(JAPRA) Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal (JAPRA)
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

45
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Sunan Gunung Djati State Islamic University Of Bandung

2580-7412, 2527-4325

2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 1-13
Author(s):  
Siti Syarah Sholihat

Observasi awal yang dilakukan pada anak kelompok B RA Nurul Islam Bekasi menemukan bahwa perkembangan membaca huruf hijaiyah anak belum optimal. Hal ini terbukti adanya hambatan ketika didalam proses pembelajaran huruf hijaiyah yaitu kurangnya media dalam pembelajaran huruf hijaiyah. Penelitian ini dilatar belakangi pentingngnya meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah pada anak usia dini. Tujuannya yaitu agar anak RA Nurul Islam dapat membaca huruf hijaiyah sesuai dengan kaidah yang baik dan benar. Adapun tindakan yang dapat dilakukan dalam peningkatan membaca huruf hijiyah yaitu dengan menggunkan media papan flanel. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, unjuk kerja, dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 12 anak, yang terdiri 8 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Permasalahan yang terjadi di RA Nurul Islam dalam kemampuan membaca huruf hijaiyah masih belum berkembang secara optimal seperti anak belum bisa membaca dan membedakan huruf hijaiyah yang berharokat fathah, kasroh, dlomah dan sukun serta anak juga belum bisa membaca dan membedakan huruf hijaiyah yang hampir sama bunyi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses membaca huruf hijaiyah anak sebelum menggunakan media papan flanel diperoleh nilai 39,17 dengan kategori kurang, sedangkan setelah diterapkan media papan flanel pada siklus I diperoleh nilai 53,66 dengan kategori kurang, siklus II diperoleh nilai 77,46 dengan kategori baik. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat diterima, artinya media papan flanel dapat meningkat kemampuan membaca huruf hijaiyah.



2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 74-82
Author(s):  
Yulia Rachmawati
Keyword(s):  
T Test ◽  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas hubungan antara kegiatan bermain maze dengan kecerdasan visual-spasial anak usia dini di Kelompok A RA Al-Wafi Panyileukan Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak Kelompok A RA Al-Wafi Panyileukan Bandung Tahun Ajaran 2018/2019 yang berjumlah 25 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang telah diuji validitas menggunakan rumus korelasi Product Moment dan reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Instrumen Kegiatan Bermain Maze memiliki 36 butir item pernyataan yang valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,97. Sedangkan instrumen Kecerdasan Visual-Spasial Anak Usia Dini memiliki 27 butir item pernyataan yang valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,96. Berdasarkan hasil perhitungan analisis korelasi menggunakan Spearman Rank diperoleh harga rhohitung sebesar 0,64. Sedangkan, hasil perhitungan uji signifikansi korelasi menggunakan t test diperoleh thitung sebesar 3,99 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan db = 23 sebesar 2,069. Karena thitung = 3,99 > ttabel = 2,069, maka dapat diinterpretasikan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kegiatan bermain maze dengan kecerdasan visual-spasial anak usia dini.



2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 43-53
Author(s):  
Evan Tripurnama

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas keterampilan bermain kartu kata bergambar, kosakata pada anak, dan hubungan antara keterampilan bermain kartu kata bergambar dengan kemampuan kosakata pada anak kelas A di RA Nurul Amal Kabupaten Bandung. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan bermain kartu kata bergambar dengan kemampuan kosakata pada anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik korelasi Product Moment. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi, dan pedoman lembar observasi. Hasil analisis data pada keterampilan bermain kartu kata bergambar berkategori cukup, ditunjukan oleh nilai rata-rata sebesar 2,83 termasuk kualifikasi berkembang sesuai harapan (BSH) karena berada pada interval 2,5–3,24. Realitas kemampuuan kosakata pada anak termasuk kategori cukup, diperoleh nilai rata-rata sebesar 2,82 termasuk kualifikasi berkembang sesuai harapan (BSH)  karena berada pada interval 2,5–3,24. Hubungan antara keterampilan kartu kata bergambar dengan kemampuan kosa kata anak, ditunjukan oleh harga koefisien korelasi sebesar 0,74. Nilai ini terletak pada interval 0,60- 0,79 yang berarti korelasi kuat. Selanjutnya hasil uji hipotesis diketahui bahwa thitung > ttabel (3,98 > 2,16). Dapat disimpulkan hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Artinya keterampilan bermain kartu kata bergambar dengan kemampuan kosakata pada anak memiliki hubungan yang signifikan.



2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 14-23
Author(s):  
Sinta Nur Meilani

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat bermain musik anak RA dengan penggunaan permainan musik perkusi dan angklung pada aspek perkembangan seni anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Desain pada kelompok B di RA Al Bajuri Cikajang Garut dengan menggunakan 2 kelas yaitu kelas B1 dan B2 sebanyak 27 anak yang berjumlah kelas B1 sebagai kelas kontrol 14 anak dan B2 sebagai kelas eksperimen 13 anak. teknik pengumpulan data melalui lembar observasi, unjuk kerja, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa minat bermain musik anak dengan menggunakan alat musik perkusi diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 62 dengan kategori mulai berkembang dan post-test sebesar 78 dengan kategori berkembang sesuai harapan. Sedangkan pada kelas yang menggunakan alat musik angklung diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 56 dengan kategori mulai berkembang dan post-test sebesar 68 dengan berkembang sesuai harapan. Perbandingan minat bermain musik anak dengan yang menggunakan alat musik perkusi dan angklung memiliki perbedaan  yang signifikan, hal ini dibuktikan dari hasil post-test uji hipotesis yang menunjukan nilai thitung = 4,000 > ttabel = 2,060 pada taraf signifikansi 5%.



2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 83-93
Author(s):  
Sri Sulastri

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kegiatan permainan lempar bola terhadap kemampuan motorik kasar anak di kelompok B RA Nurul Bayan Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, alat pengumpul data dalam penelitian ini yaitu berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik non parametrik. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelompok B RA Nurul Bayan Garut dengan jumlah 16 anak ditetapkan sebagai responden penelitian. Uji persyaratan analisis menunjukkan bahwa kedua variabel berdistribusi normal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kegiatan permainan lempar bola di kelompok B RA Nurul Bayan Garut, berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 77. Sedangkan kemampuan motorik kasar anak di kelompok B RA Nurul Bayan Garut berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata sebesar 66. Hubungan antara kegiatan permainan lempar bola terhadap kemampuan motorik kasar anak diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,76. Angka koefisien korelasi ini termasuk pada kategori kuat/tinggi, karena berada pada interval 0,600–0,799. Hasil uji signifikansi diperoleh harga t-hitung = 4,369 > t-tabel = 2,145. Artinya Ha diterima, dengan kata lain ada hubungan yang signifikan antara kegiatan permainan lempar bola terhadap kemampuan motorik kasar anak. Adapun besarnya kontribusi/pengaruh kegiatan permainan lempar bola terhadap kemampuan motorik kasar anak sebesar 58%, hal ini menunjukkan bahwa 42% kemampuan motorik kasar anak dipengaruhi faktor lain.



2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 65-73
Author(s):  
Widi Nuryani
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan usap abur di Kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Bandung, kemampuan motorik halus anak usia dini di Kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Bandung, dan hubungan antara kegiatan usap abur dengan kemampuan motorik halus anak usia dini di Kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subyek penelitian ini adalah anak Kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Bandung yang berjumlah 17 orang. Hasil analisis pada kegiatan usap abur diperoleh nilai rata-rata sebesar 85 dengan kategori sangat baik. Sedangkan, kemampuan motorik halus anak usia dini diperoleh nilai rata-rata sebesar 79 dengan kategori baik. Hubungan antara kegiatan usap abur dengan kemampuan motorik halus anak usia dini diperoleh koefisien korelasi melalui rumus Spearman Rank sebesar 0,885 termasuk pada kategori sangat kuat. Hasil uji signifikansi diperoleh  = 7,356 ˃ harga  = 2.131. Artinya hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan kata lain, kegiatan usap abur memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan motorik halus anak usia dini di Kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Bandung. Adapun kontribusi kegiatan usap abur terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini sebesar 78,32%. Hal ini menunjukkan terdapat 21,68% faktor lain yang mempengaruhi kemampuan motorik halus anak usia dini.



2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 24-33
Author(s):  
Y. Puspa Andriani
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan tari kreasi baru (kelas eksperimen) di RA An-Nihayah Bojongranca Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat, kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan tari daerah (kelas kontrol) di RA An-Nihayah Bojongranca Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat, dan perbedaan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan tari kreasi baru dengan kegiatan tari daerah di RA An-Nihayah Bojongranca Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group desain. Subjek pada penelitian ini adalah anak kelompok B RA An-Nihayah Bojongranca Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat sebanyak 29 orang. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa hasil penelitian menunjukkan kemampuan motorik kasar anak kelas eksperimen dengan kegiatan tari kreasi baru diperoleh nilai rata-rata pre test sebesar 55 dan post test sebesar 80. Sedangkan pada kelas kontrol dengan kegiatan tari daerah nilai rata-rata pre test 53 dan post test sebesar 72. perbandingan kemampuan motorik kasar anak dengan kegiatan tari kreasi baru dan kegiatan tari daerah memiliki perbedaan yang signifikan, hal ini dibuktikan dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai thitung = 3,416 > ttabel = 2,052 pada taraf signifikansi 5%.



2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 34-42
Author(s):  
Elia Tarlina

Hasil studi pendahuluan di kelompok B2 RA Al-Wafi menunjukkan bahwa, terdapat beberapa permasalahan yang terkait dengan kemampuan motorik halus yang belum berkembang secara optimal seperti saat menggunting pola hasilnya belum rapi tidak mengikuti garis sesuai pola. Dalam kegiatan menggambar, anak masih kaku memegang krayon sehingga hasilnya masih keluar garis. Kondisi demikian merupakan masalah yang menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas aktivitas melipat kertas, realitas kemampuan motorik halus dan realitas hubungan antara aktivitas melipat kertas dan kemampuan motorik halus. Metode yang digunakan yakni kuantitatif korelasional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melalui lembar observasi dan dokumentasi. Adapun hasil perhitungan pada variabel X diperoleh nilai rata-rata sebesar 72. Nilai tersebut berada pada interval 70-79 dengan kategori baik. Sedangkan, pada variabel Y diperoleh nilai rata-rata 78. Nilai tersebut berada pada interval 70-79 dengan kategori baik. Hubungan antara ativitas melipat kertas dengan kemampuan motorik halus anak usia dini diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,99. Angka koefisien korelasi ini termasuk pada kategori kuat/tinggi karena berada pada interval 0,800-1,000. Hasil uji signifikansi diperoleh harga thitung = 28,28 dan ttabel = 2,120. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas melipat kertas dengan kemampuan motorik halus anak usia dini. Adapun besarnya kontribusi/pengaruh aktivitas melipat kertas terhadap motorik halus anak usia dini sebanyak 86%. Hal ini menunjukkan bahwa 14% kemampuan motorik halus anak usia dini dipengaruhi oleh faktor lain.



2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 54-64
Author(s):  
Ulya Latifah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan motorik halus anak melalui media Motor Skills Block Interlocking System dengan media balok di kelompok B RA Qurrota A’yun Rancaekek Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian non equivalent control group design. Subjek pada penelitian ini adalah anak kelompok B RA Qurrota A’yun Rancaekek Bandung dengan menggunakan 2 kelas yaitu kelas B1 dan B2 sebanyak 28 anak yang terdiri dari kelas B1 sebagai kelas kontrol 15 anak dan B2 sebagai kelas eksperimen 13 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah unjuk kerja dan dokumentasi, adapun teknik analisis data menggunakan analisis komparasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak menggunakan media Motor Skills Block Interlocking System diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 63 dengan kategori cukup dan posttest sebesar 80 dengan kategori sangat baik. Sedangkan kemampuan motorik halus anak menggunakan media balok diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 58 dengan kategori kurang dan posttest sebesar 60 dengan kategori cukup. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan motorik halus anak menggunakan media Motor Skills Block Interlocking System dengan media balok. Hal ini dibuktikan dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai 14thitung"> = 2,799 14>">   14ttabel"> = 2,056 pada taraf signifikansi 5%.



2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 86-100
Author(s):  
Rika Abdul Hakim Effendi ◽  
Hilman Mangkuwibawa ◽  
Teti Ratnasih

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas perkembangan perilaku prososial anak pada kelompok A dengan metode bermain peran dan metode bernyanyi, serta perbedaan perkembangan perilaku prososial anak dari kedua metode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Subjek pada penelitian ini adalah 37 anak kelompok A RA PERSIS 235 Nasrullah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis komparasi yaitu, pengujian hipotesis komparatif dengan uji t. Realitas perkembangan perilaku prososial kelas eksperimen dengan metode bermain peran, diperoleh nilai rata-rata pretest = 59 dengan interpretasi kurang, sedangkan nilai rata-rata posttest = 73 dengan interpretasi baik. Realitas perkembangan perilaku prososial kelas kontrol dengan metode bernyanyi, diperoleh nilai rata-rata pretest = 63 dengan interpretasi cukup, sedangkan nilai rata-rata posttest = 68 dengan interpretasi cukup. Hasil uji t1, diperoleh t1= 2,76>nKt1 pada tarafsignifikansi 5% = 1,73, sehingga dapat diinterpretasikan terdapat perbedaan yang signifikan mengenai perkembangan perilaku prososial anak antara metode bermain peran dengan metode bernyanyi.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document