Jurnal Studi Inovasi
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

35
(FIVE YEARS 35)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Inovbook Publications

2775-0922

2021 ◽  
Vol 1 (4) ◽  
pp. 33-39
Author(s):  
Magister Kalijaga
Keyword(s):  

Masyarakat di setiap daerah kini dimanjakan oleh kehadiran berbagai pusat perbelanjaan. Letak tempat perbelanjaan yang saat ini berdekatan satu sama lain membuat suatu keuntungan bagi masyarakat, karena dapat bebas memilih perbelanjaan mana yang akan dituju. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat strategi pemasaran yang dilakukan dengan cara analisis keputusan dan data mining (AKDM). Selain untuk mengetahui tingkat keseleruhan penjualan dan juga penjualan produk, analisis keputusan dan data mining digunakan juga untuk mengetahui pola pembelian barang oleh konsumen. Sehingga dapat dirancang strategi untuk dapat menarik customer dan memenangkan pasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah AHP, Clustering, dan AR-MBA. Diketahui berdasarkan pengolahan data bahwa produk yang sering dibeli jenis snack adalah chitato, taro, dll. Dari jenis minuman adalah cocacola, fanta, yakult, dll. Selain itu, didapatkan 4 pola pembelian customer (Dept 6 dan Dept2, Dept 9 dan Dept 4, Dept 9 dan Dept 2, Dept 7 dan Dept 2). Strategi yang dapat diterapkan dengan mempertimbangkan hasil pengolahan data adalah dengan melakukan promosi mix antar produk.  



2021 ◽  
Vol 1 (4) ◽  
pp. 40-49
Author(s):  
Gary Nidra

Sam Sip Pu merupakan tradisi dalam menyambut Imlek dengan melaks anakan sembahyang baik itu di rumah ataupun di tempat ibadah. Dalam proses pemilihan persembahan dan perlengkapan yang akan disediakan pada saat sembah yang semua berdasarkan hasil pemaknaan dari masing-masing keluarga terhadap persembahan ataupun alat-alat yang akan digunakan. Latar belakang penelitian tradisi Sam Sip Pu ini adalah simbol-simbol yang digunakan dalam persembahan dan perlengkapan serta pemaknaan terhadap persembahan dan perlengkapan dalam perayaan tradisi Sam Sip Pu di Pulau Bangka. Desain penelitian menggunakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan verstehen. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang berasal dari wawancara terhadap tokoh agama dan masyarakat Tionghoa yang melakukan Tradisi Sam Sip Pu di Pulau Bangka. Sedangkan data sekunder didapat melalui jurnal penelitian, penelitian terdahulu, buku, atau dokumen. Simbol-simbol yang ada pada tradisi Sam Sip Pu itu berupa perlengkapan untuk makanan seperti buah-buahan, kue, Sam Sang, teh, arak, lilin, garu, Kim Ci, dan NyunCi. Pemaknaan perlengkapan seperti Lilin dan Garu melambangkan media menyampaikan doa, Kim Ci melambangkan uang kepada dewa, Nyun Ci melambangkan uang kepada leluhur, barang-barang duplikat (pakaian, uang, dan lain-lain) melambangkan penghormatan, kotak pengantar (hun be) melambangkan pengiriman. Menurut interaksi interaksionisme simbolik Blumer, pertama simbol-simbol yang ada pada tradisi Sam Sip Pu digunakan secara terus-menerus dan memiliki makna, kedua, pengetahuan terhadap makna tersebut bukan hanya dimiliki oleh satu atau dua kelompok saja, tapi pengetahuan tersebut dimiliki oleh masyarakat Tionghoa, ketiga, bisa dilihat dari bagaimana masyarakat Tionghoa mencari alternatif pada saat melaksanakan tradisi Sam Sip Pu seperti penggunaan simbol dan makna yang disematkan pada persembahan, contohnya tahu.



2021 ◽  
Vol 1 (4) ◽  
pp. 23-32
Author(s):  
Habila Dara Samudera
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kehidupan nelayan dan untuk mendeskripsikan mekanisme survival yang digunakan oleh Nelayan di Lingkungan Nelayan II Kabupaten Bangka pada masa Pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh Informan penelitian sejumlah15 orang. Digunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Digunakan sumber data baik dari data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kondisi masyarakat nelayan sebelum dan sesudah adanya pandemi covid-19 sangat berbeda jauh dimana sebelum adanya pandemi covid-19 masyarakat nelayan dapat menjual ikannya dengan harga yang tinggi dan mampu memenuhi atau mencukupi kebutuhan mereka. Tetapi setelah adanya pandemi covid-19 nelayan mulai kesulitan ditambah hutang yang menumpuk membuat nelayan harus membayar hutang mereka terlebih dahulu dengan hasil penjualan ikan yang mereka dapat agar tidak terkena masalah.Kondisi yang menyebabkan masyarakat lingkungan Nelayan II melakukan mekanisme survival di tengah masa pandemi Covid-19 mencakup faktor internal seperti pinjaman atau kredit serta tidak adanya keahlian khusus, sementara faktor eksternal mencakup perubahan Iklim/cuaca serta adanya pandemi covid-19.Mekanisme survival nelayan lingkungan Nelayan II dalam mengahadapi Pandemi Covid-19 yakni nelayan mengurangi pengeluaran untuk pangan dengan jalan makan hanya sekali sehari dan beralih ke makanan yang mutunya lebih rendah, menggunakan alternatif subsistem yaitu swadaya yang mencakupkegiatan seperti berjualan kecil-kecilan, bekerja sebagai tukang, sebagai buruh lepas mencari pekerjaan dan meminta bantuan dari jaringan sosial seperti sanak saudara, kawan-kawan sedesa, atau memanfaatkan hubungan dengan pelindungnnya (patron).



2021 ◽  
Vol 1 (4) ◽  
pp. 50-56
Author(s):  
Bagas Swardhana Putra ◽  
Magister Alfatah Kalijaga

Perancangan tata letak fasilitas adalah suatu kegiatan yang di dalamnya terdiri dari proses perancangan, pembentukan konsep dan menganalisa fasilitas fisik yang diantaranya yaitu peralatan, mesin, area, bangunan dan fasilitas fisik lainnya untuk mengoptimalkan aliran material, informasi dan proses kerja. PT. XYZ adalah perusahaan yang berfokus mengolah benang untuk kemudian diproduksi menjadi kain setengah jadi atau yang biasa disebut kain grey. Permasalahan yang terjadi pada PT. XYZ adalah penyusunan aliran kerja yang masih kurang baik. Selain itu juga terdapat penggunaan area produksi yang belum optimal dan mengakibatkan jarak lintasan yang ada antar unit kerja dan proses pemindahan barang menjadi kurang efisien dan menyebabkan terjadinya pemborosan waktu dan biaya. Pendekatan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan Activity Relationship Chart (ARC) yang berguna untuk menghubungkan aktivitas-aktivitas secara berpasangan untuk diketahui tingkat hubungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat permasalahan pada peletakan gudang bahan baku dan gudang penyimpanan yang letaknya terlalu jauh ke bagian dalam perusahaan sehingga mempersulit proses pemindahan bahan baku maupun produk jadi. Selain itu juga terdapat permasalahan lainnya berupa adanya pola aliran bolak balik dalam proses produksi yang menyebakan perpindahan material handling menjadi tidak efektif dan efisien.



2021 ◽  
Vol 1 (4) ◽  
pp. 1-9
Author(s):  
Mayditania Intan Bunga Pratiwi ◽  
Defi Pamelasari
Keyword(s):  

Pandemi Covid-19 telah menyebar di 223 negara, hingga saat ini kasus infeksi juga semakin meningkat. Berbagai upaya pencegahan Covid-19 telah dilaksanakan. Namun, usia remaja sering ditemukan masih melanggar aturan, hal tersebut diakibatkan oleh tingkat pengetahuan masyarakat terkait Covid-19 yang masih kurang, perilaku dan sikap yang acuh, serta kurangnya sosialisasi khusus kepada remaja mengakibatkan tidak maksimal program pencegahan Covid-19. Pemberdayaan remaja dilakukan di RT 05 RW 03 Desa Loram Wetan yang berlangsung selama 3 minggu pada bulan Juli-Agustus 2020. Kegiatan berjalan dengan sukses serta antusiasme peserta sangat baik dalam proses pemberian edukasi yang dilaksanakan secara daring melalui Whatsapp. Media edukasi yang digunakan yaitu poster, booklet dan leaflet. Untuk mengetahui perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku maka diberikan kuesioner pre-test dan post-test yang diisi oleh 28 remaja yang berpartisipasi dalam kegiatan, hasil dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Diperoleh adanya perubahan pengetahuan yang bermakna signifikan (nilai p <0,05), namun tidak ada perubahan yang signifikan pada aspek sikap dan perilaku tentang Covid-19 (nilai p >0,05). Akan tetapi baik pengetahuan, sikap, dan perilaku terjadi



2021 ◽  
Vol 1 (4) ◽  
pp. 57-63
Author(s):  
Resi Liani ◽  
Aimie Sulaiman ◽  
Herdiyanti Herdiyanti
Keyword(s):  

Perilaku menyimpang dikalangan remaja mulai muncul secara tidak langsung di lingkungan tempat tinggal. Perilaku menyimpang merupakan hasil sosialisasi yang tidak sempurna baik didalam keluarga maupun lingkungan. Kelompok yang paling rentan dalam proses perilaku menyimpang adalah para remaja, terlibatnya remaja perempuan yang mengkonsumsi minuman keras merupakan suatu permasalahan yang terjadi di masyarakat Desa Kayu Arang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui mengapa remaja perempuan melakukan tindakan menyimpang serta faktor yang mempengaruhi serta menggambarkan label yang diberikan masyarakat. Adapun penelitian ini menggunakan teori labeling dari Howard S Backer yang memaparkan dua perspektif yaitu mengapa dan bagaimana seseorang dapat diberikan cap atau label dan bagaimana pengaruh label terhadap konsekuensi dari perilaku yang dilakukan oleh remaja perempuan yang mengkonsumsi minuman keras. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang terdapat sumber data primer dari wawancara mendalam dengan informan. Penelitian ini mengambil informan sebanyak  21 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil temuan pada penelitian ini yaitu terdapat faktor-faktor yang menyebabkan remaja perempuan melakukan tindakan menyimpang yang terdiri dari faktor internal dan eksternal. Selain itu juga membahas bentuk pelabelan yang diberikan oleh masyarakat terhadap remaja perempuan yang mengkonsumsi minuman keras. seperti dengan melabelkan remaja perempuan tersebut dengan label “Mentinak Jalir dan Dayang Arek”.



2021 ◽  
Vol 1 (4) ◽  
pp. 10-22
Author(s):  
Putra Ulinuha

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran implementasi metode pembiasaan sebagai upaya yang dilakukan guru PAI dalam materi Ayo Kita Shalat kelas 2 semester 2 di SDIT Al Islamiyah yang dilaksnakan pada masa covid 19 dengan menggunakan aplikasi Zoom dan guru luring. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah kepala sekolah, guru PAI, peserta didik dan wali murid SDIT Al Islamiyah, Teknik yang digunakan yaitu menggunakan observasi, wawancara partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama implementasi bacaan pelajaran kelas 2 melalui aplikasi Zoom dan luring guru PAI metode pembiasaan berjalan dengan baik menggunakan aplikasi Zoom dengan durasi waktu pembiasaan sekitar 20 menit setiap hari dan setiap pekannya guru PAI ke rumah siswa-siswi SDIT Al Islamiyah. kedua, factor pendukung sangat berperan terwujudnya metode pembiasaan walaupun menggunakan aplikasi Zoom dengan jarak jauh. Factor penghambat  terdapat berbagai arah, baik dari siswa yang malas, perbedaan kecerdasan dan sarana prasana yang belum lengkap di rumah siswa-siswi masing-masing.



2021 ◽  
Vol 1 (3) ◽  
pp. 62-71
Author(s):  
Yessi Nirmala ◽  
Aimie Sulaiman ◽  
Jamilah Cholillah

Penelitian ini mengkaji tentang inovasi yang salah satunya adalah inovasi kebudayaan. Kebudayaan yang dikaji merupakan kebudayaan yang terbentuk dari hasil budidaya atau kreativitas manusia yang disebut dengan seni.  Seni yang dimaksud adalah seni tari. Fokus pada penelitian ini adalah  membahas terkait bagaimana refleksi hubungan sosial atas semboyan “Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong” pada Tari Chit Ngiat Pan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis interpretatif. Data dikumpulkan dengan teknik obesrvasi, wawancara informan yang ditentukan dengan teknik sampling purposive, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian adalah teori Interaksionisme Simbolik oleh Herbert Blumer dengan tiga hal prinsip utama yaitu meaning, language dan tought. Peneliti menggunakan simbol tari sebagai unit analisis yakni gerak, tata busana, dan tata rias. Pemaknaan (meaning) pada Tari Chit Ngiat Pan menunjukkan adanya penyesuaian dengan makna solidaritas yakni “Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong”yang digali lewat simbol tari. Semboyan tersebut merupakan kunci dari penciptaan Tari Chit Ngiat Pan selain dari mengangkat kebudayaan Etnis Tionghoa. Bahasa (language) di peroleh sebagai hasil interaksi dari sesama penari bahwa Tari Chit Ngiat Pan diciptakan berawal dari tujuan kompetisi. Pikiran (tought) adalah kompetisi yang di ikuti adalah suatu tujuan untuk memperoleh kemenangan sehingga dapat melangkah ke tahap internasional. Adanya pemanfataan semboyan “Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong”melahirkan akulturasi yang menunjukkan adanya solidaritas antar Etnis Melayu Dan Etnis Tionghoa di Bangka Belitung yang ditunjukkan kembali melalui seni tari.  



2021 ◽  
Vol 1 (3) ◽  
pp. 45-54
Author(s):  
Shindi ade Lestari ◽  
Iskandar Zulkarnain ◽  
Luna Febriani

Konflik yang terjadi mempermasalahkan isu lingkungan yang melibatkan beberapa pihak dengan fokus sektornya masing-masing. Konflik ini berawal dari tahun 2003 yang dimana masuknya PT. SCHG ditengah-tengah masyarakat sudah banyak menimbulkan polemik dimasyarakat sekitar, pada tahun 2009 pihak PT. SCHG melaporkan salah satu masyarakat yang mernambang dilahan tersebut kepada pihak polisi, maka dari itu konflik pun semakin memuncak dimana para masyarakat Desa Mempaya tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh pihak PT. SCHG tersebut para masyarakat Desa Mempaya melakukan demontrasi terhadap PT. SCHG dikarenakan masyarakat tidak terima akan tindakan PT. SCHG yang melaporkan masyarakat menambang dilahan milik PT. Timah. Yang dimana mulanya konflik ini hanya terjadi antara Pihak PT. Timah dan pihak PT. SCHG, akan tetapi didalam masyarakat Desa Mempaya memiliki kelompok masyarakat yaitu kelompok masyarakat penambang dan kelompok masyarakat buruh sawit, yang dimana di kelompok masyarakat ini memiliki kepentingan satu sama lain seperti masyarakat penambang lebih pro kepada PT. Timah karena ketika lahannya jatuh kepada PT. Timah maka masyarakat penambang dengan leluasa menambang dilahan tersebut. dan sebaliknya pun begitu, kelompok masyarakat buruh sawit lebih pro kepada PT. SCHG karena ketika lahannya jatuh kepada PT. SCHG maka masyarakat buruh sawit tidak akan khawatir akan hilangnya pekerjaan. Maka dari itu, dari adanya konflik perebutan lahan ini banyak aktor-aktor yang dilibatkan antara lain pihak PT. Timah, pihak PT. SCHG, kelompok masyarakat penambang dan kelompok masyarakat buruh sawit. Kecendrungan perebutan lahan yang terjadi antara PT. Timah dengan PT. SCHG diawali dengan adanya penanaman bibit sawit oleh PT. SCHG seluas 1.950 Hektar serta mengklaim lahan tersebut sudah menjadi hak mereka. Kasus perebutan tersebut telah berlangsung dari tahun 2003-2011 yang pada akhirnya dimenangkan oleh PT Timah. Jika ditinjau secara hukum, lahan tersebut merupakan kepemilikan PT Timah yang sudah diatur dalam regulasi. Artinya, bisa dipahami dalam hal ini terdapat tumpang tindih akses lahan yang dilakukan PT. SCHG terhadap lahan yang seharusnya menjadi kepemilikan PT Timah. Maka muncul perselisihan yang mengarah kepada konflik perebutan lahan antara kedua belah pihak yakni PT Timah dengan PT. SCHG. Konflik perebutan lahan yang berlangsung lama tersebut banyak memunculkan polemik di masyarakat hingga pada akhirnya pihak-pihak yang terlibat membentuk suatu kesepakatan bersama untuk menyelesaikan konflik melalui kompensasi berupa sejulmah uang yang diberikan PT. Tmah kepada PT. SCHG. Penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini lahan yang menjadi konflik antara perusahaan kami dengan PT. Timah itu, kedua belah pihak kami sudah selesai membuat kesepakatan satu sama lain, yang dimana isinya tentang lahan yang sudah ditinggalkan dari perusahaan kami agar tidak ada lagi bentuk berkelanjutan ini dari sisi perusahaan kami, sedangkan dari sisi PT. Timah lahan yang di konflikkan telah berhenti produksinya.  



2021 ◽  
Vol 1 (3) ◽  
pp. 55-61
Author(s):  
Cindi Febriana ◽  
Luna Febriani ◽  
Iskandar Zulkarnain
Keyword(s):  

Penelitian ini mengkaji tentang analisis fenomena tren bersepeda di masa pandemi pada NOOB Folding Bike Community Bangka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi para anggota tertarik bergabung dalam komunitas tersebut dan mengidentifikasi tren bersepeda pada NOOB Folding Bike Community Bangka di masa pandemi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi, wawancara langsung, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini adalah teori masyarakat konsumsi dari Jean Baudrillard yang mana pada konsep mengenai nilai guna, nilai tanda dan simulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa fenomena tren bersepeda di masa pandemi pada NOOB Folding Bike Community Bangka berkembang melalui media sosial dan juga bentuk perubahan gaya hidup yang didukung oleh situasi lingkungan yang sedang menghadapi pandemi covid-19 yang pada akhirnya menciptakan kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari. Kemunculan tren ini akhirnya memberikan cara baru dalam perubahan diri individu untuk lebih menjaga kesehatan dimasa pandemi, awalnya tren bersepeda di masa pandemi guna sebagai kebutuhan kesehatan, namun tren ini berkembang kearah kebutuhan lain, karena mengkonsumsi sebuah tren yang sedang berkembang saat ini  dapat membentuk sebuah eksistensi dan identitas sosial bagi anggota yang tergabung pada NOOB Folding Bike Community Bangka.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document