Indonesian Journal of Biological Pharmacy
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

5
(FIVE YEARS 5)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Padjadjaran

2807-4173, 2807-5277

2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 25
Author(s):  
Arif S.W. Kusuma ◽  
Sarah Nurmalinda ◽  
Zelika M. Ramadhania ◽  
Raden B. Indradi

Masyarakat daerah Pangandaran, Jawa Barat secara turun-temurun memanfaatkan buah hanggasa (Amomum dealbatum Roxb.) sebagai obat diare, yang umumnya diketahui disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli dan Bacillus cereus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri, menentukan rentang nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimun (KBM) serta nilai banding aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah hanggasa dengan antibiotik kloramfenikol terhadap E. coli ATCC 11229 dan B. cereus ATCC 11778. Penelitian ini dilakukan melalui tahap determinasi tumbuhan dan penyiapan simplisia, ekstraksi simplisia, penapisan fitokimia, pengujian aktivitas antibakteri ekstrak menggunakan metode difusi agar teknik cakram kertas, penentuan rentang KHTM dan KBM ekstrak dengan metode mikrodilusi dan penentuan nilai banding aktivitas antibakteri ekstrak dengan antibiotik kloramfenikol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah hanggasa (A. dealbatum Roxb.) memberikan zona hambat pada B. cereus namun tidak pada E. coli di semua konsentrasi. Hasil penentuan nilai rentang KHTM ekstrak etanol buah hanggasa untuk B. cereus ATCC 11778 sebesar 1,25%-2,5% (b/v) dan nilai KBM sebesar 2,5% (b/v). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah hanggasa memberikan aktivitas antibakteri pada B. cereus namun tidak pada E. coli.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 33
Author(s):  
Annisa N. Rahmayanti ◽  
Raden M. Febrianti ◽  
Ajeng Diantini

Salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner yaitu penumpukan kolesterol pada pembuluh darah yang disebabkan oleh kondisi hiperlipidemia. Tingginya angka kejadian penyakit jantung coroner di Indonesia mengharuskan masyarakat Indonesia untuk lebih waspada akan tingginya kadar kolesterol. Masyarakat lokal pada daerah pedalaman cenderung memilih pengobatan tradisional dibandingkan obat kimia karena mereka lebih paham mengenai penggunaan tanaman obat serta bahan-bahannya yang lebih terjangkau dan tidak membutuhkan biaya besar, tidak seperti obat kimia. Artikel ini dibuat untuk sebagai inventarisasi informasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) masyarakat Jawa Barat mengenai tanaman obat yang memiliki aktivitas antihiperlipidemia. Beberapa tanaman tersebut adalah Moringa oleifera, Muntingia calabura, dan Syzygium polyanthum atau Eugenia polyantha. Sebagian besar komponen senyawa bioaktif dengan aktivitas anti-kolesterol yang terkandung dalam tumbuhan tersebut diantaranya adalah flavonoid, saponin, tannin, dan vitamin C serta B3.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Tiana Milanda ◽  
Astri K. Sjafril ◽  
Sulistiyaningsih Sulistiyaningsih
Keyword(s):  

Polen lebahmerupakan serbuk sari bunga atau bagian tumbuhan lainnya yang  dikumpulkan oleh lebah madu pejantan dari berbagai tumbuhan. Produk ini diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologi, diantaranya sebagai antimikroba terhadap beberapa bakteri Gram positif, Gram negatif dan jamur. Sampai saat ini, belum ada informasi mengenai aktivitas antibakteri polen lebah terhadap Salmonella typhi, penyebab demam tifoid pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri beberapa produk polen lebah dari Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia terhadap S. typhi NCTC786 BCC712. Penelitian ini dilakukan melalui tahap pengujian aktivitas antibakteri produk polen lebah, penentuan nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) produk polen lebah teraktif dan penentuan nilai banding aktivitas antibakterinya  terhadap kloramfenikol.Hasil penelitian menunjukkan ketiga produk mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. typhi NCTC786 BCC712, dengan aktivitas terbesar ditunjukkan oleh produk ketiga. KHTMdan KBM dari produk polen lebah terhadap S. typhi NCTC786 BCC712 masing-masing sebesar 137,5 mg/mL dan140 mg/mL.Nilai banding aktivitas antibakteri produk tersebut terhadap  dengan kloramfenikol sebesar 1 : 0,0562. Hal ini menunjukkan aktivitas antibakteri produk polen lebah ketiga terhadap S. typhi NCTC786 BCC712 lebih lemah dibanding kloramfenikol.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 17
Author(s):  
Nurmalia Saraswati ◽  
Moelyono Moektiwardoyo ◽  
Melisa I. Barliana
Keyword(s):  

Virus influenza A (H5N1) merupakan wabah utama yang berpotensi menyebabkan epidemik di seluruh dunia. Telah ditemukan banyaknya kasus resistensi terhadap obat antivirus influenza A sehingga penggunaannya mulai dibatasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk melakukan pengembangan obat baru yang lebih efektif dan aman untuk melawan virus influenza A. Tanaman herbal menjadi salah satu sumber pengembangan obat antivirus baru. Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian aktivitas antivirus dari ekstrak dan fraksi ekstrak daun miana (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br) melalui penentuan IC50 terhadap enzim neuraminidase menggunakan metode MUNANA Assay. Konsentrasi optimal enzim neuraminidase yang digunakan adalah 1,25 U/mL. Validasi metode dilakukan melalui penentuan IC50 dari inhibitor DANA terhadap enzim neuraminidase yaitu sebesar 15,72 µg/mL. Hasil pengujian aktivitas inhibisi enzim neuraminidase oleh ekstrak etanol, fraksi etil asetat, fraksi n-heksan dan fraksi air daun miana secara berturut-turut adalah 339,1 µg/mL; 125,6 µg/mL, 355,4 µg/mL  dan 288,5 µg/mL. Dari seluruh sampel yang diuji, fraksi etil asetat memiliki aktivitas potensial penghambatan yang paling baik.



2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 9
Author(s):  
Tina Rostinawati ◽  
Imam Adi Wicaksono ◽  
Nisa Ayu Amalia

Resistensi antibiotik telah menjadi permasalahan klinis yang utama terhadap kualitas hidup pasien infeksi saluran kemih (ISK) yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Perlu dilakukan pengujian zat aktif yang berasal dari bahan alam terhadap bakteri resisten tersebut. Ekstrak akar Bixa orella L. diketahui memiliki aktivitas terhadap E. coli yang sensitif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas akar Bixa orellana L. terhadap isolat klinis E. coli resisten. Metode yang digunakan adalah difusi agar dengan kertas cakram untuk uji aktivitas antibakteri dan metode pengenceran padat untuk penentuan KHM dan KBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar kesumba keling (Bixa orellana L.) memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 50%, 40%, 30%, 20%, dan 10% dengan nilai KHM 1450 µg/mL untuk isolat pasien 1, dan 2970 µg/mL untuk isolat pasien 2. Nilai KBM 1480 µg/mL untuk isolat pasien 1, dan 3000 µg/mL untuk isolat pasien 2. Nilai kesetaraan aktivitas antibakteri gentamisin terhadap ekstrak etanol Bixa orella L. keling untuk E. coli resisten isolat klinis pasien 1 dan isolat klinis pasien 2 masing-masing sebesar 1 : 1,341x103 dan 1 : 1,254x103 .



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document