JURNAL HADRON
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

11
(FIVE YEARS 11)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Fakultas Hukum Universitas Samudra

2715-9469

JURNAL HADRON ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 44-49
Author(s):  
Yoessi Oktarini

Salah satu kegiatan penambangan batubara adalah penggalian batuan penutup. Batuan ini umumnya tidak bernilai ekonomis yang membungkus atau mengelilingi sebuah cadangan mineral atau batubara. Batuan penutup yang mengandung mineral sulfida sangat rentan terhadap air karena dapat membentuk air asam tambang (AAT) yang dapat mengurangi kualitas lingkungan. Oleh karena itu, keberadaan air perlu diminimalisasi di dalam timbunan batuan penutup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  karakateristik kurva retensi air tanah (WRC) pada model lapisan timbunan batuan penutup. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil model timbunan batuan penutup yang terletak pada tambang batubara di PT. Berau Coal, Kalimatan Timur. Objek yang diteliti adalah lapisan permukaan timbunan dengan ketebalan 30 cm. Kadar air dibaca dengan menggunakan sensor dengan skala waktu. Hasil penelitian diperoleh kurva retensi air tanah (WRC) pada timbunan batuan penutup memiliki karakteristik yang mendekati material pasir yang memiliki daya serap yang besar dan daya tarik menarik antara partikel batuan dan air yang tinggi.



JURNAL HADRON ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 36-43
Author(s):  
Sabrian Tri Anda

Metode geofisika telah digunakan secara luas dalam ranah keteknikan terutama dalam bidang investigasi terkait geoteknik. Metode geofisika dianggap mampu untuk menyajikan cakupan ruang lingkup pengukuran yang luas, dengan waktu pengukuran yang lebih efektif, non-invasive, dengan biaya yang tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan metode pengukuran secara tradisional yaitu menggunakan lubang bor untuk pengujian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara parameter teknik seperti standard penetration blow count test (SPT-N) dan kecepatan rambat gelombang geser (shear wave velocity) dalam menentukan tingkat kekuatan tanah. Penelitian ini dilakukan di dua area terpisah dengan kondisi geologi yang berbeda pula. Studi area pertama terletak di Sungai Batu, Kedah, Malaysia dan area kedua terletak di komplek Universiti Sains Malaysia, Penang, Malaysia. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa keterkaitan antara nilai SPT-N dan kecepatan rambat gelombang S (geser) adalah sangat erat untuk kedua studi area. Hubungan keterkaitan ini dijabarkan berdasarkan nilai koefisien determinasi.



JURNAL HADRON ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 50-53
Author(s):  
Hijrahanisa Ginting

Telah dilaksanakan penelitian di PDAM Tirta Keumeng Langsa dengan judul pengaruh waktu pengendapan air baku bak prasedimentasi Di IPA Tirta Keumeuneng PDAM Kota Langsa yang bertujuan untuk mengetahui waktu pengendapan air baku yang baik pada bak prsedimentasi serta mengetahui pengaruh kekeruhan air dan TDS terhadap waktu pengendapan air baku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi lapangan yang meliputi pengamatan, peninjauan dan mempelajari secara langsung bagaimana pengaruh waktu pengendapan air baku dengan waktu yang berbeda yaitu pada waktu 0, 5, 35 – 125 menit. Proses pengendapan diambil dari intake untuk mengambil air dari sungai sebagai air baku yang dibutuhkan dan diangkut oleh pompa ke tempat prasidementasi. Dari penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan bahwa pengaruh waktu pengendapan terhadap kekeruhan dan TDS air baku mengalami penurunan. Karena kualitas air baku semakin lama waktu pengendapan maka kekeruhan air baku semakin baik yaitu saat waktu 120 menit dengan tingkat kekeruhan sebesar 13,9 dengan TDS sebesar 90 Mg/L. Berdasarkan baku mutu dan standar air minum PERMENKES No.492/Men.KES/PER/IV/2010 tingkat kekeruhan dan TDS air baku diperbolehkan maksimal 5 NTU dengan TDS  yaitu 500 Mg/L. Oleh karena itu pengamatan ini diperlukan pengolahan lebih lanjut untuk layak digunakan.



JURNAL HADRON ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 54-58
Author(s):  
Muhammad Alfarisy

At PDAM Tirta Keumueneng Langsa, the flow of water into and out of the Water Treatment Plant (IPA) has been measured. The goal of the observation is to determine the amount of water discharged at Vnoth. According to the findings of the measurements, the flow of water into and out of the water ranges from 22.3 to 58.9 L/sec. Based on the measurement data, the entering and outgoing water discharges at the Water Treatment Plant undergo surface water fluctuation, with the inflow water having a higher discharge value than the outflow water (IPA). Several processes in the Water Treatment Plant (IPA) cause the varied discharge levels, including flocculation, sedimentation, and filtration. The water discharge value is affected by the distance and time between stations, resulting in a decrease in the amount of water produced. Each IPA has a varied water discharge capacity, ranging from 40 to 60 L/second.



JURNAL HADRON ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 30-35
Author(s):  
Rachmad Almi Putra
Keyword(s):  

Telah dilakukan penelitian sintesis dan karakterisasi nanopartikel manganese ferrite dengan metode kopresipitasi pada suhu rendah yaitu 900C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu rendah terhadap microstruktur dan sifat dielektrik pada nanopartikel MnFe2O4. Sintesis nanopartikel dilakukan dengan metode kopresipitasi, karakterisasi menggunakan XRD dan uji sifat dielektrik menggunakan LCR Meter. Data pengukuran XRD diolah mengggunakan Software Origin 9.0. Ukuran kristalit yang diperoleh adalah 5,79 nm pada suhu 90 °C, 5,65 nm pada suhu 120 °C dan 5,47 nm pada suhu 150 °C dengan parameter kisi rata-rata 9,16 Å. Ukuran kristalit dapat terkontrol menggunakan metode sintesis pada suhu rendahNilai dielektrik tertinggi dihasilkan pada suhu 150 °C yaitu 0,41 x 106 dengan nilai kapasitansi 4,59 x 10-8 F. Peningkatan konstanta dielektrik terjadi karena meningkatnya suhu pemanasan oven sedangkan ukuran kristalit yang dihasilkan lebih kecil.



JURNAL HADRON ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 23-29
Author(s):  
Yurda Marvita
Keyword(s):  

Daerah Bireun, Aceh merupakan daerah yang mengalami pertambahan jumlah penduduk setiap tahunnya, dan terdapat banyak bangunan serta fasilitas umum, salah satunya Lembaga Pendidikan Agama. Daerah yang terus berkembang dengan jumlah penduduk yang terus bertambah setiap tahunnya ini membuat kebutuhan akan air bersih pun terus meningkat baik dari segi kuantitas dan kualitas, sedangkan distribusi air bersih yang disediakan oleh pemerintah tidak merata,  terbatas dan sering tidak lancar, termasuk di daerah Lembaga Pendidikan Agama tersebut.  Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengindentifikasi lapisan akuifer berdasarkan data electrical logging dan cutting pada sumur bor yang terdapat di Bireun, pada Lembaga Pendidikan Agama yaitu Balai Pengajian Babul Ulum, Gp. Uruek  Anoe, Kec. Juli dan Dayah Rauhul Mudi Al-Azizziah, Gp. Meunasah Blang, Kec. Jeunib, Kab. Bireun yang mana pemenuhan kebutuhan akan air bersih pada daerah ini sangat diprioritaskan. Metode yang digunakan adalah metode electrical logging dan analisis cutting, dengan menggunakan alat ukur yang dimasukkan ke dalam lubang bor untuk mendapatkan data bawah permukaan berupa  informasi litologi pada sumur dan untuk melihat keberadaan akuifer sehingga nantinya dapat dilakukan pemasangan pipa saringan (screen) secara tepat pada saat kontruksi sumur dilaksanakan. Berdasarkan hasil analisis cutting dan pengukuran electrical logging pada dua sumur bor tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pada sumur I  lapisan yang dapat bertindak sebagai lapisan pembawa air tanah (lapisan akuifer) diperkirakan terdapat pada kedalaman 58 – 66 meter dengan ketebalan 8 meter, yang memiliki nilai resistivitas sebesar 25 Ohm Meter dengan nilai SP – 15 mVolt, dan pada sumur II, lapisan akuifer terdapat pada kedalaman 43-53 meter yang mempunyai ketebalan 10 meter dengan nilai log resistivitas sebesar 20 – 22 Ohmmeter dan nilai log SP sebesar -15 hingga -16 mVolt. Lapisan akuifer pada kedua sumur tersebut yang disarankan untuk dilakukan pemasangan screen, kedua lapisan ini didominasi oleh pasir yang bersifat permeable dengan jenis akuifer tertekan (confined aquifer).



JURNAL HADRON ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 16-18
Author(s):  
Sartika Sartika

Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan pH tanah yang tidak menggunakan dolomit dengan yang menggunakan dolomit di gampong Bukit Meutuah Kecamatan Langsa Timur yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan pH tanah sawah yang tidak menggunakan dolomit dengan yang menggunakan dolomit. Pada penelitian ini didapatkan hasil perbandingan pH tanah sawah yaitu menggunakan dolomit memiliki pH yang jauh lebih tinggi dari pH tanah yang tidak meggunakan dolomit, pH tanah sawah yang menggunakan dolomit antara lain yaitu : 5,5, 6,0 dan 5,9. Sedangkan pH tanah yang tidak menggunakan dolomit memiliki pH yaitu 5,1, 5,3 serta 5,2. Dan kedua pH ini memiliki nilai rata-rata yakni pada tanah yang menggunakan dolomit diperoleh pH tanah rata-rata yakni 5,8 sedangkan pH rata-rata pada tanah yang tidak menggunakan dolomit yakni 5,2. Dari perbandingan kedua pH ini maka tanah yang baik untuk tanaman adalah tanah yang menggunakan dolomit karena nilai rata-rata pada tanah yang menggunakan dolomit mendekati pH netral, oleh sebab itu maka disarankan agar menggunakan dolomit sebelum pengolahan tanah.                                                                  



JURNAL HADRON ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 13-15
Author(s):  
Vina Asmara

Telah dilaksanakan Pengamatan dengan judul Analisis Intensitas Curah Hujan di Gampong Kapa Kecamatan Langsa Timur dengan tujuan mengetahui Prinsip kerja dari alat ombrometer dan mengetahui tipe iklim dari intensitsas curah hujan tertinggi selama lima tahun terakhir di Gampong Kapa Kecamatan Langsa Timur. Metode yang digunakan dalam kerja praktek ini yaitu metode studi lapangan yang meliputi pengamatan, peninjauan dan mempelajari secara langsung bagaimana prinsip kerja dari alat ombrometer atau penangkar hujan dan menganalisis intensitas curah hujan dari data tahun 2016 hingga tahun 2020. Alat penangkar hujan ini bekerja dengan cara air hujan akan masuk kedalam penangkar melalui corong yang ada diatas penangkar dan akan tersimpan didalam tabung penangkar lalu dilakukan pengukuran dengan menggunakan gelas standart BMKG. Dari kerja praktek yang telah dilaksanakan didapatkan hasil bahwasanya pada tahun 2019 tergolong kedalam curah hujan dengan intensitas tertinggi dengan total curah hujan 1564,5 mm dengan rata-rata 130,4 dan terdapat sebanyak 2 bulan kering (bulan febuari dan bulan maret), dan terdapat sebanyak 8 bulan basah (bulan januari, april, juni, agustus, september, oktober, november, dan desember), dan terdapat sebanyak 2 bulan lembab (bulan mei dan bulan juli). Kemudian dianalisis intensitasnya menunjukan nilai 25%. Berdasarkan hasil analisis intensitas curah hujan pada tahun 2019 di Gampong Kapa Kecamatan Langsa Timur termasuk kedalam tipe iklim  B, yaitu daerah basah, hutan hujan tropika.    



JURNAL HADRON ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 19-22
Author(s):  
Desy Monica

Telah dilaksanakan kerja praktek di PDAM Tirta Keumuening Kota langsa. Kerja praktek ini membahas tentang “Pengukuran Kekeruhan Air PDAM Tirta Keumuening Kota Langsa” yang bertujuan untuk mengetahui cara melakukan pengukuran nilai kekeruhan air PDAM Tirta Keumuening Kota langsa dan mengetahui fungsi turbidimeter dan TDS meter. Turbidimeter merupakan alat pengujian kekeruan air dengan sifat optik akibat dispersi sinar, sebagai perbandingan cahaya pantulan dari cahaya yang datang dilihat dari tingkat kekeruhannya dengan satuan Nephelometric Turbidity Unit (NTU). Dan TDS (Total Disolved Solids) merupakan alat untuk mengukur jumlah partikel (padatan) yang terlarut didalam air atau alat yang mengukur kepekatan larutan nutrisi hidroponik (konsentrasi larutan nutrisi) dengan satuan ppm (Part Per Million = sepersejuta bagian). Proses pengolahan air di PDAM Tirta Keumuening Kota langsa melewati beberapa tahap yaitu penyedotan/penyadapan (intake), penampungan dan pengendapan (presidimentasi), WTP/IPA (meliputi plokulasi, sedimentasi, dan filtrasi), distribusi atau penampungan sementara (reservoir), dan penyuplaian kepada konsumen. Proses penjernihan pada dosing yang merupakan proses pembubuhan. Dari hasil pengamatan nilai tertinggi pada air waduk sebesar 152 Mg/L dan air sungai sebesar 118 Mg/L. Dan nilai tertinggi untuk air unit reservoir dengan nilai WTP/IPA I (55,3), WTP/IPA II (68,7), WTP/IPA III (75,5), WTP/IPA IV (25,1).   Kata kunci : Turbidimeter, TDS (Total Disolved Solids), dan Nephelometric TurbidityUnit (NTU)



JURNAL HADRON ◽  
2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 10-12
Author(s):  
Wina Novia
Keyword(s):  

Telah dilaksanakan Kerja Praktek dengan judul Analisis Kadar Keasaman (pH) Tanah Sawah Menggunakan Metode Kalorimeter dan Elektrometer di Desa Matang Setui dengan tujuan mengetahui kadar keasaman (pH) tanah menggunakan metode Kalorimeter dan Elektrometer. Metode kalorimeter pada penelitian ini yaitu pengukuran menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), sedangkan elektrometer merupakan metode penetapan pH tanah dengan menggunakan pH meter (glass electrode). Berdasarkan hasil analisis dari kemasaman tanah yang telah diukur menggunakan metode kalorimeter dan elektrometer, tanah sawah yang terdapat di Desa Matang Setui termasuk ke dalam jenis tanah masam. Nilai pH yang terukur menggunakan metode Elektrometer pada titik percobaan yang pertama adalah derajat pH 5, titik kedua pH 5,3 dan titik ketiga dengan pH 5. Menggunakan metode kalorimeter pH yang terukur adalah 5-6. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa nilai pH pada metode elektrometer tampak lebih tepat dibandingkan dengan menggunakan metode kalorimeter. Nilai pH yang ditunjukkan oleh metode elektrometer menunjukkan nilai yang lebih pasti, karena hanya menunjukkan satu nilai pH terukur.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document