Jurnal Kariman
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

53
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Institut Kariman Wirayudha Sumenep

2549-8487, 2303-338x

2020 ◽  
Vol 8 (02) ◽  
pp. 243-260
Author(s):  
Ali Rahmat ◽  
Fika Fitrotin Karomah

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konsep pendidikan karakter dalam perspektif al-Qur’an  melalui kisah-kisahnya terdiri dari: Pertama, tujuan pendidikan karakter. Sasaran dari tujuan pendidikan karakter di sini ialah pembentukan insan kamil serta pembinaan akhlak.  Kedua, nilai-nilai dasar pendidikan karakter, seperti: tidak sombong, cita-cita yang kuat, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, sopan santun, tolong-menolong, sabar, pemaaf, tanggung jawab, ikhlas, tidak mudah putus asa, berani mengakui kesalahan, cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, syukur, tidak boleh syirik, kasih sayang, patuh kepada kedua orang tua, kepemimpinan dan kepedulian sosial. Ketiga, tahapan-tahapan pendidikan karakter melalui pendidikan akhlak, pendidikan aqidah dan pendidikan syari’ah.



2020 ◽  
Vol 8 (02) ◽  
pp. 151-178
Author(s):  
Supi'ah ◽  
Abdur Rahman Adi Saputera Putra ◽  
Zahdi Zahdi

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menelisik pemikiran AR Molou dalam memajukan geliat pendidikan Islam di Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan biografi dan historis, yang diperkuat dengan sumber data primer dan sekunder, Teknik pengumpulan data yang digunakan : 1) Observasi, 2) Wawancara, 3) Dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan beberapa tahapan: 1) Metode Deskriptif, dan 2) Metode analisis biografi. Adapun hasil penelitian menyatakan bahwa sumbangsih pemikiran beliau dalam memajukan geliat pendidikan Islam di Gorontalo yang paling berpengaruh adalah konsep integrasi antara ilmu dan agama yang telah lama terdikotomi, entah itu diakibatkan oleh eskalasi perpolitikan lokal dan nasional atau bahkan implikasi oleh sisa-sisa doktrin negatif warisan yang ditinggalkan oleh kolonial.



2020 ◽  
Vol 8 (02) ◽  
pp. 279-294
Author(s):  
Siti Hairiyah ◽  
Siful Arifin

Keluarga memiliki peran yang signifikan dalam menumbuhkan motivasi belajar seorang orang anak. Penting sekali menumbuhkan motivasi belajar anak sejak dini karena anak pada usia dini memiliki kemampuan belajar yang luar biasa khususnya pada masa anak-anak awal. Masa anak-anak adalah masa yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia, sebab masa itu merupakan periode diletakkannya dasar struktur kepribadian yang dibangun untuk sepanjang hidupnya. Pengalaman yang dialami anak sejak dini akan berpengaruh terhadap kehidupan selanjutnya dan pengalaman tersebut akan bertahan lama bahkan tidak akan pernah terhapuskan oleh karenanya apabila suatu waktu terdapat stimulasi yang memancing pengalaman hidup yang pernah dialami maka efek tersebut akan muncul kembali. Dengan demikian jika keluarga mampu menumbuhkan motivasi belajar pada anak sejak dini maka sangatlah baik dalam menanamkan kebiasaan untuk terus belajar sepanjang hidupnya. Pendidikan sejak dini berperan penting dalam membantu perkembangan anak dan pembentukan kepribadiannya. Dalam menumbuhkan motivasi belajar pada anak keluarga harus selalu ingat tentang dunia anak yang merupakan dunia bermain, jadi hal-hal yang dilakukan oleh keluarga harus selalu menyenangkan karena bagi anak-anak bermain adalah kegiatan yang menyenangkan. Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh keluarga dalam menumbuhkan motivasi belajar pada anak akan tetapi kunci utamanya adalah keterlibatan keluarga atau orang tua secara langsung dalam kegiatan anak. Ketika orang tua atau keluarga terlibat langsung dalam kegiatan anak maka akan memperoleh banyak manfaat, diantaranya orang tua akan mengetahui apakah selama kegiatan berlangsung seorang anak mengalami gangguan yang dapat merusak konsentrasinya atau tidak, orang tua juga dapat mengetahui berhasil tidaknya usaha yang dilakukan dalam kegiatan tersebut. Dan apabila tidak berhasil orang tua dapat mengetahui juga langkah apa yang perlu dilakukan untuk tahap selanjutnya.



2020 ◽  
Vol 8 (02) ◽  
pp. 303-326
Author(s):  
Nisrina Hikmawati

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mind mapping berperan dalam proses pembelajaran. Secara teori mind mapping dikatakan sebagai cara paling efektif dan menarik dalam meningkatkan kemampuan otak dalam memproses dan menyimpan informasi dalam otak. Sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan studi meta sintesis sebagai metode. Systematic Review kualitatif. Pendekatan kualitatif dalam systematic review digunakan untuk mensintesis (merangkum) hasil-hasil penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Metode mensintesis (merangkum) hasil-hasil penelitian kualitatif ini disebut dengan “meta-sintesis”Hasil studi ini menunjukkan bahwa penerapan mind mapping dikelas rendah, lebih efektif sebagai media pembelajaran, sedangkan untuk kelas tinggi dapat digunakan sebagai media maupun metode pembelajaran. mind mapping dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran, karena menstimulasi keaktifan guru dan siswa, serta meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.



2020 ◽  
Vol 8 (02) ◽  
pp. 221-232
Author(s):  
Kholifatus Sa’diyah ◽  
Amiruddin

Tahun 2019 sampai sekarang tahun 2020 wabah virus covid 19 yang dikenal juga corona masih menghantui masyarakat khususnya di Indonesia. Media semakin semarak memberikan pemberitaan tentang covid 19. Pemberiaan tentang penularan semakin cepat, pemberitaan korban yang setiap hari semakin bertambah bahkan pemberitaan korban yang meninggal juga tidak sedikit jumlahnya. Akhirnya pemerintah RI memberikan kebijakan untuk menjaga jarak bahkan dibeberapa daerah ada yang memberlakukan lowkdown. Dampak yang sangat dirasakan masyarakat salah satunya kehilangan pekerjaan, sulit melakukan jual beli karena berkurangnya konsumen dan banyak lagi yang dirasakan masyarakat dari segi ekonomi. Selain itu dari sudut pendidikan juga sangat meresahkan masyarakat. Seperti siswa diwajibkan pembelajaran daring yang mana pembelajaran tersebut sangat merugikan membutuhkan paket data ataupun wifi. Sedangkan masyarakat dalam masa pandemic seperti ini sulit sekali mendapatkan penghasilan. Hal demikian sangat jelas hal ini sangat menganggu psikologis masyarakat. Bahkan beberapa psikiatris dan psikolog mencatat hampir semua jenis gangguan mental ringan hingga berat dapat terjadi dalam kondisi pandemik ini. Maka dari itu penting masyarakat lebih-lebih pemerintah memperhatikan  kondisinya pada saat pandemic seperti ini. Karena psychological well being (kesejahteraan psikologis) menurut riset mempengaruhi imunitas, padahal imunitas adalah kata kunci melawan pandemi. Psychological well being atau kesejahteraan psikologis berkaitan dengan aspek fisik, mental, sosial budaya, juga spiritualitas. Pandemi tidak akan berdampak besar jika setiap individu memiliki imunitas baik secara fisik maupun kejiwaan. Karena itu, penting untuk menciptakan tatanan di mana masyarakat bisa mencapai kesejahteraan psikologis yang baik agar bisa menjadi tangguh dalam menghadapi kondisi pandemi



2020 ◽  
Vol 8 (02) ◽  
pp. 261-278
Author(s):  
Musayyidi Musayyidi ◽  
Anwar Rudi

Sejak tahun 2011, Kementerian Pendidikan Nasional telah mulai mensosialisasikan penerapan model pendidikan berbasis karakter di seluruh institusi pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, yaitu dengan diterbitkannya Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 384/MPN/LL/2011 tanggal 18 Juli 2011. Rupanya kebijakan ini ditargetkan menjadi solusi atas problem kompleks pendidikan nasional yang disinyalir disebabkan oleh kegagalan dalam pendidikan, rapuhnya pendidikan agama dan lemahnya penanaman nilai-nilai karakter pada generasi kita/peserta didik. Istilah ’pendidikan karakter’ mulanya muncul ke permukaan sebagai reaksi atas keprihatinan berbagai pihak atas berbagai gejolak dan problem global yang menggerogoti bangsa ini. Berbagai masalah tersebut mulai dari KKN, ketidakadilan hukum, pertikaian wakil-wakil rakyat, kerusuhan antar-masyarakat, bullying, kenakalan remaja, hingga masalah yang berkaitan dengan kualitas pengembangan sumber daya manusia. Melemahnya potensi bangsa ini rupanya disinyalir disebabkan oleh semakin rendahnya karakter generasi kita serta kurang mengabaikan aspek-aspek nilai moral dan nilai luhur kemanusiaan.



2020 ◽  
Vol 8 (02) ◽  
pp. 179-204
Author(s):  
Muhammad Nur Iman Iman ◽  
Saifulhaq Inaku Saiful ◽  
Suheil Suheil

This study aims to determine the extent of the influence of the family environment on student learning outcomes in fiqh lessons at Mts Al-Khairaat Gorontalo. The research is quantitative with a population of 150 students, and strengthened by primary and secondary data sources, which are then analyzed using certain analytical instruments, while the results of the study show that the family environment is one of the factors that have an influence on student learning outcomes. The influence of the contribution of 35.4% to the student learning outcomes variable, while the other 64.6% is influenced by other factors outside the variables studied. So the findings of this study are in accordance with the mindset put forward in the conceptual framework in which a good family environment tends to have a positive effect, so that children's learning outcomes are good. Conversely, if the family environment is not good, a large trend will have a negative impact on student development.



2020 ◽  
Vol 8 (02) ◽  
pp. 205-220
Author(s):  
Saeful Anam ◽  
Amiq Ahmad Amiq Fahman

Penelitian ini  mengkaji Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan pemahaman mata pelajaran Fiqih Kelas VII di MTs Mambaus Sholihin Gresik. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field Research) yang akan dilaksanakan di MTs Mambaus Sholihin, Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini data yang dihasilkan berupa data deskriptif yang diperoleh dari data-data berupa tulisan, kata-kata dan dokumen yang berasal dari sumber atau informan yang diteliti dan dapat dipercaya. Sedangkan teknis analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasli penelitian menyimpulkan bahwa model pembelajaran PBL yang di terapkan di MTs Mambaus Sholihin telah berjalan sesuai teori dan definisi  meski agak sedikit berbeda dalam langkah-langkah. Namun begitu, esensi dari langkah-langkah PBL yang di lakukan para guru Fiqih MTs Mambaus Sholihin tetaplah sama dengan esensi yang di rumuskan para ahli yakni bisa melakukan proses pembelajaran berdasarkan masalah dan menuntut peserta didik lebih aktif dalam berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Suatu proses pembelajaran apapun modelnya, para guru di tuntut harus lebih kreatif, inovatif dan sebisa mungkin membuat siswa bahagia dalam mengikuti proses pembelajaran. Begitu juga dalam menerapkan model pembelajaram PBL ini, selain harus kreatif, inovatif dan sabar, guru juga harus menyiapkan materi seringkas mungkin dan menyiapkan masalah-masalah yang dapat merangsamg siswa agar semangat dalam mengikuti proses pembelajaran.    



2020 ◽  
Vol 8 (02) ◽  
pp. 233-242
Author(s):  
Marsum Marsum ◽  
Abd. Wahab Syahroni

Pondok pesantren puncak darussalam telah mencoba mengimplementasi revolusi industri 4.0 dimana setiap kegiatan pondok pesantren dapat dilakukan dan diimplementasikan secara digital dengan sedikit menggunakan peran manusia. Banyaknya aplikasi yang digunakan pondok pesantren perlu dilakukan penelitian untuk melihat seberapa besar efektifitas dan pengaruhnya terhadap pondok pesantren. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk melihat efektifitas penggunaan teknologi yang ada di pondok pesantren, dengan melihat beberapa kegiatan yang ada di pondok pesantren mulai dari kegiatan belajar mengajar lembaga  formal dan non formal, kegiatan kebutuhan sehari hari santri, kegiatan  pembayaran kewajiban santri serta kegiatan kunjungan wali santri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektifitas penggunaan teknologi di pondok pesantren dilihat dari dua aspek yaitu aspek kegunaan dan ketepatan. Pondok pesantren modern seperti puncak darussalam tidak menutup diri akan perkembangan teknologi akan tetapi hanya menggunakan teknologi yang benar benar dapat memberikan manfaat baik bagi pengurus, santri maupun wali santri.



2020 ◽  
Vol 8 (02) ◽  
pp. 295-302
Author(s):  
Hafid Hafid ◽  
Mukhlis

Mentafakkuri alam semesta yang berjalan dengan keteraturannya sebuah kenikmatan yang tidak terhingga dari Allah SWT. Kenikmatan sebagai  pemberian Allah SWT yang seharusnya kita sukuri. Baik kenikmatan itu kita memintanya kepada Allah SWT atau tidak. Ketika kita tidak mensyukurinya berarti kita terperangkap dalam kufur nikmat. Kufur nikmat dalam arti kita menyembunyikan kenikmatan dari Allah SWT bahkan tidak menerima bahwa Allah SWT yang memberi



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document