In a belowground multitrophic interaction, Trichoderma harzianum induces maize root herbivore tolerance against Phyllophaga vetula

2021 ◽  
Author(s):  
Hexon Angel Contreras‐Cornejo ◽  
Lourdes Macías‐Rodríguez ◽  
Raúl Omar Real‐Santillán ◽  
Dante López‐Carmona ◽  
Griselda García‐Gómez ◽  
...  

2021 ◽  
Vol 11 (2) ◽  
pp. 133-139
Author(s):  
Parimal Mandal ◽  
◽  
Zerald Tiru ◽  
Monalisha Sarkar ◽  
Arka Chakroborty ◽  
...  

In the present study, different root colonizing fungal isolates were isolated from the rhizospheric soil of maize growing areas of Uttar Dinajpur, West Bengal. All the isolates including test pathogen were identified from Indian Type Culture Collection, New Delhi. Plant growth promoting maize root colonizing fungal isolates- Penicillium pinophilum (ITC NO. 11,201.19), Trichoderma harzianum (ITC NO.11,203.19), Trichoderma asperellum (ITC NO. 11,209.19), Aspergillus niger (ITC NO. 11,204.19) and Penicillum purpurogenum (ITC NO. 11,207.19) exhibited antagonistic activities against F. moniliforme (ITC NO. 11,208.19) in vitro. Two antagonistic isolates of T. harzianum and eleven strains of T. asperellum showed antibiosis mechanism for antagonism against F. moniliforme with the range of Percent Inhibition of Radial Growth from 62.41% to 88.57%. Competitive mode of antagonism against test pathogen by the isolates of P. pinophilum, P. purpurogenum and six isolates of A. niger were found. Percent of inhibition of radial growth ranged from 57.14% to 91.42%. In our finding, antagonistic isolates especially Trichoderma harzianum (ITC NO. 11,203.19), Trichoderma asperellum (ITC NO. 11,209.19) strains either single or in combination with rest maize root colonizing strains could be used as potent growth promoters as well as biocontrol (BCA) agents.



2018 ◽  
Vol 104 ◽  
pp. 86-94 ◽  
Author(s):  
Kandasamy Saravanakumar ◽  
Shaoqing Wang ◽  
Kai Dou ◽  
Zhixiang Lu ◽  
Jie Chen


PLoS ONE ◽  
2012 ◽  
Vol 7 (5) ◽  
pp. e37288 ◽  
Author(s):  
Flavia Dematheis ◽  
Ute Zimmerling ◽  
Cecilia Flocco ◽  
Benedikt Kurtz ◽  
Stefan Vidal ◽  
...  




2019 ◽  
Vol 52 (3) ◽  
Author(s):  
Zhongyou Ma ◽  
Linggao Ge ◽  
Cheng Zhou ◽  
Xiaoming Lu


1950 ◽  
Author(s):  
Gabriel Baldovinos de la Pena
Keyword(s):  


2002 ◽  
Vol 66 (3) ◽  
pp. 845 ◽  
Author(s):  
B. C. Liang ◽  
X. L. Wang ◽  
B. L. Ma


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 43-49
Author(s):  
Suryadi Suryadi ◽  
Darlis Darlis ◽  
Suhessy Syarif ◽  
M. Afdal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu fermentasi dan karakteristik degradasi komponen serat jerami jagung fermentasi secara In sacco. Fermentasi jerami jagung secara padat menggunakan  Trichoderma harzianum sebagai stater. Sebanyak 2,5 gram urea, 2,5 gram molases, 2,5 ml sediaan  Trichoderma harzianum dicampur dengan air menjadi 20 ml yang kemudian disemprotkan pada 1000 gram jerami jagung segar. Selanjutnya jerami jagung dimasukkan ke dalam toples plastik dan diperam sesuai dengan perlakuan yaitu 4, 8, 12 dan 16 hari. Uji karakteristik degradasi jerami jagung fermentasi dilakukan dengan metode In sacco atau nylon bag technique. Sebanyak 6 gram sampel jerami dimasukkan ke dalam kantong nylon dengan ukuran 140, 80 mm diinkubasi ke dalam rumen sapi dengan interval waktu 6, 12, 24, 48 dan 72. Penelitian ini  menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan 4 lama fermentasi dan ulangan 3 untuk tiap perlakuan. Peubah yang diukur adalah karakteristik degradasi meliputi : Nilai fraksi a, nilai fraksi b dan nilai fraksi c dari NDF, ADF dan Hemiselulosa  Jerami jagung fermentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap nilai fraksi (a) dan nilai fraksi (b) dari NDF, nilai fraksi (c) dari ADF dan Hemiselulosa, tetapi tidak berpengaruh nyata pada fraksi (a) dan fraksi (b) dari ADF,  fraksi (a) dan fraksi (b) dari hemiselulosa, fraksi (c) dari NDF jerami jagung fermentasi. Kesimpulan: Fermentasi jerami jagung dengan Trichoderma harzianum dapat meningkatkan nilai fraksi (a) dari NDF, ADF dan laju degradasi NDF ADF dan Hemiselulosa. Lama fermentasi yang terbaik pada jerami jagung fermentasi diperoleh pada perlakuan 16 hari.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document