Agriculture
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

16
(FIVE YEARS 8)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Muhammadiyah Bengkulu

2620-7389, 1412-4262

Agriculture ◽  
2021 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
Author(s):  
Deselina Deselina ◽  
Putranto Budiono Agung Nugroho ◽  
Meika Ayu Putri Pamungkas
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon semai bambang lanang terhadap pemberian asap cair Variabel yang diamati adalah tinggi, diameter, luas daun panjang akar, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering dan indeks mutu semai. Data dianalisis menggunakan uji t dua variabel yaitu : perlakuan dan kontrol, konsentrasi dan kontrol dan antara konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan asap cair tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan bibit bambang lanang, namun memberikan rata-rata yang lebih besar dari pada kontrol  . Antara konsentrasi asap cair terdapat perbedaan nyata terhadap tinggi, jumlah daun, panjang akar, berat basah total dan berat kering total. Penggunaan asap cair 2% adalah yang paling optimal untuk meningkatkan rata-rata beberapa variabel pertumbuhan bibit bambang lanang dubandingkan dengan konsentrasi 1%, 3% dan 4%. Kata Kunci : asap cair, semai Bambang Lanang



Agriculture ◽  
2021 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
Author(s):  
Alam Wijaya ◽  
Dwi Fitriani ◽  
Rita Hayati
Keyword(s):  

Pembibitan kopi sering dihadapkan dengan masa dormansi biji kopi yang disebabkan oleh kulit ari biji kopi yang keras. Kalium nitrat (KNO3) dapat melunakkan kulit biji dan mempermudah air masuk ke dalam biji, sehingga mempercepat proses metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan konsentrasi kalium nitrat (KNO3) terhadap pematahan masa dormansi biji kopi robusta. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL-F), dengan faktor pertama lama perendaman (L) yang terdiri atas tiga taraf meliputi 12 jam (L1), 24 jam (L2), 36 jam (L3) dan faktor kedua konsentrasi KNO3 (K) yang terdiri atas 4 taraf meliputi 0% (K0), 0.5% (K1), 1.0% (K2) dan 1.5% (K3). Faktor lama perendaman berpengaruh nyata terhadap kecambah normal (biji), kecambah abnormal (biji), daya berkecambah (%), potensi tumbuh maksimum (%), waktu berkecambah (hr). Faktor konsentrasi KNO3 berpengaruh nyata terhadap kecambah normal (biji), kecambah abnormal (biji), daya berkecambah (%), potensi tumbuh maksimum (%) dan waktu berkecambah (hr). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara lama perendaman (L) dan konsentrasi kalium nitrat (K) terhadap efektivitas pematahan masa dormansi biji kopi robusta.Kata kunci : dormansi, lama perendaman, konsentrasi, kalium nitrat, robusta.



Agriculture ◽  
2021 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
Author(s):  
Novianto Novianto

Penelitian ini bertujuan adalah untuk menilai  dan menelahah atribut dalam dimensi ekologi dan teknologi yang berpengaruh terhadap keberlanjutan pengelolaan tanaman padi secara terpadu melalui program SL-PTT dalam pengembangan tanaman padi sawah di tingkat petani dalam upaya meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan, besarnya peluang tingkat keberlanjutan terhadap penerapan pelaksanaan program SL-PTT di Kabupaten Musi Rawas melalui diujicoba menggunakan metode Multi Dimensional Scaling (MDS).  Data yang digunakan data primer  dan data sekunder.  Analisis Status Keberlanjutan Penerapan Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu di Kabupaten Musi Rawas dengan menggunakan Multidimensional Scaling (MDS) dengan mengetahui atribut dua dimensi yang dianalisis, yang terdiri dari dimensi ekologi dan teknologi. Hasil analisis RAP- Program SL PTT multidimensi dengan menggunakan metode MDS menghasilkan nilai IKB yaitu, dimensi ekologi baik atau sangat berkelanjutan dengan nilai IKB 75.90 dan dimensi teknologi cukup berkelanjutan dengan nilai IKB 73.25, pada skala sustainibilitas 0 – 100 sebanyak 21 atribut. Sedangkan berdasarkan hasil analisis RAP-Program SL-PTT menunjukan hubungan keterkaitan antar dimensi yang diukur dengan Squarred Correlation  (R2)  sebesar 0.930, ini mengindikasikan bahwa keterkaitan antara dimensi mencapai 95% atau sangat kuat.Kata Kunci    : Indeks dan Status Keberlanjutan, Pengelolaan Tanaman Padi Terpadu.



Agriculture ◽  
2021 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
Author(s):  
Selvia Juliana ◽  
Yukiman Armadi ◽  
Fiana Podesta ◽  
Ririn Harini ◽  
Jon Yawahar
Keyword(s):  

Di provinsi Bengkulu terjadinya peningkatan hasil produksi masih belum mencukupi kebutuhan di provisi itu sendiri, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Frekuensi Dan Konsentrasi Auksin Alami Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril). penelitian ini telah dilaksanakan di Jl. Danau Raya No.59, Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Pada ketinggian tempat 30 meter di atas permukaan laut. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama frekuensi pemberian auksin alami (A): A1 (1 kali 14 HST), A2: (2 kali 14 dan 28 HST), A3: (3 kali 14, 28 dan 42 HST), sedangkan faktor kedua adalah Konsentrasi Auksin Alami (B): B0 (Kontrol), B1 (1,0 ml/liter), B2 (1,5 ml/liter), dan B3 (2,0 ml/liter). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 0,5%. Hasil perlakuan frekuensi menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, berat kering tanaman dan berat 100 biji, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang dan berat basah tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril). Sedangkan perlakuan konsentrasi pada hasil penelitian ini adalah yang berpengaru nyata terhadap jumlah daun, berat kering tanaman dan jumlah polong tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril), pada penelitian ini tidak menunjukkan adanya interaksi antar frekuensi dan konsentrasi auksin alami terhadap tanaman kacang kedelai. Kata kunci : Kedelai, auksin alami, Frekuensi, Konsentrasi.



Agriculture ◽  
2021 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
Author(s):  
Samsul Bahri ◽  
Holidi Holidi ◽  
Reka Desantra

Penelitian ini untuk melihat keragaan dari beberapa varietas tanaman sorgum yang dibudidayakan pada tanah ultisol di Desa Petunag Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini disusun menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAK) non faktorial dengan perlakuan lima vareitas tanaman sorgum diantaranya Varietas Pahat, Varietas Kawali, Varietas Numbuh, Varietas Suri 4 dan Varietas Super 1. Hasil penelitian menunjukan bahwa varietas numbu yang dibudidayakan pada tanah ultisol di Desa Petunang Kabupaten musi rawas menunjukan hasil yang terbaik baik pada sisi pertumbuhan dan produksi jika dibandingkan dengan varietas lainnyaKata kunci : Sorgum, Varietas, Ultisol



Agriculture ◽  
2021 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
Author(s):  
Sri Rahmi ◽  
Dwi Fitriani ◽  
Fiana Pondesta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  ketahanan beberapa jenis beras terhadap tingkat serangan hama kutu beras (S. oryzae), pengaruh insektisida organik dalam mengendalikan hama kutu beras (S. oryzae), dan  pengaruh interaksi beberapa insektisida organik dan jenis beras terhadap tingkat serangan hama kutu beras (S. oryzae)varietas Penelitian dilakukan di Laboratorium Karantina tumbuhan kota Bengkulu pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2020. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap  faktorial dengan 2 (dua) faktor. Faktor Pertama Jenis beras (V) yang terdiri dari 4 taraf yaitu (V1) Varietas Mekongga, (V2) Varietas Ciherang, (V3) Varietas IR-64, (V4) Varietas Cigeulis. Faktor Kedua Insektisida Organik (I) yang terdiri dari 5 (Lima) taraf yaitu Tampa Pemberian Insektisida (I0), Insektisida Daun Sirsak (I1), Insektisida Daun Jeruk Nipis (I2), Insektisida daun Mengkudu (I3), Insektisida daun Serei (I4) dan masing masing perlakuan di ulang sebanya tiga kali sehingga di dapat 60 unit percobaan.Adapun peubah yang diamati antara lain : serangga yang hidup, beras rusak, beras utuh dan Jumlah tepung yang terbentuk.  Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa ketahanan beras beberapa varietas padi menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap serangga yang hidup, beras rusak, beras utuh dan jumlah tepung yangterbentuk.  Dapat disimpulkan bahwa Varietas IR-64 adalah varietas yang paling tahan terhadap serangan Hama Gudang (Sitophillus oryzae ) dibandingkan dengan varietas lainnya, diketahui bahwa kandungan amilosa pada beras Varietas  IR64 mencapai 27 %, ini jelas lebih tinggi dari varietas lainnya yang diamati yang rata-rata hanya 23%. Pemberian insektisida organik terhadap beras tidak memberi pengaruh yang nyata sehingga terdapat hasil tidak bepengaruh nyata dengan adanya kombinasi perlakuan antara varietas beras dan pemberian insektisida organik, ini di karenakan insektisida organis yang di gunakan hanya bersifat menolah hama gudang bukan untuk mematikan. Disarankan perlunya penelitian lanjutan dengan menggunakan  varietas padi lokal dan dengan insektisida organik lainnya. Kata kunci : Ketahanan beras , Varietas, beras, Sitophillus oryzae, Insektisida Organik



Agriculture ◽  
2021 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
Author(s):  
Paisal Ansiska ◽  
Ela Hasri Windari ◽  
Indriati Meilina Sari

Masyarakat yang masih kental dengan pengaruh kebiasaan Praktik tradisional dalam hal pertanian adalah Masyarakat Sindang. Masyarakat Sindang adalah masyarakat asli Kota Lubuklinggau yang sebagian besar menetap di pelosok kota Lubuklinggau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana praktik perkebunan kopi yang dilaukan masyarakat Sindang dan memberikan rekomendasi pembangunan perkebunan kopi masyarakat sindang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan emik dan etik dengan metode observasi wawancara terbuka dan terstruktur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ethnoagriculture perkebunan kopi pada masyarakat sindang dilakukan dengan tahapan Pembukaan Lahan, Penanaman, Pemeliharaan, Pengendalian Hama dan Penyakit, Pemanenan, Pasca Panen dan Pemasaran secara sederhada dan tradisional. Pembangunan perkebunan kopi masyarakat sindang dapat dilakukan dengan pengembangan sistem pertanian yang lebih konservatif, Melakukan penanaman tanaman pertanian yang lebih beragam guna untuk meningkatkan nilai fungsi lahan pertanian, Melakukan pengelolaan pasca panen untuk memberi nilai lebih, Mengadakan pelatihan/penyuluhan tentang manajemen keorganisasian dan pengelolaan perkebunan.Kata Kunci: Tradisional, Sindang, Perkebunan Kopi.



Agriculture ◽  
2021 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
Author(s):  
Firman Firman ◽  
Farida Aryani
Keyword(s):  

Produksi sayuran termasuk Sawi (Brassica juncea L) organik masyarakat kita perlu ditingkatkan  diantaranya melalui pemberian pupuk organik cair.  Pupuk Organik Cair Air Limbah Budidaya Lele kaya nitrogen (POC ALBL-PLUS) merupakan pupuk organik cair kaya  hara nitrogen, sehingga sangat berpotensi untuk diberikan pada tanaman sayuran khususnya sawi.  Penelitian respon sawi (Brassica juncea) terhadap pupuk organik cair air limbah budidaya lele kaya nitrogen (POC ALBL-PLUS) perlu dilakukan untuk memperoleh rekomendasi aplikasi POC ALBL-PLUS yang terbaik pada tanaman sawi.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktor Tunggal dengan 6 ulangan.  Aplikasi POC ALBL-PLUS sebagai perlakuan adalah; A =  0,0 g/l (kontrol), B =   5 g/l  tiap 5 hari sekali,  C =   5 g/l tiap 10  hari sekali, D = 10 g/l tiap 5 hari sekali, E =   10 g/l tiap 10 hari sekali, F =   15 g/l tiap 5 hari sekali, G =  15 g/l tiap 10 hari sekali, H = 20 g/l tiap 5 hari sekali, I = 20 g/l tiap 10 hari sekali.  Aplikasi POC ALBL-PLUS tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan umur berbunga, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun serta berpengaruh sangat  nyata terhadap berat berangkasan basah tanaman caesim (Brassica juncea L). Aplikasi POC ALBL_PLUS 5 g/l dengan waktu pemberian tiap lima hari sekali (perlakuan B) meningkatkan jumlah daun dua kali lebih banyak dan berat berangkasan basah  enam kali lebih berat dibandingkan tanpa aplikasi POC ALBL-PLUS (kontrol).Kata Kunci :  POC, Nitrogen, Sawi



Agriculture ◽  
2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
Author(s):  
Ningsih Riani Kurnia ◽  
Jon Yawahar ◽  
Dwi Fitriani ◽  
Suryadi Suryadi ◽  
Fiana Podesta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masukan energi jumlah panas dengan dosis pupuk fosfor terhadap hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merril). Penelitian ini telah laksanakan pada bulan Juli-Oktober 2019 di Jl. Danau Raya No.59, Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu dengan ketinggian + 24 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap disusun dengan factorial(RAL-F) dengan dua faktor, dimana faktor 1 adalah masukan energi jumlah panas (E) E1= 1030-1050 SP, E2 = 1130-1150 SP, E3= 1230-1250 SP, E3= 1330-1350 SP. Faktor 2 adalah dosis pupuk fosfor (P)   P1= 75 kg/ha, P2= 150 kg/ha, P3= 225 kg/ha masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 0,5%. Hasil perlakuan masukan energi jumlah panas menunjukan berbeda sangat nyata terhadap peubah berat basah tanaman, berat biji, dan menunjukan berbeda nyata terhadap peubah berat kering tanaman, berat polong. Sedangkan perlakuan masukan energi jumlah panas dan dosis pupuk fosfor terjadi interaksi pada peubah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat biji. Kata kunci : Masukan Energi Jumlah Panas, Dosis Pupuk Fosfor.



Agriculture ◽  
2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
Author(s):  
Melka Irlando ◽  
Dwi Fitriani ◽  
Fiana Podesta

Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar setelah Brazil dan Vietnam, dimana sebagian besar kopi yang diekspor merupakan jenis kopi robusta.  Provinsi Bengkulu termasuk tiga besar produsen kopi Indonesia dengan luas areal 91.434 ha dan produksi 55.845 ton.  Produsen kopi terbesar di Indonesia adalah Provinsi Lampung dengan luas areal 162.342 dan produksi 145.025 ton, disusul Sumatera Selatan dengan luas areal 256.138 dan produksi 138.385 ton.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi auksin terhadap pertumbuhan sambungan pada tanaman kopi robusta. Konsentrasi auksin 500 ppm pada tanaman kopi akan meningkatkan pertumbuhan sambungan kopi robusta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) penelitian ini menggunakan auksin yang terdiridari 4 konsentrasi auksin 0, 250, 500, 750,  ppm dan di ulang sebanyak 4 kali sehingga di perlukantanaman 16 unit percobaan.Penyambungan antara tunas batang dengan cabang dari pohon kopi yang lain, dimana tunas menjadi bagian bawah dan cabang menjadi bagian atas, sehingga setelah berkembang akan membentuk pohon kopi seperti payung, tujuan dari penyambungan ini untuk meremajakan dan meningkatkan produksi buah dari pohon kopiitusendiri.Kopi sambung  ini  akan  memanfaatkan  tunas  muda pada kopi, atau dengan kata lain peremajaan hingga kopi dapat berbuah terus. Penyambungan merupakan salah satu teknik penyambungan tanaman secara vegetatif, yaitu menggabungkan dua tanaman yang berbeda sehingga bersatu dan tumbuh menjadi satu tanaman baru. Berdasarkan hasil penelitian ini dengan menggunakan auksin alami belum berpengaruh nyata terhadap persentase tumbuh, tinggi tunas, jumlah daun, jumlah cabang, dan diameter batang. Pemberian auksin alami 750 ppm menunjukkan belum berpengaruh nyata Dari penelitian ini di sarankan untuk  menggunakan auksin alami lebih dari 750 ppm ..Kata kunci :sambungan, kopi, danauksin.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document