BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI - PLUMULA
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

33
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By University Of Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

2614-0233, 2089-8010

2020 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 93-100
Author(s):  
Siska Dwi Lestari ◽  
Nora Augustien Kusumaningrum ◽  
Ida Retno Moeljani

Kawista (Limonia acidissima L.) merupakan tanaman tahunan yang pertumbuhannya lambat mengakibatkan populasinya menurun, perlu adanya upaya untuk menyediakan bibit kawista berkualitas dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi PGPR terhadap petumbuhan bibit kawista. Bibit kawista ditanam dalam polibag   diletakkan di lahan percobaan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur pada bulan November 2019 - bulan Februari 2020.  Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi PGPR dengan 6 perlakuan (0 , 5, 10, 15, 20 dan 25) ml/L dan masing - masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati yaitu pertambahan tinggi, pertambahan jumlah daun, pertambahan diameter batang, panjang akar primer, jumlah akar, dan kekokohan bibit. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji F dan jika berbeda nyata dilanjutkan menggunakan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitan menunjukkan tidak ada perbedaan nyata pada pertambahan tinggi bibit, pertambahan jumlah daun, pertambahan diameter batang, dan nilai kekokohan bibit. Respon bibit kawista pada pemberian  konsentrasi PGPR 15 ml/L meningkatkan panjang akar primer sebesar 15,03 % dan jumlah akar sebesar 54,43 % dibandingkan dengan tanpa pemberian PGPR



2020 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 56-66
Author(s):  
Dwi Afrian ◽  
Wiwin Windriyanti ◽  
Sri Wiyatiningsih

Kelapa sawit (Elaeis quineensis Jacq) adalah tanaman berumah satu (monocious) yang proses penyerbukannya memerlukan agen penyerbuk seperti serangga (entomofily). Serangga E. kamerunicus adalah serangga polinator spesifik kelapa sawit. Keberadaan E. kamerunicus bermanfaat bagi Fruit set tandan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku polinator E. kamerunicus pada pembungaan kelapa sawit, sehingga informasi yang diperoleh bermanfaat untuk mengevaluasi efektivitas E. kamerunicus sebagai polinator. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan tanaman sampel yang digunakan, sedangkan pengamatan perilaku kunjungan menggunakan metode focal sampling. Berdasarkan hasil pengamatan perilaku E. kamerunicus diperoleh bahwa durasi kunjungan E. kamerunicus yaitu 17,87 detik/bunga, dengan lama aktivitas dibunga jantan hari pertama, kedua dan ketiga masing-masing yaitu 3,29 menit, 1,39 menit dan 0,57 menit, laju kunjungan E. kamerunicus berdasarkan pada bunga betina dan bunga jantan yaitu masing-masing 2,32 bunga/menit dan 3,18 bunga/menit sedangkan laju kunjungan E. kamerunicus berdasarkan E. kamerunicus jantan dan E. kamerunicus betina pada bunga jantan yaitu  3,53 bunga/ menit dan  2,84 bunga/menit dengan periode waktu kunjungan E. kamerunicus pada bunga betina yaitu jam 09.00-13.00 WIB dan rata-rata jumlah individu E. kamerunicus jantan dan betina pada bunga betina kelapa sawit masing-masing yaitu 5 ekor dan 15 ekor.



2020 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 67-80
Author(s):  
Ahmad Khafid Afianto ◽  
Djarwatiningsih Djarwatiningsih ◽  
Agus Sulistyono

Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum L.) memiliki prospek permintaan pasar yang tinggi. Produksi tanaman tomat yang rendah dapat disebabkan oleh pemberian unsur hara yang tidak optimal bagi tanaman. Pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dapat dioptimalkan dengan memberikan berbagai perlakuan, diantaranya adalah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan seimbang menggunakan pupuk organik cair (POC) (NASA) serta interval waktu pemberian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC NASA dan interval waktu pemberian terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang dilakukan di UPT 3 Dinas Pertanian Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada bulan Desember 2019 – Maret 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi POC (NASA), terdiri dari empat taraf yaitu tanpa pemberian POC NASA (kontrol) (P0), 1 ml/l air (P1), 2 ml/l air (P2), dan 3 ml/l air (P3). Faktor kedua adalah interval waktu pemberian yang terdiri dari tiga taraf yaitu 1 minggu sekali (V1), 2 minggu sekali (V2), dan 3 minggu sekali (V3). Terjadi interaksi yang sangat nyata pada perlakuan kombinasi P3V2 terhadap tinggi tanaman tomat pada umur 40 hst (68,06), 50 hst (80,56), 60 hst (86,06), dan jumlah daun pada umur 40 hst (20,11), 50 hst (26,56), 60 hst (35,11).



2020 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 81-92
Author(s):  
Efita Febriana ◽  
Nora Augustien Kusumaningrum ◽  
Makhziah Makhziah
Keyword(s):  

Tanaman bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan sejenis tanaman umbi-umbian yang memiliki berbagai manfaat dibidang kesehatan. Kandungan antioksidan bit merah yang tinggi bermanfaat mencegah penyakit kanker dan menetralkan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Bit merah juga mengandung nitrat yang dapat menurunkan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair yang tepat untuk peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman bit merah. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur pada bulan Desember 2019 sd Maret 2020. Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu komposisi media tanam (M) dan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair (P). Perlakuan komposisi media tanam tidak berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan, sedangkan perlakuan konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh nyata pada parameter pengamatan panjang tanaman umur 21, 28 dan 35 hst, bobot umbi dan berat basah brangkasan tanaman di bawah tanah yang mana konsentrasi 6 ml L-1 memberikan hasil terbaik pada pebobot umbi bit merah.



2020 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 101-116
Author(s):  
Eko Hary Pudjiwati ◽  
Siti Zahara

Cekaman salin sangat mempengaruhi tanaman jagung mulai dari perkecambahan, pertumbuhan dan produktivitasnya. Aplikasi rhizobakteri dapat mempengaruhi perkecambahan dan pertumbuhan tanaman pada tanah salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rhizobakteri indigenous pada perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif awal tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pertama screening isolat yang mampu memberikan perkecambahan yang baik pada kondisi salin. Tahap kedua uji 8 isolat rhizobakteri hasil tahap pertama pada pertumbuhan vegetatif awal jagung pada kondisi salin. Rancangan percobaan yang digunakan pada tahap pertama adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan 23 isolat rhizobakteri sebagai perlakuan, diulang 2 kali. Pada tahap kedua digunakan rancangan acak kelompok, 8 perlakuan isolat rhizobakteri dan 2 kontrol, dengan 5 ulangan. Hasil penelitian pada tahap pertama diperoleh 8 isolat rhizobakteri yang mampu memberikan persentase perkecambahan ≥ 70% dan isolat B311 memberikan persentase perkecambahan 90%. Pada uji pertumbuhan vegetatif awal tanaman jagung isolat B19 mampu memberikan pertumbuhan vegetatif awal yang lebih baik pada kondisi salin daripada isolat yang lain.



2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 64-72
Author(s):  
Aditya R. Hidayah ◽  
Wiwik Sri Harijani ◽  
Wiludjeng Widajati ◽  
Dina Ernawati

Tebu merupakan salah satu tanaman yang hanya dapat tumbuh di iklim tropis. Hama dan penyakit tanaman dalam budidaya tidak pernah lepas. Salah satu hama penting tanaman tebu adalah hama uret perusak akar (Lepidiota stigma). Serangan hama tersebut dapat menurunkan hasil produksi tanaman mencapai 50%. Salah satu alternatif terbaik untuk pengendalian hama uret yang aman dan ramah lingkungan dengan menggunakan agensia hayati. Agensia hayati yang digunakan adalah Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana dan Streptomyces sp. Pengembangan agensia hayati untuk pengendali hama, mempunyai potensi dan prospek baik. Hal ini karena bersifat spesifik inang dan tidak berbahaya bagi manusia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana dan Streptomyces sp. terhadap mortalitas Lepidiota stigma. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 9 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama empat kali pengamatan dengan interval tujuh hari pengamatan. Kemampuan dari ketiga agensia hayati berbeda-beda dalam mematikan serangga uji. Hal ini ditunjukkan dengan persentase mortalitas tertinggi M. anisopliae dengan total mortalitas yaitu 88,89%.



2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 96-105
Author(s):  
Rizky Putra Sampurna ◽  
Djarwatiningsih Djarwatiningsih ◽  
Guniarti Guniarti

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dari limbah ikan nila dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicon esculentum mill). Metode penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 3 ulangan dan di dalam penelitian ini semua unit penelitian diletakkan secara acak (random). Faktor nya adalah pupuk organik cair dengan konsentrasi yang terdiri dari 3 level, dengan rincian berikut : P1 : pupuk 3,5% = 35 ml pupuk dalam 1000 ml, P2 : pupuk 4% = 40 ml pupuk dalam 1000 ml, P3 : pupuk 4,5% = 45 ml pupuk dalam 1000 ml. Pupuk organik cair limbah ikan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : a) Mikroorganisme : Mikroorganisme tanah memiliki kegunaan untuk meningkatkan efisiensi serapan hara oleh akar tanaman, b) Mekanisme serapan unsur hara : Unsur hara yang diserap melalui akar dan melalui daun.



2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 73-85
Author(s):  
Isbakhul Lail ◽  
Bakti Wisnu Widjajani ◽  
Kemal Wijaya

Berdasarkan BNPB, korban tanah longsor pada tanggal 22 Februari 2018 sejumlah 11 Orang meninggal dan 7 orang hilang. Longsor terjadi akibat kemiringan lereng yang curam serta bentuk material geologi yang berupa napal sehingga dapat dijadikan sebagai bidang gelincir gerakan tanah. Pengolahan data Peta geologi dan tutupan lahan berupa shapefile dilakukan clip pada daerah penelitian. Penetapan tingkat kerawanan kawasan longsor di daerah penelitian didasarkan kepada model pendugaan kawasan rawan tanah longsor oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi/DVMBG (2004).Skor = (30 % x faktor kelas curah hujan) + (20% x geologi) + (20 % x faktor kelas Erodibilitas) + (15% x penggunaan lahan) + (15 % x faktor kelas lereng). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, daerah rawan longsor tertinggi berada di desa ciputih seluas 943 Ha dan wanoja dengan luas 684 Ha, daerah berkawasan sedang longsor berada di desa citimbang seluas 893 Ha dan wanoja seluas 708,37 Ha. Sedangkan daerah rendah longsor berada di desa Salem seluas 1193 Ha. . Faktor yang berpengaruh paling besar yaitu kemiringan lereng 46 % dan Erodibilitas 35 %. Kedua parameter ini berpotensi menyebabkan longsor.



2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 86-95
Author(s):  
Rizky Nur Affandy ◽  
Herry Nirwanto ◽  
Wiwik Sri Harijani
Keyword(s):  

Formulasi granular Trichoderma sp. merupakan pupuk yang mengandung mikroorganisme hidup yang diberikan pada tanaman berguna dalam penyediaan unsur-unsur hara yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman dan sebagai agens hayati. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh pemberian formulasi granular Trichoderma sp. sebagai biofertilizer pada tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Uji ini menggunakan lama simpan Formulasi Granular Trichoderma sp. berumur 7 minggu. Tahapan penelitian meliputi pembuatan suspensi Trichoderma sp., pembuatan formulasi granular Trichoderma sp. persiapan aplikasi formulasi granular pada tanaman cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi granular Trichoderma sp. dengan bahan pembawa kompos dapat berperan sebagai biofertilizer yang paling efektif dalam mempengaruhi tinggi, jumlah daun, dan berat kering pada tanaman cabai.



2020 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 45-54
Author(s):  
Paramitha Pasaribu ◽  
Herry Nirwanto ◽  
Wiwik Sri Harijani
Keyword(s):  

Salah satu faktor kendala di kalangan petani jagung, yang dapat menimbulkan kerugian bagi petani jagung di Indonesia adalah penyakit bulai atau downy mildew.  Kerugian karena penyakit ini dapat mencapai kerugian hingga 90%. Pengendalian terhadap patogen tanaman saat ini masih bertumpu pada penggunaan pestisida sintetik, padahal penggunaan pestisida sintetik secara terus-menerus dapat menimbulkan berbagai macam dampak negatif.   Dampak negatif penggunaan pestisida sintetik yang cukup besar bagi lingkungan salah satunya adalah terbunuhnya mikroorganisme non target seperti jamur dan bakteri antagonis yang berada ditanah terutama pada bagian rhizosfer tanaman. Oleh karena itu perlu ditindaklanjuti penelitian tentang jamur antagonis/non parasit bagi tanaman yang berasal dari perakaran tanaman jagung, sebagai pengendali terhadap infeksi patogen. Keanekaragaman mikroorganisme penting dalam keseimbangan ekosistem tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keanekaragaman mikroorganisme dengan tingkat serangan penyakit bulai tanaman jagung, dan mengetahui perbedaan keanekaragaman mikroorganisme rhizosfer pada areal tanaman jagung di lahan yang berbeda. Hubungan keanekaragaman mikroorganisme dengan tingkat serangan penyakit bulai tanaman jagung ialah semakin banyak jumlah keanekaragaman mikroorganisme pada areal tanaman jagung, maka semakin rendah tingkat serangan penyakit bulai. Sebaliknya, semakin rendah jumlah keanekaragaman mikroorganisme pada areal tanaman jagung akan semakin tinggi tingkat serangan penyakit bulai. Indeks keanekaragaman tertinggi terdapat di Desa Caruban sebesar 1,0983, sedangkan indeks keanekaragaman terendah terdapat di Desa Sumbersari sebesar 0,5505, dan tingkat serangan penyakit bulai terendah terdapat di Desa Caruban sebesar 0,96%, sedangkan tingkat serangan penyakit bulai tertinggi terdapat di Desa Sumbersari sebesar 50%.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document