Jurnal Farmasi Komunitas
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

30
(FIVE YEARS 5)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Airlangga

2355-5912

2021 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 32
Author(s):  
Ariffio Dava Prihandoyo ◽  
Gede Parisudha Tegeh Putra ◽  
Lavinia Gunawan ◽  
Nadia Natsya Al Khalifi ◽  
Nurul A'ilda Ma'rufah ◽  
...  

Adanya COVID-19 di Indonesia menyebabkan pemerintah menetapkan kebijakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh (daring). Kondisi ini dapat memicu masalah pada mata dan meningkatkan risiko terkena Computer Vision Syndrome (CVS). Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan perilaku mahasiswa mengenai CVS serta mengidentifikasi profil pengetahuan mahasiswa mengenai penyimpanan dan penggunaan obat tetes mata terkait CVS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional. Metode pengambilan data melalui survei online. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi di Kota Surabaya yang sedang melakukan pembelajaran jarak jauh. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner berisikan pertanyaan tentang pengetahuan terkait CVS, perilaku terkait CVS, dan pengetahuan mengenai penggunaan obat tetes mata. Didapatkan total 133 responden dengan perolehan 100 responden (75,19%) memiliki pengetahuan mengenai CVS yang cukup baik, 69 responden (51,88%) memiliki perilaku yang menyebabkan risiko tinggi terkena CVS dan 71 responden (53,36%) memiliki pengetahuan yang cukup baik dalam penyimpanan dan penggunaan obat tetes mata terkait CVS. Berdasarkan hasil survei dapat disimpulkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup baik terkait CVS serta penyimpanan dan penggunaan obat tetes mata namun masih banyak responden memiliki perilaku yang menyebabkan risiko tinggi terkena CVS.



2021 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 38
Author(s):  
Sarah Mahmudatun Nabila ◽  
Ifa Shintia Irianti ◽  
Salsabila Salsabila ◽  
Aufa Hamidah ◽  
Fina Rahmawati ◽  
...  
Keyword(s):  
P Value ◽  

Antibiotik merupakan golongan obat yang digunakan untuk mengobati pasien yang mengalami infeksi bakteri. Antibiotik harus digunakan secara rasional, tepat, dan aman. Obat antibiotik seharusnya diperoleh dengan resep dokter. Namun masyarakat banyak yang memperolehnya tanpa menggunakan resep dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terkait Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (DaGuSiBu) antibiotik di daerah Surabaya dan Sidoarjo. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik non probabilitas yaitu dengan purposive sampling menggunakan kuesioner google form. Kuesioner ini berisi 19 pertanyaan dengan skor maksimal 19. Dari 178 responden, dengan 95 kelompok kontrol dan 85 kelompok perlakuan didapatkan hasil pada uji Mann-Whitney nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hal ini membuktikan bahwa pemberian edukasi terkait Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (DaGuSiBu) antibiotik memberikan pengaruh terhadap pengetahuan responden.



2021 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 57
Author(s):  
Friesca Surya Nurhaidah ◽  
Shafira Dwita Anugrah ◽  
Annisa Febriani Putri ◽  
Wiwin Dwi Rahmadani Tukloy ◽  
Salsabila Khairunnisa ◽  
...  
Keyword(s):  

Peningkatan kasus penyakit tidak menular terjadi dalam 5 tahun terakhir di Indonesia, salah satunya adalah Indigestion yang merupakan sekumpulan gejala saluran pencernaan atas meliputi rasa nyeri atau tidak nyaman di area gastro-duodenum. Yang termasuk dalam indigestion diantaranya dispepsia, gastritis, dan GERD dimana seringkali antasida digunakan sebagai terapi pengobatan pada ketiga penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan mahasiswa fakultas kesehatan dan non-kesehatan Universitas Airlangga mengenai dispepsia, gastritis dan GERD dan penggunaan obat antasida. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei cross sectional, dengan instrumen kuesioner online. Sejumlah 102 orang, mahasiswa fakultas kesehatan sebanyak 30 orang dan non kesehatan sebanyak 72 orang diambil dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan semua orang mengenai dispepsia, gastritis dan GERD yang baik sebesar 12 (11,8%) orang cukup sebesar 40 (39,2%) orang, dan kurang sebesar 50 (49%) orang. Tingkat pengetahuan semua orang pada aspek pengobatan yang baik sebesar 8 (7,8%) orang, cukup 35 (34,3%) orang, dan kurang sebesar 59 (57,8%) orang. Adanya perbedaan bermakna (p=0.000) tingkat pengetahuan antara sampel mahasiswa kesehatan dan sampel mahasiswa non-kesehatan. Upaya promosi kesehatan merupakan hal penting untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai perbedaan dispepsia, gastritis, GERD beserta antasida sebagai pengobatan.



2021 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 45
Author(s):  
Muhammad Muamar Fathoni ◽  
Rizella Fitriani ◽  
Fidya Dwi Lestari ◽  
Vita Maulinda Asa Angembani ◽  
Amalia Tusholecha ◽  
...  
Keyword(s):  

Latar Belakang: COVID-19 telah mempengaruhi aspek kesehatan. Apoteker perlu merumuskan strategi dan inovasi dalam menghadapi pandemi ini untuk memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak, pelayanan kefarmasian, dan inovasi pelayanan kefarmasian di apotek komunitas Indonesia pada masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara observasional dan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring. Sebanyak 96 apoteker berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dianalisis secara deskriptif dan distribusi data ditampilkan berdasarkan frekuensi dan persentase dari hasil kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 ini berdampak pada (60,4%) pelayanan apotek di Indonesia karena terjadi peningkatan permintaan beberapa produk farmasi (suplemen, vitamin, dan alat kesehatan) yang dapat menekan sistem rantai pasokan obat. Pelayanan kefarmasian saat COVID-19 sudah diterapkan oleh beberapa apotek di Indonesia (31,25%, n=30) sesuai Pedoman Kemenkes RI terkait Pedoman Kesiapsiagaan COVID-19 Rev 02 Tahun 2020. Selain itu, beberapa apotek di Indonesia (71,88%, n=69) telah menerapkan E-pharmacy, pembayaran nontunai, layanan resep dan swamedikasi secara daring, serta pengiriman obat ke rumah pasien di masa pandemi COVID-19. Kesimpulan: Dampak pandemi COVID-19 pada pelayanan kefarmasian di apotek komunitas yakni penerapan e-pharmacy dan sebagian besar apotek telah menerapkan prosedur operasional yang sesuai.Kata Kunci: apotek komunitas, COVID-19, pelayanan kefarmasian, apoteker, Indonesia



2021 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 51
Author(s):  
Anas Putri Maria Natasya Panamuan ◽  
Eka Kartika Untari ◽  
Shoma Rizkifani

Metformin obat lini pertama yang direkomendasikan untuk diabetes melitus tipe 2, metformin memiliki efek samping diawal penggunaan. Efek samping obat tidak dapat dikesampingkan karena dapat menimbulkan berbagai dampak dalam penggunaan obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara faktor usia dan dosis terhadap risiko efek samping pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu penderita DM 2 yang menggunakan metformin sebagai antidiabetes. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan sampel sebanyak 54 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Analisis uji chi square digunakan untuk menghubungkan antara dua variabel. Variabel dari penelitian ini yaitu faktor usia, dosis dan risiko efek samping. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia terhadap risiko efek samping dengan p-value 0,033 oods ratio sebesar 6,908, setelah usia 30 tahun mulai terjadi penurunan kemampuan ginjal, sehingga menyebabkan proses eliminasi dari metformin tidak berjalan dengan baik yang menyebabkan terjadinya efek samping. Faktor dosis terhadap risiko efek samping juga memiliki hubungan yang signifikan dengan p-value 0,000 oods ratio sebesar 20,614, semakin tinggi dosis yang digunakan risiko efek samping akan semakin tinggi karena berhubungan dengan kadar obat dalam darah.



2020 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Arina Rahma Oktaviani ◽  
Azan Takwiman ◽  
Desyta Ajeng Trisna Santoso ◽  
Elma Oktavia Hanaratri ◽  
Errina Damayanti ◽  
...  
Keyword(s):  

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan pemilihan obat tradisional oleh ibu-ibu di Surabaya, menggunakan metode cross sectional dan instrumen berupa kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah 150 ibu-ibu yang sudah atau pernah berkeluarga, memiliki anak, dan sedang atau pernah mengkonsumsi obat tradisional dalam waktu 2 bulan terakhir. Teknik sampling dilakukan secara non random. Hasil yang didapat, 1.33% responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah, 62,67% responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang, dan 36% responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi. Masalah kesehatan yang pernah ditangani dengan obat tradisional paling banyak secara berturut-turut adalah pegal linu/nyeri, batuk pilek, dan demam. Sebanyak 86 responden memilih menggunakan obat tradisional sebagai upaya pencegahan,  48 responden menjadikan sebagai pilihan utama setiap mengalami gangguan kesehatan, dan 31 reponden menggunakan ketika penyakit tidak membaik dengan obat modern. Sebagian besar responden memilih kerabat atau teman sebagai sumber informasi dalam pemilhan obat tradisional dan hanya 17 yang bertanya kepada tenaga kesehatan. Pada saat menerima terapi obat modern, 36 responden menghentikan penggunaan obat tradisional, sementara 18 responden menggunakan keduanya tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Tempat mendapatkan obat tradisonal yang paling banyak adalah apotek sebanyak 45 responden, toko kelontong sebanyak 35 responden, dan 33 responden membeli dari toko obat cina (istilah lokal untuk toko obat yang dikelola atau dimiliki oleh etnis Tionghoa).



2020 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 15
Author(s):  
Retno Try Lestari ◽  
Lailatul Zakiyah Gifanda ◽  
Erika Lailia Kurniasari ◽  
Ragilia Puspita Harwiningrum ◽  
Ardiansyah Putranda Ilham Kelana ◽  
...  

Acne vulgaris (jerawat) adalah penyakit kulit akibat peradangan kronis dengan patogenesis kompleks yang melibatkan beberapa komponen. Jerawat menyerang 85% populasi dunia yang berusia 11-30 tahun. Salah satu cara mengatasi jerawat adalah dengan menggunakan produk antiacne. Namun, kekeliruan pemilihan produk antiacne dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan mahasiswa mengenai jerawat dan cara mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan instrumen berupa kuesioner yang dilakukan secara interview administered questionnaire. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Survei ini diikuti oleh 120 mahasiswa dengan rentang usia 17-23 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 120 responden, sebesar 98,3% responden pernah berjerawat, 60,8% responden beranggapan bahwa salep antiacne yang sudah digunakan dan masih tersisa dapat digunakan lagi hingga tanggal kedaluwarsa, 75,0% responden merasa tidak perlu berkonsultasi dengan dokter umum/spesialis/klinik kecantikan ketika timbul jerawat, dan 97,0% responden tidak ingin pergi ke klinik kecantikan ketika berjerawat.



2020 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 20
Author(s):  
Fitri Almaidah ◽  
Saarah Khairunnisa ◽  
Intan Purnama Sari ◽  
Chaza Deidora Chrisna ◽  
Anisa Firdaus ◽  
...  
Keyword(s):  

Jawa Timur menempati peringkat ke-16 se-Indonesia dengan tingkat perokok usia remaja yang cukup tinggi. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi alasan remaja di Surabaya berusia 15-19 tahun mempertahankan perilaku merokok. Metode yang digunakan adalah observasional cross sectional dengan accidental sampling dan dianalisis menggunakan program SPSS. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berisi tentang pengalaman perilaku merokok, pengetahuan bahaya merokok, sikap mempertahankan merokok dan perilaku setelah mengetahui bahaya merokok. Sejumlah 103 remaja berpartisipasi dalam penelitian ini yaitu remaja yang masih merokok sampai saat ini (80,6%) maupun yang pernah merokok (19,4%). Sumber pengaruh terbesar remaja mencoba merokok berasal dari teman (62,65%). Bahaya merokok yang paling banyak diketahui adalah kanker paru (87,4%). Informasi ini paling banyak diketahui dari bungkus rokok (60,2%). Sebagian besar responden telah mengetahui bahaya merokok, tetapi tetap mempertahankan sikap merokok (62,2%). Hal ini dipengaruhi oleh aspek psikologi seperti dapat melepaskan stress (69,9%) dan merasa tenang ketika merokok (69,0%). Perilaku merokok dipertahankan untuk memenuhi kepuasan pribadi.



2020 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 27
Author(s):  
Taufik Haldi ◽  
Liza Pristianty ◽  
Ika Ratna Hidayati
Keyword(s):  
P Value ◽  

Hipertensi merupakan penyakit yang memiliki angka prevalensi yang tinggi. Hipertensi dapat distabilkan dengan melakukan pola hidup yang sehat dan menggunakan obat antihipertensi, salah satunya amlodipin. Penggunaan obat amlodipin diperlukan kepatuhan agar hipertensi dapat terkontrol. Kepatuhan pasien dalam melaksanakan pengobatan harus dipertahankan dalam jangka waktu yang lama, oleh sebab itu pasien harus memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pasien hipertensi terhadap kepatuhan penggunaan obat amlodipin di Puskesmas Arjuno Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dengan memberikan kuesioner yang terdiri dari 76 responden yang memenuhi kriteria inklusi pada bulan Agustus–September 2019 di Puskesmas Arjuno Kota Malang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pasien memiliki pengetahuan yang baik (59%), cukup baik (18%), kurang baik (12%), dan tidak baik (11%). Pasien yang memiliki sikap positif (59%) dan sikap negatif (41%). Pasien yang patuh (74%) dan tidak patuh (26%). Hasil uji chi square antara pengetahuan terhadap kepatuhan (p-value = 0,031). Sikap terhadap kepatuhan (p-value = 0,002).  Pada uji regresi logistik pengetahuan dan sikap diuji secara bersamaan terhadap kepatuhan dan didapatkan masing-masing nilai p-value 0,026 (OR = 1,794) dan 0,005 (OR = 5,208). Pasien memiliki pengetahuan yang baik (59%), sikap positif (59%), dan patuh dalam menggunakan obat amlodipin (74%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kepatuhan (p-value = 0,031). Terdapat hubungan antara Sikap terhadap kepatuhan (p-value 0,002). Secara bersamaan terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,026) dan sikap (p-value = 0,005) dengan kepatuhan.



2020 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 9
Author(s):  
Ubaida Assalwa ◽  
Galuh P. Ningrum ◽  
Terid M. Tindawati ◽  
Sa’adatuz Zahro ◽  
Rizqa R. Trisfalia ◽  
...  
Keyword(s):  

Lansia (lanjut usia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Pada usia ini terjadi penurunan fungsi organ (fisiologis), penurunan pengetahuan (kognitif), dan penurunan psikologis yang dapat menyebabkan komplikasi penyakit sehingga menyebabkan lansia menerima obat dalam jumlah yang banyak dan dapat mengakibatkan permasalahan dalam mengkonsumsi obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil perilaku pengelolaan obat pada lansia. Lokasi pengambilan data dilakukan di kelurahan Pucang Sewu pada tanggal 11-15 September 2019. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada lansia. Variable penelitian ini meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang digunakan oleh lansia. Dari 108 responden, sebanyak 51,85%  menjawab lansia menebus obat untuk dirinya sendiri, sebanyak 12,96% keluarga lansia membantu lansia untuk minum obat, sejumlah 21,30% menyimpan obat untuk lansia disembarang tempat, dan 60,19% obat langsung dibuang ke tempat sampah tanpa dihancurkan/dikeluarkan isinya terlebih dahulu.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document