Jurnal Teknik Lingkungan
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

50
(FIVE YEARS 8)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By The Institute For Research And Community Services (LPPM) ITB

0854-9796, 2714-6715

2021 ◽  
Vol 27 (2) ◽  
pp. 23-35
Author(s):  
Latifa Mirzatika Al-Rosyid ◽  
◽  
Sawitri Komarayanti ◽  
Keyword(s):  


2021 ◽  
Vol 27 (2) ◽  
pp. 12-22
Author(s):  
Septian Hadi Susetyo ◽  
◽  
Dwina Roosmini ◽  
Rizky Prayoga ◽  
Rismaya Fayi Dienta ◽  
...  


2021 ◽  
Vol 27 (2) ◽  
pp. 36-52
Author(s):  
Gagassage Nanaluih De Side ◽  
◽  
Lalu Auliya Aqraboe Littaqwa


2021 ◽  
Vol 27 (2) ◽  
pp. 1-11
Author(s):  
Handoko Subawi ◽  
◽  
Arini Sedawati


2021 ◽  
Vol 27 (1) ◽  
pp. 1-18
Author(s):  
Tizar M. K. Bijaksana ◽  
◽  
Muhammad Irfan ◽  
Wiedy Yang Essa ◽  
◽  
...  

Abstrak: Di antara pertimbangan untuk menentukan kebijakan terkait pencemaran udara adalah ukuran objektif yang lazimnya menggunakan data ambien serta emisi, dan ukuran subjektif yang didasarkan pada persepsi masyarakat akan kualitas udara. Berdasarkan berbagai studi, seringkali nilai dari kedua jenis ukuran ini tidak selaras, dan nilai ukuran subjektif justru dipengaruhi oleh faktor sosio-demografis dan bukan keadaan udara yang sesungguhnya. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui apakah inkongruensi ukuran objektif dan subjektif juga terjadi pada masyarakat Kota Bandung serta apa saja faktor yang berpotensi menjadi determinan dari persepsi kualitas udara. Dengan melakukan analisis statistik atas data dari 2300 penduduk Kota Bandung yang dikumpulkan oleh Pemerintah Kota Bandung, diperoleh kesimpulan yaitu adanya inkongruensi serta faktor status perkawinan, jenis perumahan, dan persepsi kebersihan lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi kualitas udara. Kata kunci: persepsi, kualitas udara, polusi, Bandung, lingkungan



2021 ◽  
Vol 27 (1) ◽  
pp. 34-41
Author(s):  
Hanif Diastomo ◽  
◽  
Totok Suprijo ◽  
Ivonne Milichristi Radjawane ◽  
◽  
...  

Abstrak: Model numerik digunakan untuk simulasi arus di perairan Selat Bali dan pergerakan sampah laut terapung di sekitar wilayah Pantai Kuta pada bulan Desember 2011 dan Februari 2012. Medan kecepatan u dan v dari model hidrodinamika digunakan sebagai input untuk simulasi pergerakan sampah laut terapung. Dari 5 titik sumber di wilayah Jembrana, Tabanan, dan Badung dilepaskan sebanyak 1 partikel di masing-masing titik sumber. Hasil simulasi dengan kecepatan arus rata-rata sebesar 0,025 m/detik. Dari hasil simulasi tersebut dapat terlihat bahwa keberadaan sampah laut terapung yang berada di wilayah Pantai Kuta, Bali berasal dari ke 5 sumber tersebut. Sampah tersebut membutuhkan waktu 2-8 hari agar bisa mencapai wilayah Pantai Kuta tergantung dari jarak titik sumber ke Pantai Kuta, Bali. Kata kunci: sampah laut terapung, hidrodinamika simulasi trajektori, Selat Bali



2021 ◽  
Vol 27 (1) ◽  
pp. 19-33
Author(s):  
Ahmad Soleh Setiyawan ◽  
◽  
Happy Tesyana Widodo ◽  
Dyah Wulandari Putri ◽  
Moch. Zaelani ◽  
...  
Keyword(s):  

Abstrak: Lokasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang tidak direncanakan dengan tepat dapat mengakibatkan tingkat pelayanan IPLT menjadi rendah, kurangnya pasokan lumpur tinja ke IPLT, dan masalah pencemaran lingkungan akibat illegal dumping. Pada studi ini, dilakukan analisis terhadap aspek-aspek penting dalam penentuan lokasi IPLT serta penerapan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam mengoptimalkan cakupan layanan IPLT di Kota Bandung. Identifikasi kriteria dan bobot kriteria dalam penentuan lokasi IPLT dilakukan dengan menggunakan metode pairwase comparison terhadap kriteria dan subkriteria yang diperoleh dari kajian literatur dan hasil diskusi dengan pemangku kepentingan. Hasil identifikasi kriteria kemudian dipetakan dan dianalisis dengan aplikasi ArcMAP 10.8.1. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 5 kriteria yang dinyatakan penting dalam pemilihan lokasi IPLT yaitu teknis, kelembagaan, regulasi dan kebijakan, keuangan, serta penerimaan masyarakat. Identifikasi lebih lanjut dari 5 kriteria ditemukan 22 subkriteria dan terdapat 10 subkriteria diantaranya yang dapat digunakan dalam pemilihan lokasi dan optimasi cakupan layanan IPLT pada studi ini. Berdasarkan pemetaan SIG, diperoleh cakupan layanan optimum untuk melayani seluruh wilayah di Kota Bandung yang belum terlayani sistem perpipaan air limbah dengan penggunaan 3 lokasi IPLT yaitu Kecamatan Gedebage, Kecamatan Cinambo, dan Kecamatan Andir. Total kebutuhan luas IPLT Kota Bandung pada tahun 2041 yaitu IPLT 26.400 m2. Cakupan layanan optimum diperoleh berdasarkan subkriteria jarak terdekat dan waktu tempuh tercepat dari lokasi IPLT ke wilayah pelayanan terjauh. Kata kunci: cakupan layanan, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja, kriteria lokasi, Sistem Informasi Geografis



2020 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 49-60
Author(s):  
Ariane Pratiwi ◽  
◽  
Melati Ferianita Fachrul ◽  
Diana Irvindiaty Hendrawan ◽  
◽  
...  

Abstract. Baru Barat River is a man made river for flood and irrigation control. This study aims to determine the effect of activities on the bank on Baru Barat River on the water quality. Identification of activities is carried out along the bank of river. Water quality parameters are compared with the Governor of Jakarta no. 582 year 2005. The status of water quality is determined using the Pollution Inde (PI). The activities around the Baru Barat River are settlements, officem workshop, schools, deales, food stall, laundry, shops, beauty salons, guesthouses and gas station. BOD concentration range from 8.4-43.7 mg/L with a quality standard of 10 mg/L and COD range from 16-99.2 mg/L with a quality standard of 20 mg/L. Concentration of BOD and COD that exceed of quality standard at almost all sampling ponts. The level of pollutionj in the Baru Barat River is moderate polluted. The main problem at Baru Barat River are the presence of several illegal waste point left from activities that eventually enter the river and the absence of waste water treatment. The concept of community based must be implemented to waste management and communal wastewater treatment that are easy, inexpensive and integrated with the landscape. Keywords: Baru Barat River, river bank, water pollution index, river quality, domestic waste water



2020 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 11-30
Author(s):  
Yuni Sesempuli ◽  
◽  
Bambang Iswanto ◽  
Diana Irvindiaty Hendrawan ◽  
◽  
...  

Abstract. The population growth with its activities causes pressure on the Krukut River. Load management of pollutants that enters the river is based on the self purification of the river. This study aims to analyze the river characteristics and degradation rate of Krukut River. Krukut River which is a research location has a length of ± 9.04 km. Characteristics of Krukut River has a type of small rocky riverbed and irregular with manning coefficient from 0.035 to 0.045. The depth ranging from 0,99 - 2 m, with a current velocity from 0,3 to 1,29 m/s. Krukut River discharge at 2,873-7,889 m3/sec. Streeter Phelps modeling to find out the constant rate of degradation of Krukut River which resulted in the value of DO and BOD. The rate of increase of dissolved oxygen (Ka) with the value of Ka range of 1,586-4,542 d-1, the standard value should be 1,494 d-1. The results of degradation rate (Kd) of the study obtained values range 0,285–0,394 d-1 with a default value of 0,501 d-1. For a settling rate (Ks) the range of 0,070 d-1 –0,096 d-1 with a standard value should be 0,751 d-1 which means the precipitation process is quite slow. Keywords: pollution degradation rate, Krukut River, Streeter Phelps methode, selfpurification, water quality



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document