hylobates klossii
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

17
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

8
(FIVE YEARS 0)

2020 ◽  
Vol 21 (6) ◽  
Author(s):  
Rizka Hasanah ◽  
UUS SAEPULOH ◽  
DYAH PERWITASARI-FARAJALLAH ◽  
WALBERTO SINAGA ◽  
YOHANA TRI HASTUTI ◽  
...  

Abstract. Hasanah R, Saepuloh U, Perwitasari-Farajallah D, Sinaga W, Hastuti Y, Sajuthi D. 2020. Genetic characterization based on the D-loop MtDNA and the TSPY genes of the Dwarf Siamang (Hylobates klossii) of Mentawai Island, Indonesia. Biodiversitas 21: 2854-2861. Hylobates klossii is an endemic primate on the Mentawai Island, Indonesia that categorized as endangered species due to fragmentation, illegal hunting, and habitat loss. This study aimed to analyze the genetic characterization of H. klossii based on maternal and paternal lineages. The samples were collected from TSI (Bogor, Indonesia) cage consist of two males and two females (blood and fecal of four individuals) and Siberut Island, Mentawai, West Sumatra, Indonesia from one unknown gender (one individual fecal sample). PCR amplification was carried out on DNA and cDNA samples using specific primers for D-loop MtDNA and TSPY genes. The amplicon was analyzed with MEGA-7. The dimensional structure model of the TSPY protein was determined using I-TASSER and visualized with PyMol. The maternal analysis showed five samples consisted of four haplotypes revealed that Nam-nam and April were identic with 0% genetic distance. It’s revealed that Nam-nam and April were mother and son. The paternal analysis of two H. klossii males revealed that April was the closest relative to H. muelleri (99.56% identity) and Gou-gou to H. klossii (100% identity). Characterization of partial TSPY gene (990 bp) of April and Gou-Gou indicated four amino acids mutation, causing the shift in-amino acid structure position. The results assumed that April was a cross-breeding between H. klossii female and H. muelleri male. This genetic characterization is expected to support the conservation efforts through recommendations for good management in H. klossii preservation.



2019 ◽  
Vol 24 (3) ◽  
pp. 237-244
Author(s):  
Vallen Sakti Maulana ◽  
Ani Mardiastuti ◽  
Entang Iskandar ◽  
Jansen Manansang

Bilou (Hylobates klossii) merupakan satwa primata endemik Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat dan ditetapkan sebagai satwa primata dengan status terancam/genting (endangered) berdasarkan kategori IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) tahun 2008. Saat ini, informasi populasi bilou terbaru di Pulau Siberut belum diketahui secara lengkap dan menyeluruh. Penilaian terhadap populasi dijadikan sebagai landasan dalam menentukan strategi konservasi. Penelitian bertujuan mengidentifikasi populasi bilou yang meliputi distribusi populasi, kepadatan individu, kepadatan kelompok, ukuran kelompok, serta komposisi kelompok. Penelitian dilaksanakan di Resort Bojakan, Taman Nasional Siberut, Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada bulan November 2018 sampai Januari 2019. Pengamatan dan pengukuran parameter populasi bilou dilakukan dengan metode line transect sampling. Total perjumpaan dengan bilou sebanyak 77 individu dengan jumlah 25 kelompok. Nilai kepadatan individu 12,8 individu/km2, dan kepadatan kelompok 4,2 kelompok/km2. Rerata ukuran kelompok bilou di Resort Bojakan 3,08 individu/kelompok. Keberadaan populasi bilou di Resort Bojakan dipengaruhi akibat adanya gangguan aktivitas manusia. Kepadatan populasi bilou di Resort Bojakan lebih tinggi dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya di wilayah Pulau Siberut. Persentase kelompok bilou yang memiliki ukuran kelompok lebih dari dua individu lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan jumlah dua individu, yang menandakan kawasan Taman Nasional Siberut terutama di Resort Bojakan mendukung pertumbuhan populasi bilou. Proses regenerasi bilou masih terus berlangsung karena jumlah kelompok yang memiliki minimal satu keturunan atau lebih masih cukup banyak. Pemantauan dan patroli oleh pihak Taman Nasional diperlukan untuk memastikan keberadaan populasi bilou di Resort Bojakan.   Kata kunci: primata endemik, bilou, metode garis transek, monogami





2013 ◽  
Vol 34 (1) ◽  
pp. 148-156 ◽  
Author(s):  
Andrea Höing ◽  
Marcel C. Quinten ◽  
Yohana Maria Indrawati ◽  
Susan M. Cheyne ◽  
Matthias Waltert


Primates ◽  
2012 ◽  
Vol 54 (1) ◽  
pp. 39-48 ◽  
Author(s):  
Helen M. Dooley ◽  
Debra S. Judge ◽  
Lincoln H. Schmitt




The Gibbons ◽  
2009 ◽  
pp. 51-71 ◽  
Author(s):  
Sally A. Keith ◽  
Melissa S. Waller ◽  
Thomas Geissmann


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document