scholarly journals Total organic carbon (TOC), rock-eval, and gas chromatography of core (8846.2'-13508') from the Husky Oil NPR Operations Inigok Test Well #1

1999 ◽  
Author(s):  
Albert Holba ◽  

2017 ◽  
Vol 12 (3) ◽  
pp. 144-153
Author(s):  
Praptisih Praptisih

Penelitian geokimia batulempung telah dilakukan pada Formasi Cinambo di wilayah Kabupaten Sumedang, dengan tujuan untuk mengetahui karakter batuan induk dan biomarker ekstrak batuan serta hubungannya dengan rembesan minyak di daerah Majalengka. Metode yang dilakukan adalah penelitian lapangan dan analisis laboratorium yang meliputi analisis Total Organic Carbon (TOC), pirolisis Rock Eval dan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS). Penelitian lapangan meliputi pengamatan litostratigrafi Formasi Cinambo pada Sungai Cinambo dan Cisaar serta pengambilan  percontoh untuk analisis laboratorium. Hasil analisis dari 16 percontoh batulempung Formasi Cinambo menunjukkan nilai TOC 0,32-1,47% yang berpotensi rendah hingga baik untuk membentuk hidrokarbon. Material organik di daerah penelitian termasuk dalam kerogen tipe III, berdasarkan diagram TOC vs Hydrogen Index (HI). Tingkat kematangan 4 percontoh mengindikasikan kondisi belum matang (immature), 6 percontoh termasuk matang dan 6 percontoh lainnya tidak terdeteksi. Berdasarkan nilai HI, yaitu 2-90, dapat menghasilkan gas dengan kuantitas kecil. Hasil biomarker ekstrak batuan Formasi Cinambo menunjukkan tidak ada korelasi positif dengan rembesan minyak di daerah Majalengka.



2021 ◽  
Vol 54 (2A) ◽  
pp. 60-74
Author(s):  
Arwa M. S. Al-Dolaimy

A total of 56 cuttings samples of Sargelu and Kurrachine formations from different wells (Ain Zalah, Baiji, and Jabal Kand) in northern Iraq have been investigated in this study. Both the Sargelu and Kurrachine formations were examined using Rock-Eval pyrolysis to assess the richness of organic matter and thermal maturity level. The Sargelu Formation Have Total Organic Carbon wt.% ranged from 0.22–2.52 wt.%, average 1.26 wt.% in Ain Zalah Well, and between 0.57–8.90 wt.%, average 2.95 wt.% in Baiji Well, and between 0.81–11.80 wt.%, average 5.01wt.% in for Kand Well. It is considered a potential source rock based on total organic carbon content. total organic carbon wt. % in Ain Zalah and Kand in the Kurrachine Formation is considered poor source rock with a total organic carbon content of 0.17, 0.39 wt. %, respectively, while in Baiji Well is considered moderate source rock with total organic carbon content 0.53 wt. %. The Rock-Eval data are not always sufficient to define the kind of organic matter through the use of the van Krevelen diagram because HI and OI are affected by both matrix mineralogy and the kerogen mixture. For accurate assessments of the source rocks, gas chromatography has been relied on, which provides a direct indication of the kerogen type as well as the type of hydrocarbons that kerogen can generate during maturity. Gas chromatography analysis indicates that all selected samples contained type II kerogen. The highest value of the TAS/ (MAS+TAS) ratio was found in Ain Zalah samples (Sargelu Formation), and this result indicates the occurrence of an aromatization process with increasing thermal maturation.



2008 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
Author(s):  
Markus Heryanto Langsa

<p>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa organik khususnya organic karbon terlarut (DOC) dari dua spesies daun tumbuhan (<em>wandoo eucalyptus </em>and <em>pinus radiate, conifer</em>) yang larut dalam air selama periode 5 bulan leaching eksperimen. Kecepatan melarutnya senyawa organic ditentukan secara kuantitatif dan kualitatif menggunakan kombinasi dari beberapa teknik diantaranya Total Organic Carbon (TOC) analyser, Ultraviolet-Visible (UV-VIS) spektrokopi dan pyrolysis-gas chromatography-mass spectrometry (Py-GC-MS).</p><p>Hasil analisis DOC dan UV menunjukkan peningkatan yang tajam dari kelarutan senyawa organic di awal periode pengamatan yang selanjutnya berkurang seiring dengan waktu secara eksponensial. Jumlah relatif senyawa organic yang terlarut tergantung pada luas permukaan, aktifitas mikrobiologi dan jenis sampel tumbuhan (segar atau kering) yang digunakan. Fluktuasi profil DOC dan UV<sub>254</sub> disebabkan oleh aktifitas mikrobiologi. Diperoleh bahwa daun kering lebih mudah terdegradasi menghasilkan senyawa organic dalam air dibandingkan dengan daun segar. Hasil pyrolysis secara umum menunjukkan bahwa senyawa hidrokarbon aromatic dan fenol (dan turunannya) lebih banyak ditemukan pada residue sampel setelah proses leaching kemungkinan karena adanya senyawa lignin atau aktifitas humifikasi mikrobiologi membuktikan bahwa senyawa-senyawa tersebut merupakan komponen penting dalam proses karakterisasi DOC.</p>



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document