scholarly journals Hepatitis C: Epidemiologi, Etiologi, dan Patogenitas

2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 139-150
Author(s):  
Alhawaris

Hepatitis merupakan penyakit peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah infeksi virus. Virus Hepatitis C (VHC) merupakan salah satu virus dengan genom RNA yang dapat menyebabkan infeksi pada sel-sel hati (hepatosit) yang dapat menular melalui darah. VHC memiliki berbagai genotipe yang tersebar di berbagai belahan bumi yang telah teridentifikasi dan terklasifikasi. VHC tersusun atas berbagai protein yang merupakan hasil ekspresi RNA VHC. Protein tersebut terdiri atas protein struktural maupun non-struktural yang memiliki fungsi masing-masing, khususnya pada saat menginfeksi sel inang. Protein-protein VHC tersebut dapat menginisiasi sistem pertahanan tubuh sehingga timbul respon imum tubuh terhadap VHC. Genom VHC dapat mengalami mutasi sehingga mempu menghindari respon imun inangnya. Kegagalan respon imun tubuh untuk mengeliminasi VHC menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati hingga berpotensi mengalami sirosis bahkan kanker. Ko-ifeksi VHC dengan infeksi mikroorganisme lainnya atau bahan-bahan lainnya yang dapat menurunkan fungsi normal organ hati dapat memperparah perjalanan penyakit hati. Variasi genetik dan kecepatan VHC untuk bermutasi menyebabkan sulitnya memperoleh vaksin yang tepat untuk virus tersebut, sehingga berpotensi menjadi penyakit yang bersifat silent epidemic.   

2017 ◽  
Vol 32 (2) ◽  
Author(s):  
Sebastián Pineda ◽  
Irene Araya ◽  
Claudia Morales

El linfoma cutáneo primario de células B (LCPCB) centrofolicular corresponde a una proliferación neoplásica infrecuente e indolente de células del centro germinal confinadas a la piel. Se reporta y revisa un caso de LCPCB centrofolicular.Paciente femenino de 76 años, con antecedentes de hipertensión arterial y resistencia a la insulina. Consultó por aumento de volumen frontal de dos años de evolución. Al examen físico destacaba un nódulo único en región frontal derecha. La ecografía de partes blandas fue compatible con quiste epidérmico. La histopatología demostró en dermis profunda, tejido adiposo subcutáneo y tejido muscular estriado una proliferación linfoide sólida dispuesta en patrón nodular y difuso. A la inmunohistoquímica (IHQ), los linfocitos fueron CD20 y BCL-6 positivo, con un Ki-67 de 60% y BCL-2, CD3, CD5 y CD10 negativo. El estudio de diseminación tumoral resultó negativo. El LCPCB centrofolicular concentra el 60% de todos los LCPCB. Se presenta en promedio a los 51 años. Se ha descrito asociación con Borrelia burgdorferi, VIH, virus hepatitis C y virus Epstein-Barr. Clínicamente corresponde a un nódulo eritematoso y asintomático, localizado preferentemente en cabeza, cuello y tronco. La IHQ es fundamental para diferenciarlo de otros tipos de LCPCB. Habitualmente, el tratamiento es con radioterapia o cirugía escisional. La supervivencia es de un 95% a 5 años. Se presenta este caso dado que el LCPCB centrofolicular corresponde a un tumor cutáneo infrecuente, con múltiples diagnósticos diferenciales, que requiere de un alto índice de sospecha para lograr un diagnóstico y tratamiento oportuno.


1992 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 1-5 ◽  
Author(s):  
Jun Hayashi ◽  
Koya Nakashima ◽  
Miki Hirata ◽  
Eriko Yoshimura ◽  
Akinori Noguchi ◽  
...  

2021 ◽  
Vol 15 (6) ◽  
pp. 1272-1274
Author(s):  
H.A. Abro ◽  
B. A. Shaikh ◽  
A. H. Mugheri ◽  
I. A. Ansari ◽  
Z. A. Shaikh ◽  
...  

Aim: To determine the frequency of nonalcoholic steatohepatitis in patients with liver cirrhosis. Study Design: Retrospective/observational Place and Duration of Study: Department of Medicine, Chandka Medical College Hospital, Larkana from 1st July 2020 to 31st March 2021. Methodology: One hundred and twenty patients of both genders presented with liver cirrhosis were enrolled in this study. Patient’s detailed demographics including age, sex, body mass index, smoking status, alcohol consumption and family history of liver disease were recorded after taking written informed consent. Laboratory examination was done to examine the proportion of hepatitis B virus, hepatitis C virus and nonalcoholic steatohepatitis. Results: There were 68 (56.67%) males and 52 (43.33%) were females with mean age 45.74±10.54 years. Among all the patients hepatitis C virus was found in 62 (51.67%) patients, 15 (12.5%) had hepatitis B virus, 17 (14.17%) had hepatitis B virus + hepatitis C virus and nonalcoholic steatohepatitis was found in 26 (21.67%) patients. Conclusion: Nonalcoholic steatohepatitis was the major cause of liver cirrhosis in Pakistani population. The proportion of NASH in liver cirrhosis patients was 21.67%. Keywords: Nonalcoholic steatohepatitis (NASH), Liver Cirrhosis, Hepatitis B virus, Hepatitis C virus


2017 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 125
Author(s):  
Chyntia Olivia Maurine Jasirwan

Infeksi virus hepatitis B (VHB) dapat bermanifestasi dalam berbagai kondisi mulai dari asimtomatik (karier), hepatitis kronik, sirosis hati, sampai karsinoma hepatoseluler. Sampai saat ini VHB telah menyebabkan infeksi kronik pada 240 juta orang dan 75 % di antaranya berada di Asia.1 Insiden infeksi VHB dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Indonesia saat ini sangat meningkat.2-4 Infeksi virus hepatitis B (VHB) kronik 3-6 kali lebih sering pada pasien dengan HIV positif dibandingkan dengan HIV negatif. Pada beberapa penelitian didapatkan bahwa kecenderungan seorang pasien HIV untuk terinfeksi VHB tersamar dikaitkan dengan jumlah hitung CD4+ yang rendah, transmisi infeksi parenteral pada pengguna narkoba suntik, dan koinfeksi dengan hepatitis C.5


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document