Rekayasa Sipil
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

30
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Mercu Buana

2598-5051, 2252-7699





2020 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 52
Author(s):  
Ahya Atho'illah Putra ◽  
Willy Kriswardhana ◽  
Nunung Nuring Hayati


2020 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 71
Author(s):  
Mukhlisya Dewi Ratna Putri ◽  
Reni Karno Kinasih ◽  
Nabila Nabila Nabila

AbstractJakarta, the capital of Indonesia, undertook a major change of the transportation system, digitization of the transportation system was initiated by implementing a cashless payment system on the Commuter line in Jabodetabek, followed by implementing BRT with Busway mode, then MRT and LRT all of them are also cashless. All-digitization and application-based transportation systems force people to change. This is a trouble for senior citizens and is alleged to be one of the factors that causes them to be reluctant to switch to public transportation.This study analyzes the hypothesis that the reluctance of people of late adulthood to late elderly to use public transportation is due to the difficulty in understanding the digitalization system that is applied and because of the low level of respondents' trust in digital systems in public transportation. The study was conducted by distributing closed questionnaires to respondents who are Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) residents aged 45 years to 65 years who still have a fairly high activity, data tabulated then performed regression analysis. Key words: transportation system 4.0 era, transportation digitization, elderly transportation ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­AbstrakDaerah Khusus Ibu Kota Jakarta, ibu kota Indonesia, melakukan perombakan besar pada sistem transportasi, digitalisasi pada sistem transportasi diawali dengan menerapkan sistem pembayaran tanpa uang tunai (cashless) pada Commuter line di Jabodetabek, disusul dengan mengimplementasi BRT dengan moda Busway, kemudian MRT dan LRT yang semuanya juga cashless. Sistem transportasi yang serba didigitalisasi serta berorientasi pada aplikasi memaksa masyarakat untuk berubah. Hal ini merepotkan bagi warga senior dan disinyalir menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mereka enggan untuk beralih ke transportasi publik.Penelitian ini menganalisa menguji hipotesa bahwa keengganan masyarakat usia dewasa akhir hingga lansia akhir untuk menggunakan transportasi umum adalah karena kesulitan memahami sistem digitalisasi yang diterapkan dan karena rendahnya tingkat kepercayaan responden terhadap sistem digital pada transportasi umum. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner tertutup kepada responden yang merupakan warga jabodetabek berusia 45 tahun hingga 65 tahun yang masih mempunyai aktivitas yang cukup tinggi data ditabulasi kemudian dilakukan analisa statistik dengan SPSS.Kata kunci: sistem transportasi era 4.0, sistem transportasi, digitalisasi transportasi. 



2020 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 59
Author(s):  
Lily Kholida ◽  
Nindyta Arih Kinanti ◽  
Putri Bellinda Yoseva
Keyword(s):  

Pada proyek konstruksi jalan tol, pekerjaan struktur bangunan atas adalah salah satu fase yang memiliki tingkat risiko tinggi. Terutama pada saat pemasangan erection girder. Penelitian ini mengambil variabel  pada tahapan pekerjaan erection girder yang kemudian diperdalam dengan studi literatur dan validasi pakar. Nilai risiko yang diperoleh mengacu pada risk management PMBOK 2013 selanjutnya dipertajam dengan simulasi model risiko untuk melihat frekuensi dan sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam risiko utama dengan nilai tertinggi X14 (adanya tumpahan oli pada area kerja) sebesar 0,178 dan terendah X2 (pekerja terluka akibat terkena material atau peralatan saat proses mobilisasi) sebesar 0,129. Sensitivitas risiko tertinggi ada pada X24 (pekerja tertimpa material saat pengangkatan PCI girder) sebesar 86,9%. Upaya yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan housekeeping area kerja, rambu,  dan APD bagi pekerja sesuai dengan Permenakertrans No. 8 tahun 2010 tentang alat pelindung diri pada konstruksi bangunan sehingga dapat meningkatkan kinerja kesehatan dan keselamatan kerja.   



2020 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 25
Author(s):  
Novika Candra Fertilia

Project Constructions are unique, safety or security and protection factors at work become one of the most important factors of work productivity (Hanafi, 2017). Occupational safety and health have a contribution value of up to 20.2% on performance (Kartikasari, 2017). In the implementation of building projects by PT. XY found a lack of awareness of workers in the use of equipment and safety equipment, this is evident from the lack of use of protective fences and also signs/warning signs that are not fully installed. This research will discuss what are the dominant risks that influence the implementation of OHS management at PT. XY. Based on these dominant risks, this reaserch will create a safety execution development based on the Construction Extension to PMBOK Guide - 2016 Edition.



2020 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Jantiara Eka Nandiasa


2020 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 6
Author(s):  
Aditia Rojali




2020 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 11
Author(s):  
Amalia Nur Adibah ◽  
Faris Rizal Andardi


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document