Jurnal Agriust
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

14
(FIVE YEARS 14)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Katolik Santo Thomas

2747-1748, 2746-8992

2021 ◽  
pp. 65-68
Author(s):  
Julia Hutauruk

Jahe merupakan komoditas tanaman obat yang banyak diminati saat ini baik oleh pasar dalam negeri maupun luar negeri. Tanaman jahe memiliki peluang potensial pada masa pandemi seperti saat ini karena jahe banyak dicari oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai obat atau ramuan tradisional penambah daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya pemasaran, sebaran harga, dan bagian yang diterima masing-masing lembaga dan transmisi harga serta efisiensi pada saluran pemasaran jahe di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara Puposive atau sengaja yaitu di desa Amborgang. Dalam penelitian ini, metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan tabulasi sederhana untuk margin pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada 2 saluran pemasaran jahe yang terdapat di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran yang paling efisien adalah saluran pemasaran IIA. Elastisitas transmisi harga menunjukkan bahwa kedua saluran tersebut adalah inelastis.


2021 ◽  
pp. 82-86
Author(s):  
Surya Abadi Sembiring ◽  
Stefanus Deras ◽  
Merlin Sinaga
Keyword(s):  

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan aliran barang jasa dan tunai usahatani dengan sektor rumah tangga dan sektor lainnya. Daerah penelitian yaitu Desa Sei Rakyat, dengan populasi petani padi sawah 250 KK dan jumlah sampel 49 KK.  Metode analisis dengan deskriptif. Jumlah  tenaga kerja  rumah tangga untuk kegiatan usahatani yaitu 31,175 Hari Kerja Pria (HKP), dengan luas rata-rata usahatani 0.55 ha. Rata-rata penerimaan tunai usahatani Rp 15,678,473 sedangkan  rata-rata pengeluaran tunai Rp 3.194.163 sehingga diperoleh pendapatan tunai usahatani (farm net cash flow) Rp 12.484.310.  Produksi dijual dalam bentuk gabah dengan  harga jual gabah rata-rata Rp 4.727 per kg.  Tanaman kelapa sawit memberikan kontribusi terbesar yaitu 60.11 persen terhadap penerimaan rumah tanggga dibandingkan tanaman lainnya, seperti kacang hijau 36.46 persen, dan tanaman lainnya  3.43 persen Persentase keterkaitan usahatani dengan lembaga keuangan sekitar 55 persen, yang mengindikasikan bahwa 6 (enam) dari 10 usahatani padi sawah terkait dengan lembaga keuangan. Persentase pembayaran ke sektor lain, untuk pupuk 57.85 persen, obat-obatan 31.29, sisanya benih 10.85 persen.   Upah yang dibayarkan usahatani terhadap sektor lainnya yaitu  tenaga kerja luar keluarga, Rp 71.979.500 atau per usahatani Rp 1.468.949 dalam satu musim tanam.


2021 ◽  
pp. 59-64
Author(s):  
Cyprianus PH. Saragi ◽  
Ramses Simbolon ◽  
Putri Camelia Tarigan

Tanaman jeruk merupakan salah satu komoditas hortikultura. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jeruk  dan pendapatan bersih perhektar pertahun usahatani jeruk. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan petani jeruk melalui survey kuesioner yang telah dipersiapkan dan data sekunder diperoleh melalui instansi terkait seperti, BPS Tanah Karo, Dinas Pertanian, dan situs-situs internet. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,948 menunjukkan bahwa 94,8% variasi variabel dependen (produksi) usahatani jeruk siam dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen yang terdapat dalam model. Sedangkan sisanya sebesar 5,2% variasi variabel dependen dipengaruhi oleh variasi variable independen lain diluar model. Secara serempak variabel independen yaitu luas panen (X1), pupuk NPK (X2), pupuk kandang (X3), insektisida Royal Cyper (X4), insektisida Dafat (X5) dan tenaga kerja (X6) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen yaitu produksi jeruk siam (Y). Pendapatan bersih usahatani jeruk siam sebesar Rp.31.309.641/ha/tahun.


2021 ◽  
pp. 54-58
Author(s):  
Cyprianus P.H Saragi ◽  
Debby Chintia P. Barus

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produksi stroberi. 2) mengetahui efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi. 3) mengetahui besarnya pendapatan bersih per hektar per musim tanam usahatani stroberi. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Tongkoh, Desa Dolat Rayat, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo. Penentuan sampel dilakukan dengan metode sensus sehingga besar sampel sebanyak 30 KK. Analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Cobb Douglas, efisiensi harga, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara serempak penggunaan faktor produksi pupuk kandang, pupuk daun, pupuk ammophos, insektisida, dan tenaga kerja berpengaruh nyata/signifikan terhadap produksi usahatani stroberi. Secara parsial penggunaan faktor produksi pupuk daun, pupuk ammophos, insektisida, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terjadap produksi usahatani stroberi, sedangkan  pupuk kandang tidak berpengaruh nyata/signifikan terhadap produksi  usahatani stoberi, (2) penggunaan faktor produksi pupuk kandang, pupuk daun, pupuk ammophos, insektisida, dan tenaga kerja belum efisien, penggunaan faktor produksi tersebut masih dapat ditingkatkan untuk meningkatkan produksi usahatani stroberi, (3) pendapatan bersih petani stroberi sebesar sebesar Rp.286.664.036,00/ha/mt.


2021 ◽  
pp. 76-81
Author(s):  
Stefanus Deras ◽  
Helviani Sinulingga

Agribisnis kentang penting sebagai sumber pendapatan petani, kebutuhan ekspor, dan bahan baku  industri. Produksi ditentukan oleh jenis, kualitas, dan kuan-titas input produksi, juga kombinasi in-put yang digunakan. Harga input dan harga produksi menentukan efsiensi dal-am agribsinis kentang. Penelitian ini ber-tujuan untuk mendeskripsikan tingkat efisiensi penggunaan input produksi pa-da kondisi riil usahatani, dan kombinasi alaternatif yang membuat sesuatu input tertentu dapat memberi nilai efisiensi yang rasional daripada input yang lain-nya. Hasil analisis data memperlihatkan input produksi yang penggunaannya sudah rasional dalam kondisi riil usaha-tani hanyalah pupuk kandang, pupuk hidro dan pupuk paten kali, dengan nilai elastisitas produksi (1 < Ep < 0). Melalui metode apriori terhadap informasi, di-ketahui bahwa input produksi bibit mem-beri nilai efisiensi teknis yang rasional pada: kombinasi I (bibit, pupuk kandang, pupuk cantik, pupuk hidro, pupuk paten kali, X-TraNil, dan tenaga kerja);.kombi-nasi IV (bibit, pupuk kandang, pupuk hidro, pupuk paten kali, X-TtraNil, dan tenaga kerja); kombinasi V (bibit, pupuk kandang, pupuk hidro, X-TtraNil, dan tenaga kerja). Input produksi pupuk kandang dan pupuk paten kali menyum-bang nilai efisiensi yang rasional pada kombinasi I. Pestisida mantab menyum-bang nilai efisiensi yang rasional pada kombinasi I. Berbagai kombinasi itu menyumbang nilai efisiensi teknis de-ngan elastisitas produksi (1 < Ep < 0).   Dari segi harga, penggunaan input pro-duksi dengan berbagai alternative dan kondisi riil di lapangan semuanya pada kondisi yang tidak rasional, dengan efisiensi (k) > 1.


2021 ◽  
pp. 69-75
Author(s):  
Muhammad Reza Aulia
Keyword(s):  

Penelitian ini menganalisis faktor internal dan eksternal agribisnis Kabupaten Asahan serta menetapkan strategi yang dapat dijalankan oleh pemangku kepentingan untuk mengembangkan agribisnis Kabupaten Asahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode survey serta Analisa data kuantitatif dengan matrik IFE dan EFE. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama yaitu komitmen pemerintah daerah Kabupaten Asahan memiliki skor 0,60. Kelemahan utama yaitu usia petani dan keberlangsungan usaha memiliki skor 0,15. Sedangkan matrik EFE menunjukkan peluang utama yaitu lingungan mendukung memiliki skor 0,90, serta ancaman utama yaitu pergantian pejabat memiliki skor 0,20.


2020 ◽  
pp. 38-44
Author(s):  
Muhammad Reza Aulia

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja usaha kedai kopi skala mikro dan kecil. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2020 hingga bulan Mei 2020 di Kota Medan. Data yang digunakan diperoleh dari hasil wawancara menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 unit yang terdiri dari 30 unit usaha kedai kopi skala mikro dan 30 unit usaha kedai kopi skala kecil yang dipilih dengan teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode PLS (Partial Least Square) dengan bantuan software SMART PLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada situasi pandemi Covid-19 kinerja usaha tidak dipengaruhi oleh kompetensi kewirausahaan  baik pada skala mikro maupun skala kecil.


2020 ◽  
pp. 45-53
Author(s):  
Ramses Simbolon ◽  
Ari Kristifan Lumbangaol

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui besar produktivitas yang dihasilkan oleh petani Penangkar Benih dan Kelompok Tani Subur di Desa Saentis, (2) Untuk mengetahui besar biaya produksi per hektar yang dikeluarkan petani Penangkar Benih dan Kelompok Tani Suburdi Desa Saentis, dan (3) Untuk mengetahui besar pendapatan bersih per hektar petani Penangkar Benih dan Kelompok Tani Subur di Desa Saentis. Populasi dalam penelitian ini adalah petani penangkar benih yang mengusahakan padi sawah yang telah menghasilkan (panen) di 10 Ha Desa Saentis. Penentuan sampel ditentukan secara sampling jenuh (sensus) yaitu metode penarikan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel yaitu 20 petani. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Produktivitas usahatani padi sawah petani penangkar benih lebih besar dibandingkan dengan petani kelompok tani subur.  Produktivitas petani penangkar benih sebesar 7,34 ton/ha, sedangkan petani kelompok tani subur sebesar 5,78 ton/ha, (2) Biaya produksi usahatani padi sawah petani penangkar benih lebih besar dibandingkan dengan petani kelompok tani subur. Biaya produksi petani penangkar benih sebesar Rp. 11.633.733/ha/mt, sedangkan petani kelompok tani subur sebesar Rp. 11.370.902/ha/mt, dan (3) Pendapatan bersih usahatani padi sawah petani penangkar benih lebih besar dibandingkan dengan petani kelompok tani subur. Pendapatan bersih usahatani padi sawah petani penangkar benih sebesar Rp. 21.360.266/ha/mt, sedangkan petani kelompok tani subur sebesar Rp. 12.977.502/ha/mt.


2020 ◽  
pp. 30-37
Author(s):  
Julian Hisky Tyas Pambudi

This study which was conducted in the coastal area of Rugemuk Village, Pantai Labu Subdistrict, Deli Serdang Regency aims to 1) analyze the impact of mangrove forest recovery program on mangrove cover area; 2) analyze the impact of mangrove recovery program on availability of raw materials of coastal agroindustry; 3) analyze the impact of mangrove forest recovery program on employment opportunities;  4) analyze the impact of mangrove recovery program on coastal household income. Data analysis method used in this research is comparative method that is Wilcoxon Match Pairs Test and Test-t. Sampling method used is simple random sampling method with the number of samples of 79 samples. The results showed that 1) There is increasing mangrove forest cover area after mangrove restoration program; 2) There is significant difference availability of raw materials of coastal agroindustry; 3) There is significant difference employment opportunities before and after mangrove restoration program; 4) There is significant difference in coastal household income before and after mangrove restoration program


2020 ◽  
pp. 23-29
Author(s):  
Henrykus Sihaloho ◽  
Sarah Butar-Butar

Kecamatan Simpang Empat merupakan penghasil wortel di Kabupaten Karo. Membandingkan luas lahan dan produktivitas wortel daerah ini dengan Kecamatan Berastagi, luas lahan wortel di daerah ini 674 ha, sedangkan di Berastagi 186 ha, sementara dari segi produktivitas Berastagi jauh lebih baik (22,46 ton/ha versus 28,44 ton/ha). Penelitian ini berlokasi di Desa Surbakti, Kecamatan Simpang Empat.  Berdasarkan prasurvei, faktor-faktor produksi yang digunakan di desa ini adalah bibit, pupuk kandang, pupuk Ammophos, pupuk NPK, pupuk KCL, pestisida Antracol, pestisida Gramoxone, dan tenaga kerja.  Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedelapan faktor terhadap produksi, tingkat efisiensi, dan pendapatan usahatani wortel di daerah penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan, secara serempak (uji F) penggunaan faktor produksi bibit, pupuk kandang, pupuk Ammophos, pupuk NPK, pupuk KCL, pestisida Antracol, pestisida Gramoxone, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani wortel di daerah penelitian. Secara parsial (uji-t) bibit, pupuk kandang, pupuk Ammophos, pupuk NPK, pupuk KCL, pestisida Antracol, pestisida Gramoxone, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi wortel, sedangkan pupuk KCL tidak berpengaruh nyata terhadap produksi  wortel.  Penelitian juga menemukan, penggunaan bibit, pupuk kandang, pupuk Ammophos, pupuk NPK, pupuk KCL, pestisida Antracol, pestisida Gramoxone, dan tenaga kerja belum efisien.  Pendapatan bersih petani wortel  mencapai Rp 27.763.882,28/hektar/musim tanam.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document