Jurnal Pendidikan Indonesia
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

183
(FIVE YEARS 183)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By CV. Syntax Corporation Indonesia

2746-1920, 2745-7141

2022 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 2146-2157
Author(s):  
Sisda Ferlianti ◽  
Dadi Rusdiana ◽  
Irma Rahma Suwarma

Latar Belakang: Perkembangan teknologi yang begitu pesat perlu dimanfaatkan dengan baik dalam dunia pendidikan. Salah satu fenomena yang terjadi saat ini adalah begitu dekatnya produk teknologi dalam hal ini perangkat smartphone atau android dengan kehidupan dan keseharian kita. Sehubungan dengan itu, perlu dilakukan pengembangan terhadap media pembelajaran yang berbasis smartphone atau android. Salah satunya adalah dengan mengembangkan media pembelajaran interaktif dengan menggunakan Smart Apps Creator (SAC). Tujuan: Mengevaluasi dan mengetahui kelayakan media dan hasilnya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan model ADDIE yang memiliki lima langkah yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan beberapa instrumen, yaitu 1) Angket atau questioner yang disebarkan kepada seluruh responden. Hasil: Menunjukkan para siswa 92% mendukung penggunaan multimedia pembelajaran interaktif SAC dalam kegiatan pembelajaran, Angket atau questioner yang disebarkan kepada guru mata pelajaran Fisika di sekolah penelitian, yang bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui kelayakan media dan hasilnya 96,40% menunjukkan para guru dapat mendukung penggunaan multimedia pembelajaran interaktif SAC dalam kegiatan pembelajaran. Instrumen Pre-Postest, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh media terhadap pengetahuan siswa dengan hasil N-Gain 0,54, dengan kategori sedang. Kesimpulan: Hal menunjukan peningkatan hasil belajar siswa antara sebelum dan setelah penerapan multimedia pembelajaran interaktif. Penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan menghasilkan produk multimedia pembelajaran interaktif menggunakan Smart Apps Creator pada materi tekanan hidrostatis yang layak digunakan dan diimplementasikan


2022 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 2134-2145
Author(s):  
Raudatul Mispa ◽  
Aminuddin Prahatama Putra ◽  
Muhammad Zaini

Tujuan: Mendeskripsikan (1) pengaruh penggunaan e-LKPD berbasis live worksheet pada konsep protista terhadap hasil belajar kognitif produk (2) pengaruh penggunaan e-LKPD berbasis live worksheet pada konsep protista terhadap hasil belajar kognitif proses. Metode: Menggunakan pendekatan quasi experiment dengan desain The Non-equivalent Control Group Design. Sampel penelitian adalah X MIPA 3 dan 4 yang masing-masing berjumlah 28 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 2 berjumlah 29 orang sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data untuk hasil belajar kognitif menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Menunjukkan (1) terdapat pengaruh penggunaan e-LKPD berbasis live worksheet terhadap hasil belajar kognitif produk peserta didik (sig. 0,045), (2) terdapat pengaruh penggunaan e-LKPD berbasis live worksheet terhadap hasil belajar kognitif proses peserta didik (sig. 0,038). Perlunya inovasi kembali terhadap e-LKPD, serta merencanakan pengalokasian waktu dengan benar dan terencana.


2022 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 2158-2166
Author(s):  
Andini Cesare Ardaya ◽  
Salsa Annisa Rahmadani ◽  
Fitri Alfarisy

Latar Belakang: Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia, hingga adanya kebijakan kurikulum 2013, mata pelajaran Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran yang tidak diwajibkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kedudukan mata pelajaran Bahasa Inggris terutama di Sekolah Dasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Bahasa Inggris dalam kurikulum 2013. Metode: Data ini diambil melalui wawacara dan dokumentasi. Sekolah Dasar Negeri 155 Gresik merupakan salah satu Sekolah Dasar di Indonesia yang menerapkan Kurikulum 2013 dan masih menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran di sekolah. Hasil: Kesimpulan: Bahasa Inggris masih dipertahankan karena kedudukannya yang masih penting dan bahkan menjadi nilai lebih bagi Sekolah Dasar Negeri 155 Gresik sebagai sekolah yang unggul.


2021 ◽  
Vol 2 (12) ◽  
pp. 2082-2091
Author(s):  
Sumiyati Sumiyati ◽  
Windi Meilani ◽  
Irwan Siagian
Keyword(s):  

Latar Belakang: Teks cerita fantasi adalah karangan yang berisi kisah penuh imajinasi dan khayalan hingga melebihi realitasdalam teks tersebut menceritakan kisah yang penuh fantasi. Tujuan: Mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran teks cerita fanstasi di kelas VII B SMP Negri 276 jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII B SMPN 276 jakarta. Hasil: Pertama, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang di gunakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran teks cerita fanstasi merupakan RPP model lama. RPP tersebut dirancang untuk 12 kali tatap muka. RPP teks cerita fantasi sudah sesuai dengan premendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang standar proses. Kedua, pelaksanaan pembelajaran teks cerita fantasi berbeda dengan perencanaan. Ketiga, penilaian dalam pembelajaran teks cerita fantasi dibagi menjadi empat aspek, yaitu ulangan harian secara tertulis. Penilaian keterampilan dilakukan selama pembelajaran, yaitu di ambil dari tugas-tugas yang diberikan kepada siswa. Kesimpulan: Bahan ajar yang baik dalam cerita fantasi sesuatu yang bersifat tidak mungkin di dunia nyata merupakan hal yang biasa, bahkan, tak jarang pengarang sengaja melebih-lebihkan sehingga terkesan tidak masuk akal. Sebagai sumber belajar yang sudah ada sebelumnya, bahan ajar yang ada memiliki pembeda baik dari segi struktur maupun isi.


2021 ◽  
Vol 2 (12) ◽  
pp. 2028-2037
Author(s):  
Novita Lorentina Nanlohy ◽  
Samuel Urath ◽  
Lendy Florien Mailuhuw ◽  
Elisabet Lerebulan

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 memberhentikan seluruh mobilitas manusia, termasuk pendidikan. Sekolah diliburkan dan diberlakukan pembelajaran secara daring untuk mencegah penularan virus COVID-19. Pembelajaran daring merupakan suatu hal yang baru bagi guru dan siswa di SMP Negeri 7 Tanimbar Selatan. Penelitian ini ingin meneliti bagaimana proses pembelajaran matematika yang dilakukan secara daring, apakah dapat diikuti oleh guru dan siswa ataukah justru tidak efektif dalam menunjang proses pembelajaran. Tujuan: Untuk mengevaluasi pembelajaran matematika berbasis daring dalam masa pandemi COVID-19 di SMP Negeri 7 Tanimbar Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode data yang diambil yaitu membuat data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil: Evaluasi pembelajaran daring di SMP Negeri 7 Tanimbar Selatan berjalan tidak efektif dikarenakan berbagai kendala atau penyebab yang membuat siswa tidak semangat dalam proses pembelajaran seperti jaringan internet yang kurang mendukung, sebagian siswa yang tidak memiliki HP android, penyampaian materi dengan metode ceramah. Hal ini mengakibatkan sehingga pemahaman materi yang dimiliki siswa melalui belajar daring tidak tersampaikan dengan baik, serta siswa tidak merasakan manfaat dari akses pembelajaran daring. Kesimpulan: Pembelajaran matematika berbasis daring yang dilakukan pada masa pandemic COVID-19 di SMP Negeri 7 Tanimbar Selatan tidak efektif karena berbagai kendala sehingga siswa tidak dapat dapat memahami materi dan mendapat manfaat dari pembelajaran daring.


2021 ◽  
Vol 2 (12) ◽  
pp. 2109-2118
Author(s):  
Riyanto Riyanto

Latar Belakang: Sebagai seorang pendidik di dalam memberikan pengajaran kepada peserta didik akan menemui berbagai tingkat ketercapain pada saat dan setelah proses pembelajaran. Sering sebagian besar siswa mengalami permasalahan-permaslahan yang terjadi pada kegiatan di kelas tersebut. Dalam upaya meningkatkan keberhasilan siswa dalam pembelajaran dan termasuk di dalamnya untuk mencapai ketuntasan belajar siswa atau KKM pada suatu rombongan belajar khususnya kelas XII IPA 4 SMA Negeri 2 Kayuagung perlu adanya inovasi pada kegiatan belajar mengajar (KBM) oleh guru. Tujuan: Untuk memperbaiki proses pelaksanaan   pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dapat diperbaiki melalui lompat dengan rintangan di SMA   Negeri 2 Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research. Teknik-teknik pengumpulan data adalah berupa Assesment dan Pekerjaan Siswa. Teknik analisis data secara umum menggunakan deskripsi kualitatif melalui empat komponen yaitu kategorisasi data, validasi data, interpretasi data dan tindakan. Hasil: Melalui beberapa tahapan pembelajaran mulai dari tes awal, pertemuan I dan II, serta tes akhir ditemukan adanya perubahan dan peningkatan ketuntasan KKM, yaitu pada pre-test 15,15%, pertemuan I sebesar 51,56 %, dan pertemuan II sebesar 93,94%. Setelah dianalisa peningkatan keberhasilan dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok adalah 66,71%. Kesimpulan: Bahwa ada peningkatan hasil yang cukup signifikan prosentase ketuntasan KKM dari 15,15% pada pre-test menjadi 93,94% pada akhir pertemuan II. Ini dapat diartikan bahwa lompat dengan rintangan pada lompat jauh gaya jongkok dapat memperbaiki pembelajaran.  


2021 ◽  
Vol 2 (12) ◽  
pp. 2051-2061
Author(s):  
Emiliana Fenanlampir ◽  
Samuel Urath ◽  
Deby Marlina Kewilaa ◽  
Jakobus Nifanngelyau

Latar Belakang: Etnomatematika adalah suatu pendekatan budaya pemikiran matematika yang dibentuk oleh masyarakat tentang objek-objek matematika. Tujuan: Untuk mengetahui aspek-aspek ajaran, pesan moral dan konsep matematis yang terdapat pada patung tumbur di Desa Tumbur Kabupaten Kepulauan Tanimbar Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian etnografi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 3 orang dari unsur masyarakat yang pernah berinteraksi langsung dengan seni ukir patung. Data berupa hasil wawancara. Hasil: Menunjukkan bahwa (1) Patung tumbur sebagai produk etnomatematika menyajikan berbagai konsep agama, moral, budaya, dan matematika, (2) Secara keseluruhan, konsep-konsep tersebut memiliki hubungan dan keterkaitan antara satu sama lain, (3) Konsep-konsep yang disepakati dan diterapkan dalam realita kehidupan, telah membawa matematika sebagai produk budaya yang tertanam sejak zaman dahulu yaitu pada zaman Neolitikum atau Zaman Batu Muda, sekitar Tahun 1910 masehi. (4) patung tumbur merupakan ukiran orkestra matematika dalam bentuk etnomatematika. Kesimpulan: (1) Patung tumbur sebagai produk etnomatematika menyajikan berbagai konsep agama, moral, budaya, dan matematika, (2) Secara keseluruhan, konsep-konsep tersebut memiliki hubungan dan keterkaitan antara satu sama lain, (3) Konsep-konsep yang disepakati dan diterapkan dalam realita kehidupan, telah membawa matematika sebagai produk budaya yang tertanam sejak zaman dahulu yaitu pada zaman Neolitikum atau Zaman Batu Muda, sekitar Tahun 1910 masehi. (4) patung tumbur merupakan ukiran orkestra matematika dalam bentuk etnomatematika.


2021 ◽  
Vol 2 (12) ◽  
pp. 2038-2050
Author(s):  
Imran L

Latar Belakang: Manajemen Kinerja Berbasis Budaya Religius Dalam Meningkatkan Profesionalisme guru di SD Amaliah Ciawi Bogor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perencanaan kinerja berbasis budaya religius dalam meningkatkan profesionalisme guru, bentuk pembinaan kinerja berbasis budaya religius dalam meningkatkan profesionalisme guru, bentuk evaluasi kinerja berbasis budaya religius dalam meningkatkan profesionalisme guru. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah bersifat holistik, dan dalam penelitiannya, jumlah teori yang harus dimiliki oleh peneliti kualitatif jauh lebih banyak dari teori dalam penelitian kuantitatif. Hasil: Menunjukkan bahwa perencanaan kinerja berbasis budaya religius yang dilakukan oleh SD Amaliah Ciawi Bogor sudah tergolong baik karena sesuai dengan teori yaitu dengan memperhatikan kondisi kinerja guru di masa depan dengan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi, untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan. Pembinaan kinerja berbasis budaya religius dilakukan dengan berbagai upaya oleh internal dan eksternal sekolah. Evaluasi kinerja berbasis budaya religius dilakukan dengan teknik supervisi secara langsung dan tidak langsung. Baik secara individual maupun kelompok. Kesimpulan: Perencanaan kinerja berbasis budaya religius telah diterapkan dengan baik oleh SD Amaliah Ciawi Bogor. Hal ini dilakukan melalui perencanaan pengembangan profesionalisme guru berlandaskan pada visi, misi, tujuan dan kebutuhan sekolah. Dalam perencanaan ini, seluruh civitas akademika sekolah dilibatkan khususnya wakasek-wakasek dari setiap bidang dan dilakukan dalam rapat kerja. Pembinaan kinerja di SD Amaliah Ciawi Bogor sudah dilandaskan pada budaya religius. Hal ini sebagaimana terlihat dengan berbagai upaya-upaya yaitu rapat mingguan, mengikutsertakan guru-guru dalam berbagai forum ilmiah baik itu umum maupun keagamaan, revitalisasi MGMP, menyelenggarakan forum silaturahmi antar guru berbasis pengajian, meningkatkan kesejahteraan tunjangan guru, dan program pembinaan guru. Evaluasi kinerja guru di SD Amaliah Ciawi Bogor sudah diterapkan dengan berbasis budaya religius.


2021 ◽  
Vol 2 (12) ◽  
pp. 2069-2081
Author(s):  
Anton Prayitno

Latar Belakang: Dalam proses belajar mengajar di kelas XII APH-1 SMK Negeri 3 Magelang menggunakan metode ceramah. Fakta mengatakan pada semester Genap tahun pelajaran 2018/2019 pada hasil belajar motivasi dan hasil belajar rendah menunjukkan rendahnya penguasaan siswa terhadap materi menghitung harga pokok produksi. Tujuan: Untuk meningkatkan hasil belajar menghitung harga pokok produksi siswa siswa kelas X APH-1 SMK Negeri 3 Magelang melalui model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay, untuk meningkatkan motivasi siswa kelas X APH-1 SMK Negeri 3 Magelang melalui model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay, untuk menganalisis pengaruh motivasi intrinsik dan ekstrinsik terhadap hasil belajar menghitung harga pokok produksi siswa kelas XII APH-1 SMK Negeri 3 Magelang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Hasil: Hasil Classroom Action Research berupa tes dan non tes. Hasil tes berupa nilai Produk Kreatif dan Kewirausahaan tentang menghitung harga pokok produksi. Hasil observasi sebagai hasil non tes untuk mengetahui motivasi siswa dalam proses KBM mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Kesimpulan: Model pembelajaran Course Review Horay bisa meningkatkan hasil belajar siswa, model pembelajaran Course Review Horay juga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan belajar, motivasi intrinsik dan ekstrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XII APH-1 baik secara parsial maupun simultan.


2021 ◽  
Vol 2 (12) ◽  
pp. 2119-2133
Author(s):  
Margarita Kartini Iraratu ◽  
Samuel Urath ◽  
Olivir Srue ◽  
Jakobus Nifanngelyau

Latar Belakang: Pendidikan merupakan kegiatan universal dalam kehidupan manusia. Pendidikan di dunia ini sangatlah penting dimanapun dan kapan pun, karena adanya pendidikan dapat mengembangkan potensi yang ada pada setiap manusia, oleh karena itu di Indonesia ada program wajib belajar 9 tahun, agar setiap warga negara Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak agar potensi yang dimilikinya dapat dikembangkan. Salah satu budaya di antara beragam suku dan budaya Indonesia adalah suku Tanimbar yang terletak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang terdiri dari gugusan kepulauan dan memiliki ragam budaya yang bervariasi. Budaya yang dimaksud berupa budaya duan lolat, monumen perahu, cerita rakyat, ritual adat, rumah adat, benda-benda adat, kesenian, peralatan seni, pakaian adat, kehidupan sosial. Salah satu yang dapat menjembatani antar budaya, matematika dan pembelajaran matematika adalah merupakan etnomatematika. Tujuan: Untuk mengetahui aspek-aspek matematika pada rumah adat desa lorulun. Metode pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif karena berorientasi pada fakta atau fenomena. Hasil: Pada rumah adat Desa Lorulun terdapat 4 (empat)fungsi yaitu sebagai tempat tinggal seorang mangafwayak (pemerintah/orang kaya), tempat musyawarah tua-tua adat, tempat menyimpan segala dokumen atau harta, sebagai tempat berdoa secara adat. Selain fungsi yang ada, ternyata terdapat juga aspek-aspek matematika berupa bangun datar dan bangun ruang diantaranya adalah segitiga, persegi, persegi panjang, balok, lingkaran, tabung (silinder), geometri elip tunggal, kerucut, elips, parabola, dan hiperbola. Hal ini menunjukan bahwa adat istiadat Desa tetap dilestarikan dan dipegang teguh oleh seluruh warga Desa. Terdapat 4 (empat) fungsi rumah adat yaitu Kesimpulan: terdapat aspek-aspek matematika pada rumah adat desa lorulun yaitu pada bagian-bagian pada rumah adat dan benda-benda yang ada pada rumah adat yaitu Tutuk (Batu tumbuk siri dan pinang), mel-mel (batu adat), lololi (alat tumbuk siri dan pinang), kosoro (piring), sedangkan materinya adalah sebagai berikut segitiga, persegi, balok, lingkaran, tabung, geometri eliptik tunggal.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document