scholarly journals Myelin P2 Protein

2020 ◽  
Author(s):  
Keyword(s):  

1980 ◽  
Vol 39 (3) ◽  
pp. 338 ◽  
Author(s):  
S. J. De Armond ◽  
G. E. Deibler ◽  
M. Bacon ◽  
M. W. Kies ◽  
L. F. Eng


FEBS Letters ◽  
1980 ◽  
Vol 115 (1) ◽  
pp. 27-30 ◽  
Author(s):  
Kunio Kitamura ◽  
Masaru Suzuki ◽  
Akemi Suzuki ◽  
Keiichi Uyemura


1994 ◽  
Vol 62 (6) ◽  
pp. 2639-2643 ◽  
Author(s):  
J Bell ◽  
S Grass ◽  
D Jeanteur ◽  
R S Munson


Author(s):  
H. G. Rahmawati ◽  
R. Muryani ◽  
S. Kismiati
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level protein dalam ransum dan lama pencahayaan terhadap bobot daging, bobot tulang dan nisbah daging tulang karkas burung puyuh jantan. Materi yang digunakan penelitian ini adalah 270 ekor puyuh jantan umur 2 hari dengan bobot badan 8,6 ± 0,50 g (CV = 5,81%), mulai perlakuan puyuh berumur 4 minggu dengan bobot badan 82,5 ± 0,80 g (CV = 0,97%). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan pola Rancangan Petak Terbagi. Lama pencahayaan sebagai petak utama, meliputi C1 : lama pencahayaan lampu selama 4 jam, C2 : selama 6 jam dan C3 : selama 12 jam. Level protein dalam ransum sebagai anak petak, meliputi P1 : kadar protein ransum 18%, P2 : protein ransum 20% dan P3 : protein ransum 22%. Parameter yang diamati bobot daging, bobot tulang dan nisbah daging tulang karkas. Pengambilan data dilakukan pada minggu ke-8. Data yang didapat dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara level protein dalam ransum dan lama pencahayaan terhadap bobot daging, bobot tulang dan nisbah daging tulang karkas. Simpulan penelitian ini adalah pemberian level protein dan lama pencahayaan yang berbeda tidak mempengaruhi bobot daging, bobot tulang dan nisbah daging tulang karkas.





1983 ◽  
Vol 258 (2) ◽  
pp. 285-289 ◽  
Author(s):  
Julie M. Cunningham ◽  
James M. Powers ◽  
Steven W. Brostoff


1991 ◽  
Vol 44 (11) ◽  
pp. 1523 ◽  
Author(s):  
BH Stuart ◽  
EF Mcfarlane

Fourier transform infrared ( F.t.i.r .) spectroscopy has been used to investigate the secondary structure of bovine P2 protein in deuterium oxide (D2O) solution. The amide 1 region of the spectrum was analysed quantitatively by means of resolution enhancement and band-fitting procedures. The protein was found to consist mainly of β-structure (61%), with a small amount of α-helix (11%). A reason for the existence of an unusually intense low-frequency band assigned to β-structure is discussed. The F.t.i.r . results are compared with those from an X-ray crystallographic study and from circular dichroism and explanations are offered for discrepancies between the results from the different methods.



1979 ◽  
Vol 175 (2) ◽  
pp. 387-391 ◽  
Author(s):  
Benson M. Curtis ◽  
Lysia S. Forno ◽  
Marion Edmonds Smith


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document