Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

62
(FIVE YEARS 7)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Muhammadiyah Pontianak

2579-4698, 2086-1826

2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Eqwar Saputra

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi kecepatan udara dan temperatur terhadap kenyamanan termal pada ruangan sholat masjid. Dalam penelitian ini objek yang dipilih berlokasi di Masjid KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Data diambil melalui pengukuran langsung dilapangan dengan alat ukur berupa hygrometer, termometer dan anemometer. Standar kenyamanan termal yang baik disesuaikan berdasarkan standar yang ada. Waktu penelitian dilakukan pada pukul 09.00 wib, 11.00 wib, 13.00 wib, dan 15.00 wib. Sampel penelitian mengambil sembilan titik ukur di lantai satu masjid. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kenyamanan termal pada masjid KH. Ahmad Dahlan termasuk tipe udara yang bergerak (kecepatan 0.4-1,2 m/s) berdasarkan pengukuran menggunakan alat bantu di arah masuk udara pada pintu dan jendela, daerah nyaman dapat dicapai pada kondisi bersuhu 25-27 oC dan berkelembaban 70-80%. Kata kunci: Masjid, temperatur, kenyamanan termal



2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 28
Author(s):  
Fakhri Elbaz Nugraha

Fakhri Elbaz Nugraha, Jurusan Teknik Mesin / Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Pontianak, 30 Maret 2021, Analisa Unjuk Kerja Mesin Disel Deutz MWM BV M 628 (BV3) Berdasarkan variasi Tekanan Injektor Di ULPLTD Sintang Dosen Pembimbing : Seiring meningkatnya rasio elektrifikasi, konsumsi minyak bumi yang digunakan mesin PLTD semakin tinggi, karenanya pemerintah membuat regulasi pemanfaatan energi alternatif berupa biodiesel untuk mengurangi penggunaan minyak fosil. Untuk PLN, BBM yang digunakan yaitu B30 yang merupakan campuran dari 70% minyak bumi dan 30% minyak nabati. Namun, bila dibandingkan dengan bahan bakar minyak bumi, biodiesel memiliki nilai viskositas, densitas dan tegangan permukaan lebih tinggi, karenanya biodiesel membutuhkan treatment pada engine supaya bekerja seoptimal minyak bumi, salah satunya adalah tekanan injeksi bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa mesin Deutz BV 3 PLTD Menyurai berdasarkan variasi tekanan injektor. Data parameter diolah dengan rumus siklus gabungan. Hasil pengujian menunjukkan pada beban mesin 1100 kW torsi pada tekanan 400 bar sebesar 1534 kg.m, tekanan 350 bar sebesar 1497 kg.m, tekanan 300 bar sebesar 1437 kg.m. Temperatur exhaust pada tekanan 300 bar adalah 713K , tekanan 350 bar sebesar 700K dan tekanan 400 bar sebesar 690K. Daya efektifnya pada tekanan injektor 300 Bar sebesar 1505 kW, tekanan 350 Bar sebesar 1567 kW dan tekanan 450 Bar sebesar 1605 kW. SFC pada tekanan 300 bar sebesar 0,2332 liter/kWh, tekanan 350 bar sebesar 0,2307 liter/kWh dan pada 400 bar sebesar 0,2243 liter/kWh. Sedangkan ESFC pada tekanan 300 bar sebesar 0,00016, tekanan 350 Bar sebesar 0,00015 dan tekanan 400 bar sebesar 0,00014. Untuk efisiensi paling optimal ada pada beban mesin 900 kW dimana pada tekanan injektor 300 bar efisiensinya 0,3245, pada 350 bar efisiensinya 0,3323 dan pada tekanan injektor 400 bar sebesar 0,3462.  Kata Kunci : Unjuk Kerja, Tekanan Injektor, Mesin Disel, Performa, Biodisel.



2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 38
Author(s):  
Muhammad Dliaul Haq

Panel surya menjadi salah satu energi bersih yang menjanjikan namun kinerja panel surya bergantung pada tingkat iridiasi matahari dan kondisi suhu. Sebuah kondisi dimana panel surya menerima iridiasi yang berbeda yang dinamakan partial shading. Partial shading menyebabkan penurunan efisiensi daya keluaran PV dan dapat menimbulkan kerusakan pada PV. Untuk mencegah kerusakan terdapat dioda bypass namun adanya dioda bypass menyebabkan kurva karakterisistik daya-tegangan memiliki puncak lebih dari satu. Untuk mendapatkan daya maksimum digunakan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT). Penggunaan algoritma Differential Evolution (DE) ditujukan untuk menghindari terjebak pada puncak daya yang lebih rendah dan lebih optimal dalam mendapatkan puncak daya maksimum. Sistem panel surya yang digunakan berupa 2 panel surya dengan 100 Wp yang mana disambunkan secara seri sebagai modul surya dan sebuah buck converter. MPPT DE diuji dengan beberapa pola partial shading dengan menggunakan software PSIM dan dibandingkan dengan algoritma Human Psychology Optimization (HPO). Hasil menunjukkan MPPT DE mampu melacak puncak daya maksimum pada kondisi partial shading dengan menghasilkan osilasi daya yang sedikit dan mampu melacak ketika iridiasi matahari rendah. Algoritma yang diusulkan memiliki rata – rata akurasi pelacakan sebesar 98.55% dan rata – rata waktu pelacakan sebesar 0.10 detik. Sehingga penerapan algortima DE pada MPPT menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan untuk memaksimalkan daya keluaran yang berguna mengurang daya terbuang sia – sia.         Kata kunci: Buck Converter, Differential Evolution(DE), Maximum Power Point Tracking (MPPT), Photovoltaic, Partial Shading



2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 21
Author(s):  
Dwi Purwanto Nurdin

Abstrak Pembangkit listrik picohydro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi listrik yang bersumber dari air dengan memanfaatkan aliran air sebagai sumber daya penghasil listrik dengan kata lain kondisi air yang bisa dimanfaatkan memiliki kapsitas aliran dan ketinggian tertentu dari instalasi. Semakin besar kapasitas aliran dan ketinggiannya maka semakin besar pula energi yang dihasilkan dan dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Untuk penelitian pembangkit listrik tenaga air dilakukan pada rancang bangun PLTPH yang dilakukan pada saluran irigasi di Desa Kediri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas menghasilkan daya 16.9 kW memiliki efisiensi pada turbin sebesar 14.7 %, dimensi pada pembangkit ini lebar 40 cm dengan Panjang 120cm dengan Panjang turbin Archimedes100cm. Tinggi head pada sungai 1.25 m dengan kecepatan aliran sungai 1,2 m/s dengan kedalaman sungai 0.5 m, debit air 1.38 m3/s.



2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 47
Author(s):  
Hendro Purwono

Banyaknya pengerjaan baterai akibat terjadinya overcharge dan undercharge menyebabkan produktivitas unit HD1500-7 menurun. Hal ini yang mendorong peneliti untuk melakukan modifikasi sistem pengisian baterai unit HD1500-7 dengan menambahkan komponen berupa sensor yang dilengkapi buzzer dan LED sebagai indikator bila terjadi overcharge dan undercharge yang dapat diketahui oleh operator unit dengan melihat monitor di dalam kabin unit sehingga operator dapat segera menghubungi tim mekanik agar kerusakan pada baterai dapat dihindari atau setidak-tidaknya di minimalisir



2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 15
Author(s):  
Basuki Basuki ◽  
Sunaryo Sunaryo

Bercak merupakan cacat pada permukaan plastik hasil proses injection molding. Penyebabnya adalah adanya kandungan air yang terperangkap. Penelitian ini bertujuan menentukan berapa lama durasi  waktu pengeringan untuk menghilangkan bercak. Caranya dengan menghitung waktu sejak pemanas hopper dinyalakan sampai material plastik digunakan. Sebab satuan waktu merupakan parameter paling mudah dikontrol  oleh pekerja (operator) mesin injeksi. Penelitian dengan cara melakukan proses cetak plastik menggunakan mesin injeksi pada material acrylonitrile butadiene styrene (ABS). Cacat bercak diamati pada permukaan produk hasil cetak. Pengamatan dilakukan secara visual langsung saat produk keluar dari cetakan. Produk yang baik adalah permukaan halus tanpa bercak. Pengeringan terbaik diperoleh pada suhu 84֯C selama 4 jam. Pengeringan kurang dari 4 jam pada produk masih timbul bercak, pengeringan diatas 4 jam merubah warna karena pigment terbakar efek dari terlalu lama dipanaskan.



2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 6
Author(s):  
Fadwah - Maghfurah ◽  
Windarta Windarta ◽  
Imam Prakoso
Keyword(s):  

Perkembangan teknologi tepat guna sekarang ini menuntut kecanggihan, efisiensi waktu serta inovasi dalam segala hal, tanpa terkecuali dalam penyajian minuman cepat saji. Salah satu minuman dikala bekerja ataupun sedang bersantai bersama keluarga dan teman yang banyak disukai penduduk Indonesia adalah kopi. Dan dari data Statistik kebutuhan konsumsi di Indonesia terdapat Peningkatan 6-8% pertahunnya dimana Proses pembuatan minuman kopi oleh masyarakat Indonesia dilakukan secara manual yaitu dengan membubuhkan kopi dicampur gula dan krim, kemudian diseduh dengan air panas dengan suhu 80 ̊C sampai 90 ̊C yang proses penakarannya komposisinya pun menggunakan konsep perkiraan. Dan ternyata perbandingan waktu pembuatan kopi antara manual dengan mesin sangatlah berbanding terbalik. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang konstruksi 6 hole inlet mesin pembuat minuman kopi otomatis dengan pemrograman Arduino dan mempercepat proses pembuatan minuman kopi. Metode yang digunakan adalah konsep desain mesin pembuat kopi yang inovatif, mobile, ringan, higienis sesuai standar food grade serta langsung membuat enam gelas kopi sekaligus. Komponen yang digunakan mudah dirakit ulang. Hasil perancangan mesin pembuat kopi dengan 6 (enam) lubang inlet menunjukkan bahwa desain rangka memiliki dimensi panjang 800 mm, lebar 800 mm, dan tinggi 1600 mm, dengan motor penggerak yaitu motor stepper nema 17 dan nema 23. Waktu rata rata pembuatan minuman kopi dengan alat ini yaitu 1 menit 22 detik dengan volume air 88 ml dan tinggi 7.0 centimeter dengan 6 gelas dalam satu kali proses. Efisiensi yang diperoleh dari penggunaan mesin pembuat minuman kopi otomatis ini adalah 68%.



2020 ◽  
Vol 11 (2) ◽  
pp. 14
Author(s):  
Nine Primastita Arif

Isu global tentang kualitas lingkungan yang memburuk berdampak pada kehidupan masyarakat yang hidup di pesisir pantai, masyarakat pesisir semakin hari semakin sulit untuk mendapatkan air minum dari sumur, karena sumur-sumur penduduk sudah tidak berfungsi dengan baik akibat intrusi air laut dan banjir rob. Sementara di Indonesia sumber energi matahari sangat melimpah ruah, sehingga sangat cocok untuk di kembangkan sumber-sumber energi matahari untuk berbagai keperluan. Sumber energi matahari termasuk Renewable Energy (EBT), khususnya Photovoltaic (PV) atau sel surya sangat terbuka lebar untuk dikembangkan, diprediksi meningkat pada 3-5 tahun yang akan datang. Sel surya mempunyai nilai capacity factor tahunan sekitar 14% sampai dengan 18% di Indonesia dibanding Jerman atau Eropa hanya 8-9% capacity factor nya. Dengan alasan tersebut maka dirancang untuk membangkitkan energi listrik dengan menggunakan photovoltaic yang digunakan sebagai sumber energi untuk sistem penyulingan atau desalinasi air laut menjadi air yang layak minum, sehingga dapat membantu kebutuhan minum  bagi masyarakat pesisir baik pada saat di rumah maupun di laut. Sistem ini adalah alat desalinasi portabel yang bisa dibawa perahu nelayan ke laut maupun di ditaruh halaman rumah, terdiri dari dari sel surya yang digunakan untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik kemudian diolah oleh boost converter agar tegangan naik menjadi 110 Vdc sesuai dengan level tegangan pemanas air elektrik. Alat ini mengunakan water heater 600 watt untuk mendidihkan air. Pengontrolan menggunakan Microcontroller STM32F4 yang difungsikan untuk pengontrolan MPPT (Maximum Power Point Tracking)  dengan algoritma P&O, sehingga dapat menghasilkan daya yang maksimum pada output dari boost converter. Dari hasil pengujian maka alat desalinasi air laut ini bisa menghasilkan daya maksimum 500 Watt, sehingga bisa mendidihkan air biasa sekitar 5 liter dalam waktu 2 jam dan apabila menggunakan air laut maka bisa menghasilkan air suling hasil desalinasi yang layak minum sebanyak 0.25 liter per jam setelah alat dioperasikan selama 2 jam. Sehingga alat ini bisa berguna membantu masyarakat pesisir baik untuk keperluan memanaskan air biasa untuk kebutuhan memasak, maupun mendapatkan air minum dari proses desalinasi air laut.Kata kunci : Maximum Power Point Tracking (MPPT), Boost Converter, Photovoltaic, Destilasi



2020 ◽  
Vol 11 (2) ◽  
pp. 52
Author(s):  
Fadwah Maghfurah Maghfurah
Keyword(s):  

Pada Penelitian sebelumnya kebanyakan mesin pembuat slicer tusuk sate hanya berujung bulat, oleh karenanya penelitian ini membuat mesin yang mampu membuat slicer tusuk sate yang runcing dengan mengaplikasikan 3(tiga) varian pisau serta mendesain transmisi yang sesuai dengan kebutuhan mesin slicer ini. Pemilihan bahan pisau yang digunakan yaitu baja TCT (Total Coating Thickness) untuk pisau belah, baja karbon 5160 dengan kandungan karbon 0,60% untuk pisau pembulat dan batu gerinda White Alumunium Oxide (warna putih / abu-abu) untuk peruncing. Sedangkan pemilihan transmisinya seperti poros, pasak, bantalan, sabuk-V, puli dan konveyor direncanakan sematang mungkin. Mekanisme proses mesin yaitu ditarik dan didorong menggunakan roller dengan melewati pisau bulat berdiameter 4 mm dan dilanjutkan peruncingan dengan digerakkan konveyor melewati pisau gerinda sehingga stick bambu tusuk sate berbentuk runcing pada salah satu ujungnya. Mesin slicer bambu stick tusuk sate ini mempunyai kapasitas 1541 tusuk sate/jam, mengalami peningkatan 71,2% dari hasil kapasitas yang direncanakan. Dengan tacktime produksi mesin adalah 2,41 detik/pcs. 



2020 ◽  
Vol 11 (2) ◽  
pp. 70
Author(s):  
ADY SETIAWAN
Keyword(s):  

Beton berulir disamping untuk memperkuat ikatan beton juga untuk mendapatkan material lebih ringan tetapi mempunyai kekuatan tarik tinggi sehinga diharapkan dapat menekan biaya konstruksi Semakin banyaknya kebutuhan besi beton ulir di proyek-proyek yang digunakan untuk pembangunan perumahan, pembangunan gedung-gedung, maka diperlukan pengembangan struktur material baru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh luas penampang diameter baja ulir terhadap sifat mekanik dari kekuatan tarik, kekuatan luluh dan perpanjangan pada besi beton ulir.Dalam Penelitian  ini digunakan besi beton ulir berdiameter 13 mm, 8 mm, 16 mm, 19 mm,  kemudian  dilakukan pengujian dengan metoda destructive test yaitu pada Mesin Uji Tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek penurunan diameter spesimen menjadi tidak begitu signifikan di pengaruhi merek besi beton yang berbeda dengan peningkatan kekuatan tarik,  kekuatan  luluh  dan  perpanjangan dengan  rincian  korelasi yaitu dari  ,  13  mm, 8 mm, 16  mm, 19 mm, kekuatan tarik dan kekuatan luluhnya  adalah : 891,008/890,974 (N/mm2) , 602,095/449,774 (N/mm2 ) , 570,733/398,975 (N/mm2 ), dan 582,281/367,599 (N/mm2), tetapi elongasi/regangan tidak stabil yaitu 20 %, 22,3%, 21% dan 17 %Kata kunci: Kekuatan Tarik, Kekuatan Luluh, Besi Beton Ulir, Universal Testin Machine



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document