tahun dan merupakan mahasiswa rantau yang tinggal di asrama daerah Kalimantan, Nusa Tenggara dan Bali. Sampel penelitian ini berjumlah 108 mahasiswa rantau yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala penyesuaian diri, skala kematangan emosi, dan skala religiusitas. Teknik analisis statistik yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara kematangan emosi dan religiusitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa perantau dengan nilai signifikansi 0,000 (P < 0,05). Artinya semakin tinggi kematangan emosi dan religiusitas individu maka semakin tinggi pula penyesuaian dirinya. Kematangan emosi dan religiusitas secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 47,4%. Kematangan emosi memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 45,1%, sedangkan religiusitas memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 2,3%.Mahasiswa perantau kerap dihadapkan dengan berbagai perubahan yang menuntut dirinya untuk mampu menyesuaikan diri di lingkungan yang baru. Namun, masih banyak ditemukan mahasiswa perantau yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. Faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri salah satunya adalah kematangan emosi dan religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan religiusitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa rantau. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa rantau dengan rentang usia 18 sampai 25 tahun dan merupakan mahasiswa rantau yang tinggal di asrama daerah Kalimantan, Nusa Tenggara dan Bali. Sampel penelitian ini berjumlah 108 mahasiswa rantau yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala penyesuaian diri, skala kematangan emosi, dan skala religiusitas. Teknik analisis statistik yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara kematangan emosi dan religiusitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa perantau dengan nilai signifikansi 0,000 (P < 0,05). Artinya semakin tinggi kematangan emosi dan religiusitas individu maka semakin tinggi pula penyesuaian dirinya. Kematangan emosi dan religiusitas secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 47,4%. Kematangan emosi memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 45,1%, sedangkan religiusitas memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian diri sebesar 2,3%.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 82-90
Author(s):  
Andi Halima ◽  
Asniar Khumas ◽  
Kurniati Zainuddin

Bystander berperan penting pada terulang tidaknya episode bullying di sekolah. Bystander perlu dilibatkan secara aktif dalam upaya pencegahan bullying. Pencegahan bullying perlu sensitif budaya. Nilai sipakatau, sipakalebbi, sipakainge sejalan dengan nilai anti-bullying. Penelitian ini merupakan studi awal yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai budaya sipakatau, sipakalebbi, sipakainge mendorong bystander bertindak aktif dan bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam pergaulan di sekolah. Prosedur sosiometri dan ilustrasi peran bullying digunakan untuk mengidentifikasi peran bystander. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan prosedur wawancara semi terstruktur pada empat bystander yang berperan membela pada situasi bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap saling menghargai, mengingatkan, dan menghormati muncul dalam pergaulan sesama teman didasari oleh nilai-nilai agama dan dari nilai budaya sipakatau, sipakainge, sipakalebbi yang disosialisasikan dalam budaya Bugis. Nilai karakter dalam konsep sipakatau, sipakainge, sipakalebbi tidak hanya muncul telah diterapkan pada strategi yang digunakan bystander untuk melakukan tindakan pencegahan bullying. Temuan ini dapat menjadi masukan untuk mempromosikan nilai-nilai agama dan budaya sebagai upaya pencegahan bullying di sekolah. Kata kunci: Pencegahan Bullying, Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge, Bystander.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 63-74
Author(s):  
Achmad Fathoni ◽  
Siti Nur Asiyah

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kontrol diri dan kesepian dengan nomophobia pada remaja. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. jumlah responden adalah 346 siswa/siswi di SMK Negeri 12 Surabaya, SMA Negeri 22 Surabaya, dan MAN Kota Surabaya. Skala yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga, yaitu skala kontrol diri yang didasarkan pada aspek-aspek konrtol diri menurut teori Tangney, (2004), dan skala kesepian yang disusun dari aspek-aspek menurut Perlman & Peplau, (1981) yang diadopsi dari Muhammad Abdul Jalil Jauhar, (2019), sedangkan penyusunan skala nomophobia didasarkan pada skala NMP-Q (Nomophobia Questionnair) dari Yildrim, (2014) yang diadopsi dari Nadya Atikah Putri, (2019). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan proses SPSS 16.0 for windows. hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kontrol diri dan kesepian dengan nomophobia pada remaja di di SMK Negeri 12 Surabaya, SMA Negeri 22 Surabaya, dan MAN Kota Surabaya dengan uji hipotesis korelasi parsial antara kontrol diri dengan nomophobia sejumlah 0.137 sedangkan signifikansi memiliki nilai sejumlah 0,006, yang artinya terdapat hubungan positif signifikan antara nomophobia dengan kontrol diri pada remaja, kemudian pada variabel kesepian dengan nomophobia mempunyai nilai korelasi sejumlah 0,288 dan nilai signifikansi sejumlah 0,000, yang artinya terdapat hubungan positiif signifikan antara nomophobia dengan kesepian pada remaja. Pada uji korelasi regresi simultan diketahui F-hitung dengan nilai 23.572 dan nilai F tabel sejumlah 3,022. Hal ini menunjukkan bahwa diperoleh hubungan signifikan antara Kontrol Diri dan Kesepian dengan nomophobia pada remaja. Sumbangan efektif yang diberikan dari variabel kontrol diri sebesar 2,7%. Sedangkan sumbangan efektif variabel kesepian sebesar 9,4%. Kedua variabel ini memberikan sumbangan efektif, namun sumbangan efektif yang diberikan oleh variabel kesepian lebih banyak dari pada kontrol diri. Selebihnya itu variabel nomophobia dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang tidak diungkap pada penelitian ini.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 54-62
Author(s):  
Novia Solichah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas social story untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan retardasi mental. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang berbentuk single subject research dengan desain grafik A-B-A’. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak dengan retardasi mental ringan (WISC, IQ: 69), berjenis kelamin perempuan di sebuah Sekolah Dasar. Subjek memiliki kecenderungan  perilaku agresif,. Subjek kesulitan untuk memulai berinteraksi dengan orang lain dengan guru maupun teman, subjek sering menendang, memukul, dan menggigit orang lain pada saat subjek berinteraksi dengan orang lain. Data diukur menggunakan frekuensi untuk melihat berapa kali subjek melakukan tindakan memukul, menendang, dan menggigit orang lain. Metode pengumpulan data menggunakan observasi langsung. Secara kuantitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan mampu menurunkan perilaku memukul, menendang, menggigit. Setelah intervensi, subjek menunjukkan perubahan yang positif dalam perilakunya. Dengan kata lain, social story mampu menurunkan perilaku agresif anak dengan retardasi mental.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 45-53
Author(s):  
Netty Herawati ◽  
Nurul Kameliya ◽  
Binti Mafrukhatul Unaifah
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah pasangan perjodohan usia dini dengan jumlah 60 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dan skala kebahagiaan perkawinan. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan signifikansi sebesar 0,00 (0,00 < 0,05). Artinya hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan. Nilai koefisien pengaruh (r) sebesar 0,654, dengan demikian terdapat pengaruh ketahanan terjhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan usia dini. Adapun sumbangan efektif ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan sebesar 42,7% , sisanya 57,3% dipengaruhi oleh faktor lain.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah pasangan perjodohan usia dini dengan jumlah 60 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dan skala kebahagiaan perkawinan. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan signifikansi sebesar 0,00 (0,00 < 0,05). Artinya hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan. Nilai koefisien pengaruh (r) sebesar 0,654, dengan demikian terdapat pengaruh ketahanan terjhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan usia dini. Adapun sumbangan efektif ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan sebesar 42,7% , sisanya 57,3% dipengaruhi oleh faktor lain.  



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 31-37
Author(s):  
M Reza Rifki ◽  
Fadhila Tunnissa ◽  
Rini Agustina ◽  
Rita Muliyani ◽  
Aqil Albanna ◽  
...  
Keyword(s):  

Fenomena Punk beberapa tahun terakhir sudah mulai muncul ke permukaan khususnya di daerah Kota Banda Aceh. Walaupun Kota Banda Aceh kota yang bersyariat Islam namun pertumbuhan Punkers dari tahun ketahun semakin meningkat, baik dari warga pendatang maupun warga Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesejahteraan subjektif dari anak Punk dengan fokus mengungkap makna kebahagiaan dan dilema hidup dalam komunitas Punk. Partisipan dalam penelitian ini adalah 6 orang anak Punk yang kemudian terlibat dalam wawancara mendalam dan FGD di Peunayong, Banda Aceh. Hasil analisa kualitatif penelitian ini menggambarkan beberapa alasan mereka bertahan dalam komunitas Punk, diantaranya kebersamaan dan kekeluargaan yang dirasakan antara sesama anggota komunitas ini begitu besar. Anak Punk memaknai kebahagiaan sebagai kebebasan dan mendapatkan kenyamanan dalam kelompok keluarga baru. Di sisi lain, partisipan dalam penelitian ini juga mengaku bahwa mereka tidak mendapatkan kebahagiaan dalam keluarga biologis mereka. Penelitian ini berkontribusi untuk mengungkap isu sensitif bagi kelompok Punk dan menemukan makna kesejahteraan bagi kehidupan kelompok Punk. Gambaran aspek-aspek kesejahteraan subjektif dan dilema kehidupan dalam dimensi yang lebih lengkap akan dijelaskan dengan rinci pada bagian hasil dan pembahasan penelitian ini.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 38-44
Author(s):  
Fifqi Alrais Siswanto ◽  
Suroso Suroso ◽  
Sahat Saragih

Remaja adalah waktu dimana seseorang mempunyai tingkah laku negatif, fasa sukar anak-anak. Ketidakseimbangan emosi terwujud pada masa remaja. Ketidakselarasan emosi pada remaja menyebabkan remaja bertindak responsif berlebih seperti tingkah laku agresif, memberontak, tidak patuh, mengganggu, yang memicu masalah sosial. Tingkah laku agresif pelajar di sekolah telah menjadi masalah universal, dan baru ini cenderung meningkat. Tujuan kajian ini adalah melihat penerapan konseling kelompok terhadap penurunan tingkah laku agresif pelajar sekolah menengah. Objektif lain dari kajian adalah mengkaji perbedaan penerapan konseling kelompok sebelum dan selepas diberi perlakuan. Pensampelan Purposive dan skala agresif diterapkan pada eksperimen ini, untuk mendapat 20 sampel yang terdiri dari 10 pelajar dalam kelompok kontrol dan 10 pelajar dalam kelompok eksperimen di SMP Negeri 13 Surabaya yang dicatatkan telah melakukan agresi di sekolah. Kaidah pendekatan kuantitatif digunakan untuk analisis data pada peneltian ini. Hasil survei lapangan menunjukkan bahawa pelajar sering melakukan tindakan tidak hormat pada guru, memaki, mengumpat, meresahkan lingkungan, membuat bising, kata tidak senonoh, berbohong. Dengan memanfaatkan dinamika kelompok, penulis memberikan intervensi konseling kelompok untuk mengurangi tingkah laku agresif pelajar. Dari hasil kajian terbukti konseling kelompok berpengaruh terhadap penurunan tingkah laku agresif pelajar sekolah menengah pertama.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document