Jurnal Pendidikan Riset dan Konseptual
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

124
(FIVE YEARS 22)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

2598-2877, 2598-5175

2021 ◽  
Vol 5 (4) ◽  
pp. 606
Author(s):  
Eva Srihartiyani

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh dan hasil belajar Hidangan untuk kesempatan khusus dan fusion food dengan menggunakan media jobsheet antara kelas eksperimen dan kontrol pada mata pelajaran Produktif Tata Boga di SMK N 3 Blitar. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan desain quasi eksperiment dengan pendekatan kuantitatif, pendekatan kuantitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan filsafat positivism. Digunakan untuk meneliti pada populasi/ sampel tertentu, teknik sampling yang digunakan yaitu teknik simple random sampling. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah instrument untuk mengukur prestasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Hasil belajar Hidangan  untuk kesempatan khusus dan fusion food antara kelas eksperimen dan kontrol yaitu kelas eksperimen dari 16 siswa yang telah melampaui nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 100%. Sedangkan pada kelas kontrol dari 16  siswa, hanya 14 siswa yang melampaui nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 87,5%. Dengan demikian pada kelas eksperimen nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Ada pengaruh media jobsheet  hidanagan untuk kesempatan khusus dan fusison food  terhadap hasil belajar  antara kelas    eksperimen dan kontrol. Hal ini terlihat dari hasil analisis     diketahui bahwa rerata atau             mean kelas eksperimen 88,3856.



2021 ◽  
Vol 5 (4) ◽  
pp. 644
Author(s):  
Rachmad Andriani
Keyword(s):  

Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan peningkatan hasil belajar siswa untuk setiap siklusnya. Hasil belajar pada siklus I sebesar 63,2 (kompeten dengan predikat cukup), pada siklus II sebesar 75,5 (kompeten dengan predikat baik), dan pada siklus III sebesar 87,3 (kompeten dengan predikat baik). Hasil rata-rata aktivitas siswa mengalami kenaikan untuk setiap siklusnya, rinciannnya adalah siklus I 67,61% (katagori tinggi), meningkat pada siklus II menjadi 77,56% (katagori sangat tinggi ), meningkat pada Siklus III menjadi 91,48 % (kategori sangat tinggi). Kesan dan tanggapan siswa melalui angket menyatakan bahwa dengan menerapkan model Problem Centered Learning (PCL) pada kompetensi dasar melakukan penyimpanan barang persediaan sangat menyenangkan bagi siswa, dimana siswa bisa bertukar pikiran dengan teman mengenai materi yang disampaikan dan suasana pada saat pembelajaran berlangsung tidak begitu tegang dan lebih santai. Kesan dan tanggapan guru mata pelajaran melalui wawancara menyatakan bahwa dengan menerapkan model PCL membuat kondisi kelas menjadi lebih aktif, siswa menjadi berani dalam mengungkapkan pendapatnya.



2021 ◽  
Vol 5 (4) ◽  
pp. 664
Author(s):  
Tekad Budiono

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru dalam menerapkan model pembelajaran CTL melalui supervisi klinis di SDN 3 Pandean Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah, dengan menggunakan penerapan metode Means Ends Analysis (MEA)ini dilaksanakan di SMK N 3 Blitar Jln. Sudanco Supriadi No. 24 Blitar, No.Telepon (0342) 801621. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata aktivitas guru dalamkategori “SangatBaik” yaitu 88,43% dan rata-rata aktivitas siswa dalam kategori “SangatBaik” yaitu 85,62%. Sedangkan hasil tes akhir siklus memiliki skor ketuntasan klasikal 89,29% yang telahmemenuhi ketuntasan klasikal yaitu≥80%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Means-Ends Analysis  (MEA) pada materi lingkaran subbab perbandingan sudut pusat, panjang busur, luas juring, dan luas tembereng terhadap siswa kelas XI Jasa Boga 5 semester ganjil di SMK N 3 Blitar tahun pelajaran 2017/2018 dapat dikatakan berhasil.



2021 ◽  
Vol 5 (4) ◽  
pp. 631
Author(s):  
Susilowati Susilowati
Keyword(s):  

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif  yaitu pendekatan yang di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai pada penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus, dan kepastian data numerik.  Tempat penelitian SMK Negeri 3 Blitar, alamat Jl. Sudanco Supriyadi no. 24 Blitar, telephone (0342) 801621. Subyek penelitian siswa kelas XI Jasa Boga 1, Semester 1, tahun pelajaran 2017/2018.  Jumlah siswa 31 orang perempuan, kurikulum 13 (K13). Dari hasil penilitian tindakan kelas yang telah dilakukan pada siklus I hasil belajar siswa meningkat kemudian dilanjutkan siklus II, pada siklus II pun hasil belajar siswa terjadi peningkatan yang signifikan sehingga siklus III tidak dilakukan tindakan kelas. Artinya bahwa penelitian tindakan kelas materi mengolah hidangan dari unggas yang telah direncanakan dan dilaksanakan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model Projeck Basic Learning di kelas XI Jasa Boga 3 semester I tahun pelajaran 2016/2017 di SMK Negeri 3 Blitar.  Sehingga model Projeck Basic Learning dapat digunakan sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI materi Mengolah hidangan dari unggas di SMK Negeri 3 Blitar.



2021 ◽  
Vol 5 (4) ◽  
pp. 655
Author(s):  
Prawoto Prawoto

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas XI MIA 5 SMAN 1 Kesamben kabupaten Blitar pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016 dengan pembelajaran dengan model Auditory Intellectually Repetition (AIR) dengan permainan balap sepeda pada Ms. Powerpoint pada pokok bahasan Limit Fungsi. Model pembelajaran AIR dengan siswa menyimak masalah, mengemukakan, menanggapi, serta mempresentasikan jawaban pada tahap auditory. Kegiatan siswa untuk mengkonstruksi, memecahkan masalah dan menerapkan konsep materi yang dipelajari pada tahap intellectually. Siswa mengerjakan latihan soal merupakan kegiatan pada tahap repetition. Langkah-langkah sebagai berikut: (1) Guru mengingatkan materi prasyarat limit fungsi, (2) Guru memberi motivasi, (3) Guru menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan siswa, (4) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa berkemampuan heterogen, (5) Guru membagikan LKS, (6) Guru menjelaskan masalah yang ada di LKS, (7) Siswa berdiskusi dan mengerjakan LKS secara berkelompok, (8) Guru membimbing dan mengarahkan kelompok dalam mengerjakan LKS, sehingga dapat menemukan konsep limit fungsi. (9) Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, (10) Guru menjelaskan dan memantapkan hasil presentasi siswa, (11) Guru menjelaskan aturan permainan balap sepeda, (12) Guru memberikan permainan balap sepeda, (13) Guru membantu siswa menyimpulkan kelompok pemenang, dan (14) Guru membantu siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari (Shoimin, Aris. 2014).



2021 ◽  
Vol 5 (3) ◽  
pp. 412
Author(s):  
Agus Hermawan ◽  
Nur Holifatuz Zahro

Kesalahan berbahasa merupakan kesalahan berbahasa yang terjadi dalam penulisan secara resmi atau formal misal makalah, laporan penelitian : skripsi, tesis dan disertasi. Dalam perkembangan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran disekolah sampai perguruan tinggi yang merupakan mata pelajaran dan mata kuliah yang bersifat umum, sehingga dalam proses penyampaiannya tidak hanya dalam proses belajar-mengajar akan tetapi di tuntut secara luas untuk mengembangkannya melalui berbagai tulisan secara ilmiah dan non ilmiah. Untuk mencapai tujuan bersama dalam pembinaan dan pengajaran Bahasa hendaknya guru dan dosen memberikan latihan pada siswa maupun mahasiswa dalam konteks menulis makalah ilmiah dan mengoreksi tulisannya agar mahasiswa memahami penggunaan Bahasa yang baik dan benar. Pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan pembinaan Bahasa Indonesia Kita.



2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 314
Author(s):  
Teana Nisa Ekacitra ◽  
Maison Maison ◽  
Wawan Kurniawan


2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 255
Author(s):  
Isroyati Isroyati ◽  
Fitri Senny Hapsari ◽  
Aliffia Teja Prasasty


2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 278
Author(s):  
Sukrianto Sukrianto

Penggunaan media audio visual pada pembelajaran IPA materi Suhu dan Kalor terbukti mampu meningkatkan hasil dan ketuntasan belajar pada siswa kelas V SDN 4 Sumberdadi Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah siswa yang tuntas belajarnya pada keadaan awal sebanyak 6 siswa (31,58%), setelah dilaksanakan perbaikan dengan penggunaan media audio visual pada pembelajaran pembelajaran IPA materi suhu dan kalor pada siklus I meningkat menjadi 9 siswa atau 47,37% dan pada siklus II meningkat kembali menjadi 16 siswa atau 84,21%. Penjelasan mengenai peningkatan nilai rata-rata hasil belajar pada penggunaan media audio visual pada pembelajaran Pembelajaran IPA materi Suhu dan Kalor menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan di mana pada kondisi awal sebesar 61,05 meningkat menjadi 64,74 pada siklus I dan pada akhir siklus II meningkat menjadi 72,63, yang belum tuntas belajarnya, namun secara keseluruhan semua kriteria keberhasilan pembelajaran telah tercapai pada siklus kedua.



2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 211
Author(s):  
Sukini Sukini
Keyword(s):  

Proses belajar-mengajar Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 1 Gandusari   masih monoton dan jauh dari harapan. Permasalahan yang sering di hadapi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung antara lain: 1) masih rendahnya motivasi siswa untuk belajar Pendidikan Kewarganegaraan, 2) belum ada metode pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dapat membuat siswa tertarik pada pembelajaran tersebut, 3) siswa menganggap bahwa Pendidikan Kewargenagaraan merupakan pelajaran yang tidak penting dan membosankan, 4) masih rendahnya kemampuan siswa untuk mengintegrasikan beberapa disiplin ilmu yang dimiliki. Jalannya proses belajar mengajar antara guru dengan siswa tidak sesuai dengan sistem cara belajar siswa aktif, dimana guru sebagai fasilitator sedangkan siswa aktif sendiri untuk menemukan permasalahan-permasalahan dan siswa juga diharapkan mampu menemukan jawaban-jawaban yang jadi pokok masalah. Akibat yang ditimbulkan dari hal-hal tersebut adalah rendahnya hasil belajar PPKn pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Gandusari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PPKn materi menganalisis bentuk-bentuk kerja sama menggunakan model pembelajaran Model Student Team Achievement Divison (STAD) pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Gandusari. Tujuan penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran objektif tentang peningkatan hasil belajar PPKn materi menganalsis bentuk-bentuk kerja sama menggunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VIIA SMPN 1 Gandusari Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing melalui empat tahapan, yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap observasi, (4) tahap refleksi. Instrumen pennelitian menggunakan tes tulis uraian. Teknik penelitian dengan menyelenggarakan tes tulis. Teknik analisa data dengan membandingkan ketuntasan yang didapat dengan KKM yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran dengan menggunakan model Model Student Team Achievement Divison (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar PPKn materi keberagaman dalam masyarakat Indonesia siswa Kelas VII A SMP Negeri 1 Gandusari semester 2 tahun pelajaran 2017/2018. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata tes siklus I, yaitu 73,85 dan siklus II 85,38 berarti ada peningkatan. Selain itu, ketuntasan belajar pada siklus I, yang tuntas 61,54% atau 16 siswa sedangkan yang tidak tuntas, 38,46% atau 10 siswa. Siklus II siswa yang tuntas mencapai 100% .



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document