Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

7
(FIVE YEARS 2)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Nusa Putra University

2715-6141, 2715-4831

2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 1-9
Author(s):  
Dody Kusmana Dody Kusmana

ABSTRACT   In accordance with the request, we have conducted field testing activities in the form of Ultrasonic pulse velocity (UPV) testing, on the building structure of the Pasar Kosambi building located in Bandung. The contents in this report are made in accordance with the standards and requirements applicable in Indonesia, and are professionally responsible for the results of consulting services provided in accordance with the provisions and the applicable professional code of conduct. This inspection and testing activity aims to ensure the Kosambi Market Building is in good condition after experiencing a fire for almost 40 hours on the semi basement floor on May 18, 2019. So that, after the testing process is carried out and the analysis can be functioned properly and safely according to the market business plan boarding house. UPV testing to determine the density of concrete was taken at the Pasar Kosambi Bandung building with a total test location of 25 points. Concrete density testing was carried out on Columns, Beams and Floor Slabs using the Direct and Semi-Direct methods. Based on the integrity of the concrete density (Ultrasonic Pulse Velocity), the test results show the level of concrete density which is in the bad category with a propagation value of 2.4 km / sec (20.4 Mpa or 240.9 kg / cm2) to the very good category with a propagation value of 4.6 km / sec (45.2 MPa or 533.7 kg / cm2).   Keywords: Ultasonic Pulse Velocity, Concrete Density  



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 58-63
Author(s):  
Dewi Setiawati ◽  
Bambang Jatmika ◽  
Muhammad Rizal Aditya

This study aims to determine the effects of nickel slag in the concrete mixture and on its compressive strength value. In this study, cylindrical specimen having 15cm diameter and 30cm height is used. We have used nickel slag as substitute of coarse aggregate in weight ratio of 25%, 50% & 100% respectively of coarse aggregate in sample. The ratio of concrete mixture used in this study is comprised of ratio 1:2:3 of cement, sand & gravel respectively. Compressive strength was used as a parameter for testing the samples in this study.             Test was performed using compression Testing machine, from the test results, the mean value of the average compressive strength of cylindrical concrete at the age of 3 days with a 25% variant nickel slag is 134.02 kg / cm2, 50% variant nickel slag is 165.76 kg / cm2, and 70% variant nickel slag is 148.92 kg / cm2, at age 7 days for the 25% is 219.61 kg / cm2, the 50% variant is 191.27 kg / cm2, and the 70% is 181.57 kg / cm2, while at the age of 28 days the 25% is 275.09 kg / cm2, the 50% iis equal to 296.28 kg / cm2, and the 70% is 225.37kg / cm2  



2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 1-6
Author(s):  
Daniel Arie Susanto ◽  
Jane Sekarsari

Proyek konstruksi perkuatan baja pada tungku dinding cukup unggul dalam menunjang berhasil dalam membuat suatu produk. Pada proyek perkuatan baja pada dinding tungku industri kaca perhitungan biaya yang masih kurang referensi dalam hal biaya perhitungan dengan pelaksanaan dibandingkan dengan proyek konstruksi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi biaya perkuatan baja pada dinding tungku industri kaca. Metode yang digunakan adalah kuesioner, dengan skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Bentuk evaluasi yang digunakan untuk instrumen validitas dilakukan dengan teknik perbincangan. Realibilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan metode Alpha Cronbahc dengan membuat faktor skor.



2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 7-14
Author(s):  
Nadhya Susilo Nugroho ◽  
Andini Andini ◽  
Erizal Erizal

Setiap pelaksanaan pembangunan rumah toko selalu melibatkan sumber daya, diantaranya adalah sumber daya manusia, dan sumber daya manusia diantaranya adalah tenaga kerja konstruksi, dan tenaga kerja proyek konstruksi rumah toko yaitu, mandor, kepala tukang, tukang kayu, tukang batu, tukang besi, tukang listrik serta pekerja. Kurangnya tenaga kerja bisa menimbulkan keterlambatan proyek, dan terlalu banyak tenaga kerja, bisa menurunkan produktifitas kerja dan semua itu bisa menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Agar tidak terjadi kerugian akibat tidak tepat dalam menentukan sumberdaya manusia, kuhusunya tenaga kerja proyek konstruksi, maka perlu diketahui standar jumlah tenaga kerja berdasarkan besar dan kecilnya serta target waktu yang ditentukan. Berdasarkan hal tersebut maka berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pembangunan rumah toko dengan luas bangunan yang telah ditentukan agar produktivitas tenaga kerja tetap maksimal, dan bagaimana cara menghitung kebutuhan tenaga kerja saat informasi data hanya diketahui rencana luas bangunan. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut maka harus ada model khusus untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja pada proyek konstruksi ruko. Oleh karena itu penelitian ini telah menghasilkan model, dan model ini adalah hasil modifikasi penggabungan antara metode konvensional Standar Nasional Indonesia (SNI), dan metode Burgeslijke Openbare Werken (BOW), serta metode analisis regresi. Model yang dihasilkan pada penelitian ini khusus untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja mandor, kepala tukang, tukang kayu, tukang batu, tukang besi, tukang listrik serta pekerja, pada pembangunan ruko dengan luas bangunan antara 72 m2 sampai dengan 460 m2, dengan jumlah lantai dua dan tiga tingkat. Untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja menggunakan model ini, cukup memasukan variabel luas bangunan, sehingga model ini mudah dan praktis untuk dipergunakan oleh seluruh masyarakat



2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 35-43
Author(s):  
Amdiya Huqban ◽  
Paikun Madkarsan ◽  
Cece Suhendi

Analisis keterlambatan material terhadap ketepatan waktu pembangunan Keterlambatan proyek sering kali terjadi pada setiap pekerjaan pembangunan. Penyebab tersebut biasa terjadi karena kurangnya penjadwalan proyek secara matang. Oleh sebab itu managemen waktu adalah cara bagaimana untuk mengatur dan meminimalisir terjadinya keterlambatan proyek. Analisa ini di maksudkan untuk membuat penjadwalan ulang proyek dengan adanya keterlambatan material. Analisa ini di batasi hanya mengambil material-material terbesar pada setiap item pekerjaan. Dengan analisa diagram grafik curva s dan diagram batang maka telah teridentifikasi material yang terlambat secara signifikan yaitu hebel, genteng, nok, keramik dan gypsum rata-rata mengalami keterlambatan hingga 90%. Metode yang di pakai untuk meneyelasaikan ketepatan waktu ini, dengan menggunakan metode critichal path metode (CPM) namun dalam metode ini tidak masukan biaya, metode hanya di pakai untuk menghitung waktu/jalur kritis pekerjaan saja. Dalam keterlambatan material yang telah di ketahui, maka dilakukanlah penjadwalan ulang atau Critichal Path Metode (CPM) Rekayasa. Metode ini di lakukan dengan cara mendahulukan item pekerajaan sebelum pasangan dinding hebel dan hasil yang di dapat yaitu waktu pekerjaan tetap 12 minggu dengan ketentuan untuk material struktur beton tidak mengalami keterlambatan yang signifikan



2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 15-22
Author(s):  
Rizky Iqbal Rahmatullah Saepudin Putra ◽  
Cece Suhendi ◽  
Asti Maulani Lestari

Pelat merupakan salah satu komponen struktur yang memiliki peran penting dalam meningkatkan fungsi kegunaan bangunan. Dalam pelaksanaannya, pelat dapat dibagi menjadi dua yaitu sistem pelat satu arah dan sistem pelat dua arah. Perbedaannya terletak pada asumsi distribusi beban yang disalurkan ke balok. Pada beberapa model bangnunan, terdapat model yang hanya cocok dengan sistem pelat dua arah, begitu pun sebaliknya. Oleh karena itu perlu dilakukan studi perbandingan dilihat dari segi efisiensi biaya dan kebutuhan material. Pengambilan data dilakukan dengan observasi langsung ke lapangan untuk mendapatkan ukuran lahan. Objek penelitian berupa gedung sekolah dua lantai dengan ukuran denah kelas 9x8 meter, dilakukan analisa dengan metode perencanaan elastis. Setiap dimensi komponen struktur dibuat serupa antara sistem pelat satu arah dan dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih anggaran biaya antara sistem pelat satu arah dan dua arah senilai 2%, lebih ekonomis sistem pelat dua arah. Perbedaan yang signifikan terletak pada volume beton. Sistem pelat satu arah lebih boros pada balok anak senilai 35%. Sementara untuk besi tulangan, sistem pelat satu arah 10% lebih banyak daripada sistem pelat dua arah



2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 23-34
Author(s):  
Shova Sara Khaerina ◽  
Radius Pranoto ◽  
Bambang Jatmika
Keyword(s):  

Membahas mengenai banjir di dunia ini memang seperti tidak ada habisnya. Di Indonesia pun banjir sangat populer, khususnya ketika musim penghujan. Peristiwa ini setiap tahun terjadi dan terus berulang. Adanya banjir tersebut karena adanya peningkatan volume air yang mengalir di atas permukaan tanah. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja saluran drainase yang telah ada (eksisting) dalam menampung debit air ketika intensitas hujan tinggi.Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan bulanan 10 tahun terkhir yakni, dari stasiun Cisekarwangi, stasiun Sinagar dan stasiun Cicatih.Analisis distribusi frekuensi dilakukan dengan menggunakan distribusi Normal, Log Normal, Log Pearson III dan distribusi Gumbel. Setelah itu keempat distribusi ini di uji dengan uji Chi-Kuadrat dengan tarif pengujian 0,05 dan menghasilkan distribusi Log Pearson III yang memenuhi syarat, dengan nilai curah hujan sebesar 103,60 mm. Dengan menggunakan rumus Van Breen nilai intensitas curah hujan untuk periode ulang 5 tahun didapatkan sebesar 23,31 mm/jam.Dari penelitian ini didapatkan hasil debit banjir rencana (Qr) sebesar 0,0619 m3/detik sedangkan debit saluran sebesar 0,004875m3/det, artinya Qr>Qs jadi saluran eksisting tidak mampu menampung debit limpasan sehingga perlu mendimensi ulang



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document