Ekspresi Seni
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

101
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By Institut Seni Indonesia Padang Panjang

2580-2208, 1412-1662

Ekspresi Seni ◽  
2018 ◽  
Vol 20 (2) ◽  
pp. 113
Author(s):  
Siti Nurhikmah

Artikel ini memiliki tujuan menjawab permasalahan tentang, karakeristik, latar belakang terciptanya Wayang Beber sebagai konsep, dan proses kreatif lukisan Wayang Beber karya Hermin Istiariningsih. Data dan sumber data dihimpun dari informan, tempat, peristiwa melalui survey langsung, dan juga data pustaka. Permasalahan berdasarkan pada salah satu seni tradisi yaitu lukisan Wayang Beber yang semakinlangka dan sedikit yang melestarikan. Salah satu seniman Hermin Istiariningsih yang hidup sederhana tidak menyurutkan semangat dalam menekuni seni lukis Wayang Beber. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu, dengan wawancara terstruktur, observasi, mengkaji dokumen dan arsip. Ciri khas karya Mbah Ning adalah lukisan Wayang Beber bukan teknik Sungging dengan menggunakan campuran warna cat lukis,warna dari daun dan kulit kayu secara konsisten, beliau juga merupakan elukis Wayang Beber perempuan satu-satunya yang ada di Indonesia



Ekspresi Seni ◽  
2018 ◽  
Vol 20 (2) ◽  
pp. 125
Author(s):  
Riyanike Arista

Batik Pring Sedapur yang berasal dari Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan yang memiliki ciri khas ornamen bambu. Selain itu, di Desa Munggut, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi juga memproduksi batik dengan motif bambu dengan  kombinasi ornamen yang menjadi batik ciri khas kota Ngawi. Dari kemiripan objek tersebut terdorong untuk memahami latar belakang dan proses kreatif terciptanya Batik Pring Sedapur dan Batik Bambu. Penelitian menunjukkan bahwa Batik Pring Sedapur diciptakan oleh Kepala Desa Sidomukti yang bernama Bapak Tikno. Motif ini terinspirasi dari keadaan desa yang masih banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon bambu yang terletak di Dusun Papringan. Sedangkan, batik dengan motif bambu di Ngawi dipelopori oleh Bu Siwi yang motifnya terinspirasi dari sejarah kota Ngawi yang berasal dari kata Ng dan Awi yang berarti bambu. Batik Pring Sedapur dan Batik Bambu memiliki kesamaan proses kreatif dalam penciptaannya yang berasal dari dorongan eksternal yaitu flora di lingkungan sekitar



Ekspresi Seni ◽  
2018 ◽  
Vol 20 (2) ◽  
pp. 139
Author(s):  
Husni Mubarat ◽  
Heri Iswandi

The research of Palembang wood carving art on Al Quran Al Akbar is the study toward aesthetic values. This research aims at revealing the aesthetic values and embodiment process of Palembang wood carving art on Al Quran Al Akbar until its presentation. This research used qualitative research method having descriptive characteristics with the approach of aesthetic study. Visually, the aesthetic values of Palembang wood carving art on Al Quran Al Akbar were the carving of Al Quran calligraphy, the blend of gold and reddish brown colours as the unique characteristics of Palembang wood carving, the existence of ornamental variety as the ornamentation of Palembang wood carving. The aesthetic values of Palembang wood carving can also be explored through values contained in that artwork such as religious, cultural and historical values. The aesthetic values of Palembang wood carving on Al Quran Al Akbar are presented through its presentation built in the form of museum so that artwork becomes a monumental artwork namely the icon of religious tourism in Palembang.



Ekspresi Seni ◽  
2018 ◽  
Vol 20 (2) ◽  
pp. 102 ◽  
Author(s):  
Naomi Diah Budi Setyaningrum

Budaya lokal akan lebih bermakna karena mampu mendorong semangat kecintaan pada kehidupan manusia dan alam semesta. Sementara teknologi sebagai hasil kebudayaan yang bersifat fisik tanpa spritualitas nilai-nilai yang terkandung dalam adat istiadat, agama, kesenian akan kehilangan fungsi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Nilai-nilai, norma, etika yang terkandung dalam aturan adat tercermin dalam budaya lokal semestinya merupakan referensi –referensi yang bermanfaat di era globalisasi. Menggunakan  data kualitatif penelitian ini dianalisis secara deskkriptif. Merujuk pada pemikiran   Alvin Boskoff menunjukan bahwa faktor-faktor yang menjadi tantangan bagi Budaya Lokal adalah perubahan tata nilai-nilai budaya dalam masyarakat, serta matinya bentuk-bentuk seni tradisi dibeberapa wilayah Nusantara, yang disebabkan oleh teknologi di era global. Budaya lokal adalah salah satu komponen yang memberikan jati diri kita sebagai sebuah komunitas yang spesial, yang eksis di antara bangsa-bangsa di dunia ini. Maka dipandang perlu menumbuhkan kesadaran bagi generasi muda untuk lebih memahami budaya yang dimilikinya. Dengan cara memberdayakan kearifan lokal yang tumbuh di kantong-kantong budaya di seluruh persada Nusantara.



Ekspresi Seni ◽  
2018 ◽  
Vol 20 (2) ◽  
pp. 153
Author(s):  
Andri Maijar
Keyword(s):  

Representation means using language to declare something meaningfully or present something to someone else. Representation can take the forms of word, picture, sequence, story and so on that represent idea, emotion, fact and etc. The development of tradition in a region is mainly found in various customary rituals or religious events. For Minangkabau-Malay people, their faith as Minangkabau people is the faith of homoreligious and basically it has been soldered in Minangkabau tambo that's traditionally become the guideline of their customary behavior. The tradition of Bungo Lado performed in the event of Prophet Muhammad's Birthday in Padang Pariaman is one of people's representations toward Islamic culture for society. Bungo lado, the flower of Chili, is  the decorative tree that its leaves made of money hence it' s called money tree. It is one of people's euphorias in welcoming the birthday of prophet Muhammad SAW. In its implementation, every group in society is competing one and another to donate half of their income by putting or decorating the money on the twigs of tree as the form of their happiness.



Ekspresi Seni ◽  
2018 ◽  
Vol 20 (2) ◽  
pp. 88
Author(s):  
Novierti Debby Astuti

Sebagian besar mata pencaharian warga Pagerjurang, adalah perajin keramik. Setiap hari mereka memproduksi ribuan keramik. Dalam proses produksi kemungkinan karya keramik mengalami kecacatan. Karya keramik yang cacat menjadi limbah dan hanya dibiarkan menumpuk di daerah tempat tinggal para perajin. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai kreatifitas masyarakat Pagerjurang adalah dengan melakukan analisis tentang pengelolaan dan pemanfaatan limbah keramik tersebut. Limbah keramik perlu diolah supaya tidak menimbulkan efek negatif di lingkungan masyarakat. Limbah keramik diolah menjadi berbagai macam produk kerajinan tangan yang menarik seperti aksesoris, souvenir, dan tile keramik. Metode penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan eksperimen. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui latar belakang, manfaat, inovasi, serta cara pengolahan limbah keramik. Manfaat penelitian ini agar dapat menambah wawasan untuk para perajin keramik.



Ekspresi Seni ◽  
2018 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Kuntadi Wasi Darmojo

Pendhok merupakan salah satu bagian elemen perabot keris yang selalu melekat pada warangka atau sarung keris. Fungsi utama pendhok adalah sebagai pembungkus gandar untuk melindungi bilah keris. Pendhok keris gaya Surakarta sebagian besar memiliki bentuk dengan penerapan ragam hias yang cukup bervariatif, dimana konsep dasar ragam hias adalah memiliki fungsi keindahan sehingga pendhok tersebut ketika diterapkan pada warangka akan menambah daya tarik karena menjadi indah dalam melengkapi tampilan keris secara utuh. Namun, pendhok keris juga memiliki fungsi lain yaitu fungsi simbolik dan sosial.Metode tulisan ini adalah mempergunakan metode analisis interaktif, dimana analisis data yang dipergunakan untuk mengurai permasalahan terkait keberadaan pendhok keris.



Ekspresi Seni ◽  
2018 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 56
Author(s):  
Yuditia Leo Andhika

Bagurau adalah film pendek yang mengangkat isu perempuan Minangkabau saat ini dalam menanggapi perubahan kehidupan sosial masyarakat. Film ini lebih memfokuskan cerita pada fenomena perempuan Minangkabau dari sudut pandang Tukang Dendang dalam suatu pertunjukan musik malam Bagurau. Masyarakat Minangkabau masih menganggap bahwa menjadi Tukang Dendang adalah pekerjaan yang tidak sesuai norma agama dan adat yang dipegang oleh masyarakat Minangkabau. Limpapeh rumah nan gadang yaitu istilah bagi perempuan Minangkabau berarti perempuan bijaksana yang merupakan tiang penyangga dari keutuhan rumah, menjadi pedoman, memiliki budi pekerti yang baik, taat pada norma agama dan adat. Pedoman tersebut luntur bagi perempuan Minangkabau yang berprofesi sebagai Tukang Dendang. Film ini menghadirkan citra perempuan Minangkabau yang memiliki sudut pandang tersendiri dalam adat budayanya.



Ekspresi Seni ◽  
2018 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 12
Author(s):  
Susandro Susandro ◽  
Afrizal H

Penelitian ini bertujuan membaca salah satu perkembangan bentuk teater modern yang ada di Sumatera Barat. Penelitian ini berdasarkan pada kualitas data (kualitatif), disempitkan menjadi penelitian studi kasus. Bahan atau data terdiri dari tulisan atau ceramah yang terekam dalam konteks yang berbeda, bisa data dari hasil observasi, berita dari surat kabar, dan sebagainya. Persentuhan antara gagasan dan bentuk pertunjukan NyT dengan pertunjukan teater modern lainnya di Indonesia terutama di Sumatra Barat dapat ditarik ke dalam beberapa poin, pertama, secara konseptual (ide/gagasan) Syuhendri mencoba merespon dan menyerap isu-isu yang tengah berkembang secara menasional. Juga ditambah pada dekade 90-an dan 2000-an globalisasi masih hangat-hangatnya dalam pendengaran setiap orang. Kedua, persentuhan Syuhendri dengan tokoh teater lainnya di Sumatra Barat secara teknis tidaklah memiliki kendala, dalam artian dapat diakses tanpa dibatasi oleh jarak. Untuk itu besar kemungkinan karya Syuhendri juga dipengaruhi oleh adanya ruang dialogis antara Syuhendri dengan seniman lainnya di Sumatra Barat.Kata kunci: Negeri yang Terkubur, Teater Postmodern, Sumatera Barat.



Ekspresi Seni ◽  
2018 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 45
Author(s):  
Amor Seta Gilang Pratama

Kekompakan dan kebersamaan merupakan hal yang penting di dalam lingkungan militer. Lagu-lagu yang hadir dalam kegiatan Binsik Siang merupakan media yang dapat membangun kekompakan dan kebersamaan antar sesama siswa militer di Skadik 405. Berlari dan bernyanyi dalam kegiatan Binsik Siangdapat membangun kekompakan derap langkah kaki antar sesama siswa, dan juga membangun kebersamaan dengan bernyanyi secara bersama-sama. Proses terjadinya kekompakan dan kebersamaan ketika berlari dan bernyanyi, terlebih dahulu melalui proses penyesuaian dan rutinitas. Kekompakan dan kebersamaan yang dibangun melalui lagu-lagu Binsik Siang, seperti yang dinyatakan Blacking merupakan cermin dari budaya masyarakatnya, yang dalam hal ini merupakan budaya militer. Oleh sebab itu hal tersebut harus dibangun, dan lagu-lagu dalam kegiatan Binsik Siang memfasilitasi hal tersebut.Kajian ini dibahas menggunakan ilmu Antropologi dan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Etnografi



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document