JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

35
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

2407-7100, 2579-3853

2020 ◽  
Vol 5 (01) ◽  
pp. 01-06
Author(s):  
Elly Dwi Masita ◽  
Siti Maimunah ◽  
Siska Nurul Abidah
Keyword(s):  

Sampai saat ini, di Indonesia angka kematian bayi masih terbilang tinggi yaitu sebesar 22.23 per kelahiran hidup. Angka ini belum mencapai angka target SDG’s 2030 yaitu sebesar 12 per 1000 kelahiran hidup Ketidakberhasilan pemberian ASI eksklusif dan praktik menyusui sampai anak usia 2 tahun disebabkan beberapa faktor antara lain minimnya dukungan keluarga, masyarakat, stress ibu dan persepsi yang salah tentang ASI. Studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Maret 2018 di Kelurahan Wonokromo didapatkan capaian ASI eksklusif sebesar 49%. Angka ini belum mencapai target yang ditentukan dinas kesehatan yaitu sebesar 80%. Tujuan pengabdian ini adalah dibentuknya KEDASI ( Kedai Support ASI ) yang akan mempromosikan ASI eksklusif sekaligus sebagai bentuk usaha kecil masyarakat. Metode menggunakan sosialisai KEDASI, pelatihan, pendampingan, pre test dan post test bagi sasaran langsung yaitu ibu hamil trimester 3, ibu yang memiliki balita usia 0- 24 bulan, pengasuh anak, kader balita dan pendamping ASI berjumlah 80. Hasil capaian berupa peningkatan mean pre dan post test yaitu pengetahuan , keterampilan sebesar 18.7 point, persepsi 20.2 point, budaya 17.6 point, perilaku promotif 14 point, pendapatan 21.1 point. KEDASI merupakan pendekatan upaya promosi kesehatan berbasis wirausaha masyarakatKata kunci: ASI eksklusif, KEDASI



2020 ◽  
Vol 5 (01) ◽  
pp. 82-91
Author(s):  
Candraningrat , ◽  
Januar Wibowo ◽  
Rudi Santoso

Pembuatan dan penerapan digital marketing dan marketing channel merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap pengusaha, terutama Usaha Kecil Menengah (UKM). Hal ini dikarenakan UKM memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain itu, juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan yang sesuai dengan kepentingan rakyat dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang maksimum. Oleh karena peran UKM yang sangat penting tersebut, membuat setiap UKM saling bersaing terutama dalam hal pemasaran produk. Hal tersebut karena pemasaran produk yang tepat tentu menghasilkan pendapatan yang tinggi, dengan demikian memberikan keuntungan yang besar. Salah satu strategi yang dapat dilakukan ialah dengan membuat dan menerapkan digital marketing dan marketing channel. Kedua hal tersebut juga harus disesuaikan dengan strategi pemasaran yang tepat. Digital marketing yang dimaksud ialah media pemasaran online dan atribut pemasaran, sedangkan marketing channel yang dimaksud ialah dengan memperluas saluran pemasaran dan penjualan produk. Mitra dalam kegiatan program kemitraan masyarakat ini adalah UKM PJ Collection. UKM PJ Collection merupakan salah satu dari 13 kelompok UKM yang berada di Daerah Kupang Gunung Timur yang bergerak di bidang produksi alas kaki sandal dan sepatu. Berdasarkan hasil pembuatan dan penerapan digital marketing dan marketing channel pada UKM PJ Collection memberikan dampak yang positif yaitu mengubah UKM PJ Collection untuk mampu menjalankan bisnis secara mandiri, memasarkan produk dengan baik melalui media pemasaran online (e-marketplace) dan atribut pemasaran dan memperluas saluran pemasaran dan penjualan produk. Ketiga hal tersebut berdampak pada tingkat pendapatan yang diperoleh UKM PJ Collection, sehingga dapat disimpulkan UKM PJ Collection berhasil melakukan pemasaran dan penjualan secara efektif dan efisien melalui digital marketing dan marketing channel yang diterapkan melalui kegiatan program kemitraan masyarakat ini. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, E-marketplace, Atribut Pemasaran, Saluran Pemasaran, UKM PJ Collection



2020 ◽  
Vol 5 (01) ◽  
pp. 69-76
Author(s):  
Liliana Dewi ◽  
Venny Soetedja ◽  
Timotius F.C.W. Sutrisno ◽  
Dimas B Prakoso

Kebersihan sebuah universitas mencerminkan upaya lembaga pendidikan tinggi tersebut untuk menjaga agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik, karena kebersihan semua sarana dan prasarana sangat mendukung proses pembelajaran  Gedung universitas yang terjaga kebersihannya akan menjadi tempat belajar yang nyaman bagi mahasiswa dan tempat bekerja yang menyenangkan bagi staf dan dosen, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi optimal bagi nusa dan bangsa.  Di Universitas Ciputra, hal tersebut tidak mudah diwujudkan, namun tenaga petugas kebersihan sebagai garda terdepan mengemban tugas untuk melakukan dan menjaga kebersihan, mereka tetap harus dapat melakukan tugas tersebut dengan baik. Berdasarkan wawancara dan observasi, umumnya para petugas kebersihan diberikan pelatihan dasar secara singkat saat bergabung dan selanjutnya bekerja secara langsung di lapangan dengan pengawasan seorang team leader, dan mereka belum memiliki pengetahuan lebih jauh mengenai sanitasi dan higiene lingkungan. Atas dasar hal tersebut maka dilaksanakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sanitasi dan higiene lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja bagi petugas kebersihan di Universitas Ciputra, agar mereka dapat melakukan tugasnya dengan lebih baik. Pelatihan ini bekerjasama dengan mitra Property Management Universitas Ciputra sebagai penghubung dan pengatur terselenggaranya pelatihan bagi  Cleaning Service di Universitas Ciputra.  Metode yang digunakan adalah model pelatihan kepada para petugas kebersihan dengan mengukur sebelum dan sesudah pelatihan dilakukan. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan sanitasi dan higiene lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja  petugas tenaga kebersihan di lembaga pendidikan tinggi setelah mengikuti pelatihan sebesar 17 persen terutama dalam hal pengetahuan secara teori mengenai sanitasi dan higiene lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.  Kata kunci: cleaning service, higienis, professionalitas, sanitas, Universitas Ciputra.



2020 ◽  
Vol 5 (01) ◽  
pp. 92-98
Author(s):  
Ardian Jaya Prasetya ◽  
Yunanto Tri Laksono ◽  
Wahyu Hidayat

Pengembangan desain kemasan sangat diperlukan guna menghasilkan hasil dan kualitas dari kemasan yang lebih variatif. Kaitannya dengan perkembangan era 4.0  adalah kualitas dari produk yang akan dipasarkan juga terpengaruh dari label pada kemasan. Guna mencitrakan sebuah produk yang lebih unggul selain dari hasil kualitas pada produksinya. Dengan adanya kualitas produk dan kemasan yang menarik menjadikan produk yang dipasarkan kepada masyarakat bisa bersaing dengan baik dengan kualifikasi produk unggulan. Munculnya produk-produk unggulan lain yang memiliki kualifikasi yang baik juga menjadikan daya saing pada produk semakin beragam, entitas pada nilai produk tidak hanya dinilai dari segi kualitas produksi, higienitas, kemasan yang dipakai, namun juga dari kualifikasi branding pada kemasan. Tujuan yang didapatkan pada penyelenggaraan program ini yaitu pengembangan desain kemasan melalui teknologi dalam bentuk analog, digital (software), dan juga website, guna menunjang dan mengankat potensi masyarakat dalam memperluas kemampuan dan keunggulan produknya, sehingga pada proses pemasaran produk yang dihasilkan dapat lebih disebarluaskan tidak hanya pada wilayah lokal saja namun juga dapat disebarluaskan pada cakupan yang lebih luas yaitu nasional dan juga internasional. Pada kegiatan program yang dilakukan ini metode yang digunakan adalah pendampingan tentang bagaimana pelaku UKM dan UMKM dapat mengembangkan dasar dan pola pada produknya melalui desain kemasan dengan bentuk penggambaran desain menggunakan sketsa dasar gambar desain kemasan (analog), dan juga menggunakan desain dengan bentuk digital software. Proses pendampingan dilakukan secara langsung dimana pelaku UKM dan UMKM diberikan pembelajaran secara dasar sehingga diharapkan mampu mengembangkan inovasi dalam bentuk desain kemasarn yang lebih kreatif dan inovatif. Hasil akhir yang diberikan adalah berupa X-banner, dan juga peralatan dasar dalam membuat desain kemasan dasar. Dari bentuk hasil pada penelitian ini adalah pemberian label pada kemasan produk dalam bentuk botol dengan label dan kemasan yang terbaru. Diharapkan dengan hasil ini dapat menunjang potensi dalam pengembangan pemasaran. Kata Kunci: Desain Kemasan, Website, UKM Bumi Cipta Sejahtera Guna Surabaya.



2020 ◽  
Vol 5 (01) ◽  
pp. 54-58
Author(s):  
Jovan Adriel A. ◽  
Olivia Reynalda T. ◽  
Dion Nathanael W. ◽  
Surya Hermawan
Keyword(s):  

Di era globalisasi ini, tidak banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekitar mereka. Masih banyak daerah-daerah di surabaya ini baik daerah perkotaan maupun daerah pinggiran yang masih terdapat sampah berserakan, sungai yang tercemar sampah dari pabrik maupun dari limbah rumah tangga. Masyarakat masih meremehkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sehingga tanpa kita sadari, sampah yang berserakan tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan yang merugikan kita sendiri. Contohnya seperti kampung Putat Jaya ini. Dari survei yang kita lakukan, Mahasiswa Petra sudah melakukan kegiatan Service Learning sebanyak 4 kali yaitu melakukan kegiatan membuat toilet,lomba cuci tangan,dan lain lain. Tetapi dari lingkungan kita belajar kembali bahwa ada yang kurang. Kita lupa bahwa ada hal yang lebih sederhana yang bisa dilakukan untuk membiasakan diri menjaga kebersihan. Oleh karena itu, demi menyadarkan akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar, diadakanlah lomba mengecat tong sampah yang ditujukan untuk anak-anak di daerah Kelurahan Putat Jaya yang juga merupakan tempat eks-lokalisasi dolly. Dengan tujuan utama yaitu meningkatkan  kesadaran  betapa  pentingnya  menjaga  kebersihan  lingkungan  sekitar dengan membuang sampah di tong sampah yang tersedia lebih dekat dengan rumah tiap warga.  Kegiatan  Service  Learning  ini  dilakukan  melalui  banyak  tahapan.  Tahapan pertama adalah melakukan pendataan dan survei di lingkungan sekitar, yaitu Kelurahan Putat Jaya. Tahapan kedua dilakukan pencarian materi dan gambar skets tong sampah yang sesuai dengan kegemaran anak-anak di daerah Putat Jaya. Tahapan ketiga yaitu mengelompokan mereka dengan mahasiswa Universitas Kristen Petra sebagai pembimbing.  Tahapan  keempat  adalah  pelaksanaan  lomba  di  lokasi  dimana  semua pealatan dan fasilitas sudah disediakan oleh pihak  panitia lomba dan melakukan cat secara bersama-sama. Tahapan terakhir, tong sampah tersebut dikumpulkan dan dinilai sesuai dengan tingkat kreativitas mereka. Tong sampah tersebut kemudian dipilih dan ditentukan untuk juara 1,2,dan 3 dan kemudian pemberian hadiah juga untuk semua anak- anak yang ikut menjadi peserta. Tujuan diberikannya hadiah kepada seluruh peserta yaitu agar anak-anak tersebut senang dan bisa mengingat terus mengenai lomba ini sehingga bisa menanamkan pelajaran kepada mereka betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan mulai dari hal kecil yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya. Kata kunci: Lomba Mengecat Tong Sampah, Putat Jaya, dan Lingkungan.



2020 ◽  
Vol 5 (01) ◽  
pp. 47-53
Author(s):  
Retno Danu Rusmawati ◽  
Achmad Noor Fatirul
Keyword(s):  

Blog  memuat beragam informasi yang dipublikasikan  dalam jaringan  World Wide Web (Wikipedia) karena  merupakan sebuah sistem dokumen hypertext  saling mengkait satu sama lainnya dapat diakses dari jaringan internet, blog sangat diperlukan oleh Guru-guru untuk   meningkatkan kompetensinya dalam pembelajaran, hasil observasi menunjukkan bahwa tidak semua guru terampil dan memiliki blog sehingga  diperlukan  usaha bekerjasama antara PPS TEP UNIPA SURABAYA dengan lembaga sekolah guna mewujudkan pelatihan bagi guru-guru SMKN 5 Surabaya merancang blog. Metode aktivitas dengan  survey (observasi), wawancara, kesepakatan kesepahaman diadakannya pelatihan perancangan  blog untuk guru SMKN 5 Surabaya oleh Prodi Pascasarjana Teknologi Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.Kata kunci: Perancangan Blog. Kompetensi Guru. Pembelajaran. Abad- 21



2020 ◽  
Vol 5 (01) ◽  
pp. 07-12
Author(s):  
I Wayan Pantiyasa ◽  
Moh. Agus Sutiarso ◽  
I Nyoman Arto Suprapto
Keyword(s):  

Potensi Desa Pelaga berupa perpaduan antara keindahan panorama alam dengan pola kehidupan masyarakat agraris beserta keunikan adat istiadatnya apabila dikemas dan dikelola dengan baik sebagai destinasi terintegrasi dalam bentuk “Pelaga Agrotourism Park” akan memiliki prospek dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Permasalahannya adalah keberadaan kelompok masyarakat di desa Pelaga seperti Pokdarwis sebagai motor penggerak pariwisata perdesaan belum memiliki kemampuan mengelola agrowisata yang akan dikembangkan. Kelompok-kelompok pendukung agrowisata seperti kelompok pengolah pangan belum berkembang dengan baik. Kelompok Karang Taruna Desa Pelaga juga masih belum kreatif dan produktif. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini telah terlihat manfaat yang diperoleh masyarakat. Potensi yang dimiliki Desa Pelaga telah dikemas menjadi paket-paket wisata pilihan menarik.  Pemahaman dan keterampilan yang diperoleh anggota Pokdarwis dalam mengelola destinasi agrowisata meningkat. Usaha penunjang wisata khususnya oleh-oleh berupa produk usaha kecil masyarakat lokal telah mengusung destination branding “Pelaga Agrotourism Park” dalam setiap kemasan produknya dan sangat membantu pemasaran produk yang bersangkutan dan destinasi agrowisata di Desa Pelaga. Kata kunci: Pelaga Agrotourism Park, pengabdian masyarakat, pengelolaan pariwisata, pengembangan usaha kecil.



2020 ◽  
Vol 5 (01) ◽  
pp. 66-68
Author(s):  
Rokiy Alfanaar ◽  
Ruth Febriana Kesuma ◽  
Rollando ,

Desa Gondowangi adalah salah satu desa yang sebagian penduduknya mengandalkan sektor pertanian. Pada umumnya, petani di Desa Gondowangi mengalami masalah bedanya hasil pertanian dari berbagai lahan yang dimiliki. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pelatihan pengukuran kualitas tanah dan pembuatan infografik kualitas tanah. Kegiatan pengabdian dilaksanaan dengan cara pelatihan secara langsung di lahan milik para petani. Pelatihan pengukuran dilaksanakan secara langsung oleh petani pemilik lahan sehingga petani terbiasa menggunakan soil meter. Berdasarkan hasil pengabdian didapatkan berbagai lahan memiliki kualitas tanah yang berbeda dari segi pH dan kandungan unsur hara.



2020 ◽  
Vol 5 (01) ◽  
pp. 77-81
Author(s):  
Kazia Laturette ◽  
Maria Assumpta Evi Marlina ◽  
Anastasia Filiana Ismawati

Para pelaku usaha UMKM di perumnas Driyorejo setidaknya telah menjalankan usaha lebih dari dua tahun, namun tidak mengalami perkembangan dari segi omset, profit, pangsa pasar dan juga perkembangan usaha.             Hal ini dapat dilihat dengan masih samanya proses pengelolaan usaha dari usaha berdiri hingga saat ini. Beberapa pelaku usaha UMKM juga masih mencampurkan pengelolaan bisnis dengan pengelolaan rumah tangga baik dari segi keuangan dan operasional. Para pelaku usaha UMKM ada yang mendapatkan kesempatan untuk bermitra dengan perusahaan besar, namun masih terkendala dengan masalah perpajakan seperti NPWP. Beberapa pelaku usaha UMKM tidak memiliki NPWP karena tidak tahu cara membuat dan kegunaannya sebagai seorang pelaku usaha UMKM. Solusi dari permasalahan ini adalah memberikan kegiatan pendampingan, pengembangan bisnis dan perpajakan ini.  Pelaku usaha UMKM diberi motivasi melalui cerita orang sukses, pemaparan materi mengenai pengembangan bisnis dan perpajakan. Kemudian melakukan  mentoring dengan mentor yang ahli di bidangnya. Berdasarkan hasil mentoring dengan para mentor, peserta menunjukan antusiasme dan ingin melakukan eksekusi untuk mengembangkan bisnisnya. Hasil dari mentoring ini menunjukan adanya perkembangan yang progresif dari segi motivasi dan strategi pengembangan bisnis, hal yang terakhir harus ditunjukan oleh peserta UMKM adalah perkembangan bisnis secara konkret oleh pelaku UMKM.



2020 ◽  
Vol 5 (01) ◽  
pp. 31-34
Author(s):  
Nunuk Wahyuningtyas ◽  
Ixsora Gupita Cinantya ◽  
Sri Suhandiyah
Keyword(s):  

TK. Darul Hikam merupakan salah satu TK Islam yang berada di kecamatan Gunung Anyar kota Surabaya. Berawal dari kebutuhan akan pemasaran dan pengenalan sekolah TK pada masyarakat sekitar menjadi alasan kebutuhan untuk dapat menyusun dokumentasi kegiatan sekolah dengan baik.Background semua guru adalah Sarjana Agama yang tidak memiliki ketrampilan multimedia sehingga sulit untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Peneliti membaca peluang tersebut, dengan memberikan pelatihan editing menggunakan Adobe Premier dapat merupakan solusi untuk dapat membuat dokumentasi kegiatan sekolah. Hasil dari pelatihan editing menggunakan Adobe Premiere, menunjukkan psikomotorik peserta memiliki kemapuan untuk mengoperasikan software Adobe Premiere Pro melalui aktivitas editing audio-visual. Hasil kegiatan belum menunjukkan level skill yang diperoleh belum ada di Abstrak. Metode kurang lengkapKeywords: Adobe Premiere, dokumentasi kegiatan



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document