Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

15
(FIVE YEARS 10)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By STAI DR. KH. EZ. Muttaqien Purwakarta

2723-5963

2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 101-124
Author(s):  
Afif Ridho Pramudya ◽  
Muslimatun Kholifah Anta ◽  
Hana Taqiyya ◽  
Muhamad Ridwan Effendi

Melandanya virus Covid-19 ke berbagai penjuru dunia tak terkecuali Indonesia membuat berbagai gerak dan aktivitas menjadi terbatas, termasuk beribadah, MUI berijtihad dengan mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan ibadah di masa pandemi Covid-19 ini. Namun, hal tersebut menuai pro dan kontra. Fenomena inilah yang menjadi objek kajian tulisan ini. Penelitian ini bermaksud menguraikan sikap keberagamaan mahasiswa muslim FIS UNJ di tengah wabah corona virus desease 2019 (COVID-19). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. yang digunakan untuk mencari keterangan atas aspek-aspek dan argumentasi sebab akibat serta analisis studi kasus yang ada. Konflik internal umat Islam dalam saat ini, didasarkan kepada kesalahpahaman dalam memahami fatwa MUI No. 14 tahun 2020. Sebenarnya, sangatlah jelas bahwa MUI tidak semena-mena dan tidak memukul rata, dalam artian MUI tidak melarang dan meniadakan, hanya saja mengganti shalat berjama’ah di masjid dengan shalat munfarid di rumah masing-masing. Dari hasil survei kepada mahasiswa FIS UNJ disimpulkan bahwa mereka tidak mengalami kesulitan ibadah selama pandemi dan dominan dari mahasiswa FIS UNJ setuju dengan fatwa MUI meski terdapat beberapa saran terhadap fatwa tersebut.



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 143-154
Author(s):  
Wildan Solihin ◽  
Ade Irvi Nurul Husna ◽  
Nurul Fauziah ◽  
Saepul Mukti
Keyword(s):  

Adanya potensi fitrah beragama yang terdapat pada manusia tersebut dapat pula dianalisis dari istilah insan yang digunakan AlQuran untuk menunjukan manusia. Mengacu kepada informasi yang diberikan AlQuran. Maka dengan demikian manusia memerlukan agama dalam setiap sendi kehidupanya. Dalam hal apapun itu manusia sangat membutuhkan peran agama karena dalam wujudnya agama muncul dan lahir sebagai jalan dan pengayom umat mausia dalam menjalani kehidupanya sebagai insan. Dengan adanya agama inilah manusia akan menjadi pribadi yang berbudi pekerti yang baik karena manusia akan sadar bahwa agama menjadikanya lebih dekat dengan Tuhanya. Dewasa ini sering kita temui sebuah permasalahan pada individu masyarakat di lembaga kenegaraan ataupun lainya praktik korupsi yang telah mengakar dan turun temurun dan sudah menjadi hal yang biasa baik bagi si pelaku praktik korupsi maupun orang orang sekitar. Maka dari itu penulis mencoba member pembahasan mengenai peran agama dalam pembentukan perilaku anti-korupsi. Dalam artikel ini akan dimuat pembahasan seputar peran agama dalam pembentukan perilaku anti-korupsi dengan menggunakan metode kualitatif berdasarkan beberapa fakta dari beberapa sumber yang saya gunakan. Tujuan dari penulisan ini adalah upaya penyadaran masyarakat tentang bagaimana mengartikan agama sebagai peran dalam pembentukan perilaku anti-korupsi juga memahami nilai nilai anti-korupsi dalam agama. Dalam penulisan artikel ini saya mengambil beberapa teori diantaranya, teori solidaritas oleh Emile Durkheim Teori ini memandang bahwa watak manusia sebenarnya bersifat pasif dan dikendalikan oleh masyarakatnya. Emile Durkheim berpandangan bahwa individu secara moral adalah netral dan masyarakatlah yang menciptakan kepribadiannya. Dalam masyarakat yang sistem budaya dan lembaganya korup akan membentuk individu yang korup seberapa besar pun kesalehan individu.



Author(s):  
Mita Purnamasari ◽  
Arief Mulyawan Thoriq

Seiring dengan perkembangan zaman, pola dakwah mengalami pergeseran. Dibandingkan dengan lisan, dakwah melalui tulisan menjadi lebih urgen dan efektif dilakukan yakni berdakwah melalui media sosial dengan internet dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah. Keunggulan dari dakwah dengan model ini tidak menjadikan materi dakwah akan hilang meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat seperti ungkapan Rasulullah saw , “Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada”. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media dalam pengembangan Dakwah Islam. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersumber dari data lapangan yang real. Allah SWT berfirman dalam QS. Saba' : 28 “dan kami tidak mengutus kamu melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ", sudah jelas bahwa Allah SWT mewajibkan berdakwah kepada sesame umat manusia yang lainnya. Hasil analisa dalam tulisan ini menyatakan bahwa media massa sebagai saluran dakwah mempunyai implikasi positif sebagai saluran dakwah. Hal ini menunjukan bahwa betapa penting nya peran media dalam berdakwah kepada umat manusia lainnya. 



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 155-175
Author(s):  
Moch Agus Ariffianto Agus ◽  
Rian Permana Suryadipraja ◽  
Rohma Septiawati ◽  
Arman Paramansyah

Penelitian ini akan membahas mengenai proses pelayanan Angkringan terhadap Kepuasan para pelanggan. Sejalan dengan masalah tersebut penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Penelitian Kualitatif  dengan metode deskriptif analisis, yaitu penelitian dengan memusatkan perhatian pada aspek-aspek tertentu dan menunjukan adanya hubungan antara berbagai variable, kemudian mengadakan deskripsi untuk memberikan gambaran yang jelas. Berdasarkan hasil analisa pada Angkringan Abah Agus Karawang,  maka dapat disimpulkan nilai Koefisien korelasi antara kedua variabel X dan variabel Y dimana dihasilkan nilai r = 0,51 terdapat hubungan yang cukup kuat, dan didasarkan dari Koefisien regresi Y  =  31,16  +  7,5 X, artinya jika nilai  X  bertambah maka nilai Y akan semakin besar. Hal ini telah dibuktikan melalui uji F, dimana hasil uji F memperlihatkan bahwa F-hitung >F-tabel yang dalam penelitian ini telah terbukti dan dapat diterima. Dan kepuasan pelanggan, berpengaruh positif dan signifikan berarti kedua variable dalam penelitian ini tidak adanya variabel yang lebih dominan sehingga dinyatakan tidak terbukti dan tidak dapat diterima. Berdasarkan temuan tersebut maka Angkringan Abah Agus karawang di sarankan perlunya peningkatan mutu pelayanan yang diberikan sebagai rangsangan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan angkringan dan untuk mendapatkan kepuasan pelanggan yang diharapkan juga Perlu adanya proses penilaian yang berkala atas pelayanan yang diberikan sebagai tolak ukur kepuasan yang tepat bagi pelanggan.



2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 125-141
Author(s):  
Sofia Gussevi ◽  
Melinda Maulani ◽  
Nur Aeni Muhfi

Penelitian ini dilatarbelakangi dari keprihatinan penulis terhadap minimnya referensi yang digunakan dalam mengampu mata kuliah Peradila Agama di Indonesia. Penelitian ini merupakan pengimplementasian salah satu model yang digunakan dalam Pengkajian Peradilan Agama Islam di Indonesia. Model Pengkajian Peradilan Agama Islam di Indonesia yang dimaksud adalah Model Pengkajian Sosio Historis.



2021 ◽  
Vol 2 (01) ◽  
pp. 48-57
Author(s):  
Abin Saripudin ◽  
Wawan Oktriawan ◽  
Nunung Kurniasih
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di Restoran Saung Manglid. Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling yang berjumlah 96 orang responden. Variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bukti Fisik, Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan dan Empati dan variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah Kepuasan Pelanggan. Berdasarkan hasil  penelitian diperoleh t hitung 12, 465 dan F hitung 155,388 dengan tingkat signifikasi menunjukan sig. 0,000 < 0,05 yang berarti kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dan dalam uji R interpretasi koefisien korelasi didapat sebesar 0,789,  terbukti kualitas pelayanan mempunyai hubungan positif dengan kepuasan pelanggan atau tingkat hubungan kuat. Dari hasil analisis data penelitian diketahui bahwa kepuasan pelanggan di Restoran Saung Manglid dipengaruhi sebesar 62,3% oleh kualitas pelayanan, sedangkan 37,7% dipengaruhi oleh variabel lainnya.



Author(s):  
Imam Tabroni ◽  
Hisam Ahyani ◽  
Dian Permana

This research departs from a juridical confusion regarding the ideal of a person going to get married, where the age of marriage with other provisions regarding age, namely, in terms of philosophical Materialism and Idealism of Marriage Age in Indonesia. Whereas in Indonesian Law on Marriage Marriage is only permitted if men and women have reached the age of 19 (nineteen) years. The purpose of this study is to find out the philosophical review of materialism and idealism of marriage age in Indonesia, with the article 7 paragraph (1) for 16 of 2019 jo. u 1 year 1974 regarding marriage). The conclusion of this research is the philosophical value of materialism and idealism of marriage age is the concept of historical materialism of humans who will choose their readiness in facing marriage, this is because one's age is not a reference, which is the basis for people to get married including their readiness to face material livelihood, readiness self and material. Likewise in Indonesia, the ideal age in society in Indonesia if it is associated with Karl Mark's theory, then the readiness of oneself in the material (economic elements) is as a reference for people to get married.



2021 ◽  
Vol 2 (01) ◽  
pp. 75-86
Author(s):  
Retna Dwi Estuningtyas

Perkembangan dakwah di masa modern ini sangat pesat, mengalami banyak perubahan terutama dalam berstrategi. Komunikasi dan dakwah adalah dua bidang yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Keberhasilan gerakan dakwah sangat ditentukan oleh kompetensi seorang da’i. Membahas komunikasi dan dakwah kepada kaum milenial ini tentu sesuatu yang menarik, di mana diketahi bahawa kaum milenial adalah kaum yang senantiasa melibatkan kegiatan komunikasi dengan dunia cyber atau mereka lebih familiar terhadap media social dan apapun yang berbau teknologi untuk informasi. Penggunaan metode yang tepat guna dengan memanfatkan media social tentu harus memperhatikan banyak hal, diantaranya adalah Bahasa media dan jenis media social itu sendiri. Dengan demikian dakwah di kalangan milenial ini dapat mencapai hasil yang diharapkan.



2021 ◽  
Vol 2 (01) ◽  
pp. 58-74
Author(s):  
Achmad Baidowi ◽  
Moh. Salehudin
Keyword(s):  

Pandemi Covid-19 mengharuskan seorang da’i untuk lebih kreatif dalam membuat strategi dakwah agar dapat digunakan dengan baik di era new normal. Startegi dakwah adalah cara yang digunakan oleh da’i untuk menyiarkan kebenaran kepada seluruh lapisan masyarakat. Proses pembuatan strategi dakwah dilakukan melalui beberapa tahap, pertama analisis lingkungan dengan menganalisis lingkungan internal yaitu analisis sumber daya internal pendukung proses dakwah dan menganalisis lingkungan eksternal yaitu analisis terhadap masalah yang terjadi di lingkungan eksternal dakwah, kedua perumusan strategi yaitu merumuskan berbagai pilihan strategi dakwah, ketiga pemilihan strategi yaitu penetapan strategi yang akan digunakan untuk berdakwah, keempat pelaksanaan strategi yaitu menggunakan startegi dakwah yang telah dipilih, kelima evaluasi strategi yaitu kegiatan menilai strategi yang telah digunakan. Strategi dakwah di era new normal dapat dilakukan dengan cara pertama pendekatan kekeluargaan (Fardhiyah) yaitu kegiatan dakwah yang dilakukan kepada anggota keluarga (mematuhi protokol kesehatan). Kedua strategi tatap muka yang dilakukan dengan dua pendekatan yaitu tatap muka skala kecil yaitu kegiatan dakwah yang dilakukan pada jumlah mad’u yang sedikit (mematuhi protokol kesehatan) dan tatap muka skala besar yaitu kegiatan dakwah yang dilakukan pada jumlah mad’u yang relatif banyak (tidak dianjurkan di era new normal). Ketiga strategi memanfaatkan media sosial yaitu kegiatan dakwah yang dilakukan untuk menghindari kontak langsung dengan mad’u dan menggunakan media sosial seperti whatsapp, Instagram, zoom, dan lain sebagainya sebagai sarana utama untuk melakukan dakwah.



2021 ◽  
Vol 2 (01) ◽  
pp. 21-47
Author(s):  
AD. Kusumaningtyas
Keyword(s):  

Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap kehidupan keseharian masyarakat. Sejak awal pemerintah menyatakan pandemi ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) bencana non alam sejak Maret 2020 yang lalu, berbagai kebiasaan masyarakat berubah. Seruan stay at home dalam bentuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo maupun upaya social distancing (jaga jarak) yang diperkenalkan oleh WHO membawa dampak pada kehidupan keseharian masyarakat. Tak terkecuali kehidupan sosial keagamaan, termasuk tatacara pelaksanaan ibadah bagi muslim. Menyikapi hal ini, berbagai ormas keagamaan Islam dalam hal ini NU, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan sikap resmi organisasi untuk menjawab pertanyaan umat tentang hal ini. Sejumlah surat edaran,  instruksi, hasil bahtsul masa’il, maklumat, maupun fatwa terkait atas respon terhadap situasi pandemi COVID-19 diterbitkan. Hal ini merupakan salah satu bentuk komunikasi publik yang dilakukan oleh ormas-ormas tersebut, di samping seruan dan himbauan yang disampaikan oleh para tokoh agama. Studi ini hendak menelah sikap resmi keagamaan yang dilakukan oleh ketiga organisasi keagaman Islam tersebut maupun komunikasi publik yang dilakukan oleh para tokoh agama dari ketiga lembaga ini dalam menyampaikan pesan pencegahan  penularan  virus  COVID-19 kepada umatnya.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document