JEDMA Jurnal Edukasi Matematika
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

9
(FIVE YEARS 4)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By STKIP PGRI Sidoarjo

2746-637x

2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 13-20
Author(s):  
Resty Tirta Risani ◽  
SITI NURIYATIN

Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan  profil  pemecahan  masalah  matematika siswa ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent. Kualitatif deskriptif merupakan jenis dari penelitian ini. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Candi. Penentuan subjek berdasarkan hasil soal tes GEFT yang diberikan kepada siswa. Hal ini bertujuan untuk mengelompokkan tipe gaya kognitif siswa. Subjek penelitian ini sebanyak 2 siswa dari kelas VIII-E, yaitu 1 siswa dengan gaya kognitif field independent (FI) dengan skor hasil tes GEFT antara 13 sampai dengan 15 dan 1 siswa dengan gaya kognitif field dependent (FD) dengan skor hasil tes GEFT antara 4 sampai dengan 6. Tes pemecahan masalah aritmatika sosial diberikan untuk melihat pemecahan masalah matematika subjek dalam menyelesaikan  masalah.  Hasil  penelitian  menunjukkan perbedaan signifikan kedua subjek pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian, yaitu subjek FI lebih mampu melaksanakan rencana penyelesaian dengan mengaitkan informasi soal dan rumus yang digunakan untuk menyeleseaikannya dibandingkan subjek FD. Subjek  FI menunjukkan pemahaman yang baik dalam menentukan setiap hasil akhir perhitungan bentuk pecahan dan desimal bila dibandingkan dengan subjek field dependent.



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 21-30
Author(s):  
Siti Imamatur Rohmah ◽  
Soffil Widadah ◽  
Eka Nurmala Sari Agustina

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kesalahan siswa SMK dalam menyelesaikan soal matematika materi sistem persamaan linier tiga variabel. Penelitian ini dilakukan di SMK Persatuan 1 Tulangan pada tahun ajaran 2019/2020 di kelas X-Tata Busana. Subjek dipilih berdasarkan banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Tes dilakukan kepada semua siswa di kelas X-Tata Busana. Dari hasil tes soal diambil subjek yang memiliki kesalahan terbanyak. Selanjutnya subjek yang terpilih diwawancara. Hasil tes dan wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis kesalahan Newman yaitu kesalahan membaca, kesalahan memahami, kesalahan mentransformasi, kesalahan dalam keterampilan proses dan kesalahan pada jawaban akhir. Berdasarkan penelitian dengan menggunakan analisis Newman dapat disimpulkan bahwa siswa melakukan kesalahan membaca dengan bentuk kesalahan tidak dapat membaca kata-kata penting yang ada dalam soal, siswa melakukan kesalahan memahami dengan bentuk kesalahan tidak dapat menuliskan yang diketahui dan ditanyakan dan menuliskan tetapi salah, siswa melakukan kesalahan mentransformasi dengan bentuk kesalahan tidak dapat membuat model matematika, siswa melakukan kesalahan keterampilan proses dengan bentuk kesalahan tidak dapat menyelesaikan soal dan prosedur tidak sesuai, dan siswa melakukan kesalahan pada jawaban akhir dengan bentuk kesalahan menuliskan jawaban salah dan tidak menuliskan jawaban.



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 1-7
Author(s):  
Achmad Syarifudin ◽  
Risdiana Chandra Dhewy ◽  
Eka Nurmala Sari Agustina
Keyword(s):  

Untuk melihat peningkatan siswa dalam proses pembelajaran, salah satunya adalah  nilai hasil belajar. Supaya membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran materi segi empat bangun trapesium di kelas, maka dapat menerapkan model Brain Based Learning dimana siswa diminta aktif untuk menggali pengetahuan agar dapat meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model Brain Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi segi empat. Penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yang dilaksanakan pada tahun ajaran 2020/2021 di SMP Kemala Bhayangkari 7 Porong dengan sampel 29 siswa pada kelas VII-A. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil belajar siswa pada materi segi empat bangun trapesium yang dilihat  dari nilai thitung = 2,797 > ttabel = 2,051 dengan kondisi probabilitas signifikan (0,009) kurang dari α (0,05). Selain itu ditunjukkan juga dengan persamaan regresi linear yaitu -253,494+3,808X yang memperlihatkan bahwa jika model Brain Based Learning dilaksanakan semakin baik dengan persiapan yang matang sehingga hasil belajar siswa meningkat dengan baik. Model Brain Based Learning memiliki kontribusi/pengaruh sebesar 22,5 % pada proses pembelajaran materi segi empat .



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 8-12
Author(s):  
Teguh Setiawan ◽  
Risdiana Chandra Dhewy ◽  
Eka Nurmala Sari Agustina

implementasi adalah suatu cara pelaksanaan kegiatan yang terencana secara rapi, cermat dan rinci untuk memperoleh hasil yang efektif dan efisien yang di tinjau dari aktivitas guru, aktivtas siswa, hasil belajar dan respons siswa. supaya membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran dan agar siswa tidak bingung dengan banyaknya rumus yang ada di materi bangun ruang sisi datar, maka dapat mengimplementasikan mode pembelajaran picture and picture dimana metode pembelajaran ini siswa harus aktif yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan yang sistematis, seperti menyusun gambar secara berurutan, menunjukkan gambar, memberi keterangan gambar dan mejelaskan gambar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian dianalisis sesuai dengan metode statistik yang digunakan kemudian diinterprestasikan. Karena penelitian ini ingin mengetahui Implementasi model pembelajaran picture and picture kelas VIII di SMP Bilingual Terpdu pada materi bangun ruang sisi datar. Pada pelaksanaan model pembelajaran picture and picture pada penelitian ini nilai aktivitas guru menujukan 3,08 di kategori “baik”, pada bagian aktivitas siswa dari 12 indikator mendapatkan 8 sangat aktif dan 4 aktif. Pada bagian nilai hasil belajar secara klasikal mendapatkan 62,5% ini menunjukan bahwa secara klasikal dikatakan “belum tuntas”. Dan dari respons siswa dinyatakan positif karena angket respons pada kriteria “baik”.



2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 32-36
Author(s):  
SITI NURIYATIN

Penelitian ini mendeskripsikan profil kemampuan siswa dalam mengajukan soal matematika kontekstual ditinjau dari gaya belajar VARK. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII-C MTs Ma’arif NU Ngaban, Tanggulangin. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa yang masing-masing mewakili siswa dengan gaya belajar visual, aural, read/write, dan kinestetik. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, tes, dan wawancara. Kemampuan pengajuan soal dalam penelitian ini meliputi memahami informasi, menyusun rencana pembutan soal, membuat soal, dan memeriksa soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing subyek penelitian memahami informasi yang diberikan dan dapat menyusun rencana pembuatan soal. Namun tahap pembuatan soal dan proses memeriksa kembali belum dapat dilakukan oleh semua subyek penelitian.



2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 37-43
Author(s):  
Dewi Sukriyah

  Abtrak: Topologi merupakan cabang ilmu matematika yang mempelajari suatu struktur yang terdapat pada himpunan. Seperti halnya himpunan hingga yang memiliki kardinalitas, maka topologi hingga juga memiliki kardinalitas. Jika himpunan  memiliki kardinalitas  dan  topologi pada S, maka kardinalitas dari  yang dinotasikan dengan  menyetakan banyaknya elemen dari . Jika  topologi pada S, maka matriks keterhubungan langsung topologi   adalah matriks berukuran  yang dinotasikan dengan . Matriks  merupakan matriks yang elemennya 0 atau 1.   Kata Kunci: Himpunan, Kardinalitas, Matriks Keterhubungan Langsung, Topologi.         Abstract: Topology is a branch of mathematics which study structures on a set. As a finite set, a finite topology have a cardinality. Let  be a finite set with cardinality  and let  be a topology on  S, then the cardinality of   which denotes  is the number of elements . If  topology on S, then the corresponding matrix to a topology   is a matrix  which denoted by  .  is the matrix have element  0 or 1.   Keywords: Cardinality,  Set, The Corresponding Matrix, Topology,



2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 22-31
Author(s):  
Hanifatul Awwalina ◽  
Risdiana Chandra Dhewy ◽  
Eka Nurmala Sari Agustina
Keyword(s):  

Pembelajaran Pair Checks merupakan pembelajaran berkelompok yang dapat menuntun partnernya untuk berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Pair Checks terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2019/2020 di SMK Informatika Sumber Ilmu Tulangan. Sampel penelitian sebanyak 26 siswa dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pembelajaran Pair Checks terhadap kemampuan berpikir kritis siswa karena thitung = 3,431 > ttabel = 2,064 dan didukung dengan probabilitas signifikan sebesar (0,002)  < α (0,05). Selain itu, persamaan regresi linearnya yaitu Y = -15,479 +1,743X juga memperlihatkan, jika pembelajaran Pair Checks dilaksanakan semakin baik maka kemampuan berpikir kritis siswa juga akan semakin baik. Pembelajaran Pair Checks memiliki kontribusi sebesar 32,9% terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penerapan pembelajaran Pair Checks menjadikan siswa dapat berpendapat atau lebih aktif dalam kelas serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang baik.



2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 9-21
Author(s):  
Guntur Aprilaksono

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran kuantitatif siswa SMA dalam menyelesaikan soal HOTS. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIPA 2 SMA Muhammadiyah 3 Tulangan pada semester genap tahun ajaran 2019/2020. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa dari kelas X MIPA 2 SMA Muhammadiyah 3 Tulangan yang terdiri dari 1 siswa berkemampuan matematika tinggi, 1 siswa berkemampuan matematika sedang, dan 1 siswa berkemampuan matematika rendah. Instrumen dalam penelitian dengan pendekatan kualitatif ini menggunakan soal tes dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan triangulasi waktu dengan membandingkan data waktu pertama dengan waktu kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara ketiga siswa yang memiliki kemampuan matematika berbeda, hanya siswa berkemampuan matematika tinggi yang mampu menggunakan berbagai teknik yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah (misalnya, menggambar gambar, menggunakan rumus, menyelesaikan persamaan).dan hanya siswa berkemampuan matematika sedang yang mampu menentukan batasan masalah



2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 1-8
Author(s):  
Gusmi Kholijah

Kesejahteraan ekonomi masih belum merata di Indonesia. Hal ini masih menjadi masalah dalam mengatasi kemiskinan. Banyak usaha yang sudah dilakukan dalam pengentasan kemiskinan, salah satunya meningkatkan partisipasi ekonomi. Partisipasi ekonomi dapat dikategorikan atas bekerja dan tidak bekerja. Partisipasi ekonomi merupakan variabel respon yang dipengaruhi oleh beberapa variabel prediktor. Hubungan antara variabel prediktor dengan variabel respon yang berbentuk kategori biner dapat dianalisis dengan regresi logistik biner. Model yang dihasilkan dari penelitian ini menyampaikan bahwa  masyarakat yang tinggal di perdesaan lebih memiliki partisipasi ekonomi dibanding dengan di perkotaan. Lalu status perkawinan dengan kategori kawin, cerai hidup lebih memiliki berpartisipasi ekonomi dibanding dengan cerai mati, dan yang cerai mati lebih berperan lagi dibanding dengan yang belum kawin. Selanjutnya laki-laki lebih berpartisipasi ekonomi dibanding dengan perempuan. Lalu jika dilihat dari usia, menunjukkan usia produktif kerja lebih memiliki partisipasi ekonomi, kemudian semakin tinggi tingkat pendidikan maka memberikan kontribusi terhadap partisipasi ekonomi semakin tinggi.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document