JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama)
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

18
(FIVE YEARS 18)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

2809-3534

2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 84
Author(s):  
I Wayan Suasta

<p>Aktivitas kehidupan masyarakat dimasa pendemi covid-19, kini dilakukan melalui media daring. Hal itu dilakukan karena keterbatasan ruang gerak akibat pandemi covid-19,memaksa masyarakat menjadi ketergantungan pada informasi yang diperoleh melalui media daring. Begitu masifnya informasi yang terjadi melalui penggunaan media daringsejak pendemi covid-19 melanda dunia, menjadikan masyarakat harus mampu memilah dan memilih informasi secara adil dan bijak supaya tidak terjebak pada ekstremisme dan radikalisme pemahaman agama yang sempit. Disinilah moderasi dalam keberagaman dimasa Covid-19 dapat menjadi dasar pijakan dalam memilah, memilih dan memanfaatkaninformasi secara adil dan bijak.Maka dalam pandangan pendidikan Hindu, moderasi beragama dalam keberagamanadalah paham atau sikap yang menghargai semua tradisi keagaman sebagai kebenaran. Kebenaran tidak milik satu kelompok keyakinan tertentu melainkan milik semua. Semua hak-hak setiap manusia diperhatikan agar semua bisa hidup makmur dan damai. Maka alangkah baiknya jika semua kedamaian dan keharmonisan dapat diwujudkan dalam praktik nyata perilaku beragama, dengan kesadaran bahwa semua manusia hakikatnya adalah sama terdiri dari jiwa-jiwa yang suci. Semua berhak hidup di bumi sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing, bumi ini adalah rumah bersama semua mahkluk hidup. Maka dengan mantra veda<em>Om swastiastu</em>, <em>Om anubadrah kertvu yantu visvatah</em>, <em>Om semesta loka sukinoh bhavantu</em>, <em>Om santih, santih, santih, Om</em>, dapat dijadikan prinsif dasar memaknai moderasi beragama dalam keberagaman dimasa Covid-19. </p>



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 103
Author(s):  
I Kadek Arta Jaya

<p>Untuk mencapai keberhasilan pendidikan maka diperlukan pembentukan karakter terlebih dahulu. Pembentukan karakter tersebut tidak bisa dilakukan hanya oleh seorang guru saja, namun harus bersinergi dengan orang tua peserta didik itu sendiri. Selain itu kepberhasilan peserta didik juga dipengaruhi oleh seorang guru yang bisa dijadikan sebagai tauladan disekolah, pendidikan karakter akan mudah untuk dibangun dalam sebuah lembaga pendidikan atau sekolah apabila adanya kerjasama antara guru dan para orang tua peserta didik.</p><p>Keluarga adalah merupakan tempat pendidikan anak yang pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak-anak. Peran keluarga sangat strategis dalam pembentukan akhlak mulia anak-anak. Sementara sekolah adalah tempat kedua dalam pembentukan karakter anak-anak. Oleh sebab itu, maka diperlukanlah kerjasama antara sekolah dengan keluarga. Pendidikan tidak hanya mendidik para peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya, menjadikan mereka manusia cerdas, akan tetapi juga dapat membangun kepribadiannya agar manusia memiliki akhlak mulia. Maka pendidikan karakter sangat penting untuk diterapkan disetiap sekolah, sebab pendidikan karakter ternyata berpengaruh sangat kuat dengan keberhasilan belajar. Dengan pengembangkan pendidikan karakter pada anak didik akan dapat menumbuhkan nilai-nilai yang terkait dengan keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan lingkungan masyarakat.</p>



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 124
Author(s):  
Putu Febri Sri Suandari ◽  
Ni Nengah Selasih

<p><em>        Education is one of the most important things that is able to be a change in the world and in changing the younger generation to be better and have character. With the existence of an education that is complemented by religious teachings it self, it will streng then character and reduce the moral and ethical degradation or decline that occurs in every nation's future child. Cultivators of noble moral values, ethics and religious teachings must be planted from an early age so that children become accustomed to them and are able to understand behaviors that should be avoided and prohibited. Therefore the role of parents is very influential on the character of the child because the family is the primary or primary education that the child gets. In addition, to reduce the current moral degradation or deterioration that is prevalent in life, there is a need for cooperation between parents, educators and the government to be able to create a good young generation. In the teachings of Hinduism, there are many teachings that can be used as a guide for life and can be used as character strengthening for children and the younger generation, one of which is known as the teaching of Catur Guru, which is the teaching of how to be devoted, ethical and respecting these four teachers, including self-help teachers. , rupaka teachers, recitation teachers and wisesa teachers.</em></p>



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 117
Author(s):  
Ni Made Sukarini ◽  
Ni Nengah Selasih

<p>Pandemi covid 19 berdampak pada segala bidang kehidupan, tak terkecuali pada bidang pendidikan. Adanya wabah virus corona ini menghambat kegiatan belajar tatap muka.Sistem pembelajaran dilakukan jarak jauh(daring) dengan memanfaatkan teknologi informasi.Meskipun masih banyak kendala yang dialami baik oleh peserta didik maupun pendidik.Di sisi lain, pembelajaran di masa pandemi ini memberikan pengalaman yang luar biasa bagi peserta didik dan pendidik. Kegiatan pembelajaran daring menyisipkan rasa ketidakpuasan bagi guru dalam   menyalurkan materi karena pelaksanaan pembelajaran secara daring ini lebih menekankan kepada penugasan. Ditambah lagi dengan kurangnya minat dan motivikasi belajar dari peserta didik untuk membaca materi, dimana media pembelajaran melalui What App grup didominasi oleh pesan teks yang melatar belakangi hasil belajar peserta didik menjadi menurun</p>



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 136
Author(s):  
I Putu Febriyasa Suryanan ◽  
I Made Arsa Wiguna ◽  
Ni Nyoman Mariani

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan intisari ajaran agama Hindu dalam <em>Lontar Tutur Kumara Tattwa</em> berupa ajaran tentang <em>Panca Sradha</em> (lima keyakinan umat Hindu)<em>, </em>yakni keyakinan terhadap Tuhan melalui perwujudan Tuhan yang <em>Imanen (Saguna Brahma) </em>dengan wujud <em>Bhatara Guru </em>sebagaiguru dari para dewata, adanya perumpamaan <em>Bhatara </em>sebagai matahari dan manusia bagikan tempayan dari perumpamaan tersebut digambarkan bahwa terdapat percikan <em>paramatman </em>di dalam diri manusia,pengendalian diri yang dilakukan manusia untuk menciptakan <em>karmaphala </em>yang baik sehingga mampu mencapai <em>moksa </em>dan terhindar dari kelahiran kembali <em>(punarbhwa). </em>



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 150
Author(s):  
Gede Agus Siswadi

<p><span lang="EN-US">Artikel ini berupaya untuk menelisik pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang merupakan bapak pendidikan nasional. Dengan konsep pendidikan melalui “Tripusat Pendidikan” diantaranya keluarga, sekolah dan masyarakat. Selain itu konsep “Trilogi” yang beliau sampaikan mengenai <em>ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa</em> dan <em>tut wuri handayani</em>. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengamatan sumber-sumber bacaan. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang dasar dari pendidikan dan pengajaran Ki Hadjar Dewantara bersumber dari panca dharmanya. Dasar-dasar tersebut adalah: (1) kemanusiaan, (2) kodrat hidup, (3) kebangsaan, (4) kebudayaan, dan (5) kemerdekaan/ kebebasan. </span><span>Metode belajar yang diusung oleh Ki Hadjar Dewantara adalah metode <em>among</em>. <em>Among</em> memiliki makna menjaga kelangsungan hidup batin peserta didik dengan mendampingi dan mengarahkan. Bukan hanya membiarkan perkembangan batin peserta didik namun juga menjaga agar keadaan batin peserta didik tetap dalam keadaan baik. Konsep pendidikan yang disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara memiliki relevansinya dengan konsep pendidikan yang terdapat dalam Hindu seperti jenjang pendidikan pada anak, konsep <em>aguron-guron</em>, mendidik karakter anak serta teks-teks pada kitab suci veda yang menjelaskan tentang sistem pendidikan Hindu</span></p>



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 169
Author(s):  
I Nyoman Alit Supandi

<strong>NILAI PENDIDIKAN DALAM UPACARA NYAMBLEH DI PURA PEREREPAN <br /></strong>



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 94
Author(s):  
Hermawan Winditya

<p><em>Arus kehidupan modern yang semakin maju dan tantangan zaman yang semakin kompleks memaksa anak-anak sejak dini untuk mendapat pendidikan iman yang berkualitas. Pendidikan iman yang berkualitas akan menjadi dasar yang kuat menghadapi tantangan zaman yang semakin tidak mudah. Oleh karena itu, anak-anak perlu dibekali dengan berbagai hal yang mendukung persiapan mereka menggapai masa depan yang gemilang. Pengalaman dalam kegiatan komunitas menjadi bekal untuk mengembangkan kehidupan iman anak-anak. Keluarga dan sekolah menjadi kumunitas dasar yang akan menuntun mereka menuju pada pengalaman iman yang mendewasakan. Kehidupan iman pribadi yang dewasa dan mendalam merupakan perisai yang ampuh untuk memerangi berbagai bentuk sekularisme, hedonisme dan konsumerisme yang simpang-siur dalam kehidupan masyarakat modern. Pendidikan agama yang kreatif akan membantu anak-anak mengembangkan imannya secara berkualitas melalui berbagai metode belajar yang kontekstual. Pendidikan berbasis pengalaman menjadikan setiap pribadi belajar dari pengalaman untuk akhirnya dapat saling memberi dan berbagi bagi yang lain serta mendukung bagi perkembangan setiap pribadi secara utuh. Menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas tapi berintegritas dalam setiap aspek kehidupan.</em></p>



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 160
Author(s):  
I Nyoman Temon Temon Astawa ◽  
Ni Wayan Sukerti

<p>Implementasi pendidikan karakter, diantaranya; Penerapan pendidikan karakter pada pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan strategi pendekatan kontekstual. Pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar dilakukan melalui kegiatan pengembangan diri, yaitu kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan, pengkondisian. Menggiatkan kegiatan cokurikuler dan ekstra kurikuler yang merupakan aktifitas di luar kegiatan pembelajaran. Mengintensifkan kegiatan positif di lingkungan keluarga dan masyarakat, disamping juga di lingkungan sekolah.</p>



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 77
Author(s):  
Putu Prysthia Dirna

<p><em>Upanisad is the essence of Vedas teachings which contain teachings on divinity, ritual, cosmos and ethics. Ethics is a teaching that teaches people to have good character. The teachings of ethics contained in this Upanishad can be used as a guide in living life in this era of globalization. At present, the era of globalization turns out to have a variety of impacts on life, one of which is social deviations that occur among the younger generation. This lack of understanding of ethical teachings is indeed a factor in the causes of declining morality. Some of the ethical teachings contained in this upanisad are about satya, tat twam asi, and also self-control. If these teachings are truly realized, they are expected to increase religious knowledge and instill good behavior for the younger generation and can be applied in a family, school and community environment. </em></p>



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document