Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

114
(FIVE YEARS 72)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 1)

Published By Universitas Mataram

2443-1354, 2301-8119

2021 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 205-217
Author(s):  
Dwi Dian Novita ◽  
Akhmad Bangsawan Sesunan ◽  
Mareli Telaumbanua ◽  
Sugeng Triyono ◽  
Tri Wahyu Saputra
Keyword(s):  

Electronic Nose merupakan sebuah alat yang dapat menirukan cara kerja hidung manusia. Kopi memiliki beberapa jenis antara lain kopi robusta, kopi arabika dan kopi luwak. Setiap jenis kopi memiliki aroma khas tersendiri sehingga dibutuhkan suatu alat untuk dapat membedakannya secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis – jenis kopi berdasarkan perbedaan aroma yang terdapat didalamnya. Penelitian ini menggunakan biji kopi natural robusta Lampung (kopi 1), robusta natural (kopi 2), robusta semiwash (kopi 3), natural arabika (kopi 4), arabika fullwash (kopi 5). Penelitian menggunakan metode JST backpropagation dengan arsitektur jaringan 1 input, 2 hidden layer, dan 1 Output. Fungsi aktivasi terbaik pada pelatihan model JST adalah logsig-logsig-tansig dengan nilai RMSE sebesar 0,003602368 dan R2 sebesar 0,991. Hasil klasifikasi jenis kopi menggunakan sensor E-Nose dengan metode JST Backpropagation menunjukkan persentase keberhasilan identifikasi 5 jenis kopi, yaitu: kopi natural robusta lampung yaitu 100%, kopi natural robusta 100%, kopi robusta semiwash 72%, kopi arabika natural 100%, dan kopi arabika fullwash 100%.  


2021 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 193-204
Author(s):  
Wahyu Kristian Sugandi ◽  
Asep Yusuf ◽  
Surya P Sukoco

Penanganan pascapanen ubi jalar dilakukan untuk mempertahankan kualitas Ubi Jalar tersebut. Penanganannya meliputi: pencucian, sortasi, penyimpanan, pengemasan dan pengangkutan, serta pemasaran hasil.   Penelitian ini bertujuan menganalisis ergonomi dan kelayakan ekonomi dari mesin pencuci ubi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan melakukan pengukuran dan perhitungan terhadap mesin pencuci ubi, sehingga memberikan informasi mengenai penilaian ergonomi dan kelayakan ekonomi. Hasil analisis ergonomi untuk penyesuaian data antropometri menunjukkan adanya selisih antara tinggi bahu dengan tinggi mesin dan lebar bahu dengan lebar mesin masing-masing sebesar 35,24 cm dan 3,86 cm. Kemudian dari hasil evaluasi postur kerja menggunakan OWAS terdapat 2 postur kerja yang termasuk ke dalam kategori 3, sehingga perlu ada perbaikan; analisis biomekanika NIOSH menghasilkan nilai LI < 1 untuk semua berat beban yang diangkat operator kecuali saat operator mengangkat air. Tingkat kebisingan dan getaran dari mesin pencuci ubi pada kondisi tanpa beban masing-masing sebesar 88,92 dB dan 11,056 m/s2, sedangkan pada kondisi dengan beban masing-masing 77dB dan 21,87 m/s2. Hasil analisis ekonomi menunjukkan mesin pencuci ubi dengan menghasilkan nilai NPV Rp 39.842.284,52, BC Ratio sebesar 1,466, IRR sebesar 8,5%, dan PBP investasi akan mendapatkan keuntungan pada tahun pertama. Kemudian BEP akan tercapai setelah memproduksi 14.956 kg.


2021 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 168-184
Author(s):  
Sigit Prabawa ◽  
D. K. Ramadhanty Putri ◽  
Kawiji Kawiji ◽  
Bara Yudhistira
Keyword(s):  

Ayam broiler (Gallus domesticus) merupakan jenis ternak yang banyak dikembangkan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan protein hewani. Namun, karena merupakan bahan segar dan memiliki kandungan air yang tinggi, daging ayam broiler rentan terhadap kebusukan yang disebabkan oleh mikroba. Perlakuan dengan ozon dan suhu penyimpanan mampu mempertahankan kualitas daging ayam ditinjau dari kualitas fisika, kimia, dan sensoris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan ozonisasi dan suhu penyimpanan terhadap sifat fisika, kimia, dan sensoris daging ayam broiler. Variasi waktu perendaman, yaitu 5, 10, dan 15 menit, sedangkan untuk variasi penyimpanan yaitu 10°C dan -6°C. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dan analisis lanjutan menggunakan DMRT. Hasil yang didapatkan adalah perlakuan ozon dan suhu beku efektif dalam mengurangi nilai drip loss namun meningkatkan susut masak, menurunkan atribut warna, mengurangi nilai aw, mempertahankan nilai pH, mempertahankan laju kenaikan TBARS dan TVB-N mempertahankan nilai kesukaan konsumen. Perlakuan paling efektif untuk daging ayam yaitu dengan perendaman selama 15 menit dan penyimpanan dengan suhu -6°C mampu mempertahankan drip loss, aw, pH, TBARS, TVB-N, dan sensoris dari daging ayam.  


2021 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 159-167
Author(s):  
Iqbal Iqbal ◽  
Muhammad Reza Fikri Azhar ◽  
Muhammad Tahir Sapsal

Unsur hara tanah memiliki peran penting dalam peningkatan produktivitas tanaman. Hal ini yang kemudian membuat petani harus menggunakan berbagai jenis pupuk dengan fungsi memberikan kecukupan nutrisi serta unsur hara yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman. Pengaplikasian pupuk organik pada lahan pertanian membutuhkan tenaga dan biaya yang besar, apalagi kalau lahan tersebut luas. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan aplikator pupuk organik. Aplikator pupuk organik ini kemudian digandeng dengan menggunakan traktor roda dua sebagai penariknya. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menentukan kapasitas kerja dan efisiensi penggunaan aplikator pada sawah tadah hujan. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan di lapangan dan dianalisis deskriptif. Pengujian aplikator ini menggunakan tiga perlakuan kecepatan, yaitu pada 2,71 km/jam, 3,38 km/jam dan 4,62 km/jam. Ukuran petakan yang digunakan untuk masing-masing kecepatan adalah 45 m x  27 m. Hasil pengukuran dan perhitungan diperoleh bahwa kecepatan aplikator yang baik pada lahan sawah tadah hujan adalah 2,71 km/jam. Kapasitas kerja yang diperoleh adalah 0,35 ha/jam untuk kapasitas lapang teoritis. Sedangkan untuk kapasitas lapang efektif adalah 0,26 ha/jam. Dari kedua kapasitas kerja tersebut diperoleh efisiensi lapang 74,74%.


2021 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 130-142
Author(s):  
Agus Haryanto ◽  
Denny Sanjaya Irawan ◽  
Siti Suharyatun ◽  
Winda Rahmawati ◽  
Mareli Telaumbanua ◽  
...  

Digester biogas rumah tangga berpotensi menyediakan bahan bakar terbarukan pengganti LPG (liquefied petroleum gas). Penelitian ini bertujuan untuk merancang-bangun dan menguji kinerja digester biogas rumah tangga tipe tangki mengapung (floating tank) dengan substrat kotoran sapi. Penelitian dilakukan dengan membuat digester biogas tipe floating tank menggunakan sumur dangkal dari pasangan bata semen yang diplester (diameter-dalam 139 cm, kedalaman efektif 140 cm) sebagai digester dan tangki air kapasitas 2000 l sebagai penampung biogas. Ukuran digester didasarkan pada kebutuhan biogas untuk keperluan memasak rumah tangga dan potensi kotoran empat ekor sapi. Kinerja digester dievaluasi dari produksi biogas, komposisi biogas, dan kemampuan digester dalam mendekomposisi substrat yang dinilai dari penurunan kandungan padatan tak stabil (volatile solid, VS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu lingkungan rata-rata antara 26,97 ℃ (pagi) dan 31,97 ℃ (sore) digester bekerja pada pH rata-rata 7,7 dengan dekomposisi VS mencapai 56,3%. Dengan laju pengumpanan kotoran sapi cair 60 l/hari, produksi biogas dapat mencapai 1.300 l/hari dan produktivitas biogas mencapai 634,6 l/m3 volume aktif digester. Biogas yang dihasilkan memiliki kualitas medium dengan kandungan metana (CH4) mencapai 50,28% dan nilai kalori 18,01 MJ/Nm3. Lumpur digestat berpotensi sebagai pupuk organik dengan kandungan hara N 4,55%; P 2,16%; dan K 3,89%.  Salah satu keunggulan yang sangat menonjol dari digester floating tank adalah desain yang sederhana, biaya terjangkau, dan diperkirakan akan awet, sehingga dapat dijadikan sebagai model untuk dikembangkan dan diadopsi.


2021 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 118-129
Author(s):  
Ida Bagus Suryaningrat ◽  
Nita Kuswardhani ◽  
Ninik Rizky Hastuti

UD. MR adalah salah satu industri di Kabupaten Jember yang memproduksi makanan tradusional suwar-suwir. Saat ini, UD. MR sedang mengalami kekurangan pekerja akibat beberapa pekerja yang mengundurkan diri dari pekerjaan. Para pekerja tampak kelelahan dalam menyelesaikan pekerjaannya dikarenakan beban kerjanya yang semakin bertambah. Hal ini merupakan indikasi dari tingginya beban kerja yang diterima para pekerja. Proses produksi di UD. MR juga masih menggunakan alat-alat manual sehingga sangat membutuhkan tenaga manusia. Akibatnya, cukup banyak terdapat kesalahan yang dilakukan oleh para pekerja, seperti pencampuran rasa yang ditambahkan kurang merata, bentuk suwar-suwir yang tidak seragam dan kemasan yang kurang rapi. Tujuan penelitian yaitu mengukur beban kerja dari pekerja dan menentukan jumlah tenaga kerja optimal di UD. MR. Metode penelitian yaitu WLA (Workload Analysis). WLA adalah suatu metode untuk mengukur beban kerja yang diterima pekerja selama melakukan pekerjaannya. Metode WLA membutuhkan data hasil perhitungan persentase produktif, Performance Rating dan Allowance. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan Workload Analysis, beban kerja dari pekerja di bagian pemasakan, pencetakan, pemotongan, dan pengemasan 2 termasuk dalam beban kerja tinggi. Sedangkan pekerja di bagian pengemasan 1 termasuk dalam beban kerja normal. Jumlah pekerja yang optimal pada bagian pengemasan 1 sebanyak 10 orang, pengemasan 2 sebanyak 6 orang dengan tambahan insentif sebesar Rp 20.200 per orang per bulan, pemasakan sebanyak 2 dengan tambahan insentif sebesar Rp 477.490 per orang per bulan, pencetakan sebanyak 1 orang dengan tambahan insentif sebesar Rp 202.150 per orang per bulan dan pemotongan sebanyak 2 orang dengan tambahan insentif sebesar Rp 85.150 per orang per bulan.  


2021 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 143-158
Author(s):  
S. Rosalinda ◽  
Hilda Ayu Aulia ◽  
Asri Widyasanti ◽  
Efri Mardawati

Buah Delima (Punica granatum L.) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, diantaranya memiliki kandungan antioksidan. Kandungan antioksidan dalam buah delima yang utama adalah vitamin C. Vitamin C sebagai antioksidan dibutuhkan dalam sistem imun untuk menjaga kekebalan tubuh dan juga dapat menjaga elastisitas kulit. Kandungan vitamin C dari buah delima dapat diperoleh dengan cara ekstraksi. Vitamin C tidak tahan pada suhu yang tinggi, sehingga dibutuhkan teknologi ekstraksi yang tepat. Ultrasound Assisted Extraction (UAE) merupakan ekstraksi ultrasonikasi yang dipilih karena tidak menggunakan suhu yang tinggi dan waktu ekstraksi lebih singkat. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi UAE optimum yang meliputi kombinasi 3 variabel, yaitu amplitudo, waktu, dan jumlah pelarut yang menghasilkan vitamin C optimum dari ekstrak daging buah delima. Tipe alat UAE yang digunakan pada penelitian ini adalah tipe Qsonica – Q500 (500 W, 20 kHz). Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium menggunakan RSM (Response Surface Methodology) tipe CCD (Central Composite Design) dengan amplitudo minimum 40% dan maksimum 50%; waktu minimum 20 menit dan maksimum 25 menit; dan jumlah pelarut minimum 150 ml dan maksimum 225 ml. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa banyaknya jumlah pelarut memberikan pengaruh yang nyata, sedangkan amplitudo dan lama waktu ekstraksi tidak berpengaruh nyata. Model signifikan pada nilai P < 0,05 dengan kondisi UAE optimum pada kombinasi perlakuan amplitudo 50%, waktu 25 menit, dan jumlah pelarut 150 ml yang menghasilkan nilai kadar vitamin C optimum sebesar 47,79 mg/100 gram.


2021 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 185-192
Author(s):  
Herawati Oktavianty ◽  
Sunardi Sunardi ◽  
Rejang Musi Agastya Arianda Saputra Wardani

Sekam padi dan kaleng bekas merupakan limbah yang banyak ditemui dan belum dimaksimalkan pemanfaatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah sekam padi dan kaleng bekas menjadi zeolit sebagai adsorben penurunan kesadahan air (ion logam Ca2+ dan Mg2+). Penelitian ini menggunakan rancangan blok lengkap dengan dua faktor, yaitu faktor massa kaleng bekas (1 gr; 2 gr; 3 gr) dan faktor massa ekstrak sekam padi (60 gr; 80 gr; 100 gr). Percobaan ini terdiri atas dua tahap, yaitu pembuatan zeolit dan penggunaan zeolit untuk penurunan kesadahan air. Analisis XRD dilakukan untuk zeolit dan analisis AAS untuk kesadahan air. Dari hasil percobaan didapatkan penyerapan ion logam Ca2+ dan Mg2+ optimal pada kondisi zeolit dengan komposisi massa kaleng bekas 2 gr dan massa ekstrak sekam padi 80 gr, yaitu sebesar 94,48% dan 89,26%.   


2021 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 84-95
Author(s):  
Mareli Telaumbanua ◽  
Dwi Dian Novita ◽  
Sugeng Triyono ◽  
Christanty Saragih
Keyword(s):  

Rasa kopi dan aroma yang khas dipengaruhi oleh pengolahan kopi. Rasa dan aroma yang khas dari kopi merupakan parameter penting yang digunakan untuk mengklasifikasi dan membedakan jenis serta kualitas beragam kopi. Perkembangan teknologi yang semakin canggih ditandai dengan adanya teknologi yang menyerupai kerja hidung manusia yaitu Electronic nose (E-nose). E-nose terintegrasi dengan mikrokontroler untuk mempermudah akuisisi data tegangan setiap sensor. Jenis ruang dan penempatan sensor E-nose menentukan tingkat kestabilan pengukuran aroma kopi. Untuk mendapatkan pola respon tegangan sensor yang stabil perlu dilakukan modifikasi Chamber. Modifikasi yang dilakukan juga pada posisi peletakan sensor sehingga keluaran tegangan menjadi lebih stabil. Chamber Dalam (Chamber A) dengan letak ruang sensor dan ruang sampel yang menjadi satu. Chamber Luar (Chamber B) dengan letak ruang sensor dan ruang sampel yang terpisah. Posisi peletakan sensor pada bagian atas, samping, bawah akan menentukan posisi stabil. Penambahan pompa mini diafragma dapat menghasilkan keluaran pola tegangan yang stabil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada penggunaan E-nose pada sampel Biji kopi Natural Robusta lebih stabil menggunakan Chamber A. Posisi peletakan sensor yang terbaik pada sampel ini adalah peletakan samping. Keadaan stabil Chamber A yang ditandai dengan pola grafik yang dihasilkan mendatar yang akan stabil pada menit ke 5. Keadaan stabil pada peletakan sisi samping ditunjukkan melalui nilai koefisien x pada persamaan model matematika yang paling mendekati angka 0.


2021 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 96-107
Author(s):  
Joko Nugroho Wahyu Karyadi ◽  
Muhammad Adani Akbar ◽  
Dwi Ayuni ◽  
Nursigit Bintoro

Petai (Parkia speciosa) merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki ciri khas rasa yang unik serta nutrisi yang melimpah. Karakteristik tersebut membuat petai berpotensi untuk diolah menjadi sayuran eksotis dengan sasaran pasar nasional maupun internasional. Meskipun begitu, seperti halnya sayuran lain, kualitas petai sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Salah satu solusi untuk penyimpanan petai adalah dengan proses pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pra-perlakuan blansing terhadap kualitas fisik petai hasil pengeringan tipe beku (freeze-drying). Dua variasi jenis blansing, yaitu blansing dengan air panas (HWB) dan blansing dengan uap panas (SB) dilakukan sebelum proses pengeringan. Selain itu, pengeringan tipe cabinet juga dilakukan sebagai pembandingan. Kualitas yang diukur pada penelitian ini meliputi karakteristik pengeringan, kadar air, susut bobot, shrinkage ratio, kekerasan bahan, warna, dan kandungan klorofil. Pengering beku yang digunakan pada penelitian ini ialah pengering hasil rancangan sendiri yang berdimensi total 0,5 x 0,7 x 1,0 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penurunan kadar air pada proses pengeringan beku untuk petai secara baik dideskripsikan dengan model kinetika orde satu (R2 > 0,95; RMSE < 0,1). Kadar air akhir terendah didapatkan dari pengeringan beku, dengan rentang kadar air 2 – 3 % w.b. Pengeringan beku dapat mengurangi resiko discoloration pada petai, dibandingkan dengan pengering tipe cabinet. Pra-perlakuan blansing terbukti dapat membantu meningkatkan laju pengeringan sehingga pengeringan berlangsung lebih cepat, dan kandungan klorofil didalam petai dapat terjaga lebih baik.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document